
Graham kemudian mengembalikan peta alam semesta seperti posisi semula. "System dimana lokasi planet bumi." Tanya Graham.
"Anda bisa mencarinya sendiri." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Berengsek." Graham mengutuk melihat jawaban system.
Graham kemudian mulai mencari lokasi planet bumi. Beberapa menit kemudian Graham berkata. "Berengsek, aku tidak menemukan lokasi planet bumi. Seberapa besar alam semesta ini." Graham mengutuk dan mencari lokasi planet bumi.
1 Jam kemudian Graham melihat planet berwarna biru dan hijau. "Sepertinya ini planet bumi." Kata Graham.
"Jarak dari planet Azure ke planet bumi adalah 600 triliun km. Jadi butuh 600 token teleportasi untuk sampai ke planet bumi." Kata Graham.
"1 hari untuk 1 token. Jadi aku perlu menunggu 600 hari atau 1 tahun 8 bulan untuk mempunyai 600 token teleportasi." Kata Graham.
"Baiklah, sekarang waktunya bersenang-senang." Graham tersenyum dan berjalan ke arah kamarnya.
Graham masuk ke dalam kamarnya dan melihat Luo Yi yang sedang duduk di kasur. "Aku tidak menyangka Luo Cheng memiliki orang tua secantik kamu." Kata Graham mengelus wajah Luo Yi.
"Terimakasih atas pujiannya tuan." Balas Luo Yi.
Graham menatap wajah Luo Yi kemudian mencium bibirnya. "Bibirmu sangat lembut." Kata Graham mengelus wajah Luo Yi.
"Terimakasih atas pujiannya tuan." Balas Luo Yi.
Graham membaringkan Luo Yi ke ranjang dan melepas pakaian Luo Yi. "Kamu memiliki dada yang besar." Kata Graham melihat dada bulat Luo Yi.
"Apakah tuan menyukai dada besar." Tanya Luo Yi.
"Benar, aku sangat suka dengan dada besar." Graham tersenyum dan menjilati dada Luo Yi.
"Emmm." Luo Yi mengerang saat Graham menjilati dadanya.
Setelah puas bermain dengan dada Luo Yi. Graham kemudian menusuk pussy Luo Yi. "Ahhh." Luo Yi berteriak saat Graham menusuk miliknya.
"Sial, miliknya adalah pussy tersempit dari semua wanita yang pernah aku tiduri." Kata Graham melihat darah yang mengalir dari milik Luo Yi.
Keesokan harinya Graham sedang berbaring di kasur bersama Luo Yi di sampingnya. "Luo Yi." Graham melihat Luo Yi.
"Iya tuan." Balas Luo Yi.
"Mulai saat ini namamu adalah Violet." Graham melihat Luo Yi.
"Baik tuan, mulai saat ini nama saya adalah Violet." Violet mengangguk.
"Bagus." Graham mengangguk mendengar jawaban Violet.
"Aktifkan skill observasi. Munculkan informasi Violet." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Violet
Usia : 825 tahun
Tingkat : Demi God
Ras : Manusia Setengah Dewa
Strength : 825.000
Agility : 825.000
Vitalitas : 825.000
Stamina : 813.000/825.000
Mana : 820.000/825.000
Informasi : Budak Graham
"Dia 800 tahun lebih tua dariku." Graham terkejut melihat usia Violet.
"Violet sudah berapa lama kamu ada di alam dewa." Tanya Graham.
"Saya sudah berada di alam dewa selama 600 tahun lebih." Kata Violet mulai bercerita.
__ADS_1
"Setelah mendengar ceritamu. Aku semakin ingin pergi ke alam dewa. Tapi aku akan pergi ke alam dewa setelah kembali ke bumi." Kata Graham.
"Violet." Graham melihat Violet.
"Iya tuan." Balas Violet. "Pergilah dan suruh Eleanor ke kamarku." Kata Graham.
"Baik tuan." Violet mengangguk kemudian keluar dari kamar.
"Apa tuan memanggil saya." Kata Eleanor masuk ke dalam kamar.
"Makan pil ini." kata Graham memberikan pil virgin kepada Eleanor.
"Baik tuan." Eleanor mengangguk dan menelan pil.
Setelah menelan pil, Graham melihat tubuh Eleanor yang gemetar. "Tuan pil apa yang anda berikan kepada saya." Kata Eleanor dengan wajah merah.
"Aku memberimu pil virgin, setelah kamu mengkonsumsi pil itu. Kamu akan virgin kembali." Kata Graham.
"Ahhh." Eleanor terkejut dengan jawaban Graham.
1 menit kemudian Graham melihat Eleanor berhenti gemetaran. "Lepas pakaianmu." Kata Graham melihat Eleanor.
"Baik tuan." Eleanor mengangguk dan melepas pakaiannya.
"Berbaringlah di kasur." Kata Graham melihat Eleanor.
"Baik tuan." Eleanor mengangguk dan berbaring. "Ahhh." Eleanor berteriak saat Graham tiba-tiba menusuk miliknya.
"Pussy wanita vigin sungguh ketat. Tapi miliknya tidak seketat pussy Violet." Kata Graham melihat darah yang mengalir dari milik Eleanor.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang duduk di kasur dan melihat Eleanor yang terbaring di sampingnya. "Eleanor." Graham melihat Eleanor.
"Iya tuan." Balas Eleanor.
"Pergilah, dan suruh Yu Ji ke kamarku." Kata Graham.
"Baik tuan." Eleanor mengangguk kemudian keluar dari kamar.
Tidak lama kemudian Graham melihat Yu Jie masuk ke dalam kamar. "Apa tuan memanggil saya." Yu Jie melihat Graham.
"Baik tuan." Yu Jie mengangguk dan menelan pil. Setelah menelan pil, Graham melihat badan Yu Jie gemetar seperti Eleanor.
"Tuan. Pil apa yang anda berikan kepada saya." Yu Jie melihat Graham dengan wajah merah.
"Aku memberimu pil virgin, setelah kamu mengkonsumsi pil itu. Kamu akan virgin kembali." Kata Graham.
"Ahhh." Yu Jie terkejut dengan kata Graham.
Tidak lama kemudian Graham melihat tubuh Yu Jie berhenti gemetar. "Naiklah ke kasur." Kata Graham melihat Yu Jie.
"Baik tuan." Yu Jie mengangguk dan naik ke kasur. Graham membaringkan Yu Ji ke kasur kemudian mencium bibirnya.
"Emmm." Yu Jie memejamkan matanya dan memeluk Graham.
Setelah puas mencium bibir Yu Jie. Graham kemudian menusuk pussy Yu Jie. "Ahhh." Yu Jie berteriak saat Graham menusuk miliknya.
"Seperti yang aku duga. Miliknya tidak seketat pussy Violet." Kata Graham melihat darah yang mengalir dari milik Yu Jie.
"Apa karena Violet seorang demi god. Dan pussynya menjadi sangat ketat." Gumam Graham.
Beberapa jam kemudian. Graham melihat Yu Jie yang terbaring di kasur. "Keluarlah, dan suruh Violet ke kamarku." Kata Graham melihat Yu Jie.
"Baik tuan." Yu Jie mengangguk dan keluar dari kamar.
Tidak lama kemudian Graham melihat Violet masuk ke dalam kamar. "Apa tuan memanggil Violet." Violet melihat Graham.
"Benar, aku memanggilmu." Kata Graham berjalan ke arah Violet.
Graham mengelus wajah Violet kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Violet memejamkan mata saat Graham mencium bibirnya.
"Bahkan bibirmu lebih lembut dan manis dari pada semua wanita yang pernah aku tiduri." Kata Graham mengelus bibir Violet.
"Terimakasih atas pujiannya tuan." Kata Violet.
__ADS_1
Graham membaringkan Violet ke kasur kemudian menjilati dadanya. "Emmm." Violet mengerang saat Graham menjilati dadanya.
"Dadamu juga lebih baik dari semua wanita yang pernah aku tiduri. Apa mungkin karena kamu adalah demi god." Kata Graham melihat Violet.
"Mungkin tubuh Violet tercipta khusus buat tuan." Violet melihat Graham.
"Sepertinya begitu." Kata Graham mencium bibir Violet. Setelah puas mencium bibir Violet, Graham kemudian menusuk milik Violet.
"Ahhh." Violet mengerang saat Graham menusuk miliknya.
"Sial, sepertinya aku akan ketagihan milikmu mulai dari sekarang." Kata Graham mencium bibir Violet.
Keesokan harinya Graham dan Violet keluar dari kamar. "Aku tidak menyangka akan berhubungan badan selama 2 hari penuh." Kata Graham.
"Misi harian kalahkan 11 demi god. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Tuan, saya merasakan kehadiran 11 demi god." kata Violet.
"Aku tahu." Balas Graham keluar dari rumahnya.
Saat ini di luar kota 11 pria sedang terbang di langit. "Aneh, aku merasakan hanya ada 2 demi god di kota ini." Kata pria berambut merah.
"Apa kalian mencari Chen Sang dan demi god lainnya." Kata Graham terbang ke arah 11 demi god.
"Siapa kamu." Kata Pria berambut merah menatap Graham.
"Aku adalah Graham demi god yang kalian cari." Graham tersenyum.
"Jadi kamu adalah Graham." Kata pria berambut merah.
"Dimana Chen Sang dan demi god lainnya." Kata pria berkulit coklat.
"Aku telah membunuh mereka semua." Graham tersenyum.
"Hehh, apa kamu pikir kita akan percaya dengan kata-katamu." Pria berkulit coklat mencibir.
"Wuusshh." Graham melesat ke arah pria berambut coklat kemudian meninju wajahnya. "Booomm!!." Kepala pria coklat hancur dengan sekali pukulan.
"Sekarang apa kalian percaya. Jika aku membunuh semua demi god yang datang ke planet Azure." Graham menyeringai.
"Semuanya serang dia." Teriak pria berambut merah.
"Terlambat." Kata Graham mengangkat tangannya ke udara. "Wuusshh." 10 bola api raksasa muncul di langit.
"Mati." Kata Graham melemparkan 10 bola api ke arah 10 demi god. "Booomm!!." "Booomm!!!." Ledakan terjadi di langit.
Setelah asap ledakan menghilang Graham melihat pria berambut merah yang melayang di udara dengan badan penuh luka.
"Aku tidak menyangka kamu masih selamat setelah terkena serangan bola apiku." Kata Graham melihat pria berambut merah.
"Aku menyerah. Bisakah kamu mengampuni hidupku." Kata pria berambut merah.
"Jika kamu adalah wanita. Mungkin aku bisa mengampunimu." Kata Graham muncul di depan pria berambut merah dan memukul wajahnya. "Booommm!!." Kepala pria berambut merah hancur saat terkena pukulan Graham.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi dan roti keras muncul di depan Graham.
"Dengan begini aku sudah membunuh 101 demi god." Kata Graham membuang roti keras dan terbang ke arah rumahnya.
"Tuan apa anda benar-benar demi god." Kata Violet melihat Graham.
"Aku masih seorang demi god." Balas Graham masuk ke dalam kamarnya.
Graham duduk di kasur dan berkata. "Munculkan tabel shop." Tabel shop kemudian muncul di depan Graham. Graham menekan gambar buku dan melihat semua skill telah terbuka.
"Skill Special True Dragon Transformation. Efek membuat anda dapat berubah menjadi naga. Efek Strength, Agility, dan Vitalitas +100% saat dalam mode naga. Pelajari/Tidak."
"Pelajari." Graham menekan notifikasi. Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.
"Skill Special Teleportasi. Efek membuat anda dapat berpindah ke tempat yang di inginakan dengan cepat. Pelajari/Tidak."
"Pelajari." Graham menekan notifikasi. Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.
"Skill Special Control Time. Efek membuat anda dapat memperlambat dan mempercepat waktu. Pelajari/Tidak."
__ADS_1
"Pelajari." Graham menekan notifikasi. Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepala Graham.