Villain System

Villain System
32. Menghajar John


__ADS_3

Saat masuk ke dalam rumah. Graham melihat Viola sedang duduk di ruang tamu bersama bayi rubah. "Alice." Viola terkejut melihat perempuan berambut merah. "Kak Viola." Alice terkejut melihat Viola yang berada di rumah Graham.


"Aku tidak menyangka kalian berdua saling mengenal." Graham terkejut. "Kak Viola seniorku di akademi. Wajar jika aku mengenalnya." Balas Alice. "Ehh, kamu juga murid akademi Royal. Mengapa kamu tidak mengatakannya padaku." Tanya Graham. "Kamu tidak bertanya." Balas Viola.


"Alice mengapa kamu bersamanya." Viola melihat Alice. "Alice sama denganmu." Balas Graham. Viola terkejut mendengar kata Graham. "Alice apa kamu budaknya juga." Kata Viola. "Benar kak, aku adalah budaknya." Alice tersenyum kecut.


"Alice ada 8 kamar kosong di rumah ini. Kamu bebas memilih mana kamar yang ingin kamu tempati." Kata Graham berjalan ke arah kamarnya. "Baik." Alice mengangguk. "Kuuu." Bayi rubah melompat dari pelukan Viola dan mengikuti Graham.


Graham membuka kamarnya dan melihat bayi rubah melompat ke arah Kasur. Graham tersenyum dan menutup pintu kamarnya. "Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Graham


Usia : 15 tahun


Tingkat : Advanced


Ras : Manusia


Strength : 550


Agility : 550


Vitalitas : 550


Stamina : 530/550


Ki : 540/550


Poin : 10


"Kemarin aku berkultivasi selama 8 jam dan semua statusku meningkat 8 poin." Gumam Graham melihat statusnya.


Graham melihat 10 poin yang dia miliki kemudian menambahkan 2 poin di Strength, 2 poin di Agility, 2 Poin di Vitalitas, 2 Poin di Stamina dan 2 Poin di Ki." Cahaya hitam kemudian menyinari tubuh Graham.


"Saatnya berkultivasi." Graham duduk di Kasur kemudian memejamkan matanya. Energi tak kasat mata masuk ke dalam tubuh Graham.

__ADS_1


Sementara itu di istana. "Yang mulia Graham bergabung dengan akademi Royal." Kata pria berkumis. "Oohh. Aku tidak menyangka dia akan bergabung dengan akademi." Pria berjenggot terkejut. "Sebelum bergabung ke akademi, Graham menghajar beberapa murid." Kata pria berkumis. "Oohh." Pria berjenggot terkejut dengan kata pria berkumis.


6 Jam telah berlalu, saat ini Graham sedang berkultivasi di kamarnya. "Semua status anda meningkat 1 poin." Graham membuka matanya dan melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Baunya sangat enak." Kata Graham berjalan keluar dari kamarnya.


Graham berjalan ke arah dapur dan melihat Alice sedang memasak. "Apa yang kamu buat. Baunya sungguh enak." Kata Graham berjalan ke arah Alice. "Aku sedang membuat sup." Balas Alice. "Aku sungguh tidak sabar mencicipi sup yang kamu buat." Kata Graham berdiri di samping Alice. "Tunggulah sebentar. Sebentar lagi sup akan matang." Alice tersenyum.


Beberapa menit kemudian Graham, Alice dan Viola berada di ruang makan. "Sup buatanmu sungguh enak Alice." Kata Viola memakan sup. "Lelaki yang menjadi suamimu pasti beruntung karena setiap hari bisa makan enak." Kata Graham.


"Mengapa kalian berdua melihatku." Graham melihat Alice dan Viola menatap dirinya. "Kita tidak akan bisa menikah dengan lelaki lain. Jika kamu masih menjadikan kami budak." Kata Viola. "Baiklah. Kalian bisa melanjutkan makan." Kata Graham. "Baik." Alice dan Viola mengangguk kemudian lanjut memakan sup.


30 menit kemudian Graham, Alice, dan Viola telah selesai makan. "Aku akan ke kamar." Viola berdiri dan berjalan ke kamarnya. "Aku juga akan ke kamar." Graham memegang tangan Alice. "Ayo ke kamarku." Kata Graham menggendong Alice. "Ahh, baik" Alice tersipu malu.


Graham berjalan ke arah kamarnya dengan menggendong Alice. Graham menutup pintu kamarnya kemudian membaringkan Alice di kasur. "Akhirnya kita bisa bersama lagi." kata Graham mencium bibir Alice. "Eemm." Alice memejamkan matanya.


"Alice aku merindukanmu." Graham mengelus wajah Alice. Badan Alice gemetar saat mendengar kata Graham. "Apa kamu serius merindukanku." Tanya Alice. "Aku serius. Aku rindu tidur denganmu." Balas Graham mencium bibir Alice dan meremas dadanya. "Eeemm." Alice mengerang.


Graham berhenti mencium Alice kemudian melepas pakaiannya. Graham melihat pussy Alice kemudian menjilatinya. "Aaahh." Alice menjerit. Setelah puas menjilati pussy Alice, Graham menusuk pussy Alice dengan senjatanya. "Aaahh." Alice menjerit dan memeluk Graham.


Saat ini Viola yang berada di dalam kamarnya tersipu malu saat mendengar suara jeritan. "Apa mereka berdua tidak menutup pintu. Sampai suara jeritan Alice terdengar di kamarku." Kata Viola dengan malu.


Melihat Alice yang berbaring di sampingnya Graham bergumam. "Aktfikan skill observasi, munculkan status Alice." Layar status muncul di depan Graham.


Nama : Alice


Usia : 15 tahun


Tingkat : Intermediate


Ras : Manusia


Strength : 120


Agility : 120


Vitalitas : 120

__ADS_1


Stamina : 50/120


Ki : 110/120


Informasi : Budak pertama Graham. Anak dari seorang Baron


"Oohh." Graham terkejut melihat informasi Alice. "Alice, apa kamu belum pernah mengkonsumsi pil spirit." Tanya Graham. "Aku belum mengkonsumsi pil spirit sama sekali." Alice menggeleng.


Graham membuka tabel penyimpanan kemudian mengambil pil spirit level 1. "Makanlah." Kata Graham memberikan pil spirit kepada Alice. Alice terkejut Graham memberinya pil spirit level 1. "Baik." Alice mengangguk kemudian duduk dan mengkonsumsi pil spirit.


Melihat Alice yang sedang menyerap energi di dalam pil Graham duduk dan memejamkan matanya. Energi tidak kasat mata masuk ke dalam tubuh Graham saat dirinya berkultivasi.


1 Jam kemudian Graham melihat Alice yang membuka matanya. "Terimakasih Graham karena sudah memberiku pil spirit level 1." Alice membungkuk kepada Graham. Alice tahu betapa sulitnya untuk mendapatkan pil spirit level 1 di kerajaan Britania.


"Tidak perlu berterima kasih. Aku sudah mengambil kesucianmu. Jadi wajar jika aku memberimu pil spirit level 1." Kata Graham. "Benar, kamu sudah mengambil kesucianku. Kesucianku lebih beharga dari pada pil spirit." Alice mendengus. Mendengar kata Alice Graham tersenyum. "Ayo kita lanjut ke ronde 2." "Ahhh. Kamu masih kuat." Alice berteriak.


Ke esokan harinya Graham dan Alice keluar dari kamar bersama. "Selamat pagi kak Viola." Alice tersenyum melihat Viola. "Selamat pagi Alice. Apa tadi malam kamu tidur dengan nyenyak." Balas Viola. "Iya, tadi malam aku tidur dengan nyenyak." Balas Alice tersipu malu.


"Kami berdua akan pergi ke akademi. Apa kamu mau ikut dengan kita." Tanya Graham. "Jika aku pergi ke akademi. Aku akan bertemu dengan John anak duke Paul." Balas Viola. "Apa dia juga berada di akademi." Tanya Graham. "Dia berada di akademi." Balas Viola.


"Apa tingkat kekuatannya." Tanya Graham. "John berusia 17 tahun dan kekuatannya mencapai tingkat Advance." Balas Viola. "Tidak buruk. Dia mencapai tingkat Advanced di usia 17 tahun." Graham mengangguk.


"John telah 2 kali mengkonsumsi pil spirit level 1. Jadi wajar jika dia mencapai tingkat Advanced di usia 17 tahun." Balas Viola. "Baiklah, aku akan pergi ke akademi dengan Alice. Kamu tunggulah di rumah." Kata Graham. "Baik." Viola mengangguk. Graham dan Alice berjalan ke luar rumah.


Graham apa kamu akan menghajar John." Tanya Alice. "Buat apa." Graham berhenti berbicara saat melihat misi yang muncul di depannya.


"Misi Harian Hajar John di depan banyak murid dan katakan bahwa Viola milik anda. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." "Benar, aku akan menghajar John." Graham menyeringai.


Beberapa menit kemudian Graham dan Alice tiba di akademi. "Alice beritahuku aku. Jika kamu melihat John." Graham melihat Alice. "Baik." Alice mengangguk. Graham dan Alice kemudian berjalan mengelilingi akademi.


"Dia John anak duke Paul." Alice menunjuk pemuda berambut coklat. Graham berjalan ke arah John dan berdiri di depannya. "Apa kamu John anak duke Paul." Tanya Graham. "Benar, aku John anak duke Paul." John berdiri dan menatap Graham.


"Buukk." Graham memukul perut John. "Uuuhh." John memegangi perutnya. "Viola adalah wanitaku. Jadi jangan berharap kamu bisa menikah dengannya." Kata Graham.


Semua murid terkejut dengan yang dikatakan Graham. Mereka tahu Viola telah dijodohkan dengan John. Dan Viola kabur dari rumah karena tidak setuju dijodohkan dengan John.

__ADS_1


__ADS_2