
"Kalian berdua berhentilah bertengkar." Perempuan berambut coklat berjalan ke arah Graham.
"Kepala sekolah." kata Alice dan John secara bersamaan.
"Kita berada di acara ulang tahun putri Flora. Jadi berhenti membuat kekacauan." Kata perempuan berambut coklat.
"Baik kepala sekolah." John menghela nafas.
"Apa kamu dengar Graham." Perempuan berambut coklat melihat Graham.
"Kamu kepala sekolah saat di dalam akademi. Saat di luar akademi kamu hanyalah perempuan biasa." Balas Graham.
Perempuan berambut coklat, Flora, Alice dan John terkejut dengan kata Graham. Perempuan berambut coklat menghela nafas dan berkata. "Apa yang kamu katakan ada benarnya. Saat di luar akademi aku hanyalah perempuan biasa."
"Kepala sekolah." Alice tersenyum kecut mendengar kata perempuan berambut coklat.
"Yang membuat masalah terlebih dulu adalah John. Bukan diriku." Graham berbisik di telinga perempuan berambut coklat.
"Dia berbohong bu." Teriak John.
"Mengapa kamu berteriak John. Apa kamu pikir kepala sekolah tuli." Graham menyeringai.
"Kamu." John kesal dengan Graham.
"Kalian berdua berhenti bertengkar." Kata perempuan berambut coklat.
"Putri Flora, maukah anda menemani saya minum." Graham tersenyum.
"Tidak masalah, aku juga belum minum sama sekali." Flora tersenyum. Graham dan Flora kemudian berjalan ke arah minuman.
"Sepertinya putri Flora tertarik dengan Graham." Kata perempuan berambut coklat.
"Putri Flora berusia 20 tahun dan kultivator tingkat Expert. Bagaimana bisa dia tertarik dengan bocah berusia 15 tahun." John mencibir.
"Jangan lupa bahwa Graham kultivator tingkat Advanced termuda di kerajaan Britania." Balas perempuan berambut coklat.
John terdiam saat mendengar kata perempuan berambut coklat.
2 Jam kemudian Graham dan Alice meninggalkan istana. "Sepertinya putri Flora tertarik denganmu." Alice melihat Graham.
"Jika aku tidak memberinya pil spirit level 1. Dia tidak akan tertarik padaku." Graham tersenyum.
Saat ini di istana Britania. "Yang mulia Graham telah membunuh seseorang." Kata pria berkumis.
"Siapa yang dia bunuh." Tanya pria berjenggot.
"Identitas pria itu tidak diketahui. Dia bukan penduduk kerajaan Britania." Balas pria berkumis.
"Oohh." Pria berjenggot terkejut dengan kata pria berkumis.
"Graham mengatakan bahwa pria yang dia bunuh adalah teman Count Ferdinant." Kata pria berkumis.
"Jika dia teman Ferdinant. Dia pasti pengikut sekte Demonic." Kata pria berjenggot.
Ekspresi pria berkumis menjadi serius saat pria berjenggot menyebutkan sektes Demonic.
"Yang mulia bagaimana jika sekte Demonic murka dan menyerang kerajaan kita." Kata pria berkumis.
"Kamu tidak perlu khawatir. Kerajaan kita dilindungi oleh kekaisaran. Jika sekte demonic menyerang kerajaan kita. Kekaisaran tidak akan tinggal diam." Balas pria berjenggot.
"Benar yang mulia. Graham memberikan hadiah pil spirit level 1 kepada putri Flora." Kata pria berkumis.
__ADS_1
"Menarik. Jarang sekali seorang kultivator yang rela memberikan pil spirit kepada orang lain." Pria berjenggot tersenyum.
3 hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang berhubungan badan dengan Alice.
"Semua status meningkat 10 poin." Notifikasi muncul di depan Graham.
"Berkat metode dual kultivasi tingkat menengah aku mendapatkan 10 poin setiap kali berhubungan badan." Gumam Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.
Graham melihat Alice yang terengah-engah kemudian mencium bibirnya. "Eemm." Alice memejamkan matanya dan memeluk Graham.
1 Jam kemudian Graham sedang duduk di kursi dan melihat Alice yang terbaring di ranjang dengan telanjang.
"Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 15 tahun
Tingkat : Expert
Ras : Manusia
Strength : 640
Agility : 640
Vitalitas : 640
Stamina : 540/640
Ki : 630/640
Poin : 0
Sementara itu di tempat lain. "Dimana hajin." Kata pria paruh baya berpakaian hitam.
"Saat ketua melakukan pelatihan tertutup. Hajin pergi ke kerajaan Britania." Balas pria berpakaian hitam.
"Mengapa dia pergi ke sana. Bukankah di Britania sudah ada Ferdinant."
"Ferdinant telah terbunuh ketua." Balas pria berpakaian hitam.
"Ferdinant adalah seorang count. Siapa yang berani membunuhnya." Pria paruh baya penasaran.
"Yang membunuh Ferdinant adalah Graham pemuda yang mencapai tingkat Advanced di usia 15 tahun." Balas pria berpakaian hitam.
"Menarik. Aku tidak menyangka di kerajaan terlemah muncul pemuda yang menjanjikan." Pria paruh baya mengangguk.
"Apa Hajin pergi ke kerajaan Britania untuk merekrutnya." Tanya pria paruh baya.
Saat hendak menjawab pertanyaan pria paruh baya. Seorang wanita berpakaian hitam masuk ke dalam ruangan. "Ketua saya mempunyai sebuah berita." Kata wanita berpakaian hitam.
"Bicaralah." Balas pria paruh baya.
"Hajin telah terbunuh di kerajaan Britania." Balas wanita berpakaian hitam.
"Bakat Hajin tidak terlalu buruk. Di usia 25 tahun dia mencapai tingkat Expert tanpa bantuan pil spirit sama sekali. Siapa yang membunuhnya." Tanya pria paruh baya.
"Yang membunuhnya adalah Graham. Pemuda yang mencapai tingkat Advanced di usia 15 tahun." Balas wanita berpakaian hitam.
Wanita berpakaian hitam tidak tahu bahwa Graham telah mencapai tingkat Expert.
__ADS_1
"Menarik. Jarang sekali aku menemukan kultivator Tingkat Advanced yang bisa mengalahkan kultivator tingkat Expert." Pria paruh baya tersenyum.
"Oda pergilah ke kerajaan Britania dan rekrut Graham ke sekte demonic." Kata pria paruh baya.
"Bagaimana jika Graham menolak." Balas pria berpakaian hitam.
"Jika dia menolaknya. Beri dia parasite darah." Pria paruh baya menyeringai menunjukan giginya yang runcing.
"Baik ketua." Pria berpakaian hitam mengangguk kemudian keluar dari ruangan.
3 hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang makan bersama Alice di rumahnya. "Tok." "Tok." Graham mendengar suara ketukan pintu. "Alice, lihat siapa yang datang." Kata Graham mengigit daging.
"Baik." Alice mengangguk dan berjalan ke ruang depan.
Saat membuka pintu Alice melihat pria berpakaian hitam. "Apa Graham ada di dalam." Tanya pria berpakaian hitam.
"Graham ada seseorang yang mencarimu." Kata Alice.
"Hehh, siapa yang mencariku di pagi hari seperti ini." Graham berjalan ke ruang depan.
"Hati-hati pria di depan anda adalah kultivator tingkat Master." Ekspresi Graham menjadi serius melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Siapa kamu." Kata Graham melihat pria berpakaian hitam.
"Aku lupa mengenalkan diri. Namaku Oda anggota sekte demonic." Pria tersenyum mengenalkan dirinya.
"Alice menjauh darinya." Teriak Graham.
Mendengar teriakan Graham Alice menjauh dari pria dan berlari ke arah Graham.
"Tenanglah, aku disini bukan untuk bertarung denganmu." Pria bernama Oda tersenyum.
"Lalu apa tujuanmu kemari." Kata Graham dengan ekspresi serius.
"Aku disini untuk mengajakmu bergabung ke sekte Demonic." Pria berpakaian hitam tersenyum.
"Bagaimana jika aku menolak bergabung." Balas Graham.
"Tidak ada akhir yang baik bagimu. Karena kamu telah membunuh 2 anggota sekte demonic." Balas pria.
"System berapa persen peluangku berhasil mengalahkannya." Tanya Graham.
"Peluang anda mengalahkannya adalah 30%." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Bahkan tidak sampai 40%." Gumam Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Baiklah, aku akan bergabung ke sekte demonic." Kata Graham.
Mendengar jawaban Graham pria tersenyum. "Jika begitu ayo kita tinggalkan kerajaan ini dan pergi menuju cabang sekte demonic di perbatasan kerajaan Cairos." Kata pria berpakaian hitam.
"Alice kamu tinggalah di sini dan jaga Gumiho. Aku akan pergi bersamanya." Graham melihat Alice.
"Baik." Alice mengangguk.
"Ayo kita pergi." kata Graham keluar dari rumahnya. Pria berpakaian hitam melihat Alice kemudian mengikuti Graham.
"Seberapa jauh markas cabang sekte demonic dari sini." Tanya Graham.
"Cukup jauh. Aku menghabiskan waktu 3 hari untuk sampai di kerajaan ini." Balas pria berpakaian hitam.
"3 hari ya. Dalam waktu 3 hari aku akan membunuhnya saat di lengah." Gumam Graham di pikirannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Graham telah meninggalkan ibukota Britania. "Ayo kita lari." Kata pria berpakaian hitam.
"Baik." Balas Graham. Graham dan pria berpakaian hitam kemudian berlari.