Villain System

Villain System
68. Melawan Pemimpin Sekte Demonic


__ADS_3

"Semuanya mejauh dari asap hijau itu." Teriak salah satu pria berpakain hitam.


"Terlambat." Kata Graham melihat 7 pria berpakaian hijau yang diselimuti asap hijau. "Uuuhh" 7 pria berpakaian hitam memegangi tenggorokan mereka.


"Buuuk." "Buuuk." 7 pria berpakaian hitam jatuh dari langit dan menggeliat di tanah. "Aaaahh." 7 pria berpakaian hitam berteriak saat mata, hidung, dan telinga mereka mengeluarkan darah.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Graham melihat notifikasi dan roti keras muncul di depannya.


Graham mengambil roti keras dan melayang turun dari langit. "Apa mereka bertujuh anggota sekte demonic." Tanya Elena melihat Graham.


"Lebih tepatnya mereka bertujuh petinggi sekte demonic." Balas Garaham. Alice, Elena, Fanny dan Viola terkejut mendengar jawaban Graham.


"Baiklah, ayo kita perbaiki rumah." Kata Graham melihat rumahnya yang setengah hancur.


"Baik." Alice, Elizabeth, Elena, Fanny dan Viola mengangguk.


Keesokan harinya Graham melihat rumahnya telah selesai di perbaiki. "Kamu adalah pria yang buruk. Kamu menyuruh para perempuan untuk memperbaiki rumah." Kata Elizabeth.


"Bagi kultivator tingkat Grand Master ke atas, memperbaiki rumah adalah hal yang mudah." Balas Graham.


"Meski begitu memperbaiki rumah adalah tugas seorang pria." Balas Elizabeth.


"Yang di katakan Elizabeth benar. Memperbaiki rumah adalah tugas seorang pria." Elena mengangguk.


"Baiklah, kalian berdua nanti malam tidur di luar." Balas Graham.


"Aaahh." Elena dan Elizabeth menjerit.


Saat ini di kerajaan Avalon. "Yang mulia Graham telah kembali." Kata seorang pria.


"Dia memiliki keberanian untuk kembali." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Informasikan kepada sekte demonic bahwa dia telah kembali." Teriak pria paruh baya.


"Baik yang mulia." Pria mengangguk.


Keesokan harinya Graham berada di sebuah ruangan bersama Henry, Austin dan Vasco. "Apa kalian bertiga sudah menyebarkan berita bahwa aku telah kembali." Graham melihat Henry, Austin dan Vasco.


"Sudah yang mulia. Berita tentang yang mulia kembali, sudah menyebar di kerajaan Evora dan Avalon." Balas Henry, Austin dan Vasco secara bersamaan.


"Bagus." Graham mengangguk.


"Sekarang tugas kalian bertiga adalah memperbaiki semua bangunan di kota ini." Graham melihat Henry, Austin dan Vasco.


"Baik yang mulia." Henry, Austin dan Vasco mengangguk.


7 Hari telah berlalu saat ini Graham melihat puluhan pria yang sedang memperbaiki bangunan. "Henry." Graham melihat pria gemuk.


"Iya yang mulia." Henry mengangguk.


"Berikan masing-masing 1 pil spirit kepada mereka." Graham memberikan 50 pil spirit level 1 kepada Henry.


"Baik yang mulia." Henry mengangguk.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain. Seorang wanita berambut hitam panjang sedang duduk di sebuah ruangan. "Pemimpin. Saat ini Graham sedang memperbaiki kerajaan Britania." Kata seorang wanita berpakaian hitam.


"Sepertinya Kojiro dan yang lain telah dikalahkan olehnya." Kata wanita berambut hitam panjang.


"Megumi kumpulkan semua anggota sekte demonic. Kita akan menyerang kerajaan Britania." Kata wanita berambut hitam panjang.


"Baik pemimpin." Wanita berpakaian hitam mengangguk.


3 hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang bersantai dan meminum secangkir teh. "Misi Harian bunuh pemimpin sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi muncul di depan Graham.


"Yang mulia." Graham melihat Henry yang masuk ke dalam ruangannya.


"Ada apa." Graham melihat Henry.


"Di luar kota ada ribuan anggota sekte demonic." Kata Henry dengan panik.


"Aku sudah tahu." Balas Graham berjalan keluar ruangan.


"Graham bagaimana ini. Ada ribuan anggota sekte demonic di luar kota." Alice panik.


"Tidak perlu panik. Mereka semua adalah semut dimataku." Graham menyeringai.


"Elizabeth ikut denganku." Kata Graham terbang ke langit. "Baik." Elizabeth mengangguk dan terbang mengikuti Graham.


"Graham akhirnya kita bertemu juga." Kata wanita berpakaian hitam yang memiliki rambut hitam panjang.


"Apa kamu pemimpin sekte demonic." Kata Graham melihat wanita berpakaian hitam.


"Benar, aku adalah Lilith pemimpin sekte demonic." Balas wanita berpakaian hitam.


"Apa kamu meremehkan seorang wanita." Lilith menatap Graham.


"Tidak. Bagaimana mungkin aku meremehkan kultivator tingkat kaisar." Graham menatap Lilith.


"Cukup basa-basinya. Ayo kita bertarung." Kata Lilith kemudian dua tanduk hitam muncul di kepalanya dan dua sayap hitam muncul di punggungnya.


"Elizabeth aku serahkan mereka semua padamu. Aku akan membunuhmu pemimpin sekte demonic." Kata Graham melihat Lilith.


"Baik." Elizabeth mengangguk dan terbang ke arah ribuan anggota sekte demonic.


"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya di selimuti asap hijau.


"Menyebar." Kata Graham kemudian asap hijau menyebar dengan cepat ke arah Lilith.


"Kamu sudah tamat." Graham tersenyum. Namun Graham terkejut melihat Lilith tidak terpengaruh sama sekali dengan racun miliknya.


"Aku lupa memberitahumu. Bahwa aku kebal dengan racun." Lilith menyeringai.


"Baru kali ini aku bertemu dengan seseorang yang kebal dengan racunku." Graham terkejut.


"System berapa persen peluangku mengalahkannya." Kata Graham melihat Lilith.


"Anda memiliki peluang 50% untuk mengalahkannya." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.

__ADS_1


"50% ya." Gumam Graham. "Aktifkan skill transformasi naga." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga.


"Transformasi setengah naga." Lilith menatap Graham.


"Ternyata kamu berpengetahuan luas." Graham menatap Lilith.


"Mati!!." Lilith membuka mulutnya dan menembakan bola merah sebesar 80 diameter.


"Sial." Graham terkejut dan menembakan bola hitam sebesar 60 diameter. "Booomm!!." Ledakan besar terjadi.


"Dia adalah lawan terkuat yang pernah aku temui." Kata Graham menatap Lilith.


"Wuusshh." Graham melihat Lilith muncul di depannya dan meninju perutnya. "Booomm!!." Graham terlempar sejauh 1.000 meter.


"Berengsek." Graham mengutuk dan melesat ke arah Lilith. "Booomm!!." "Booomm!!." Graham dan Lilith beradu pukulan.


"Apa hanya ini saja kemampuanmu." Lilith tersenyum kepada Graham.


"Berengsek." Graham marah dan mengambil pedang tingkat 5 dari tabel penyimpanan.


"Mati!!." Graham mengayunkan pedangnya. "Kraakk." Lilith menghancurkan pedang Graham dengan cakarnya.


"Mati." Kata Lilith membuka mulutnya kemudian menembakan bola merah sebesar 80 diameter. "Booomm!!." Ledakan terjadi.


"Uuhhukk." Graham batuk darah. "Baru kali ini aku terluka parah dalam pertarungan." Kata Graham menelan pil pemulihan level 7. Setelah menelan pil pemulihan level 7 semua luka di tubuh Graham sembuh dengan cepat.


"Apa kamu baru saja mengkonsumsi pil pemulihan level 7." Lilith menatap Graham.


"Benar, aku baru saja mengkonsumsi pil pemulihan level 7." Balas Graham mengambil 2 pil dari tabel penyimpanan.


Graham menelan 2 pil dan melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Anda telah mengkonsumsi pil power level 7. Kekuatan anda meningkat 70% selama 7 menit."


"Anda telah mengkonsumsi pil speed level 7. Kecepatan anda meningkat 70% selama 7 menit."


"Buussshh." Graham melesat ke arah Lilith.


"Dia bertambah cepat." Lilith terkejut melihat kecepatan Graham.


Graham muncul di depan Lilith kemudian meninju perutnya. "Booomm!!." Lilith terlempar sejauh 1.000 meter.


"Berengsek." Lilith mengutuk.


"Aku akan mengalahkanmu." Kata Graham melesat ke arah Lilith. "Booomm!!." "Booomm!!." Graham dan Lilith beradu pukulan.


"Matii!." Lilith membuka mulutnya dan menembakan bola merah sebesar 80 diameter. Graham menghindari bola merah dan muncul di depan Lilith. "Booomm!!." Graham memukul wajah Lilith. "Wuusshh." Lilith melesat sejauh 2.000 meter.


"Booomm!!." Graham melihat sebuah ledakan di lokasi Elizabeth bertarung.


"Elizabeth." Graham panik dan melesat ke arah ledakan. Graham tiba di lokasi ledakan dan melihat Elizabeth mengalami luka parah.


"Telan ini." kata Graham memasukan pil pemulihan level 7 kedalam mulut Elizabeth. Setelah menelan pil pemulihan level 7 semua luka di tubuh Elizabeth sembuh.

__ADS_1


"Elizabeth pergilah dari sini. Biar aku yang menghadapi mereka." Kata Graham melihat ribuan anggota sekte demonic."


"Baik." Elizabeth mengangguk dan terbang ke arah kota.


__ADS_2