Villain System

Villain System
127. Asosiasi Hunter Indonesia


__ADS_3

Graham menggerakan jarinya kemudian pisau angin membelah tubuh serigala merah. "Crasshh." Serigala merah terpotong menjadi dua.


"Wuuzzz." Beberapa detik setelah serigala merah mati, lubang hitam di dalam bangunan tiba-tiba menghilang.


Graham kemudian keluar dari dalam bangunan. "Terimakasih sudah menyelamatkan putriku." Seorang pria paruh baya berjalan ke arah Graham.


"Kakak, terimakasih sudah menyelamatkanku." Perempuan berambut hitam berterimakasih kepada Graham.


"Sesama manusia harus saling membantu." Balas Graham.


"Apa anda yang membunuh semua monster." Graham melihat pria berpakaian hitam berjalan ke arahnya.


"Benar, aku yang membunuh semua monster." Balas Graham.


"Bisakah anda ikut saya ke kantor asosiasi." Kata Pria berpakaian hitam.


"Maaf, aku tidak bisa." Balas Graham masuk ke dalam mobil. "Brroomm." Graham kemudian mengendarai mobil.


"Aku lupa bertanya siapa namanya." Kata pria paruh baya yang putrinya di selamatkan Graham.


Saat ini Violet yang sedang menonton televisi melihat Graham sudah kembali. "Sayang, dunia ini sangat menarik. Aku tidak tahu ada benda yang dapat memasukan manusia di dalamnya." Kata Violet menonton drama Televisi.


"Nama benda itu adalah Televisi." Kata Graham kemudian menjelaskan televisi kepada Violet.


"Ahhh. Meski manusia di dunia ini sangat lemah. Tapi manusia di dunia ini sangat pintar." Kata Violet.


"Bruaakk." Graham mendengar suara tabrakan. Graham dan Violet kemudian berjalan ke luar rumah. Graham melihat sebuah lubang hitam yang muncul di tengah jalan.


"Ahh, aku tidak menyangka sebuah gate muncul di depan rumahku." Celsi yang keluar dari rumahnya terkejut saat melihat gate di tengah jalan.


"Halo Asosiasi Hunter. Ada Gate yang muncul di Jalan XxX." Kata Celsi menelepon pihak asosiasi hunter.


Beberapa menit kemudian Graham melihat 2 pria berpakaian hitam datang dengan membawa sebuah alat.


Kedua pria berpakaian hitam kemudian meletakan alat di depan lubang hitam. "Dungeon tingkat S." Kata kedua pria berpakaian hitam dengan ekspresi buruk.


"Ahhh." Semua orang terkejut saat mendengar kata dua pria berpakaian hitam. Mereka tahu dungeon tingkat S adalah dungeon yang paling berbahaya, dan butuh 1 tim yang beranggota Hunter ranking S, atau 10 tim yang beranggota hunter ranking A untuk menyelesaikan dungeon rangking S.


Saat ini di suatu tempat pria paruh baya berambut putih sedang duduk di sebuah kursi. "Kriingg!!" Pria paruh baya melihat smartphonenya berbunyi.


"Ada apa." Kata pria paruh baya menjawab panggilan.


"Ketua, Di Jalan XxX muncul dungeon ranking S." Kata pria berpakaian hitam yang berada di tengah jalan.


"Apa!!" Pria paruh baya terkejut saat mendengar kata pria berpakaian hitam.


"Apa kamu sudah memeriksa tingkat dungeon dengan benar." Tanya pria paruh baya.


"Saya sudah memeriksanya dengan benar ketua." Jawab pria berpakaian hitam.


"Jangan biarkan siapapun masuk ke dungeon itu." Kata pria paruh baya.


"Baik ketua." Balas pria berpakaian hitam. Pria paruh baya kemudian mematikan telepon.

__ADS_1


"Hubungi anggota yang lain untuk kemari." Kata salah satu pria berpakaian hitam.


"Baik." Pria berpakaian hitam yang lain mengangguk.


"Sayang, apa kamu tidak ingin memasuki lubang hitam itu." Tanya Violet.


"Tidak ada untungnya bagiku untuk memasuki Gate itu." Balas Graham masuk ke dalam rumah.


Saat ini di sebuah tempat, wanita berambut pirang sedang duduk di kursi. "Tok." "Tok." Wanita berambut pirang mendengar suara ketukan pintu.


"Masuklah." Kata wanita berambut pirang. Wanita berkacamata masuk ke dalam ruangan.


"Ketua, Dungeon rangking S baru saja muncul di kota Jember." Kata wanita berkacamata.


Wanita berambut pirang terkejut saat mendengar kata wanita berkacamata. Dia tahu dungeon Rangking S adalah dungeon yang paling berbahaya.


"Kumpulkan semua anggota guild ranking A. Kita akan pergi ke kota Jember." Kata wanita berambut pirang.


"Baik ketua." Wanita berkacamata mengangguk.


Keesokan harinya di sebuah bandara, wanita berambut pirang turun dari jet pribadi. "Saya sudah menunggu kedatangan anda nona Michelle Pemimpin Guild Emperor." Kata pria paruh baya berambut putih.


"Aku tidak menyangka pemimpin Asosiasi Hunter yang akan menyambutku secara pribadi." Kata wanita berambut pirang menjabat tangan pria paruh baya berambut putih.


"Apa aku yang pertama sampai di kota Jember." Tanya Michelle.


"Benar, anda yang pertama tiba di kota Jember. Maharani pemimpin Guild Red Bull dan Harimurti pemimpin Guild Blue Shark sedang dalam perjalanan menuju kota Jember." Balas pria paruh baya berambut putih.


"Apa hanya 3 Guild Besar yang akan memasuki dungeon Rangking S." Tanya Michelle.


"Apa ketua Subianto akan masuk ke dungeon Rangking S juga." Tanya Michelle.


"Meski aku adalah hunter Rangking S. Tapi aku sudah tua. Aku tidak cocok untuk bertarung melawan monster." Kata pria paruh baya berambut putih.


"Sayang sekali. Padahal saya ingin melihat anda bertarung dengan monster." Michelle menghela nafas.


Sementara itu Graham sedang menonton televisi bersama Violet. "Di luar sangat berisik." Kata Graham.


"Apa aku perlu membunuh mereka semua." Tanya Violet.


"Tidak perlu. Tidak ada untungnya membunuh seekor semut." Balas Graham memakan popcorn.


Saat ini di suatu tempat. "Karena semuanya sudah berkumpul. Maka kita akan membahas rencana penyerangan dungeon rangking S." Kata pria paruh baya berambut putih melihat Michelle, wanita berapakaian merah dan pria berpakaian biru.


"Nona Michelle berapa hunter yang anda bawa untuk memasuki dungeon rangking S." Tanya pria paruh baya.


"Aku membawa 20 Hunter rangking A." Jawab Michelle.


"Bagaimana dengan anda nona Maharani." Pria paruh baya melihat wanita berpakaian merah.


"Aku juga membawa 20 hunter ranking A." Balas wanita berpakaian merah.


"Lalu anda Harimurti." Pria paruh baya melihat pria berpakaian biru.

__ADS_1


"Sama dengan Michelle dan Maharani. Aku membawa 20 hunter rangking A." Balas pria berpakaian biru.


"Pihak Asosiasi mengirim 20 hunter rangking A untuk memasuki dungeon. Jadi termasuk kalian bertiga ada 3 Hunter rangking S. Dan 80 Hunter rangking A yang akan masuk ke dalam dungeon." Kata pria paruh baya.


"Ketua Subianto, kapan kita akan masuk ke dalam dungeon." Tanya pria berpakaian biru.


"Besok pagi. Kita akan masuk ke dungeon." Balas pria paruh baya.


Keesokan harinya puluhan Hunter berkumpul di depan Gate rangking S. "Ehhh. Bukankah dia pria yang membunuh semua monster 2 hari lalu." Kata pria berpakaian hitam melihat Graham yang sedang berjalan bersama Violet.


"Ketua, pria itu yang membunuh semua monster saat dungeon break terjadi 2 hari lalu." Kata pria berpakaian hitam melihat pria paruh baya berambut putih.


"Karena dia dengan mudah membunuh serigala merah yang merupakan monster ranking C. Maka dia adalah hunter Rangking B." Kata pria paruh baya berambut putih.


"Setelah Raid dungeon selesai. Ajak dia bergabung ke dalam asosiasi hunter." Kata pria paruh baya berambut putih.


"Baik ketua." Pria berpakaian hitam mengangguk.


"Semuanya ayo masuk." Kata Harimurti masuk ke dalam Gate.


"Baik pemimpin." 20 Hunter yang memakai armor bewarna biru mengangguk kemudian masuk ke dalam Gate.


"Semuanya ayo masuk." Kata Maharani masuk ke dalam Gate.


"Baik pemimpin." 20 hunter yang memakai armor bewarna merah mengangguk kemudian masuk ke dalam Gate.


"Ayo masuk." Kata Michelle masuk ke dalam gate.


"Baik pemimpin." 20 Hunter yang memakai armor bewarna putih mengangguk kemudian masuk ke dalam Gate.


"Pemimpin. Kami akan masuk." Kata pria berpakaian hitam melihat pria paruh baya.


"Masuklah." Balas pria paruh baya. 20 Pria berpakaian hitam kemudian masuk ke dalam gate.


Keesokan harinya Michelle, Harimurti, Maharani dan pria berpakaian hitam keluar dari Gate. "Wuuzzz." Beberapa detik kemudian Gate menghilang.


"Mengapa hanya kalian berempat yang keluar dari Gate." Tanya Subianto.


"Mengapa kamu masih bertanya. Semua anggota guildku dan Hunter yang lain telah terbunuh." Kata Harimurti dengan ekspresi buruk.


"Apa!!" Subianto terkejut mendengar jawaban Harimurti.


"Gibran. Ceritakan apa yang terjadi di dalam dungeon." Kata Subianto melihat pria berpakaian hitam.


"Baik pemimpin." Pria berpakaian hitam yang di panggil Gibran kemudian menceritakan apa yang terjadi di dalam dungeon. Subianto terkejut saat mendengar cerita Gibran.


"Aku tidak menyangka mereka bisa menyelesaikan dungeon rangking S." Kata Graham melihat Gate yang telah menghilang.


"Ketua, aku akan mengajak pria itu bergabung ke asosiasi." Kata Gibran melihat Graham.


"Baiklah." Subianto mengangguk. Gibran kemudian berjalan ke arah Graham.


"Ketua Subianto siapa pria itu." Tanya Michelle melihat Graham.

__ADS_1


"Dia adalah pria yang membunuh semua monster rangking C saat dungeon break 3 hari lalu." Balas Subianto.


__ADS_2