
12 Jam telah berlalu. Saat ini Graham dan pria berpakaian hitam berada di tengah hutan. "Malam ini kita akan beritirahat disini." kata pria berpakaian hitam berhenti berlari.
"Baik." Graham mengangguk.
Saat ini di istana Britania. "Yang mulia Graham telah meninggalkan kerajaan bersama seorang pria." Kata pria berkumis.
"Sepertinya pria yang pergi bersama graham adalah angggota sekte demonic." Kata pria berjenggot. Pria berkumis terkejut mendengar kata pria berjenggot.
1 Jam kemudian Graham sedang duduk di depan api unggun. "Dia selalu waspada denganku." Gumam Graham melihat pria berpakaian hitam yang berdiri di dekat pohon.
"Aku harus tenang, perjalanan ke sekte demonic masih jauh. Pasti ada kesempatan untuk membunuhnya." Gumam Graham di pikirannya.
2 Hari telah berlalu. Saat ini Graham melihat pria berpakaian hitam sedang membasuh wajahnya dengan air. "Jika aku tidak menyerangnya sekarang. Aku tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk menyerangnya." Kata Graham mengambil pedang tingkat 2 dari tabel penyimpanan.
"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian pedang hitam diselimuti racun.
"Mati." Graham mengayunkan pedangnya ke arah pria berpakaian hitam.
"Huuhh." "Slasshh." Pria berpakaian hitam menghindari serangan Graham. Namun Graham berhasil memotong lengan pria. "Apa yang kamu lakukan." Teriak pria berpakaian hitam.
"Tentu saja membunuhmu. Aktifkan skill transformasi naga." Graham berubah menjadi manusia naga dan melesat ke arah pria berpakaian hitam.
Pria berpakaian hitam menghindari serangan Graham. "Kamu menggunakan racun." Kata pria melihat lengannya yang terpotong kesemutan.
"Benar, aku menggunakan racun." Graham tersenyum.
"Awalnya aku tidak ingin membunuhmu. Tapi sekarang aku berubah pikiran." Kata pria berpakaian hitam kemudian tubuhnya mulai berotot, kulitnya bewarna merah dan sebuah tanduk muncul di kepalanya.
Graham terkejut dengan transformasi pria. "Kamu harus bangga karena bisa melihat transformasi iblis sekte demonic." Pria menyeringai.
"Busshh." Graham menembakan bola hitam dari mulutnya. "Plasshh." Graham melihat pria berpakaian hitam melempar bola hitam miliknya.
"Booom!!." Bola hitam meledak saat mengenai pohon.
"Uuuhh." Pria berpakaian hitam tiba-tiba memegangi kepalanya.
"Kesempatan." Kata Graham melesat ke arah pria.
"Mati." Graham mengayunkan pedangnya. "Craattt." Tubuh pria terpotong menjadi dua.
"Setelah hari ini. Sekte demonic pasti akan memburuku." Kata Graham melihat mayat pria.
"Aktifkan skill fire." "Wuuss." Api muncul di kedua tangan Graham. "Wuusshh." Graham membakar mayat pria.
"Saatnya membunuh 100 kultivator tingkat Advanced." Kata Graham berjalan pergi.
7 hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang duduk di sebuah batu dan melihat tabel shop di depannya.
"Black Dragon Transformatin level 3. Efek membuat anda dapat berubah menjadi manusia naga. Efek Strength, Agility, dan Vitalitas +30% saat dalam mode manusia naga. Syarat mendapatkan skill adalah membunuh 100 kultivator peringkat Advanced. Pelajari/Tidak."
"Pelajari." Kata Graham menekan notifikasi.
Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalanya.
Graham membuka matanya dan berkata. "System berapa persen peluang menangku jika bertarung dengan kultivator tingkat master."
__ADS_1
"Peluang anda mengalahkan kultivator tingkat master adalah 35%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Hanya bertambah 5% meski aku telah mempelajari skill transformasi naga level 3." Gumam Graham.
"Baiklah, aku akan mempelajari skill Fire, Water, Wind, Earth dan Lightning level 3." Kata Graham membuka tabel shop.
5 menit kemudian Graham telah mempelajari skill Fire, Water, Wind, Earth, dan Lightning Level 3. "Sekarang sudah waktunya kembali." Kata Graham melesat pergi.
Sementara itu di tempat lain. "Mengapa Oda belum kembali." Kata pria paruh baya berpakaian hitam.
"Apa mungkin Oda di bunuh oleh Graham." Kata wanita berpakaian hitam.
"Jangan bercanda. Bagaimana bisa bocah tingkat Advanced membunuh Oda yang telah mencapai tingkat Master." Balas pria paruh baya berpakaian hitam.
"Harumi pergilah bersama Denjito ke kerajaan Britania. Cari tahu mengapa Oda masih belum kembali." Kata pria paruh baya.
"Baik ketua." Wanita berpakaian hitam mengangguk dan berjalan keluar ruangan.
6 Jam kemudian Graham melihat sebuah kota. "Akhirnya aku kembali." Graham tersenyum dan berjalan ke arah gerbang.
"Baron Graham." Penjaga gerbang terkejut melihat Graham.
"Ambilah." Graham memberikan 1 koin emas kepada penjaga.
"Terimakasih Baron." Penjaga berkata dengan senang. Graham mengangguk dan masuk ke dalam kota.
"Pertama-tama aku akan membersihkan tubuhku kemudian beristirahat." Kata Graham berjalan ke arah rumahnya.
Tidak lama kemudian Graham sampai di rumahnya. Graham membuka pintu dan melihat bayi rubah yang melompat kepadanya. "Kuuu."
"Graham." Alice terkejut melihat Graham.
"Aku kembali." Kata Graham melihat Alice.
Alice meneteskan air matanya dan memeluk Graham. "Hiks, hiks. Aku pikir kamu tidak akan kembali." Alice menangis di pelukan Graham.
"Tentu saja aku akan kembali. Aku memiliki rumah di kota ini." Graham tersenyum dan mengelus punggung Alice.
"Aku akan mandi terlebih dulu. Setelah itu kita akan tidur bersama." Graham mengelus wajah Alice. "Baik." Alice mengangguk.
Sementara itu di istana Britania pria berjenggot melihat pria berkumis masuk ke dalam ruangan. "Yang mulia Baron Graham telah kembali." Kata pria berkumis.
"Oohh." Pria berjenggot terkejut dengan kata pria berkumis.
"Apa ada yang berubah dengannya." Tanya pria berjenggot.
"Dari fisik dan cara berpakaian tidak ada yang berubah kepadanya." Balas pria berkumis.
"Awasi Graham mulai dari sekarang." Kata pria berjenggot.
"Baik yang mulia." Pria berkumis mengangguk.
Keesokan harinya Graham sedang berhubungan badan dengan Alice di pagi hari.
"Semua status meningkat 10 poin." Notifikasi muncul di depan Graham.
__ADS_1
"Plasshh." "Aaahh." Graham menampar pantat Alice.
"Pagi ini sudah cukup." Kata Graham melihat Alice.
"Baik." Balas Alice berbaring di kasur.
"Munculkan tabel status." Gumam Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 15 tahun
Tingkat : Expert
Ras : Manusia
Strength : 700
Agility : 700
Vitalitas : 700
Stamina : 600/700
Ki : 690/700
Poin : 0
"Kurang 300 poin lagi aku akan mencapai tingkat master." Kata Graham melihat statusnya.
"Mandilah, setelah itu kita akan pergi ke akademi." Graham menampar pantat Alice. "Ahhh. Baik." Alice mengangguk.
1 Jam kemudian Graham dan Alice telah berada di akademi. "Graham, kepala sekolah memanggilmu." Kata pria berkacamata.
"Baik." Balas Graham berjalan ke ruangan kepala sekolah. "Kreekk." Graham membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
"Sepertinya kamu Graham yang aku kenal." Kata perempuan berambut coklat melihat Graham masuk ke dalam ruangan.
"Ada apa kepala sekolah memanggilku." Kata Graham duduk di kursi.
"Kamu sudah mencapai tingkat Expert." kata perempuan berambut coklat memeriksa kekuatan Graham.
"Aku telah mencapai tingkat Expert sebelum pesta ulang tahun putri Flora." Balas Graham.
"Apa kamu mengkonsumsi pil spirit level 3." Tanya perempuan berambut coklat.
"Tidak, aku hanya mengkonsumsi pil spirit level 2." Balas Graham.
"Jika begitu hanya satu jawabannya. Kamu mempunyai tehnik kultivasi tingkat menengah." Kata perempuan berambut coklat.
"Kamu benar. Aku mempunyai tehnik kutivasi tingkat menengah." Graham mengangguk.
"Sudah kuduga. Mustahil seorang pemuda berusia 15 tahun mencapai tingkat Expet hanya dengan mengkonsumsi pil spirit level 1 dan pil spirit level 2." Perempuan berambut coklat menghela nafas.
"Bagaimana kamu bisa memiliki tehnik kultivasi tingkat menengah. Sementara semua tehnik kultivasi di kerajaan Britania adalah tingkat rendah." Perempuan berambut coklat penasaran.
__ADS_1
"Jika kepala sekolah mau tidur denganku. Aku akan memberikan jawabannya." Graham menyeringai.