Villain System

Villain System
111. Magic Tower


__ADS_3

"System jika aku keluar di dalam miliknya. Berapa persen kemungkinan dia hamil." Gumam Graham.


"Karena anda saat ini adalah demi god dan dia manusia biasa. Kemungkinan dia hamil di bawah 50%."


"Baiklah, saat berhubungan badan aku akan keluar di dalam milikmu." Graham melihat Amori.


"Yeaaayy." Amori berteriak bahagia saat Graham akan keluar di dalam miliknya.


"Ayo pergi dari sini." Graham melihat Amori.


"Baik tuan." Amori mengangguk. Graham memeluk Amori kemudian terbang ke langit.


Beberapa jam kemudian Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota. Graham melayang turun dari langit dan mendarat di depan gerbang.


"Ambilah." Kata Graham memberikan 2 koin emas kepada Graham.


"Silakan masuk tuan penyihir." Penjaga tersenyum kepada Graham dan Amori.


Graham dan Amori kemudian masuk ke dalam kota. "Tuan, Menara itu sangat tinggi." Kata Amori melihat menara bewarna hitam.


"Apa kalian berdua baru pertama kali datang kemari." Graham melihat pria tua berambut putih panjang berbicara kepadanya.


"Benar, ini pertama kali kami datang kemari." Balas Graham.


"Meski ini pertama kali kamu datang ke kota ini. Kamu seharusnya tahu dengan magic tower." Kata pria tua berambut putih Panjang.


"Kami berdua tidak tahu dengan magic tower." Balas Graham.


Pria tua terkejut mendengar Graham tidak mengetahui magic tower. "Menarik. Baru kali ini aku bertemu seseorang yang tidak tahu dengan magic tower." Pria tua tersenyum.


Graham melihat pria tua dan bergumam. "Aktifkan skill observasi, munculkan informasi pria tua." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Abraham


Usia : 100 tahun


Tingkat : Penyihir 10 Star


Ras : Manusia


Strength : 100


Agility : 100


Vitalitas : 100


Stamina : 90/100


Mana : 95.000/100.000


Informasi : Pemimpin Magic Tower


"Penyihir 10 star." Gumam Graham melihat informasi pria tua.


"Meski aku tidak tahu magic tower. Aku tahu kamu adalah penyihir 10 star." Graham melihat pria tua.


"Mengapa kita tidak bicara di tempat lain." Pria tua tersenyum kepada Graham.


"Baiklah, ayo kita bicara di tempat lain." Balas Graham. Graham dan Amori kemudian mengikuti pria tua.


"Ayo masuk." Kata Pria tua berambut putih berdiri di depan magic tower. Graham dan Amori kemudian masuk ke dalam magic tower.

__ADS_1


"Ayah, kamu dari mana saja." Seorang wanita berambut putih berjalan ke arah pria tua.


"Ayah baru saja membeli permen. Apa kamu mau." Pria tua menunjukan sebuah permen.


"Ayah, aku bukan anak kecil lagi." kata wanita berambut putih.


"Jika kamu masih belum menikah dan memiliki seorang suami. Kamu masihlah anak kecil." Pria tua tersenyum.


"Bukankah sudah kubilang. Aku hanya akan menikah dengan penyihir 10 star yang berusia di bawah 50 tahun." Balas wanita berambut putih.


"Ayah, siapa mereka berdua." Wanita berambut putih melihat Graham dan Amori.


"Dia adalah penyihir 10 star yang lebih kuat dari ayah." Pria tua tersenyum.


"Apa!!." Wanita berambut putih terkejut mendengar kata pria tua.


"Menarik. Kamu bisa tahu bahwa aku lebih kuat darimu." kata Graham melihat pria tua.


"Benar, saya belum mengenalkan diri. Nama saya adalah Abraham pemimpin magic tower." Pria tua mengulurkan tangannya.


"Graham." kata Graham menjabat tangan pria tua.


"Nama saya adalah Alexa." Wanita berambut putih tersenyum kepada Graham.


"Graham." Graham menjabat tangan Alexa.


"Graham apa kamu sama seperti ayahku penyihir 10 star." Alexa melihat Graham.


"Tidak, aku bukan penyihir 10 star." Balas Graham. Abraham dan Alexa terkejut mendengar kata Graham.


"Jangan bilang kamu adalah penyihir 11 star." Abraham menatap Graham.


"Aku juga bukan penyihir 11 star." Balas Graham.


"Jangan bercanda. Bagaimana mungkin kamu demi god." Kata Alexa.


"Buusshh." Graham mengeluarkan auranya. "Uuuhhh." Abraham dan Alexa kesulitan bernafas saat merasakan aura Graham.


Graham menghilangkan auranya dan berkata. "Apa kalian berdua percaya bahwa aku adalah demi god."


"Kami percaya." Kata Abraham dan Alexa.


"Karena aku baru tiba di dunia ini. Ceritakan dunia ini padaku." Graham melihat Abraham dan Alexa.


"Ahhh. Apa anda bukan berasal dari dunia ini." Alexa terkejut.


"Benar, aku bukan berasal dari dunia ini." balas Graham. Abraham dan Alexa terkejut saat mengetahui Graham bukan berasal dari dunia mereka.


Abraham menghela nafas kemudian mulai bercerita. "Dunia ini bernama Vonetis. Di dunia ini terdapat 3 ras. Ras manusia, ras goblin, dan ras dwarf."


"Apa di dunia ini hanya ada 1 benua." tanya Graham.


"Benar. Hanya ada 1 benua di dunia ini." Abraham mengangguk.


"Baiklah, kamu bisa berhenti bercerita. Dunia ini tidak terlalu menarik." Kata Graham berjalan keluar menara.


Abraham dan Alexa terkejut saat mendengar kata Graham. "Tuan, tunggu Amori." Kata Amori keluar menara mengikuti Graham.


"Tuan, bisakah anda menceritakan seperti apa dunia anda berasal kepada Amori." Amori berjalan di samping Graham.


"Di dunia tempatku berasal ada sebuah alat transportasi bernama mobil." Kata Graham mulai bercerita.

__ADS_1


Waktu perlahan berlalu dan sudah 1 tahun Graham tiba di planet Vonetis. Saat ini Graham sedang bersandar di bawah pohon dan melihat layar status yang muncul di depannya.


Nama : Graham De Lopez


Usia : 21 tahun


Tingkat : Demi God


Ras : Manusia Setengah Dewa


Strength : 480.000


Agility : 480.000


Vitalitas : 480.000


Stamina : 470.000/480.000


Ki : 475.000/480.000


Poin : 0


"Sudah 1 tahun setelah aku tiba di dunia ini." kata Graham melihat usianya 21 tahun.


"Tuan. Amori akhirnya tidak takut ketinggian. Dan berani terbang sendiri." Graham melihat Amori yang terbang di udara.


"Amori aku akan meninggalkan dunia ini." kata Graham melihat Amori yang terbang di langit.


"Apa!!." Amori terkejut saat mendengar. "Tuan, anda tidak bercanda kan." Amori melayang turun dan berdiri di depan Graham.


"Aku tidak bercanda." Balas Graham.


"Jika begitu, Amori ingin meninggalkan dunia ini dan pergi bersama tuan." Kata Amori memeluk lengan Graham.


"Hanya demi god yang bisa bernapas di luar angkasa. Jika kamu terbang ke luar angkasa. Kamu akan mati karena tidak bisa bernapas." Graham melihat Amori.


Mendengar kata Graham, Amori mulai menangis. "Amori tidak ingin berpisah dengan tuan."


Graham mengelus kepala Amori dan berkata. "Di setiap pertemuan selalu ada perpisahan."


"Hiks hiks." Amori menangis di pelukan.


"Di dalamnya ada 100 pil spirit level 1 sampai 9. Jika setiap tahun kamu mengkonsumsi pil spirit level 1 sampai 9 secara rutin. 10 tahun dari sekarang kamu akan menerobos tingkat Saint." kata Graham memberikan cincin ruang kepada Amori.


"Amori tidak butuh pil spirit. Amori hanya ingin berada di samping tuan selamanya." Amori menangis di pelukan Graham.


"Baiklah, jaga dirimu Amori." Graham mengusap kepala Amori kemudian terbang ke langit.


"Tuan!!!." Amori berteriak saat melihat Graham terbang ke langit.


"Wuusshh." Graham melewati atmosfer dan berada di luar angksa. "System aku harus pergi ke arah mana jika ingin ke bumi." Tanya Graham.


"Timur." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Wuusshh." Graham kemudian terbang dengan cepat ke arah timur.


1 Tahun telah berlalu setelah Graham meninggalkan planet Vonetis. Saat ini Graham yang sedang berada di luar angkasa melihat planet bewarna biru tua. "Aku berharap planet itu. Bukan planet mati." Kata Graham terbang dengan cepat ke arah planet biru.


"Wuuusshh." Graham menembus atmosfer dan melihat sebuah lautan. "Sepertinya ini bukan planet mati." Kata Graham melihat ikan yang berenang di dalam lautan.


"Energi di dunia ini juga sebanding dengan planet Vonetis." Kata Graham merasakan energi alam.

__ADS_1


Graham memejamkan matanya dan merasakan mahluk hidup dalam jarak 100 ribu km. "Aku tidak menyangka ada banyak kehidupan di dalam laut." Kata Graham merasakan banyak mahluk hidup di dalam lautan.


__ADS_2