
Mendengar kata Eleanor mata Yu Jie menjadi berbinar. "Senior, bisakah kamu memberiku pil itu juga." Kata Yu Jie penuh semangat.
"Ambilah." Graham memberikan pil virgin kepada Yu Jie.
"Terimakasih senior." Yu Jie tersenyum bahagia.
"Yu Jie aku akan tinggal disini bersama Graham." Kata Eleanor melihat Yu Jie.
"Jika begitu, aku akan tinggal disini juga." Balas Yu Jie.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Yu Jie sedang melihat dirinya di cermin. "Aku tahu bahwa senior hanya menyukai wanita virgin. Karena aku virgin kembali, seharusnya senior menyukaiku." Kata Yu Jie.
"Mengapa kamu berbicara sendiri." Kata Graham berdiri di depan pintu.
"Ahhh. Senior." Yu Jie terkejut melihat Graham yang berdiri di depan pintu.
"Duduklah di sampingku." Kata Graham duduk di atas kasur.
"Baik senior." Yu Jie mengangguk dan duduk di samping Graham.
"Baumu sungguh harum." Kata Graham mencium leher Yu Jie. Badan Yu Jie gemetar saat merasakan napas Graham.
"Yu Jie apa kamu menyukaiku." Graham melihat Yu Jie.
"Aku menyukai senior." Yu Jie mengangguk.
Graham tersenyum kemudian mencium bibir Yu Jie. "Emmm." Yu Jie memejamkan matanya dan memeluk Graham.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham dan Yu Jie sedang terbaring di kasur. "Senior." Yu Jie menatap Graham.
"Apa." Graham melihat Yu Jie.
"Apa sekarang Yu Jie menjadi salah satu wanita senior." Kata Yu Jie dengan malu.
"Kamu sekarang menjadi salah satu wanitaku." Balas Graham. Yu Jie tersenyum bahagia saat mendengar kata Graham.
"Senior, ayo kita berhubungan badan lagi." Kata Yu Jie mengelus milik Graham.
"Baiklah." Balas Graham.
10 Hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang bersantai dan memakan apel di ruang tamu. "Graham." "Elizabeth." Kata Graham melihat Elizabeth masuk ke dalam rumahnya.
"Graham tolong selamatkan ibuku." Elizabeth menangis dan menunjukan Kathrine yang tubuhnya hangus.
"Apa yang terjadi dengan ibumu." Tanya Graham.
"Demi god menyerang ibuku dan menghancurkan kerajaan elf." Elizabeth menangis.
"Berikan ini pada ibumu." Graham memberikan pil pemulihan level 9 dan pil regenerasi kepada Elizabeth.
"Baik." Elizabeth menangguk kemudian memasukan pil pemulihan level 9 dan pil regenerasi ke dalam mulut Kathrine.
Setelah mengkonsumsi pil pemulihan dan pil regenerasi. Kulit hangus Kathrine mulai mengelupas dan rambutnya yang hangus mulai rontok. Elizabeth melihat rambut ibunya tumbuh dengan cepat dan kulit yang hangus di gantikan dengan kulit yang putih mulus.
1 menit kemudian Elizabeth melihat Ibunya telah pulih total. "Graham terimakasih sudah menyelamatkanku." Kathrine menangis dan memeluk Graham.
"Sayang, apa kedua elf itu pelayanmu juga." Kata Violet berjalan ke arah Graham.
Elizabeth dan Kathrine terkejut mendengar Violet memanggil Graham dengan panggilan sayang. "Tidak. Pelayanku hanyalah Elizabeth. Kathrine adalah ibunya." Kata Graham melepas pelukan Kathrine.
"Kalian berdua pasti lelah. Jadi istirahatlah di kamar." Graham melihat Elizabeth dan Kathrine.
"Baik." Elizabeth mengangguk. "Ayo bu kita ke kamar." Elizabeth meggandeng Kathrine ke arah kamar.
"Violet, berkultivasilah di kamar." Graham melihat Violet.
"Baik sayang." Violet mengangguk dan berjalan ke arah kamarnya.
Melihat Violet masuk ke dalam kamar, Graham berjalan ke arah kamar dimana Elizabeth dan Kathrine berada.
__ADS_1
"Graham siapa dia. Mengapa dia memanggil kamu dengan panggilan sayang." Elizabeth melihat Graham yang masuk ke dalam kamar.
"Apa kamu cemburu." Graham tersenyum.
"Tentu saja aku cemburu." Kata Elizabeth.
Graham tersenyum kemudian bercerita tentang Violet. Elizabeth dan Kathrine terkejut mendengar cerita Graham.
"Kamu bisa merubah ingatan seseorang." Elizabeth terkejut.
"Benar, aku dapat merubah ingatan seseorang. Dan aku merubah ingatannya." Balas Graham.
Graham melihat Elizabeth kemudian berkata. "Lepaskan kontrak budak." "Singg!!." Kepala Elizabeth kemudian bersinar.
"Aku telah melepaskan kontrak budak yang ada padamu." Kata Graham.
"Mengapa kamu tiba-tiba melepas kontrak budak padaku." Elizabeth bingung.
"Tidak ada alasan khusus, aku hanya ingin kamu bebas." Balas Graham.
"Apa kamu sudah tidak menginginkanku." Tanya Elizabeth.
"Aku tidak pernah bilang, tidak menginginkanmu." Kata Graham memeluk Elizabeth.
Graham dan Elizabeth saling menatap kemudian mulai berciuman di depan Kathrine. Kathrine tersipu malu saat melihat Graham dan Elizabeth berciuman.
"Makanlah ini." Graham memberikan pil virgin kepada Elizabeth dan Kathrine.
"Baik." Elizabeth dan Kathrine menelan pil tanpa ragu. Graham melihat tubuh Elizabeth dan Kathrine bergetar setelah menelan pil spirit.
"Graham pil apa yang kamu berikan pada kami." Kata Elizabeth dengan wajah merah.
"Pil virgin, kalian berdua akan kembali virgin setelah mengkonsumsi pil virgin." Balas Graham. "Ahhh." Elizabeth dan Kathrine terkejut dengan jawaban Graham.
Tidak lama kemudian Graham melihat tubuh Elizabeth dan Kathrine berhenti bergetar. "Lepaskan pakaian kalian. Jika kalian berdua ingin bersamaku." Kata Graham duduk di atas kasur.
Mendengar kata Graham, Kathrine dengan penuh semangat melepas pakaiannya. Begitu juga dengan Elizabeth yang perlahan melepas pakaiannya.
"Emmm, Terimakasih atas pujannya." Kata Kathrine dengan wajah merah. Elizabeth cemberut saat Graham memuji dada ibunya.
Graham mengelus wajah Kathrine kemudian mencium bibirnya. "Emmm." Kathrine memeluk Graham dengan erat.
"Ibu sangat agresif." Kata Elizabeth melihat Katherine yang memeluk Graham dengan erat.
"Berbaringlah di kasur." Kata Graham melihat Kathrine.
"Baik." Kathrine tersipu malu dan berbaring di atas kasur. "Ahhh." Kathrine tiba-tiba berteriak saat Graham menusuk miliknya.
"Darah." Elizabeth melihat darah yang keluar dari milik ibunya.
"Graham." Kathrine memeluk Graham dan mencium bibir Graham.
Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham berbaring di atas kasur dengan Elizabeth dan Kathrine di sampingnya. "Akhirnya aku bisa tidur denganmu juga." Kathrine tersenyum dan memeluk Graham.
"Baiklah, makan ini." Kata Graham memberikan pil star kepada Elizabeth dan Kathrine.
"Baik." Elizabeth dan Kathrine mengangguk kemudian menelan pil. Merasakan energi di dalam pil Elizabeth dan Kathrine mulai berkultivasi.
1 Jam kemudian Graham melihat Elizabeth dan Kathrine selesai menyerap energi di dalam pil. "Pil yang luar biasa. Pil yang kamu berikan pada kami berdua. Lebih bagus dari pada pil spirit level 9." Kata Elizabeth.
"Kalian berdua berkultivasilah. Aku akan kembali ke benua barat untuk menjemput Grace, Flora dan Elena." Kata Graham.
"Graham tolong bawa Lyra juga." Kata Elizabeth.
"Tidak masalah." Balas Graham keluar dari kamar.
Graham masuk ke dalam kamarnya dan melihat Violet yang sedang berkultivasi. "Violet." Kata Graham.
Violet membuka matanya dan berkata. "Iya sayang."
__ADS_1
"Ikutlah denganku ke benua barat." Kata Graham.
"Baik sayang." Violet tersenyum dan berjalan ke arah Graham.
"Pegang tanganku." Kata Graham mengambil token teleportasi dari tabel penyimpanan.
"Baik sayang." Violet mengangguk dan memegang tangan Graham.
Graham menghancurkan token teleportasi dan berkata. "Teleportasi menuju benua barat." Tubuh Graham dan Violet bersinar kemudian menghilang.
"Wuusshh." Graham dan Violet tiba-tiba muncul di tengah kota.
"Mama lihat kedua kakak itu tiba-tiba muncul." Seorang anak kecil menunjuk Graham dan Violet.
"Ikuti aku." Graham mengabaikan anak kecil dan berjalan ke arah rumahnya.
"Baik sayang." Violet mengangguk kemudian mengikuti Graham.
Tidak lama kemudian Graham dan Violet masuk ke dalam rumahnya. "Graham." "Paman." "Tuan." Grace, Gumiho, Flora, Elena dan Lyra melihat Graham telah kembali.
"Paman aku sangat merindukanmu." Gumiho melompat dan memeluk Graham.
"Aku juga merindukanmu." Graham tersenyum dan mengelus rambut Gumiho.
"Kemasi barang-barang kalian. Kita akan pergi ke benua suci." Kata Graham.
"Baik." Grace, Flora, Elena dan Lyra mengangguk.
"Silvia jaga rumah ini saat aku tidak ada." Graham melihat Silvia yang keluar dari kamar.
"Baik tuan. Saya akan menjaga rumah ini." Silvia mengangguk.
"Ambilah. Di dalamnya ada 10 pil spirit level 1 sampai 9." Graham memberikan cincin ruang kepada Silvia.
"Terimakasih tuan." Silvia berterimakasih.
Tidak lama kemudian Graham melihat Grace, Flora, Elena dan Lyra keluar dari dalam kamar. "Kami sudah siap." Kata Grace, Flora dan Elena.
"Baiklah, ayo kita pergi." Kata Graham keluar dari rumah di ikuti Violet dan yang lain.
"Graham apa kamu tidak mengenalkannya kepada kami." Elena melihat Violet.
"Sepertinya aku lupa mengenalkan diri. Aku Violet istri Graham." Violet tersenyum.
"Ahhh." Grace, Flora, Elena dan Lyra terkejut mendengar kata Violet.
"Setelah kembali ke benua suci. Aku akan menjelaskan kepada kalian bertiga." Graham berbicara ke dalam pikiran Grace, Flora dan Elena.
"Baik." Balas Grace, Flora dan Elena.
10 Hari telah berlalu. Saat ini Graham, Violet dan yang lain telah kembali ke benua suci. "Energi alam di benua suci 10x lebih baik dari pada di benua timur dan barat." Kata Lyra merasakan energi yang masuk ke dalam tubuhnya.
"Baiklah, ayo kita kembali ke kota." Kata Graham terbang ke langit.
"Baik." Balas Grace dan yang lain kemudian terbang di langit mengikuti Graham.
Beberapa jam kemudian Graham tiba di kota dan masuk ke dalam rumahnya. "Graham kamu sudah kembali." Graham melihat Elizabeth, Eleanor, Kathrine dan Yu Jie berjalan ke arahnya.
"Yang mulia." Lyra terkejut saat melihat Kathrine.
"Grace, Flora, Elena ayo ke kamar." Kata Graham berjalan ke kamarnya.
"Baik." Grace, Flora dan Elena mengangguk kemudian mengikuti Graham.
Graham, Grace, Flora, dan Elena kemudian masuk ke dalam kamar. "Lepaskan kontrak budak." kata Graham melihat Grace, Flora dan Elena. "Singg!!." Kepala Flora dan Elena kemudian bersinar.
"Kamu melepas kontrak budak kami." Grace, Flora dan Elena melihat Graham.
"Benar, aku menghapus kontrak budak kalian berdua." Kata Graham.
__ADS_1
Graham kemudian mulai bercerita bahwa telah menghapus kontrak budak pada Eleanor dan Elizabeth. "Graham siapa Violet. Mengapa dia mengaku sebagai istrimu. Apa kamu menikah dengannya saat meninggalkan planet Azure." Tanya Grace.