
Keesokan harinya Graham sedang berada di ruang makan bersama Alice, Viola, dan kedua orang tua Viola. "Apa kamu akan pergi hari ini." Tanya Vasco. "Benar, aku akan pergi hari ini dan kembali ke ibukota." Balas Graham.
"Viola apa kamu ikut denganku kembali ke ibukota." Tanya Graham. "Tidak, Viola akan tetap berada di rumah." Balas Vasco. Viola tersenyum kecut saat mendengar kata ayahnya.
"Baiklah kalau begitu. Aku harap Count Vasco menjaga Viola saat aku tidak ada di sampingnya." Balas Graham. Vasco dan istrinya tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
1 Jam kemudian Graham dan Alice berada di luar rumah Viola. "Apa kamu serius ingin berjalan kaki ke ibukota. Jarak dari sini ke ibukota cukup jauh." Kata Vasco. "Aku terbiasa berjalan kaki saat bepergian." Balas Graham. "Baiklah jika itu maumu." Balas Vasco.
"Kak Viola aku pergi." Alice melihat Viola. "Baik Alice." Viola mengangguk. "Graham perlakukan Alice dengan baik saat aku tidak ada." Viola melihat Graham.
"Kamu tidak perlu khawatir. Aku tidak akan memperlakukan wanitaku dengan buruk." Balas Graham. Alice tersipu malu saat Graham menyebutkan dirinya wanitanya.
"Count Vasco, Nyonya Caroline aku pergi." Graham melihat Vasco dan Ibu Viola. "Baik Baron Graham. Berhati-hatilah selama di perjalanan." Balas Vasco dan Ibu Viola secara bersamaan.
Graham mengangguk kemudian berjalan pergi di ikuti Alice. "Apa kita benar-benar akan berjalan." Alice bertanya. "Benar, kita akan berjalan sampai ke ibukota." Balas Graham. "Aahh." Alice terkejut.
Beberapa menit kemudian Graham dan Alice keluar dari kota. "Misi harian mutilasi tubuh kultivator tingkat Advanced. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Misi mingguan bunuh 5 kultivator tingkat Advanced. Hadiah menyelesaikan misi 20 poin dan sepotong roti manis."
"Misi membunuh ya." Kata Graham melihat misi yang muncul di depannya. "Alice." Graham melihat Alice. "Iya." Balas Alice. "Ayo kita berlari." Kata Graham berlari. "Ahhh, tunggu aku." Teriak Alice mengejar Graham.
6 Jam kemudian Graham berada di tepi sungai. "Baru kali ini aku berlari selama 6 jam." Kata Alice mengusap keringatnya. "Bagi kultivator tingkat Intermediate. Berlari selama 6 jam adalah hal yang mudah." Kata Graham membasuh wajahnya dengan air. "Aku tahu." Alice mengangguk dan merendam kakinya di air.
"Kuuu." "Byuurr." Bayi rubah keluar dari dalam pakaian Graham dan melompat ke sungai. "Kuuu." Bayi rubah berenang di sungai. "Oohh, aku tidak tahu bahwa kamu bisa berenang." Kata Graham melihat bayi rubah yang berenang.
30 menit kemudian. "Ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Graham melihat Alice. "Baik." Alice mengangguk dan berdiri. "Kuuu." Bayi rubah melompat ke pelukan Graham. Graham memasukan bayi rubah ke dalam pakaiannya dan berjalan pergi.
__ADS_1
1 Jam kemudian Graham yang sedang berlari bersama Alice melihat kawanan bandit yang menghadang dirinya. "Hehehe, akhirnya kita menemukan mangsa." Kata salah satu bandit. "Mereka berdua memiliki pakaian yang bagus." Kata bandit lain. "Lepaskan pakaianmu lalu pergilah dari sini." Teriak salah satu bandit.
"Kebetulan sekali. Aku mendapatkan misi untuk memutilasi tubuh kultivator tingkat Advanced. Dan membunuh 5 kultivator tingkat Advanced." Graham menyeringai kemudian berkata. "Aktifkan skill transformasi naga." Tubuh Graham kemudian berubah menjadi manusia naga.
Semua bandit terkejut melihat Graham yang tiba-tiba berubah menjadi naga. "Seorang pemuda yang bisa berubah menjadi monster. Jangan bilang kamu adalah Graham." Kata salah satu bandit. "Benar, aku adalah Graham." Balas Graham kemudian menembakan bola hitam dari mulutnya. "Buusshh." "Booomm!!." "Aahhh." Bola hitam meledak saat mengenai tubuh bandit.
Graham mengambil pedang tingkat 2 dari tabel penyimpanan kemudian melesat ke arah kawanan bandit. "Slasshh." "Aaahh." "Slasshh." "Aaahh." Graham memotong tubuh bandit dengan mudah.
"Hanya kamu yang tersisa." Kata Graham melihat bandit yang tergeletak di tanah. "Tolong ampuni aku." Kata bandit dengan suara serak. "Slasshh." "Slasshh." Graham memotong kedua lengan dan kaki bandit. "Ahhh." Bandit berteriak kesakitan. "Slasshh." "Slasshh." Graham kemudian memotong tubuh bandit menjadi beberapa bagian.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." "Selamat anda telah menyelesaikan misi mingguan. Anda mendapatkan 20 poin dan sepotong roti manis." Graham mengambil 2 roti yang muncul di depannya."
"Nonaktifkan skill." Kata Graham kemudian kembali dalam wujud manusia. "Apa kamu takut padaku." Kata Graham melihat Alice yang terdiam. "Tidak, mereka semua memang pantas mati." Kata Alice melihat mayat bandit. "Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan." Graham menepuk bahu Alice. "Baik." Alice mengangguk.
2 jam kemudian Graham berhenti berlari. "Kita akan bermalam disini." kata Graham melihat matahari yang mulai terbenam. "Baik." Alice mengangguk. Graham membuka tabel penyimpanan kemudian mengambil tenda. "Kuuu." Bayi rubah tiba-tiba keluar dari pakaian Graham.
"Munculkan layar status status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 15 tahun
Tingkat : Advanced
Ras : Manusia
Strength : 579
__ADS_1
Agility : 579
Vitalitas : 579
Stamina : 279/579
Ki : 569/579
Poin : 30
Graham melihat 30 poin yang dia miliki kemudian menambahkan 6 poin di Strength, 6 poin di Agility, 6 Poin di Vitalitas, 6 Poin di Stamina dan 6 Poin di Ki." Cahaya hitam menyinari tubuh Graham.
"Mengapa badanmu tiba-tiba bersinar." Alice terkejut melihat cahaya hitam yang menyinari tubuh Graham. "Itu rahasia." Graham tersenyum. "Baiklah jika kamu tidak ingin memberitahu padaku." Alice mendengus.
"Munculkan tabel shop." Kata Graham kemudian tabel shop muncul di depannya. Graham menekan gambar buku dan melihat 30 buku di level 3 telah terbuka.
"Skill Kontrak budak level 3. Anda dapat menjadikan 3 kultivator tingkat Advanced menjadi budak anda. Efek : kultivator yang menjadi budak anda, akan melakukan semua yang anda katakan. Budak akan kesakitan saat melawan perintah anda. Syarat mendapatkan skill adalah membunuh 30 kultivator peringkat Advanced. Pelajari Ya/Tidak." "Ya." Graham menekan notifikasi.
Buku kuno muncul di depan Graham kemudian menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalanya. "Aahh. Mengapa ada buku yang tiba-tiba muncul di depanmu. Terlebih lagi buku itu menjadi cahaya hitam dan masuk ke dalam kepalamu." Alice sekali lagi terkejut dengan yang di lihatnya. "Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu." Graham tersenyum. Alice cemberut mendengar kata Graham.
Graham membuka tabel penyimpanan kemudian mengambil pil spirit level 2. "Makan ini." "Baik." Alice tanpa ragu menelan pil. "Aahh, kamu memberiku pil sprit level 2." Kata Alice merasakan energi di dalam pil. "Benar, cepatlah berkultivasi dan serap energi di dalam pil tersebut." Kata Graham. "Baik." Alice mengangguk kemudian duduk dan berkultivasi.
"Kuu." Bayi rubah menjilati tangan Graham. "Apa kamu mau pil yang aku berikan pada Alice." "Kuu." Bayi rubah menjilati tangan Graham. "Baiklah, aku akan memberimu pil spirit level 2." Graham tersenyum kemudian memasukan pil spirit level 2 kedalam mulut bayi rubah. Setelah menelan pil, bayi rubah memejamkan matanya dan tertidur di pangkuan Graham.
1 Jam kemudian Graham melihat Alice membuka matanya. "Selamat karena berhasil mencapai tingkat Advanced." Graham tersenyum. "Terimakasih Graham." Alice meneteskan air matanya dan memeluk Graham.
"Tidak perlu berterimakasih. Kamu adalah wanitaku." Kata Graham mengusap air mata Alice. Alice menatap wajah Graham kemudian mencium bibir Graham. Graham memainkan lidahnya dan memeluk Alice.
__ADS_1
"Graham badanku kotor." Kata Alice melihat kotoran hitam di kulitnya. "Itu bukan masalah besar." "Aktifkan skill water." Kata Graham kemudian dua bola air muncul di tangannya. Graham kemudian membersihkan tubuh Alice dengan bola air.