
"Aku melakukannya karena kamu ibunya Elizabeth." Balas Graham. Mendengar kata Graham Elizabeth tersipu malu.
"Baiklah, aku akan kembali ke benua barat." Graham melihat Katherine.
"Kamu baru saja tiba di benua timur. Mengapa tidak kembali besok saja." Katherine melihat Graham.
"Baiklah. Aku akan pergi besok." Balas Graham.
"Bagus." Katherine tersenyum.
"Nana apa makanannya sudah siap." Katherine melihat elf berambut hitam panjang.
"Makanannya sudah siap yang mulia." Elf berambut hitam mengangguk.
"Graham, Grace ayo kita makan." Katherine melihat Graham dan Grace.
"Terimakasih, tapi aku sudah kenyang. Tadi pagi aku sudah memakan daging bakar buatan Graham." Grace menggeleng.
Katherine kemudian melihat Graham. "Gumiho apa kamu mau makan lagi." Graham melihat rubah putih yang berada di dalam pakaiannya.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk.
"Baiklah, ayo kita makan." Balas Graham. Graham, Katherine dan Elizabeth kemudian berjalan ke arah ruang makan.
Saat tiba di ruang makan Graham melihat berbagai macam daging. "Bukankah elf tidak suka makan daging." Kata Graham.
"Aku mempersiapkan ini semua untukmu." Katherine tersenyum.
"Bagus. Jika hanya ada sayuran. Aku tidak akan makan." Graham mengangguk.
Beberapa menit kemudian Graham telah selesai makan. "Aku butuh kamar kosong untuk berkultivasi." Graham melihat Katherine.
"Elizabeth antar Graham ke kamar tamu." Katherine melihat Elizabeth.
"Baik bu." Elizabeth mengangguk.
Saat ini di benua suci 15 pria dan 5 wanita sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Pemimpin mengapa kamu mengumpulkan kami semua." Kata seorang wanita dengan rambut merah.
"Chen Fan telah mati." Kata pria paruh baya dengan rambut abu-abu.
"Apa!!." Semua orang di dalam ruangan terkejut mendengar kata pria paruh baya.
"Bai Long ceritakan apa yang kamu tahu. Karena kamu tinggal di kota yang sama dengan Chen Fan." Pria paruh baya melihat pria dengan telinga harimau.
"1 Bulan yang lalu adik Chen Fan. Chen Hao terbunuh." Pria dengan telinga harimau kemudian mulai bercerita.
"Sepertinya pembunuh Chen Fan bukan berasal dari benua suci." Kata pria berambut hijau.
"Mengapa kamu mengatakan hal seperti itu." Balas wanita berambut merah.
"Beberapa bulan lalu temanku Victor dan Julian meninggalkan benua suci. Dan sampai saat ini mereka berdua belum kembali. Aku menebak mereka berdua telah terbunuh seperti Chen Fan." Kata pria berambut hijau.
"Oohhh." Semua orang di dalam ruangan terkejut mendengar kata pria berambut hijau.
"Kalian seharusnya sudah tahu apa yang harus dilakukan." Kata pria paruh baya.
"Kami tahu pemimpin." Balas semua orang di dalam ruangan.
__ADS_1
"Rapat telah selesai. Kalian boleh pergi." kata pria paruh baya.
"Wuusshh." Semua orang di dalam ruangan menghilang. Meninggalkan pria paruh baya dan pria berambut ungu.
"Ayah, apa aku harus pergi juga." Pria berambut ungu melihat pria paruh baya.
"Tidak, biarkan mereka yang mencari pembunuh Chen Fan." Balas pria paruh baya.
Saat ini Graham dan Elizabeth sedang berada di dalam kamar. "Bukankah kamu bilang ingin berkultivasi." Elizabeth menatap Graham.
"Benar, aku ingin berkultivasi ganda denganmu." Graham tersenyum dan mencium bibir Elizabeth.
"Eeemm." Elizabeth memejamkan matanya dan memeluk Graham.
Keesokan harinya Graham berada di ruangan bersama Elizabeth, Grace dan Katherine. "Kami akan pergi." kata Graham melihat Katherine.
"Graham jagalah putriku dengan baik." Katherine melihat Graham.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku akan menjaga Elizabeth dengan baik." Balas Graham.
"Ibu Elizabeth pamit pergi." Elizabeth melihat Katherine.
"Jaga dirimu dengan baik Elizabeth." Balas Katherine.
"Baik bu. Elizabeth akan menjaga diri dengan baik." Elizabeth mengangguk.
Graham, Elizabeth dan Grace kemudian keluar dari istana. "Ayo kita terbang." Graham melihat Elizabeth dan Grace.
"Baik." Elizabeth dan Grace mengangguk. Graham, Elizabeth dan Grace kemudian terbang ke arah barat.
"Saat ini aku bukan paus gereja cahaya lagi. Jadi aku tidak perlu kembali ke gereja cahaya." Balas Grace.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi kekaisaran." Balas Graham.
"Misi Harian bunuh 3 anggota divine hall. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Elizabeth, Grace cepat pergi dari sini." Kata Graham dengan ekspresi serius.
"Baik." Elizabeth mengangguk dengan patuh dan terbang ke arah barat.
Grace bingung dengan perkataan Graham kemudian melihat 3 sosok yang terbang ke arahnya. "Jika kamu mati. Semua wanitamu akan sedih." Kata Grace kemudian terbang mengejar Elizabeth.
"Aku tidak akan mati." Balas Graham tersenyum.
"Aku tidak menyangka ada kultivator tingkat saint di luar benua suci." Pria bertelinga harimau melihat Graham.
"Kawan mengapa kamu ada disini." Pria berambut hijau melihat Graham.
"Seharusnya aku yang bertanya kepada kalian bertiga. Mengapa kalian pergi dari benua suci." Balas Graham.
"Kami bertiga mencari pembunuh teman kami." kata wanita berambut merah.
"Siapa teman kalian." Tanya Graham.
"Teman kami adalah Chen Fan. Apa kamu pernah melihatnya." Pria berambut hijau menunjukan gambar Chen Fan.
"Aku tidak pernah melihatnya." Balas Graham berbohong.
__ADS_1
"Dia berbohong." Balas wanita berambut merah.
"Sepertinya kamu yang membunuh Chen Fan." Pria berambut hijau menatap Graham.
"Apa kalian punya bukti bahwa aku yang membunuh Chen Fan." Balas Graham.
"Kami tidak punya bukti. Tapi kami akan membawamu kembali ke benua suci." Balas pria berambut hijau.
"Bagaimana jika aku tidak ingin pergi ke benua suci." Balas Graham.
"Kami bertiga akan membawamu secara paksa." Balas pria dengan telinga harimau.
"Aku ingin lihat. Apa kalian bertiga mempunyai kemampuan untuk membawaku." Graham menyeringai.
"Aktifkan skill Transformasi Lightning dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga bewarna ungu.
"Ras naga." Pria berambut hijau, pria dengan telinga harimau dan wanita berambut merah berkata secara bersamaan.
"Bai Long, Fang Rui kemungkinan dia yang membunuh Chen Fan. Jangan menahan diri untuk melawannya." Kata pria berambut hijau.
"Aku tahu." Balas pria bertelinga harimau dan wanita berambut merah.
"Woooaarr." Pria bertelinga harimau meraung kemudian berubah menjadi harimau putih sebesar 9 meter.
"Wuusshh." Wanita berambut merah berubah menjadi rubah api sebesar 9 meter.
"Wuusshh." Tubuh pria berambut hijau di selimuti angin.
"Mati." Graham menembakan bola petir ke arah harimau putih, rubah api dan pria berambut hijau. Harimau putih membuka mulutnya kemudian menembakan bola putih ke arah bola petir. "Booomm!!." Ledakan terjadi.
Rubah api melesat ke arah Graham kemudian mengayunkan cakarnya. "Wuusshh." Graham menghindari serangan rubah putih.
"Mati." Graham melihat pria berambut hijau menciptakan ribuan panah angin di udara.
"Wuusshh." "Wuusshh." Ribuan panah angin melesat ke arah Graham.
"Serangan seperti ini tidak akan bisa melukaiku." Kata Graham kemudian menembakan bola petir ke arah ribuan panah angin. "Booomm!!!." Ledakan terjadi.
Setelah asap ledakan menghilang Graham melihat bola putih, bola api dan sebuah tombak angin melesat ke arahnya. "Sial." Graham mengutuk. "Booommm!!!." Ledakan terjadi.
"Apa kita berhasil mengalahkannya." Kata rubah api. "Buusshh." "Buusshh." Rubah api terkejut saat melihat puluhan bola petir melesat ke arahnya.
"Booomm!!!." "Booomm!!." "Aaahhh." Rubah api menjerit saat terkena ledakan bola petir.
"Fang Rui." Harimau putih berteriak melihat rubah api yang terkena ledakan bola petir.
"Buusshh." "Buusshh." Harimau putih melihat puluhan bola petir melesat ke arahnya. "Booomm!!." "Booomm!!."
"Aaahhh." Harimau putih berteriak saat terkena ledakan bola petir.
"Bai Long!!." Pria berambut hijau berteriak saat melihat harimau putih terkena ledakan bola petir.
"Sekarang hanya tinggal dirimu." Kata Graham melayang di udara.
"Fang Rui, Bai Long maafkan aku." kata pria berambut hijau kemudian melarikan diri.
"Jangan berpikir untuk melarikan diri." Graham melesat ke arah pria berambut hijau kemudian menembakan bola petir bertubi-tubi.
__ADS_1