Villain System

Villain System
50. Membunuh Ketua Cabang Sekte Demonic


__ADS_3

"System berapa banyak mata-mata yang tersisa di kerajaan ini." tanya Graham.


"Lebih dari 1. Karena kerajaan Avalon mengirim mata-mata baru setiap harinya." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Berengsek, sepertinya aku perlu menghancurkan kerajaan Avalon." Graham mengutuk.


2 Hari telah berlalu saat ini Graham sedang berkultivasi di kamarnya. "Misi harian bunuh ketua cabang sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi 10 poin dan sepotong roti keras." Graham membuka matanya dan melihat notifikasi muncul di depannya.


"Kali ini adalah ketua cabang sekte demonic." Kata Graham turun dari kasur.


"System apa tingkat ketua cabang sekte demonic." Tanya Graham.


"Tingkat Grand Master sama seperti anda." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Aku tidak menyangka ketua cabang sekte demonic hanya tingkat Grand Master." Kata Graham keluar dari kamarnya.


"Graham ayo kita sarapan bersama." Kata Alice melihat Graham yang keluar dari kamarnya.


"Hari ini aku tidak sarapan." Balas Graham berjalan ke ruang depan.


"Ahh, baik." Alice mengangguk.


Graham keluar dari istana kemudian terbang ke langit. "Keluar kau anjing sekte demonic." Teriak Graham mengeluarkan auranya.


"Ahhh." Semua penduduk kota menutup telinga mereka saat mendengar teriakan Graham.


"Ada apa dengan yang mulia hari ini." Kata seorang pria.


"Apa kamu tidak mendengarnya. Yang mulia menyuruh anjing sekte demonic untuk keluar." Kata pria lain.


"Mengapa kamu tidak keluar. Apa kamu takut denganku anjing sekte demonic." Teriak Graham.


"Hahaha." Graham mendengar suara tawa.


"Kamu tidak kenal takut seperti yang di rumorkan." Pria paruh baya berpakaian hitam melayang di udara.


"Apa kamu datang kesini untuk membalaskan kematian anggotamu." Graham menatap pria paruh baya di depannya.


"Benar, aku datang kesini untuk membalas kematian anggotaku." Pria paruh baya menatap Graham.


"Jika kamu bersumpah setia kepada sekte demonic. Aku tidak akan membunuhmu." Kata pria paruh baya.


"Mari kita lihat apakah aku atau dirimu yang akan mati hari ini." Graham menatap pria paruh baya.


"Aktifkan skill transformasi black dragon." Kata Graham kemudian tubuhnya berubah manjadi manusia naga.


Melihat perubahan Graham pria paruh baya terkejut. "Apa kamu ras naga."


"Benar, aku adalah ras naga." Balas Graham berbohong.


"Aura yang kamu keluarkan sama seperti aura milik manusia. Apa kamu hasil persilangan naga dan manusia." Pria paruh baya menatapa Graham.


"Benar, aku adalah persilangan naga dan manusia." Balas Graham berbohong.


"Menarik, aku tidak menyangka bertemu manusia setengah naga di benua barat." Pria paruh baya tersenyum.

__ADS_1


Graham melihat tubuh pria paruh baya mulai berotot, kulitnya bewarna merah dan dua tanduk muncul di kepalanya. "Wuusshh." Pria paruh baya melesat ke arah Graham.


"Cepat." Kata Graham melihat pria paruh baya sudah ada di depannya. "Boomm!!." Graham menahan pukulan pria paruh baya dengan tangannya.


"Boomm!!." "Boomm!!." Graham dan pria paruh baya beradu pukulan di langit.


"Jadi seperti ini pertarungan kultivator tingkat Grand Master." Kata Fanny melihat pertarungan Graham dan pria paruh baya.


"Buusshh." Graham menembakan bola hitam dari mulutnya.


"Serangan Seperti ini tidak akan bisa melukaiku." Kata Pria paruh baya melemparkan bola hitam ke langit.


Melihat bola hitam miliknya di lemparkan dengan mudah oleh pria paruh baya. Graham mengambil pedang tingkat 4 dari tabel penyimpanan.


"Sepertinya kamu memiliki senjata yang bagus." Kata pria paruh baya melihat pedang hitam yang di pegang Graham.


"Benar, pedang ini sangat bagus. Bahkan bisa memotong tubuhmu menjadi dua." Graham menyeringai.


"Hahaha, aku ingin lihat apakah pedang itu bisa memotong tubuhku." Pria paruh baya tertawa dan melesat ke arah Graham.


"Dasar bodoh." Kata Graham kemudian mengayunkan pedangnya.


"Tebasan bisa seperti itu tidak akan bisa melukaiku." Pria paruh baya menahan pedang dengan tangannya.


"Crattt." Tangan pria paruh baya terpotong. "Aaahh." Pria paruh baya berteriak kesakitan.


"Sudah kukatakan pedang ini dapat memotong tubuhmu menjadi dua." Kata Graham mengayunkan pedangnya.


"Slasshh." "Craattt." Tubuh pria paruh baya terpotong menjadi dua.


Melihat Graham yang berhasil mengalahkan pria paruh baya, semua penduduk kota mulai bersorak.


"Hidup yang mulia."


"Hidup raja Graham."


"Hidup yang mulia."


Graham melihat semua penduduk kota kemudian terbang ke arah istana.


"Selamat Graham karena berhasil mengalahkan kultivator tingkat Grand Master." Alice, Viola dan Fanny mengucapkan selamat kepada Graham.


"Fanny ambil cincin ruang milik pria paruh baya itu. Dia adalah ketua cabang sekte demonic, pasti memiliki banyak barang beharga." Kata Graham masuk ke dalam istana.


"Baik." Fanny mengangguk dan berlari ke arah mayat pria paruh baya.


Graham yang duduk di singgasana melihat Fanny masuk ke dalam ruangannya. "Saya telah mengambil cincin ruang milik ketua cabang sekte demonic." Kata Fanny melihat Graham.


"Apa yang ada di dalamnya." Tanya Graham.


"Di dalamnya ada 1 pil spirit level 2, 2 pil spirit level 1, 2 pil pemulihan level 2 dan 3 pil pemulihan level 1. Serta 10.000 coin emas." Balas Fanny memberikan cincin ruang kepada Graham.


"Dia cukup kaya." Kata Graham memeriksa cincin ruang.


"Panggil Alice dan Viola untuk menemuiku." Graham melihat Fanny.

__ADS_1


"Baik." Fanny mengangguk kemudian keluar dari ruangan.


Tidak lama kemudian Graham melihat Alice, Viola dan Fanny masuk ke dalam ruangan. "Aku akan meninggalkan kerajaan Britania." Kata Graham melihat Alice, Viola dan Fanny. Alice, Viola dan Fanny terkejut mendengar kata Graham.


"Aku telah membunuh ketua cabang sekte demonic. Jika kabar kematiannya sampai pada markas utama Sekte demonic. Aku yakin sekte demonic akan mengutus kultivator yang jauh lebih hebat dari grand master untuk membunuhku." Kata Graham. Alice, Viola dan Fanny terkejut mendengar kata Graham.


"Alice, Viola besok pagi kalian berdua pergilah dari ibukota. Aku akan menyuruh Henry untuk mengantar kalian berdua." Kata Graham.


"Baik." Alice dan Viola mengangguk.


"Baiklah, kalian berdua bisa pergi." Kata Graham.


"Baik." Alice dan Viola kemudian keluar dari ruangan.


"Fanny besok kamu ikut denganku meninggalkan kerajaan ini." kata Graham melihat Fanny.


"Ahh, baik." Fanny mengangguk.


Keesokan harinya Graham berada di luar istana bersama Henry, Alice dan Viola. "Henry antar mereka kembali dengan aman." Kata Graham.


"Baik yang mulia. Saya akan mengantar anak Baron Austin dan anak Count Vasco dengan aman." Pria gemuk mengangguk.


"Ambil ini." Graham memberikan 1 pil spirit level 1 pria gemuk.


"Jika kamu telah selesai mengantar Alice dan Viola. Aku akan memberimu pil spirit lagi." kata Graham.


"Hehe, baik yang mulia. Percayakan mereka berdua padaku." Pria gemuk tertawa.


"Jaga diri kalian baik-baik." Kata Graham melihat Alice dan Viola.


"Baik." Alice dan Viola mengangguk.


"Jika begitu kami akan pergi yang mulia." Kata Henry naik ke dalam kereta. Alice dan Viola melihat Graham kemudian naik ke dalam kereta.


"Nggiikk." Kereta kuda mulai berjalan. Melihat kereta semakin menjauh Graham berjalan ke dalam istana.


"Kuuu." Saat masuk ke dalam istana rubah putih melompat ke pelukan Graham. "Fanny."


"Iya." Fanny muncul di belakang Graham.


"Ayo kita tinggalkan kerajaan ini." kata Graham menaruh rubah putih ke dalam pakaiannya. "Baik." Fanny mengangguk.


7 Hari telah berlalu. Saat ini di suatu tempat wanita berpakaian hitam sedang mondar-mandir. "Kenapa ketua masih belum kembali." Kata wanita berpakaian hitam.


"Apa mungkin ketua kalah melawan Graham." Kata pria berpakaian hitam.


"Denjito ayo kita pergi ke Britania." Kata wanita berpakaian hitam.


"Baik." Balas pria berpakaian hitam yang di panggil Denjito.


Saat ini kerajaan Avalon. "Aku tidak menyangka Graham akan membunuh Ryuma ketua cabang sekte demonic." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Graham telah membawa kehancuran pada kerajaan Britania. Sekte demonic tidak akan tinggal diam jika mengetahui ketua cabang mereka di bunuh." Balas seorang pria.


Sementara itu di tempat lain Graham sedang membakar daging babi. "Graham mengapa kamu mengajakku pergi bersamamu." Kata Fanny yang duduk di samping Graham.

__ADS_1


"Karena kamu memiliki dada yang lebih besar dari pada Alice dan Viola." Kata Graham melihat dada Fanny. Fanny tersipu malu saat mendengar kata Graham.


__ADS_2