
"Graham berapa banyak rahasia yang kamu punya." Kata Alice melihat Graham yang membersihkan tubuhnya.
"Aku memiliki banyak rahasia." Graham tersenyum.
"Baiklah, badanmu sekarang sudah bersih." Kata Graham melihat Alice.
Graham dan Alice saling melihat kemudian mulai berciuman.
"Bibirmu sungguh lembut." Kata Graham berbisik di telinga Alice.
"Jangan menggodaku." Kata Alice tersipu malu.
"Eemm." Alice mengerang saat Graham meremas dadanya.
"Graham ayo kita lakukan di dalam tenda." Kata Alice melihat Graham.
"Tidak. Kita akan melakukan disini." balas Graham melepas panties Alice.
"Baiklah." Alice mengangguk.
Graham melihat pussy Alice kemudian menjilatinya.
"Eeemm." Alice mengerang ke enakan.
1 Jam kemudian Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Semua status meningkat 1 poin."
"Kamu bisa berhenti." Kata Graham melihat Alice yang menjilati burungnya.
"Baik." Alice mengangguk kemudian berhenti menjilati burung Graham.
"Ayo kita masuk di dalam tenda." Kata Graham masuk ke dalam tenda.
"Baik." Alice mengangguk dan masuk ke dalam tenda.
Tidak lama setelah masuk ke dalam tenda. Suara erangan Alice mulai terdengar.
Ke esokan harinya Graham dan Alice keluar dari dalam tenda. "Sebelum melanjutkan perjalanan. Ayo kita makan terlebih dulu." Kata Graham memberikan roti keras kepada Alice.
"Baik." Alice mengangguk dan memakan roti keras.
"Ahh, mengapa rotinya tidak manis seperti kemarin." Kata Alice.
"Kemarin adalah roti manis terakhir yang aku punya." Balas Graham mengigit roti keras.
"Kuuu." Bayi rubah menjilati kaki Graham.
"Apa kamu mau." Graham melihat bayi rubah.
"Kuu." Bayi rubah menjilati kaki Graham.
Graham memotong roti keras dan memberikan kepada bayi rubah.
"Kuu." Bayi rubah mengigit roti. "Kuu." "Kuu." Bayi rubah memuntahkan roti keras.
"Bahkan seekor rubah tidak menyukai roti yang kamu berikan." Kata Alice.
"Makanan rubah adalah daging. Wajar jika dia tidak menyukai roti keras." Balas Graham mengigit roti.
5 menit kemudian Graham dan Alice telah menghabiskan roti. "Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Graham memasukan bayi rubah ke dalam pakaiannya.
"Baik." Alice mengangguk.
Graham dan Alice kemudian berlari ke barat.
3 Jam kemudian Graham dan Alice berada di depan sebuah gerbang. Graham menunjukan lencana Baron miliknya kepada penjaga gerbang.
"Silakan masuk Baron Graham." Kata penjaga dengan hormat.
Graham dan Alice kemudian masuk ke dalam kota.
"Akhirnya kita kembali." Alice tersenyum melihat kota yang ramai.
"Apa kamu ingin makan di restoran." Graham melihat Alice.
__ADS_1
"Tidak, hari ini aku ingin memasak untukmu." Alice tersenyum.
"Baiklah, jika itu maumu." Balas Graham berjalan ke arah rumahnya.
Sementara itu di istana Britania. "Yang mulia Graham telah kembali." Kata pria berkumis.
"Apa dia membuat kekacauan di kota Criva." Tanya pria berjenggot.
"Tidak yang mulia. Graham tidak membuat kekacauan di kota Criva." Balas pria berkumis.
"Aku pikir dia akan membuat masalah kemanapun dia pergi." kata pria berjenggot mengelus jenggotnya.
Saat ini Graham telah kembali ke rumahnya. "Kamu memasak apa." Kata Graham melihat Alice yang sedang memasak di dapur.
"Aku sedang membuat pangsit." Balas Alice.
"Oohh. Pangsit ya." Kata Graham berdiri di belakang Alice dan menampar pantatnya.
"Aaahh." Alice menjerit.
"Jangan berhenti membuat pangsit." Kata Graham meremas dada Alice.
"Emm, baik." Alice mengangguk.
"Tok." "Tok." Saat hendak melepas rok Alice Graham mendengar suara ketukan pintu.
"Sial, siapa yang mengangguku." Kata Graham berjalan kea rah pintu.
Graham membuka pintu dan melihat pria paruh baya berambut merah. "Baron Austin."
"Baron Graham. Apa kamu tahu dimana anakku berada." Kata pria paruh baya berambut merah.
"Silakan masuk. Ayo kita bicara di dalam." Graham tersenyum.
"Baiklah." Pria paruh baya mengangguk dan masuk ke dalam rumah.
"Alice kemarilah." Teriak Graham.
"Baik." balas Alice. "Ayah." Alice terkejut melihat pria paruh baya berambut merah.
"Sejak 1 bulan lalu. Saat aku menjadi tentara bayaran dan tinggal di kota Roan." Balas Graham.
"Apa kalian berdua telah tidur bersama." Tanya Austin.
"Benar, kita telah tidur Bersama." Balas Graham.
"Sudah kuduga. Jika kalian tinggal dalam satu rumah. Kalian pasti tidur bersama." Austin menghela nafas.
"Jika begitu kapan kamu akan menikahi anakku." Austin melihat Graham.
"Ayah." Alice tersipu malu saat mendengar kata ayahnya.
"Setelah kita berdua lulus akademi. Aku akan menikahi Alice." Balas Graham berbohong.
"Syarat lulus dari akademi adalah mencapai tingkat Expert atau berusia 20 tahun. Saat ini Alice masih berusia 15 tahun dan mencapai tingkat Intermediate." kata Austin.
"Siapa bilang Alice masih tingkat Intermediate." Balas Graham.
"Alice tunjukan kekuatanmu Alice." Teriak Graham.
"Baik." Alice mengangguk dan mengeluarkan auaranya. "Buuzzz."
"Tingkat Advanced." Austin terkejut melihat Alice.
"Bagaimana bisa kamu menerobos tingkat Advanced dengan cepat." Austin tidak percaya dengan yang di lihatnya.
"Karena aku memberinya pil spirit." Kata Graham menunjukan pil spirit level 1 kepada Austin.
"Ambilah." Graham melemparkan pil spirit kepada Austin.
"Kamu memberiku pil spirit." Austin melihat Graham.
"Benar, aku memberimu pil spirit level 1. Cepat konsumsi pil spirit atau aku akan mengambilnya kembali." Kata Graham.
Mendengar kata Graham Austin menelan pil spirit. Merasakan energi di dalam pil Austin duduk dan berkultivasi.
__ADS_1
"Graham aku sangat berterimakasih karena sudah memberikan pil spirit level 1 kepada ayahku." Alice tersenyum.
"Baiklah, kamu bisa melanjutkan membuat pangsit. Untuk makan kita bertiga." Kata Graham.
"Baik." Alice tersenyum dan berjalan ke arah dapur.
1 Jam kemudian Graham melihat Austin membuka matanya. "Selamat karena telah menerobos tingkat Advanced." Kata Graham.
"Terimakasih Baron Graham. Tanpa pil spirit yang kamu berikan. Aku tidak akan menerobos tingkat Advanced." Austin tersenyum.
"Baiklah, bersihkan tubuhmu terlebih dulu. Setelah itu ayo kita makan." Kata Graham.
Austin melihat kotoran di kulitnya dan berkata. "Benar, setelah menerobos tingkat Advanced kotoran di tubuhku keluar." "Baron Graham, dimana kamar mandinya." Austin bertanya.
"Alice, tunjukan kamar mandi kepada ayahmu." Teriak Graham.
"Baik." Alice berlari ke arah Graham.
"Ayah ayo ikuti aku." Alice melihat ayahnya.
"Baik." Austin mengangguk dan mengikuti Alice.
10 Menit kemudian Graham melihat Austin yang berjalan ke arahnya. "Silakan duduk." Kata Graham menunjuk kuri.
Austin mengangguk dan duduk di kursi.
"Baiklah, ayo kita makan." Kata Graham memakan pangsit. Austin mengangguk dan memakan pangsit.
30 menit kemudian Graham, Alice dan Asutin telah selesai makan.
"Baron Graham saya pamit pergi." kata Austin.
"Ahh, mengapa ayah sudah mau pergi." Tanya Alice.
"Ayah sudah berada di ibukota selama 2 hari." Balas Austin.
"Ahh, jadi begitu." Kata Alice.
Graham melemparkan pil spirit level 1 kepada Austin. "Makanlah pil itu 1 tahun kemudian." Graham melihat Austin.
"Terimakasih Baron Graham." Austin tersenyum dan memasukan pil spirit kedalam cincin ruang miliknya.
"Alice ayah akan pulang." Austin mengelus rambut Alice.
"Ayah berhati-hatilah selama di perjalanan." Kata Alice.
"Tentu." Austin tersenyum kemudian berjalan ke pintu keluar.
"Baron Graham tolong jaga Alice." Kata Austin.
"Selama aku berada di kerajaan Britania tidak akan ada yang bisa melukai Alice." Balas Graham.
"Baguslah." Austin mengangguk kemudian keluar dari rumah.
Melihat Austin yang pergi Graham berkata. "Ayo kita ke kamar."
"Ahh, apa kita akan melakukan di siang hari." Alice terkejut.
"Tentu." Graham tersenyum dan menggendong Alice.
"Aahhh." Alice berteriak.
Keesokan harinya Graham dan Alice berada di kantin akademi.
"Graham, Alice kepala sekolah memanggil kalian berdua." Kata pria berkacamata.
"Baik Pak." Alice mengangguk. Graham melihat pria berkacamata dan berjalan keluar dari kantin.
"Graham tunggu aku." Kata Alice mengejar Graham.
Beberapa menit kemudian Graham dan Alice masuk ke dalam ruangan.
"Seharusnya kamu mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk ke dalam ruanganku." Kata perempuan berusia 25 tahun dengan kulit putih dan rambut coklat Panjang.
"Cantik." Gumam Graham melihat perempuan berambut coklat.
__ADS_1