
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Karena anda sedang berhubungan badan. Roti keras akan di simpan di dalam tabel penyimpanan."
Graham mengabaikan notifikasi yang muncul di depannya dan mencium bibir Elena.
1 Jam kemudian Graham terbaring di kasur bersama Elena di sampingnya. "Graham, kamu sudah mengambil kesucianku. Cepat lepaskan kontrak budakmu padaku." Kata Elena melihat Graham.
"Aku lupa cara menghapus kontrak budak." Graham tersenyum.
"Kamu." Elena mengigit bibirnya saat mendengar kata Graham.
"Baiklah, ayo kita lanjut ke ronde ke 2." Kata Graham melihat Elena.
"Aahh, apa kamu masih belum puas." Elena berteriak.
"Tentu saja belum." Kata Graham mencium bibir Elena.
1 Jam kemudian Graham duduk di kursi dan melihat Elena yang sedang terbaring di Kasur. "Makan ini." kata Graham memberikan pil spirit level 1 kepada Elena.
"Baik." Elena mengangguk dan memakan pil spirit level 1.
"2 bulan lalu aku sudah mengkonsumsi pil spirit level 1. Jadi aku tidak akan mendapatkan manfaat apapun setelah mengkonsumsi pil spirit yang kamu berikan." Kata Elena.
"Jika begitu makan ini." kata Graham memberikan pil spirit level 2 kepada Elena.
"Baik." Elena mengangguk dengan patuh dan memakan pil spirit level 2.
"1 bulan lalu aku juga sudah mengkonsumsi pil spirit level 2. Jadi aku tidak akan mendapatkan manfaat apapun setelah mengkonsumsi pil spirit yang kamu berikan." Elena menatap Graham.
"Apa kamu sudah memakan pil spirit level 3." Tanya Graham.
"Belum." Elena menggeleng.
"Jika begitu makan ini." kata Graham memberikan pil spirit level 3 kepada Elena.
"Baik." Elena mengangguk dan menelan pil spirit. Merasakan energi di dalam pil Elena duduk dan memejamkan matanya.
Melihat Elena yang menyerap energi di dalam pil Graham berkata. "Munculkan tabel shop."
Tabel shop kemudian muncul di depan Graham. Graham menekan gambar pil kemudian melihat semua pil di level 5 telah terbuka.
"Pil spirit level 5. Efek memakannya dapat meningkatkan Strength, Agility, Vitalitas, Stamina dan Ki sebesar 500 poin. Hanya bisa di konsumsi 1 tahun sekali. Mengkonsumsi 2 kali dalam satu tahun tidak akan memberikan efek apapun. Stock pil : 1."
"Jika mengkonsumsi pil spirit level 5 aku akan menerobos tingkat Raja." Kata Graham kemudian mengambil pil. Sebuah pil kemudian muncul di depan Graham.
"Setelah dia selesai menyerap pil spirit level 3, aku akan mencari tempat aman untuk mengkonsumsi pil spirit level 5." Kata Graham menyimpan pil spirit level 5 ke dalam tabel penyimpanan.
1 Jam kemudian Graham melihat Elena membuka matanya. "Mengapa kamu memberiku pil spirit level 3." Tanya Elena kepada Graham.
"Itu sebagai bayaran karena aku mengambil kesucianmu." Balas Graham.
"Aku tidak menyangka kesucianku seharga 1 pil spirit level 3." Kata Elena mengigit bibirnya.
"Jangan bersedih. Dimasa depan aku akan memberimu banyak pil spirit." Graham menepuk bahu Elena.
__ADS_1
"Pakai bajumu." kata Graham melihat Elena.
"Baik." Elena mengangguk kemudian memakai pakaiannya.
Melihat Elena selesai berpakaian dan memakai jubah, Graham berkata. "Jangan katakan pada siapapun tentang kejadian hari ini."
"Baik." Elena mengangguk.
"Kamu bisa pergi." Graham melihat Elena.
"Baik." Elena mengangguk kemudian keluar dari kamar.
Tidak lama setelah Elena keluar dari kamar. Graham melihat Alice yang masuk ke dalam kamar bersama rubah putih. "Panggil Fanny dan Viola." Kata Graham melihat Alice.
"Baik." Alice mengangguk kemudian memanggil Fanny dan Viola.
Graham kemudian melihat Alice, Fanny dan Viola masuk ke dalam kamar. "Kalian bertiga ikut denganku. Aku ingin mencari tempat yang sepi untuk mengkonsumsi pil spirit." kata Graham berdiri.
"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk.
1 Jam kemudian Graham telah meninggalkan kota dan berada di tengah hutan. "Aku akan mengkonsumsi pil spirit. Kalian bertiga jaga aku." kata Graham melihat Alice, Fanny dan Viola.
"Baik." Alice, Fanny dan Viola kemudian mengangguk. Graham menelan pil kemudian duduk dan memejamkan matanya.
1 Jam kemudian Alice, Fanny dan Viola terkejut melihat Graham melayang di udara. "Singg!!." Sinar matahari menyinari tubuh Graham.
"Dia menerobos tingkat Raja." Kata Alice, Fanny dan Viola secara bersamaan.
Graham melayang turun dari langit dan melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Anda mendapatkan 1 kotak hadiah."
"Ehh, mengapa hadiahku menurun. Bukankah aku mendapatkan 2 kotak hadiah saat menerobos tingkat master dan Grand Master." Graham bingung.
Graham menekan kotak hadiah dan melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Selamat anda mendapat metode kultivasi tingkat tinggi." Sebuah buku kuno muncul di depan Graham.
"Apa anda ingin mempelajari metode kultivasi tingkat tinggi Ya/Tidak." Notifikasi muncul saat Graham menyentuh buku kuno.
"Ya." Graham menekan Ya kemudian buku menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalanya.
"Aku akan berkultivasi. Kalian bertiga jaga aku." kata Graham melihat Alice, Fanny dan Viola.
"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk. Graham duduk di tanah kemudian mulai berkultivasi.
1 Jam kemudian Graham membuka mata dan melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Semua status anda meningkat 10 poin."
"Pantas di sebut metode kultivasi tingkat tinggi. Semua statusku meningkat 10 poin setelah berkultivasi selama 1 jam." Graham tersenyum.
"Dengan begini bukankah aku tidak perlu menyelesaikan misi." Kata Graham mengingat hadiah menyelesaikan misi mendapat 10 poin.
"Selamat Graham karena telah menerobos tingkat Raja." Alice, Fanny dan Viola mengucapkan selamat kepada Graham.
"Ayo kita kembali ke ibukota Evora." Kata Graham melihat Alice, Fanny dan Viola.
__ADS_1
"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk.
1 Jam kemudian Graham telah kembali ke kota. "Kalian tunggulah di penginapan." Kata Graham melihat Alice, Fanny dan Viola.
"Baik." Alice, Fanny dan Viola mengangguk kemudian berjalan ke arah penginapan.
Melihat Alice, Fanny dan Viola yang berjalan ke arah penginapan. Graham berjalan ke arah istana.
"Dia." Penjaga terkejut melihat Graham yang mendekat ke arahnya. Beberapa jam sebelumnya dia hampir di pecat karena Graham.
"Aku ingin bertemu dengan raja kalian." Kata Graham melihat dua penjaga.
"Silakan ikuti saya." Balas penjaga. Penjaga tidak ingin di pecat dari pekerjaannya karena menyuruh Graham menunggu di luar istana. Graham mengikuti penjaga masuk ke dalam istana.
Saat masuk ke dalam istana Graham melihat pria berusia 30 an yang berjalan ke arahnya. "Saya Fernandes kepala penjaga istana, senang bertemu dengan Graham raja Britania." Pria bernama Fernandes tersenyum kepada Graham.
"Apa!!." Penjaga yang mengantar Graham terkejut mendengar kata pria.
"Apa anda ingin bertemu yang mulia." Tanya pria bernama Fernandes.
"Benar, aku ingin bertemu dengan rajamu." Balas Graham.
"Jika begitu ikuti saya." Fernandes tersenyum. Graham kemudian mengikuti Fernandes.
"Sial, aku sudah menyinggung kultivator tingkat Grand Master. Pantas putri Elena menyuruhku meminta maaf padanya." Penjaga berkeringat.
Graham masuk ke dalam ruangan dan melihat pria paruh baya berambut abu-abu yang sedang duduk di singgasana.
"Suatu kehormatan bagi saya untuk bertemu raja kerajaan Evora." Kata Graham melihat pria paruh baya berambut abu-abu.
"Saya juga merasa terhormat karena kunjungan raja Britania." Pria paruh baya berambut abu-abu tersenyum.
"Raja Edward aku tidak akan basa-basi. Aku tertarik dengan putrimu Elena." Kata Graham melihat pria paruh baya berambut abu-abu.
Pria paruh baya berambut abu-abu yang di panggil Edward terkejut saat mendengar kata Graham.
"Aku dengar putrimu masih belum memiliki pasangan. Apa raja Edward tidak keberatan jika memberikan putrinya kepadaku." Graham tersenyum.
"Elena sudah dewasa. Elena berhak memutuskan pilihannya sendiri." Kata Edward.
"Jika begitu anda bisa memanggil Elena." Kata Graham.
"Fernandes panggil Elena." Kata Edward.
"Baik yang mulia." Balas Fernandes yang berdiri di depan pintu.
Tidak lama kemudian Graham melihat Elena masuk ke dalam ruangan. Elana terkejut saat melihat Graham yang berada di ruangan.
"Elena kamu pasti sudah mengenalnya. Graham adalah raja Britnia. Meski Graham lebih muda darimu. Graham telah mencapai tingkat Grand Master." Kata Edward.
"Salah, aku saat ini mencapai tingkat Raja." Graham menggeleng.
"Apa!!." Edward dan Elena terkejut mendengar kata Graham.
"Buuzzz." Graham kemudian mengeluarkan auranya. Edward dan Elena sekali lagi terkejut saat merasakan kekuatan Graham.
__ADS_1