
Keesokan harinya. San Francisco. Amerika Serikat. "Wuusshh." Seorang pria berkulit putih yang memiliki telinga runcing keluar dari Gate.
"Udara di planet ini tidak sebaik dari planet Elven." Kata pria bertelinga runcing.
"Apa itu." Kata pria bertelinga runcing melihat sebuah helikopter yang terbang di udara.
Saat ini di suatu tempat. Ling Feng sedang berkumpul bersama beberapa God. "Saat ini manusia di planet bumi tersisa 4 Miliar Jiwa." Kata Ling Feng melihat beberapa God.
"Baiklah, aku akan menyuruh ras Elf yang berada di planet bumi untuk kembali." Kata wanita berkulit putih dengan rambut pirang.
"Aku juga akan menyuruh kembali ras Beast Human yang berada di planet bumi untuk kembali." Kata pria dengan telinga hewan.
Washington, Amerika Serikat. Mike dan beberapa orang melihat siaran langsung yang menunjukan pria bertelinga runcing keluar dari Gate. "Monster yang keluar dari Gate sangat mirip dengan manusia." Kata wanita paruh baya berambut pirang.
"Mengapa dia masuk kembali ke dalam Gate." Pria paruh baya berkulit hitam bingung melihat elf yang masuk ke dalam gate.
"Jakarta, Indonesia. "Kejadian hari ini sungguh aneh. Semua dungeon yang berada di negara Indonesia tiba-tiba menghilang." Kata Subianto.
"Bukankah itu bagus ketua. Jika dungeon tiba-tiba menghilang." Kata Gibran.
"Jika Monster tidak ada. Maka Hunter akan menjadi ancaman bagi manusia biasa." Kata Subianto. Gibran terkejut mendengar kata Subianto.
"Jika dungeon menghilang. Aku berharap semua Hunter kehilangan kekuatan mereka. Agar Hunter tidak menjadi ancaman bagi manusia biasa." Kata Subianto.
Washington, Amerika Serikat. Mike dan beberapa orang sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Semua dungeon di Amerika Serikat menghilang." Kata Mike.
"Jika dungeon menghilang dan tidak muncul lagi. Maka kehidupan manusia akan kembali seperti dulu." Kata wanita paruh baya berambut pirang.
"Kehidupan manusia tidak akan kembali seperti dulu. Jika semua hunter di dunia ini tidak kehilangan kekuatan mereka." Kata Mike.
Wengen, Swiss. Graham sedang mengobrol dengan Ling Feng. "Apa semua Gate di bumi sudah menghilang." Tanya Graham.
"Benar, Gate dan Monster di bumi telah menghilang." Balas Ling Feng.
"Berapa lama kamu ingin tinggal di planet Bumi." Tanya Ling Feng.
Graham melihat Alice yang sedang menonton televisi dan berkata. "Aku tidak tahu, mungkin aku akan tinggal di bumi selama 2 tahun lebih."
"Aku akan pergi ke alam dewa. Bisakah kamu menjaga bumi sampai aku kembali." Kata Ling Feng melihat Graham.
"Tidak masalah, kamu bisa menyerahkan penjagaan bumi kepadaku." Graham mengangguk.
"Bagus." Ling Feng mengangguk.
Keesokan harinya. Washington. Amerika Serikat. Mike dan beberapa orang sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Semua Dungeon di seluruh dunia menghilang. Sementara semua hunter tidak kehilangan kekuatan mereka." Kata Mike.
"Karena hunter tidak kehilangan kekuatan mereka. Mengapa kita tidak membuat Tournament Hunter." Kata wanita paruh baya berambut pirang.
"Itu bukan ide yang buruk kamala." Kata pria tua berambut putih.
"Jika dalam 7 hari. Dungeon tidak muncul lagi. Kita akan mengumumkan Tournament Hunter." Kata pria tua berambut putih.
"Baik Presiden." Mike, Kamala, Pria paruh baya berkulit hitam dan semua orang di dalam ruangan mengangguk.
7 Hari kemudian. Wengen, Swiss. Graham yang sedang bersantai di halaman rumahnya melihat dua pria berpakaian hitam berjalan ke arahnya. "Selamat pagi Hunter Graham." Kata pria bepakaian hitam tersenyum kepada Graham.
"Selamat pagi juga." Balas Graham.
"Hunter Graham, ada yang ingin kami bicarakan dengan anda." Kata pria berpakaian hitam.
__ADS_1
"Masuklah ke dalam." Kata Graham masuk ke dalam rumahnya.
"Baik." 2 pria berpakaian hitam mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.
"Apa yang ingin kalian bicarakan." Kata Graham melihat 2 pria berpakaian hitam.
"Amerika Serikat mengadakan Tournament Hunter dan mengundang semua Hunter di seluruh dunia untuk berpatisipasi dalam Tournament Hunter. Hunter Graham, apa anda tertarik mengikuti Tournament Hunter dan mewakili sebagai Hunter dari negara Swiss." Kata pria berpakaian hitam melihat Graham.
"Oohh. Aku tidak tahu bahwa Amerika Serikat mengadakan Tournament Hunter." Kata Graham.
"Kapan Tournament Hunter akan di mulai." Tanya Graham.
"1 Bulan dari sekarang Hunter Graham." Balas pria berpakain hitam.
"Berapa hadiah juara 1 Tournament Hunter." Tanya Graham.
"Hadiah untuk juara 1 pertarungan Hunter rangking C adalah 100 Juta usd. Hadiah Juara 1 pertarungan Hunter rangking B 250 Juta Usd. Hadiah Juara 1 pertarungan Hunter rangking A 500 juta usd. Hadiah Juara 1 pertarungan Hunter rangking S atau Hunter terkuat di dunia 1 Miliar usd." Balas pria berpakaian hitam.
"Hadiah yang di berikan cukup banyak." Balas Graham.
"Jika anda mengikuti Tournament mewakili negara Swiss. Kami akan memberikan anda 100 Juta Franch Swiss. Dan Jika anda mendapatkan Juara 1. Pemerintah Swiss akan memberikan 1 Miliar Franch Swiss kepada anda." Kata pria berpakaian hitam.
"Baiklah, aku akan mengikuti Torunament Hunter dan mewakili Negara Swiss." Balas Graham. 2 pria berpakaian hitam tersenyum mendengar jawaban Graham.
Jakarta, Indonesia. Michelle sedang melihat siaran televisi. "Aku tidak menyangka Amerika Serikat mengadakan Tournament Hunter dan hadiah Juara 1 pertarungan Hunter rangking S adalah 1 Miliar usd." Kata Michelle.
"Pemimpin, apa anda akan berpatisipasi dalam Tournament Hunter yang di adakan Amerika Serikat." Tanya wanita berusia 20 tahun berambut hitam panjang.
"Aku akan berpatisipasi dalam Tournament Hunter. Aku ingin tahu seberapa kuat diriku di banding hunter peringkat S lainnya." Balas Michelle.
"Vonzy. Kamu juga berpatisipasilah dalam Tournament Hunter. Aku yakin kamu bisa masuk peringkat 100 tournament Hunter rangking A." Kata Michelle melihat wanita berusia 20an.
Bern, Swiss. "Presiden, Graham bersedia mengikuti Tournament Hunter sebagai perwakilan negara kita." Kata pria paruh baya berkacamata.
"Bagus, karena Graham berpatisipasi dalam Tournament hunter. Juara 1 pasti akan di dapatkan negara kita." Kata pria tua botak.
Pria tua botak tahu bahwa tidak ada hunter rangking S yang bisa terbang di udara dan memiliki kemampuan teleportasi selain Graham.
3 Hari kemudian. Washington, Amerika Serikat. Beberapa orang sedang berkumpul di dalam ruangan. "Asosiasi Hunter Swiss mengirim daftar Hunter yang akan berpatisipasi dalam tournament Hunter. Dan Hunter Graham termasuk di dalam bagian hunter yang berpatisipasi mewakili negara Swiss." Kata Mike.
"Presiden, apa tidak masalah membiarkan Graham ikut berpatisipasi. Dengan kemampuannya, Graham pasti mendapatkan tempat pertama." Kata Kamala.
"Tidak masalah, jika kita tidak mengizinkan dirinya ikut. Aku takut Graham akan membahayakan negara kita." Kata pria tua berambut putih. Pria tua berambut putih dan semua orang di dalam ruangan tahu betul dengan kekuatan Graham.
Wengen, Swiss. Graham sedang berhubungan badan dengan Alice. "Bagus, kamu semakin mahir dalam melakukan *******." Kata Graham melihat Alice yang menjilati penisnya.
"Berhenti." Kata Graham. Alice kemudian berhenti menjilati milik Graham.
"Berbaringlah di ranjang dan lebarkan kakimu." Kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice berbaring di kasur kemudian melebarkan kakinya.
Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhhh." Alice mendesah.
"Cium Alice kak." Kata Alice menatap Graham. Graham kemudian mencium bibir pink Alice. "Emmm." Alice memejamkan matanya dan memeluk Graham.
27 Hari kemudian. Washington, Amerika Serikat. Graham berada di Gedung asosiasi hunter Amerika Serikat. "Hunter Graham bagaimana kabar anda." Mike tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Kabarku baik." Balas Graham menjabat tangan Mike.
__ADS_1
"Kapan aku akan bertanding." Tanya Graham.
"Pertama kita akan mengadakan pertarungan Hunter rangking C yang akan berlangsung selama 7 hari. Kemudian pertarungan hunter rangking B yang akan berlangsung selama 7 hari. Dan pertarungan rangking A akan berlangsung selama 7 hari. Jadi anda akan bertarung 21 Hari lagi." Kata Mike.
"Jika begitu, aku akan kembali ke Swiss." Kata Graham.
"Hunter Graham, Silvy artis muda yang pernah makan bersamamu. Meminta nomor teleponmu." Kata Mike.
"Oohh." Graham terkejut mendengar kata Mike. "Berikan nomorku padanya." Balas Graham.
"Baik." Mike mengangguk.
New York. Amerika Serikat. Perempuan berambut biru sedang memakan kue. "Silvy, mengapa kamu meminta nomor telepon Hunter Graham." Tanya wanita berambut pirang.
"Saat aku bersama Hunter Graham, entah mengapa aku merasa sangat nyaman." Balas Silvy.
Wanita berambut pirang melihat smartphonenya dan berkata. "Ketua Asosiasi Hunter mengirimkan nomor telepon Graham." Kata wanita berambut pirang.
"Kirimkan nomor Graham padaku." Kata Silvy penuh semangat.
Wengen, Swiss. Graham yang berada di dalam kamarnya melihat smartphonenya berbunyi. "Siapa." Kata Graham menjawab panggilan tidak di kenal.
"Hunter Graham, ini aku Silvy." Kata Silvy.
"Oohh. Ternyata kamu." Kata Graham.
"Hunter Graham, apa kamu hari ini sibuk." Tanya Silvy.
"Aku tidak sibuk." Balas Graham.
"Jika tidak sibuk, maukah kamu makan siang bersamaku." Kata Silvy dengan malu.
"Kirimkan lokasimu. Aku akan menjemputmu." Kata Graham.
"Baik." Silvy kemudian mengirimkan lokasinya.
Graham melihat lokasi Silvy dan berkata. "Teleport." "Wusshh." Graham kemudian menghilang.
"Wuusshh." Graham muncul di depan sebuah rumah. "Tok." "Tok." Graham mengetuk pintu.
"Siapa." Kata sebuah suara.
"Graham." Balas Graham. Graham kemudian melihat wanita berambut pirang membuka pintu.
"Masuklah hunter Graham, Silvy saat ini sedang mandi." Kata wanita berambut pirang. Graham kemudian masuk ke dalam rumah
"Hunter Graham, apa yang ingin kamu minum." Tanya wanita berambut pirang.
"Air mineral." Balas Graham. Wanita berambut pirang kemudian memberikan air mineral kepada Graham.
"Hunter Graham, mengapa kamu pindah ke Swiss." Tanya wanita berambut pirang.
"Udara di Swiss. Jauh lebih baik dari pada di Washington." Balas Graham.
"Benar, aku pernah pergi ke Swiss. Dan udara di sana sangat sejuk." Wanita berambut pirang mengangguk.
Beberapa menit kemudian Graham melihat Silvy keluar dari kamarnya. "Hunter Graham, apa kamu sudah lama menunggu." Tanya Silvy dengan malu.
"Tidak, aku hanya menunggu beberapa menit." Balas Graham.
__ADS_1