
"Graham berapa usiamu saat ini." Tanya Edward.
"16 tahun." Balas Graham menghilangkan auranya.
"16 tahun sudah mencapai tingkat Raja." Edward dan Elena terkejut saat mengetahui usia Graham.
"Graham apa kamu berasal dari kekaisaran." Tanya Edward.
"Tidak, aku berasal dari kerajaan Britania." Balas Graham.
"Bagaimana bisa kerajaan kecil menghasilkan jenius sepertimu." Edward tidak percaya.
"Tidak perlu terkejut. Aku adalah seorang alkemis. Aku bisa dengan mudah membuat pil spirit level 1,2,3, dan 4." Kata Graham.
'Apa!!." Edward dan Elena sekali lagi terkejut.
"Graham aku ingin berbicara secara pribadi dengan putriku. Bisakah kamu tunggu di luar." Edward melihat Graham.
"Tidak masalah." Balas Graham berjalan keluar ruangan. Melihat Graham telah keluar dari ruangan Edward mulai mengobrol dengan Elena.
Tidak lama kemudian Graham masuk kembali ke dalam ruangan. "Putriku juga tertarik denganmu. Jadi kapan kamu menikahi putriku." Edward tersenyum kepada Graham.
Graham tersenyum kecut saat mendengar kata Edward. "Aku akan menikahi Elena setelah membangun kembali kerajaan Britania." Kata Graham.
"Membangun kembali kerajaan Britania adalah hal yang mudah. Yang perlu di khawatirkan adalah sekte demonic." Kata Edward.
"Aku tahu. Sebelum kemari aku telah membunuh 7 kultivator Grand Master yang berasal dari sekte demonic." Graham tersenyum. Edward terkejut saat mendengar kata Graham.
"Raja Edward, bisakah saya mengajak Elena berkeliling kota." Graham melihat Elena.
"Kamu seharusnya bertanya kepada Elena." Kata Edward.
Graham kemudian melihat Elena. "Aku tidak keberatan." Balas Elena.
Graham memegang tangan Elena dan berkata. "Ayo kita pergi."
"Baik." Elena mengangguk. Graham dan Elena kemudian keluar dari ruangan.
Melihat Graham dan Elena yang keluar dari ruangan Edward berkata. "Fernandes."
"Iya yang mulia." Pria berusia 30an muncul di depan Edward.
"Menikahkan Elena dan Graham menurutmu apakah pilihan yang tepat." Kata Edward.
"Menurutku pilihan yang tepat yang mulia. Karena di kerajaan Evora tidak ada jenius yang lebih baik dari pada Graham." Balas Fernandes.
"Benar, tidak ada pemuda yang lebih baik dari pada Graham di kerajaan Evora." Edward mengangguk.
Saat ini Graham dan Elena telah meninggalkan istana. "Mengapa kamu melamarku. Apa kamu menyesal setelah mengambil kesucianku." Elena melihat Graham.
"Tidak ada kata menyesal di dalam hidupku." Balas Graham. Elena tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
"Apa kamu sudah makan." Graham melihat Elena.
"Belum." Elena menggeleng.
"Jika begitu ayo kita cari restoran." Balas Graham.
"Baik." Elena mengangguk. Graham dan Elena kemudian mencari restoran.
Tidak lama kemudian Graham menemukan restoran. Saat masuk ke dalam restoran Graham dan Elena di sambut oleh pelayan restoran. "Selamat datang putri Elena. Apa yang ingin anda pesan." Kata pelayan restoran dengan hormat.
__ADS_1
"Aku pesan dimsum dan teh hijau." Kata Elena.
"Aku pesan 1 porsi daging bebek dan sebotol anggur." Kata Graham.
"Baik. Tuan putri silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan berjalan ke dapur.
"Dimana rubah peliharaanmu." Kata Elena melihat Graham.
"Aku meninggalkannya di penginapan bersama Alice, Fanny dan Viola." Kata Graham.
"Jadi nama ketiga perempuanmu adalah Alice, Fanny dan Viola." kata Elena.
"Benar, setelah makan aku akan mengenalkanmu dengan mereka bertiga."
30 menit kemudian Graham telah selesai makan. "Kamu tunggu disini. Aku akan memanggil Alice, Fanny dan Viola." Graham melihat Elena.
"Baik." Elena mengangguk. Graham berdiri kemudian keluar dari restoran.
Beberapa menit kemudian Graham kembali ke restoran Bersama Alice, Fanny dan Viola. "Perkenalkan diri kalian kepada Elena." Kata Graham duduk di kursi dan meminum anggur.
"Tuan putri, perkenalkan nama saya adalah Alice. Saya adalah perempuan pertama Graham." Alice tersenyum mengenalkan dirinya.
"Uhuuk." Graham batuk saat mendengar Alice yang mengenalkan diri.
"Saya Viola perempuan kedua Graham." Viola tersenyum.
"Saya Fanny mantan kepala sekolah Graham dan perempuan ketiga Graham." Fanny tersenyum.
"Saya adalah Elena." Elena tersenyum.
Melihat 4 perempuan yang mulai mengobrol Graham bergumam. "Benar, setelah menerobos tingkat raja. Aku belum melihat statusku sama sekali."
"Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Usia : 16 tahun
Tingkat : Raja
Ras : Manusia
Strength : 5.110
Agility : 5.110
Vitalitas : 5.110
Stamina : 5.010/5.110
Ki : 4.910/5.110
Poin : 10
"System berapa banyak poin yang aku butuhkan untuk mencapai tingkat Kaisar." Tanya Graham melihat statusnya.
"Butuh 10.000 poin untuk menerobos tingkat Kaisar." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
"Jika setiap hari aku berkultivasi selama 10 jam. Aku akan menerobos tingkat Kaisar setelah 50 hari." Gumam Graham menutup layar status.
3 hari telah berlalu. Saat ini di kerajaan Britania seorang pria berpakaian hitam sedang melayang di langit. "Tidak ada tanda-tanda kehidupan di kota ini." kata pria berpakaian hitam merasakan sekelilingnya.
"Sepertinya akan butuh waktu yang lama untuk menemukan pemuda bernama Graham itu." Kata pria berpakaian hitam kemudian terbang ke arah barat.
__ADS_1
Sementara itu di kerajaan Evora. Graham yang sedang makan melihat notifikasi muncul di depannya.
"Misi harian hancurkan markas cabang sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Selama 3 hari terakhir misi yang aku dapatkan tetap sama. Yaitu menghancurkan markas cabang sekte demonic." Kata Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Elena apa kamu tahu dimana markas cabang sekte demonic." Graham melihat Elena yang sedang makan.
"Aku tahu. Markas cabang sekte Demonic berada di dekat kerajaan Goran." Balas Elena.
"Kerajaan Goran ya." Gumam Graham.
30 menit kemudian Graham telah selesai makan. "Aku titipkan Gumiho padamu." Graham memberikan rubah putih kepada Elena.
"Kamu ingin pergi kemana." Tanya Elena.
"Menghancurkan sekte demonic." Graham tersenyum.
"Aahh." Elena terkejut dengan kata Graham.
"Baiklah, aku pergi." kata Graham keluar dari restoran kemudian terbang ke langit.
Keesokan harinya Graham melihat sebuah paviliun besar di depannya. "Jadi ini markas cabang sekte demonic." Kata Graham melayang turun dari langit.
"Siapa kamu." Teriak pria berpakaian hitam.
"Orang mati tidak perlu tahu." Balas Graham memukul pria.
"Booom!!." Pria terlempar dan menghantam dinding.
"Siapa kamu. Mengapa kamu membuat kekacauan di sekte demonic." Graham melihat 10 pria berpakaian hitam keluar dari paviliun.
"Orang mati tidak perlu tahu." Balas Graham menyerang 10 pria.
"Boomm!!." "Booomm!!." Graham menghajar 10 pria berpakaian hitam dengan mudah.
Saat ini di dalam paviliun. "Ketua Graham menyerang markas." Wanita berpakaian hitam berbicara dengan panik.
"Ayo kita tinggalkan markas." Kata pria berpakaian hitam dengan ekspresi serius. Dia tahu dirinya bukan lawan Graham.
"Lalu bagaimana dengan anggota yang lain." Kata wanita berpakaian hitam.
"Mereka semua sudah di takdirkan untuk mati." Kata pria berpakain hitam.
"Slasshh." Graham menebas pria berpakaian hitam. "Lemah." Kata Graham melihat tubuh pria berpakaian hitam menjadi dua.
"Rupanya ada yang ingin melarikan diri." Kata Graham melihat 2 kultivator sekte demonic yang terbang ke langit.
"Aktifkan transformasi black dragon." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga. "Busshh." Graham terbang ke langit dan mengejar 2 kultivator sekte demonic.
"Ketua, dia mengejar kita." Wanita berpakaian panik melihat Graham mengejarnya.
"Harumi maafkan aku." kata pria berpakaian hitam kemudian memegang kepala wanita. "Aaahh." Wanita berpakaian hitam berteriak dan badannya perlahan menjadi kurus.
"Apa kamu menghisap vitalitasnya." Kata Graham melihat pria berpakaian hitam yang di selimuti aura merah.
"Benar. Aku menghisap vitalitasnya. Hanya dengan cara ini aku bisa mengalahkanmu." Kata pria berpakaian hitam.
"Bodoh. Apa kamu pikir bisa mengalahkanku." Kata Graham mengeluarkan auranya. "Busshh."
"Tingkat Raja." Pria berpakaian hitam terkejut saat merasakan kekuatan Graham.
__ADS_1
"Benar, aku adalah tingkat Raja." Graham menyeringai.