Villain System

Villain System
108. Membunuh Goblin


__ADS_3

Beberapa menit telah berlalu, Graham dan Amori telah selesai makan dan meninggalkan restoran. "Kita akan membali pakaian." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk,


Tidak lama kemudian Graham dan Amori berada di dalam sebuah toko pakaian. "Ada yang bisa saya bantu." Kata penjaga toko pakaian.


"Aku ingin membeli pakaian kualitas terbaik untuknya." Graham melihat Amori.


"Silakan ikuti saya tuan." Kata penjaga toko pakaian. Graham dan Amori kemudian mengikuti penjaga toko.


"Ini adalah pakaian terbaik kami tuan." penjaga toko menunjukan sebuah pakaian.


"Amori coba pakai baju itu." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar dan mencoba pakaian.


"Tuan, bagaimana penampilan saya." Kata Amori tersipu malu saat melihat Graham.


"Nona sangat cantik. Pakaian itu sangat cocok untuk anda." Penjaga toko memuji.


"Pakaian itu cocok untukmu." Kata Graham.


"Aku juga ingin panties untuknya." Graham melihat penjaga toko. Amori tersipu malu saat Graham akan membelikannya panties.


"Baik tuan." Penjaga toko mengangguk kemudian mengambil sebuah panties.


"Tuan, apakah aku harus memakai panties ini juga." Kata Amori tersipu malu.


"Kamu bisa memakainya nanti saat di penginapan." Balas Graham.


"Baik tuan." Amori mengangguk.


"Berapa total semuanya." Graham melihat penjaga toko.


"Totalnya adalah 10 coin emas tuan." Balas penjaga toko. Graham kemudian memberikan 10 coin emas kepada penjaga toko.


"Terimakasih tuan. Jika anda ingin membeli pakaian lagi. Silakan datang ke toko saya." Penjaga toko tersenyum. Graham mengangguk kemudian keluar dari toko.


Beberapa menit kemudian Graham dan Amori berada di sebuah penginapan. "Aku pesan 1 kamar." kata Graham melihat pelayan penginapan.


"Biaya menginap 1 hari adalah 100 koin perak." Balas pelayan penginapan. Graham kemudian memberikan 100 koin perak kepada pelayan penginapan.


"Ikuti saya." Kata pelayan penginapan. Graham dan Amori mengikuti pelayan penginapan.


"Ini kamar anda. Jika anda butuh sesuatu silakan cari saya." Kata pelayan penginapan berjalan pergi.


"Ayo masuk ke dalam." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk dan masuk ke dalam kamar.


"Gunakan panties yang tadi kita beli." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk kemudian melepas pakaiannya. Amori kemudian memakai panties bewarna putih.


"Panties ini sangat cocok untuk kulitmu yang bewarna coklat." kata Graham meremas pantat Amori.


"Emmm." Amori mengerang saat Graham meremas pantatnya.

__ADS_1


"Jilati punyaku." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori melepas celana Graham. Kemudian menjilati milik Graham.


Keesokan harinya Graham terbangun dari tidurnya dan berkata. "Akhirnya aku bisa tidur di kasur. Setelah 1 tahun menjelajah luar angkasa."


Graham melihat Amori yang tertidur kemudian menyentuh bibirnya. "Bibirnya sungguh lembut. Mengingatkanku dengan bibir Grace dan yang lain." Kata Graham kemudian mencium bibir Amori.


"Emmm." Amori mengerang saat Graham mencium bibirnya.


"Bangunlah, sekarang sudah pagi." Kata Graham menampar pantat Amori.


"Eeeemm." Amori mengerang dan mengusap matanya.


"Selamat pagi tuan." Amori melihat Graham.


"Selamat pagi juga." Balas Graham.


"Mandilah. Setelah itu kita akan ke restoran." Kata Graham.


"Baik tuan." Amori mengangguk dan turun dari kasur.


"Tuan, apa anda tidak ingin mandi bersama Amori." Amori melihat Graham.


"Baiklah. Ayo kita mandi bersama." Kata Graham masuk ke dalam kamar mandi.


Beberapa jam kemudian Graham dan Amori sedang berada di restoran. "Apa kamu tahu putri Bella telah menjadi penyihir 8 star." Kata seorang pria.


"Selain memiliki wajah yang cantik. Putri Bella adalah jenius. Dalam ratusan tahun tidak ada penyihir yang mencapai 8 star di usia 25 tahun selain dirinya." Balas pria lain.


"Sepertinya dunia ini tempat para penyihir bukan kultivator." Gumam Graham mendengar obrolan dua pria.


"Total makanan yang anda pesan adalah 1 coin emas." Balas penjaga kasir. Graham kemudian memberikan 1 coin emas kepada penjaga kasir.


"Amori ayo pergi." Graham berjalan keluar restoran.


"Baik tuan." Amori mengangguk dan mengikuti Graham keluar restoran.


"Tuan, apa kita akan kembali ke penginapan." Tanya Amori.


"Tidak, kita akan meninggalkan kota ini." Kata Graham memeluk Amori kemudian terbang ke langit.


"Ahhh." Amori berteriak saat dirinya terbang ke langit.


"Lihat pria itu terbang ke langit." Seorang pria menunjuk Graham.


"Jika dia bisa terbang ke langit. Dia pasti penyihir elemen angin." Balas pria lain.


Beberapa menit kemudian. Graham yang terbang di langit melihat sebuah desa.


"Misi harian hancurkan desa goblin. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Melihat notifikasi yang muncul di depannya Graham melayang turun dari langit.


"Ada manusia." Teriak goblin melihat Graham dan Amori yang turun dari langit. "Tooottt." "Tooott." Goblin meniup terompet.


Tidak lama kemudian Graham melihat ratusan goblin keluar dari desa dan mengelilingi dirinya. "Manusia mengapa kamu kemari." Goblin dengan tinggi 2 meter menatap Graham.


"Aku kesini untuk membunuh kalian semua." Kata Graham kemudian menciptakan api.

__ADS_1


"Terbakarlah." Kata Graham kemudian membakar ratusan goblin. "Wuuusshh."


"Ahhhh." Ratusan goblin berteriak saat Graham membakar mereka.


"Amori ayo masuk ke dalam desa." Kata Graham berjalan masuk ke dalam desa.


"Baik." Amori mengangguk dan masuk ke dalam desa.


Graham masuk ke dalam sebuah rumah dan melihat beberapa wanita sedang terbaring di lantai tanpa pakaian.


"Tuan, ayo kita selamatkan mereka." Kata Amori melihat beberapa wanita yang terbaring di lantai.


"Apa kalian ingin aku selamatkan." Graham melihat semua wanita.


"Tolong bunuh kami." Balas wanita.


"Ahhh." Amori terkejut melihat wanita meminta untuk di bunuh.


"Mereka semua tidak memiliki semangat hidup setelah di perkosa oleh goblin." Kata Graham. Badan Amori gemetar saat mendengar kata Graham.


"Amori tunggulah di luar." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk kemudian keluar dari rumah.


"Aku akan memberi kalian kematian yang tidak menyakitkan." Kata Graham menunjuk semua wanita.


"Buusshh." "Buusshh." Jarum angin keluar dari jari Graham dan menembus kepala semua wanita. Melihat semua wanita telah mati, Graham kemudian menciptakan api. "Wuusshh." Graham membakar tubuh semua wanita.


"Jika tuan tidak datang ke desa saya. Amori pasti bernasib sama seperti mereka." kata Amori melihat Graham keluar dari rumah.


"Kita sudah di takdirkan bertemu. Jadi kamu tidak akan bernasib sama seperti mereka." Graham menepuk bahu Amori.


"Tunggulah di luar desa. Aku akan membakar desa ini." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk dan berjalan keluar desa.


"Wussshh." Graham menciptakan api kemudian membakar desa.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi dan roti keras muncul di depan Graham.


Graham membuang roti keras dan berjalan ke arah Amori. "Ayo kita lanjutkan perjalanan." Graham memeluk Amori kemudian terbang di langit.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota di kejauhan. "Lihat ada seseorang yang terbang di langit." Kata penjaga melihat Graham yang terbang di langit.


"Wuuusshh." Graham melayang turun dan berjalan ke arah penjaga. "Penyihir yang terhormat. Bisakah kita melihat identitas anda." Kata penjaga melihat Graham dan Amori.


"Ambilah." Graham memberikan 2 coin emas kepada penjaga.


"Hehe, silakan masuk penyihir yang terhormat." Penjaga tersenyum dan menyuruh Graham masuk. Graham dan Amori kemudian masuk ke dalam kota.


"Jika semua penyihir royal seperti dirinya. Aku pasti akan kaya dengan cepat." Penjaga tersenyum bahagia.


"Ayo kita makan." kata Graham masuk ke dalam restoran.


"Baik tuan." Amori mengangguk kemudian masuk ke dalam restoran.


"Pelayan aku pesan 2 porsi makanan terbaik di restoran ini." Graham melihat pelayan restoran.

__ADS_1


"Baik. Silakan tunggu pesanan anda." Pelayan mengangguk dan berjalan ke dapur.


__ADS_2