Villain System

Villain System
138. Kompetisi Hunter II


__ADS_3

"Pembunuh." "Diskualifikasi dia." "Pembunuh sepertinya tidak layak untuk mengikuti kompetisi Hunter ini." Semua penonton mulai menyoraki Graham.


"Hunter Graham berhasil mengalahkan Hunter Ali Khan dan akan maju ke pertadingan berikutnya." Kata komentator pria.


"Mengapa dia tidak di diskualifikasi." Penonton terkejut saat Graham tidak di diskualifikasi.


Saat turun dari arena Graham melihat seorang pria berjaz coklat berjalan ke arahnya dengan memegang mic.


"Hunter Graham tadi itu pertadingan yang sangat mengejutkan. Saya tidak menyangka anda akan membunuh hunter Ali Khan." Kata pria berjaz coklat.


"Dia terlalu lemah. Jadi aku tidak sengaja membunuhnya. Semua penonton di stadion pasti melihat bahwa aku hanya menjentikan jari. Dan tidak kusangka kepalanya akan meledak." Jawab Graham.


"Waahhh. Hunter Graham kamu yang terhebat." "Benar, Hunter Graham bukan pembunuh. Hunter Ali saja yang terlalu lemah. Jika Hunter Ali tidak lemah, dia tidak akan mati karena jentikan jari." Semua penonton mulai bersorak untuk Graham.


Jakarta, Indonesia. "Aku sudah menebak bahwa Graham akan membunuh musuhnya." Subianto menghela nafas melihat siaran pertadingan Graham melawan Ali Khan.


Beberapa jam kemudian. Wengen, Swiss. Graham berada di dalam kamarnya. "Kringg." Graham melihat smartphonenya berbunyi.


"Ada apa." Kata Graham menjawab panggilan.


"Hunter Graham, lawan anda telah di umumkan. Anda besok akan melawan Kim Hyung dari Korea Selatan." Kata penelpon.


"Kak Graham, aku sudah selesai mandi." Kata Alice keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk.


"Baiklah. Terimakasih sudah memberitahuku." Balas Graham kemudian menutup panggilan.


"Hisap penisku." Kata Graham melihat Alice.


"Baik kak." Alice mengangguk kemudian melepas celana Graham. Setelah melepas celana Graham, Alice kemudian menjilati milik Graham.


"Bagus, kamu semakin ahli dalam melakukan *******." Kata Graham mengelus wajah Alice.


"Cukup, berbaringlah di kasur." Kata Graham melihat Alice.


"Baik kak." Alice berhenti menjilati milik Graham kemudian berbaring di kasur. Graham melepas handuk Alice kemudian menghisap dada Alice.


"Ahhhh." Alice mendesah saat Graham menghisap dadanya.


"Karena setiap hari aku bermain dengan dadamu. Dadamu saat ini semakin besar." Kata Graham meremas dada Alice. "Ahhhh." Alice mendesah saat Graham meremas dadanya.


Setelah puas bermain dengan dada Alice. Graham kemudian menjilati pussy pink Alice yang tanpa bulu. "Emmm." Alice mendesah saat Graham menjilati pussynya.


"Kak, Alice sudah tidak tahan." Kata Alice terengah-engah.


"Aku tidak mendengarnya." Kata Graham melihat Alice.


"Kak, tolong masukan penismu ke dalam pussy Alice." Kata Alice terengah-engah.


Graham tersenyum kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhhh." Alice mendesah saat milik Graham masuk ke dalam pussynya.


Saat ini Violet sedang menonton siaran televisi. "Hunter Kim Hyung bagaimana perasaan anda, saat mengetahui lawan anda besok adalah hunter Graham." Tanya seorang reporter.

__ADS_1


"Perasaanku biasa saja. Aku lebih kuat dari pada Ali Khan. Dan aku percaya diri bisa mengalahkannya." Jawab Pria berkulit putih yang di panggil Kim Hyung.


"1 Manusia bodoh lagi yang ingin mati." Kata Violet melihat siaran televisi.


Keesokan harinya. New York, Amerika Serikat. "Halo Semuanya, pertandingan babak kedua pertama hari ini adalah hunter Kim Hyung yang berasal dari Korea Selatan melawan Hunter Graham yang di juluki sebagai Hunter terkuat di dunia." Kata komentator pria berjaz hitam.


"Dalam pertadingan babak pertama kemarin. Hunter Kim Hyung berhasil mengalahkan Hunter Abu Jahal dari Arab. Dan Hunter Graham berhasil mengalahkan Hunter Ali Khan dari India." Kata komentator wanita berjaz hitam.


"Untuk kedua hunter di harapkan segera memasuki arena pertandingan." Kata komentator pria berjaz hitam. Graham kemudian berjalan ke arah arena pertandingan.


"Hunter Kim Hyung kalahkan pembunuh itu." "Hunter Graham kalahkan Hunter korea itu." Penonton mulai bersorak.


"Aku melihat konferensi pers kamu kemarin. Kamu yakin bisa mengalahkanku." Kata Graham melhat pria berkulit putih. Setelah selesai berhubungan badan dengan Alice. Graham melihat siaran ulang Hunter Kim Hyung saat konferensi pers.


"Benar, aku percaya diri bisa mengalahkanmu." Balas pria berkulit putih.


"Jika begitu, aku akan membiarkanmu menyerangku dengan serangan terkuatmu." Balas Graham melihat pria berkulit putih.


"Tiga, Dua, Satu. Pertandingan di mulai." Teriak komentator pria.


"Wuusshh." Graham muncul di depan pria berkulit putih dan mencengkram lehernya. "Uuuhh, bukankah kamu membiarkanku untuk menyerangku." Pria berkulit putih kesulitan berbicara.


"Haha, barusan aku hanya berbohong." Graham tertawa kemudian mematahkan leher pria berkulit putih. "Kraakkk." Pria berkulit putih kemudian mati dengan leher patah.


"Waahhhh." "Aku tidak percaya dengan yang aku lihat. Sekali lagi Hunter Graham membunuh lawan bertarungnya." Teriak komentator perempuan.


"Hunter Graham berhasil mengalahkan Hunter Kim Hyung dan akan maju ke pertandingan berikutnya." Kata komentator pria.


"Untuk lawan bertandingku besok. Lebih baik kamu menyerah saja. Kamu tidak akan bisa menang melawanku." Jawab Graham.


"Hunter Graham kamu yang terbaik." "Hunter Graham kembalilah menjadi hunter negara Amerika Serikat." "Hunter Graham aku mencintaimu." Semua penonton mulai bersorak kepada Graham.


Saat berjalan menuju sebuah ruangan. Graham melihat Silvy berlari ke arahnya. "Graham." kata Silvy memeluk Graham.


"Mengapa kamu ada disini." Tanya Graham.


"Apa kamu tidak senang aku ada disini." Silvy cemberut.


"Hunter Graham, dia mengatakan ingin bertemu denganmu." Mike berjalan ke arah Graham.


"Oohh, Lama tidak bertemu Mike." Kata Graham melihat Mike.


"Benar, sudah lama kita tidak bertemu hunter Graham." Mike tersenyum kemudian berjabat tangan dengan Graham.


"Hunter Graham, apa anda tidak ingin kembali ke Amerika Serikat." Tanya Mike.


"Jika aku bosan tinggal di Swiss. Aku akan kembali ke Amerika Serikat." Balas Graham.


"Baguslah, saya akan menunggu anda kembali ke Amerika Serikat." Mike tersenyum.


"Baiklah, aku akan pergi dengan Silvy." Balas Graham kemudian teleportasi dengan Silvy.

__ADS_1


"Wussshh." Graham dan Silvy muncul di depan sebuah restoran. "Apa kamu pernah makan makanan china." Tanya Graham.


"Belum." Silvy menggeleng.


"Jika begitu, ayo kita makan makanan china." Balas Graham kemudian masuk ke dalam restoran.


"Kami pesan 2 bebek peking, 2 Bakpao dan 2 Jus Buah Plum." Kata Graham.


"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan berjalan ke arah dapur.


"Ehh, bukankah dia Hunter Graham." Kata pengunjung restoran.


"Benar, dia Hunter Graham." Balas pengunjung restoran lain.


"Hunter Graham, bisakah aku minta foto." Kata seorang wanita melihat Graham.


"Baiklah, ayo kita foto." Graham tersenyum.


Tidak lama kemudian Graham melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Graham melihat Silvy.


"Baik." Silvy mengangguk. Graham dan Silvy kemudian mulai makan.


"Setelah kita selesai makan, kita akan pergi kemana." Tanya Silvy.


"Tentu saja kita akan pergi ke hotel." Balas Graham. Wajah Silvy menjadi merah saat mendengar jawaban Graham.


30 Menit kemudian Graham dan Silvy telah selesai makan dan berada di dalam kamar hotel. "Makan ini." Kata Graham memberikan pil virgin kepada Silvy.


"Pil apa ini." Tanya Silvy. "Tidak perlu bertanya. Makan saja pil itu." Balas Graham.


"Baik." Silvy mengangguk kemudian memakan pil.


"Graham, pil apa yang kamu berikan padaku." Kata Silvy dengan wajah merah dan tubuh gemetar.


"Aku memberimu pil virgin. Setelah kamu mengkonsumsi pil itu. Kamu akan virgin kembali." jawab Graham. "Ahhh." Silvy terkejut dengan jawaban Graham.


1 Menit kemudian Graham melihat Silvy berhenti gemetar. Graham membaringkan Silvy ke kasur kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Silvy memejamkan matanya. Graham melepas pakaian Silvy kemudian menjilati dadanya. "Ahhh." Silvy mendesah saat Graham menghisap dadanya.


Setelah puas menjilati dada Silvy, Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Silvy. "Ahhh, sakit." Silvy berteriak.


"Makan ini." Graham memberikan pil pemulihan kepada Silvy. Setelah memakan pil pemulihan Silvy merasakan pussynya tidak sakit lagi.


"Darah." Silvy terkejut melihat darah yang mengalir dari pussynya. "Graham, bagaimana kamu mendapatkan pil ajaib yang dapat membuat wanita virgin kembali." Tanya Silvy.


"Aku yang membuat pil itu." Balas Graham. Silvy terkejut mendengar jawaban Graham.


"Jika kamu menjual pil ajaib itu. Kamu akan mendapatkan banyak uang." Kata Silvy.


"Saat ini aku memiliki banyak uang." Balas Graham kemudian mencium bibir Silvy. "Emmm." Silvy memejamkan matanya dan memeluk Graham.


Beberapa Jam kemudian. New York, Amerikat Serikat. "Hunter Tom Holland. Apakah anda akan menyerah saat pertandingan besok. Karena lawan anda besok adalah Hunter Graham." Kata seorang reporter.

__ADS_1


"Tidak ada kata menyerah dalam kamusku. Aku percaya diri bisa mengalahkan Graham." Balas pria berkulit putih.


__ADS_2