
Melihat Alice yang sudah pulih kembali. Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhh." Alice mendesah dan memeluk Graham.
Graham mencium bibir Alice dan meremas dada mungilnya. "Emmm." Alice mengerang.
Keesokan harinya. Graham terbangun dan melihat Alice sedang tertidur di sampingnya. "Alice, bangun sudah pagi." Kata Graham mengelus wajah Alice. "Emmm." Alice terbangun dan membuka matanya.
"Selamat pagi kak Graham." Kata Alice mengusap matanya. Graham memegang wajah Alice kemudian mencium bibir pinknya.
"Emmm." Alice memejamkan mata saat Graham menciumnya.
Graham membaringkan Alice ke ranjang kemudian menghisap dada mungilnya. "Ahhh." Alice mendesah saat Graham menghisap dadanya.
Setelah puas bermain dengan dada Alice, Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhh." Alice mendesah saat Graham memasukan penisnya ke dalam pussynya.
1 Jam telah berlalu. Saat ini Graham masih berhubungan badan dengan Alice. "Aku keluar." Kata Graham mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Alice. "Ahhh." Badan Alice gemetar.
"Makan ini." kata Graham memberikan pil pemulihan kepada Alice. "Glekk." Alice kemudian menelan pil pemulihan.
"Kak Graham, pil apa yang kamu berikan kepadaku. Setelah memakan pil tersebut. Alice merasa di penuhi stamina dan tidak capek lagi." Tanya Alice.
"Aku memberimu pil pemulihan." Kata Graham kemudian memberi tahu efek pil pemulihan kepada Alice.
"Kak Graham, kamu memiliki obat yang sangat luar biasa." Kata Alice.
"Baiklah, ayo kita mandi." Kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk. Graham dan Alice kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
"Kak, Alice ingin membasuh tubuh kakak." Kata Alice melihat Graham.
"Baiklah." Balas Graham.
Alice kemudian membasuh tubuh Graham. Alice tersipu malu saat melihat milik Graham berdiri. "Alice bersihkan penisku." Kata Graham.
"Baik kak." Alice tersipu malu kemudian mengelus milik Graham.
"Alice kamu bisa berhenti." Kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk dan berhenti mengelus milik Graham.
"Sekarang aku akan membersihkan tubuhmu." Kata Graham melihat Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk.
Graham kemudian membasuh tubuh Alice. "Alice, pussymu sungguh indah." Kata Graham mengelus pussy Alice.
"Emmm." Alice mengerang saat Graham mengelus pussynya.
Graham membaringkan Alice ke lantai kemudian menjilatinya pussynya. "Ahhhh." Alice mendesah. Graham melebarkan kaki Alice kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhh." Alice mendesah.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang berhubungan badan dengan Alice. "Alice, hisap penisku." Kata Graham mencabut penisnya dari pussy Alice.
"Emmm." Alice mengangguk kemudian menghisap ***** Graham.
__ADS_1
"Aku keluar." Kata Graham keluar di mulut Alice. "Uugghh." Alice memuntahkan cairan milik Graham.
"Kak, Alice lelah." Kata Alice menatap Graham.
"Baiklah, ayo kita berhenti." Kata Graham mengusap wajah Alice.
"Tok." "Tok." Violet yang sedang menonton televisi mendengar suara ketukan pintu. Violet membuka pintu dan melihat 2 pria berpakaian hitam yang berdiri di depan pintu. "Apa hunter Graham ada di rumah." Tanya salah satu pria berpakaian hitam.
"Sayang, ada seseorang yang mencarimu." Kata Violet.
Graham keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah Violet. "Siapa kalian." Kata Graham melihat 2 pria berpakaian hitam.
"Selamat siang hunter Graham. kami dari Asosiasi Hunter Swiss."
"Masuklah ke dalam." Kata Graham melihat 2 pria berpakaian hitam.
"Baik." 2 pria berpakaian hitam mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.
"Mengapa kalian kemari." Kata Graham melihat 2 pria berpakaian hitam.
"Saudara Graham, saya mendapat kabar bahwa anda keluar dari Asosiasi Hunter Amerika Serikat." Tanya seoang pria berpakaian hitam.
"Benar, aku keluar dari Asosiasi Hunter Amerika Serikat." Balas Graham.
"Hunter Graham, apa anda bersedia bergabung dengan Asosiasi Hunter Swiss. Kami akan membayar anda 70 Juta Franc Swiss atau 1 Triliun Seratus empat puluh tiga milar rupiah." Kata pria berpakaian hitam.
"Aku akan memikirkan tawaranmu." Balas Graham.
"Baik hunter Graham. Jika anda tertarik bergabung dengan Asosiasi Hunter Swiss. Silakan hubungi saya." Kata pria berpakaian hitam memberikan kartu nama miliknya.
"Sepertinya, dia ingin tinggal di Swiss." Kata Mike.
Wengen, Swiss. Graham sedang makan bersama Alice, dan Violet. "Kak Graham, aku ingin pergi ke pantai." Kata Alice.
"Baiklah, setelah selesai makan kita akan pergi ke pantai." Balas Graham.
"Kak Graham, Aku sudah selesai makan." Kata Alice dengan senang.
"Violet, aku akan pergi ke pantai bersama Alice. Kamu tinggalah di rumah." Kata Graham melihat Violet.
"Baik." Violet mengangguk. Violet tahu Graham ingin menghabiskan waktu berdua bersama Alice.
Graham memegang bahu Alice dan berkata. "Teleport." Graham dan Alice kemudian menghilang.
"Wuusshh." Graham dan Alice kemudian muncul di sebuah pantai.
"Kak, pantai ini berbeda dengan yang pernah kita kunjungi." Tanya Alice.
"Benar, pantai yang pernah kita kunjungi berada di Bali. Saat ini kita berada di Pulau Sumbawa." Kata Graham.
"Kak, ayo kita berenang." Kata Alice.
"Baiklah, ayo kita berenang." Graham tersenyum kemudian berenang di tepi pantai bersama Alice.
__ADS_1
"Kak Graham, mengapa kamu tidak mengajak kak Violet." Tanya Alice.
"Aku tidak mengajak Violet. Karena aku ingin menghabiskan waktu berdua bersama Alice." Kata Graham mengusap wajah Alice.
Alice tersipu malu saat mendengar kata Graham. Graham dan Alice saling menatap kemudian mulai berciuman. "Emmm."
Graham menggendong Alice dan berjalan ke bawah pohon kelapa. "Kak, bagaimana jika ada orang yang melihat kita." Tanya Alice.
"Kamu tidak perlu khawatir. Tidak ada siapapun dalam jarak 1000 meter." Kata Graham merasakan mahluk hidup dalam jarak 1000 meter.
Graham melepas pakaian Alice kemudian menghisap dada mungilnya. "Ahhh, kak." Alice mendesah saat Graham menghisap dadanya.
Graham membaringkan Alice ke tanah kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhhh." Alice mendesah.
"Kak, cium Alice." Kata Alice menatap Graham. Graham kemudian mencium bibir Alice. "Emmm." Alice memejamkan matanya dan memeluk Graham.
Beberapa jam kemudian Graham dan Alice masih berada di pantai. "Alice, ayo kita pulang." Kata Graham melihat matahari mulai terbenam. "Baik kak." Alice mengangguk.
"Teleport." Kata Graham kemudian dirinya dan Alice menghilang.
3 Hari kemudian. Washington, Amerika Serikat. Beberapa orang sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Saat ini hanya tersisa 1 Dungeon di San Francisco yang belum terselesaikan." Kata pria tua berambut putih.
"Semua Hunter rangking S kelelahan setelah menyelesaikan 3 dungeon rangking S berturut-turut. Jadi tidak mungkin mereka bisa menyelesaikan dungeon rangking S yang berada di San Francisco." Kata Mike.
"Mike, apa kamu bisa menghubungi Graham." Tanya wanita paruh baya berambut pirang.
"Graham tidak menjawab panggilanku." Mike menggeleng.
"Baiklah, berhenti membahas Graham. Apa semua penduduk di Francisco sudah di evakuasi." Kata pria tua berambut putih.
"Sebagian penduduk yang tinggal di Francisco sudah di Evakuasi." Kata pria paruh baya berkulit hitam.
"Austin beritahu semua penduduk yang di tinggal di Francisco. Kita tidak bisa menyelesaikan dungeon rangking S yang muncul di Francisco. Jika mereka tidak pergi dari Francisco. Mereka semua akan terbunuh oleh monster yang keluar dari Gate." Kata pria tua berambut putih.
"Baik Presiden." Pria paruh baya berkulit hitam mengangguk.
Saat ini Graham sedang terbaring di kasur dan melihat Alice sedang menghisap penisnya. "Berhenti." Kata Graham melihat Alice. Alice kemudian berhenti menghisap milik Graham.
"Makan ini." Kata Graham memberikan pil virgin kepada Alice.
"Baik kak." Alice mengangguk kemudian memakan pil virgin.
"Kak, Pil apa yang kamu berikan kepadaku." Tanya Alice dengan wajah merah dan tubuh gemetar.
"Aku memberimu pil virgin. Setelah kamu mengkonsumsi pil itu, kamu akan virgin kembali." Jawab Graham.
"Ahhh." Alice terkejut dengan jawaban Graham.
1 Menit kemudian Graham melihat Alice berhenti gemetar. "Berbaringlah di kasur." Kata Graham.
"Baik kak." Alice mengangguk kemudian berbaring di kasur.
Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhh. Sakit Kak." Alice berteriak.
__ADS_1
Graham mencium bibir Alice dan berkata. "Alice, kamu harus terbiasa dengan rasa sakit. Karena setiap hari aku akan memberimu pil virgin." "Baik kak." Alice mengangguk.
"Gadis pintar." Graham tersenyum dan mencium bibir Alice.