Villain System

Villain System
49. Mata-mata Kerajaan Avalon


__ADS_3

1 Jam kemudian Graham melihat pisau yang dia tempa bersinar.


"Selamat anda menciptakan pisau tingkat 1."


"Pisau Tingkat 1. Damage +1000. Di buat oleh Blacksmith Graham."


"Pisau yang aku buat tidak memiliki efek khusus seperti yang ada di tabel shop." Kata Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Baiklah, saatnya membuat pedang tingkat 2." Kata Graham mengambil sebuah besi. Graham membakar besi dan mulai menempanya. "Tingg!!." "Ting!!."


2 Jam kemudian Graham melihat pedang yang dia tempa bersinar.


"Selamat anda menciptakan pedang tingkat 3."


"Pedang Tingkat 3. Damage +1000. Di buat oleh Blacksmith Graham."


"Pedang ini tidak buruk." Kata Graham memegang pedang putih sepanjang 90 cm.


Graham terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Buka tabel shop." Tabel shop kemudian muncul di depan Graham.


Graham menekan gambar senjata dan melihat semua senjata di level 4 telah terbuka. "Oohh. Apakah Vasco, Caroline dan Henry telah mencapai tingkat Expert." Gumam Graham.


"Pedang Tingkat 4. Damage +4.000. Efek khusus dapat melukai jiwa. Stock pedang : 1."


Graham mengambil pedang tingkat 4. Pedang hitam sepanjang 100 cm muncul di depan Graham. "Dengan pedang tingkat 4 aku percaya diri bisa mengalahka tingkat Grand Master dengan mudah." Kata Graham penuh percaya diri.


Graham berjalan keluar ruangan dan melihat Fanny yang berdiri di depan pintu. "Apa dari tadi kamu menungguku luar pintu." Tanya Graham.


"Benar yang mulia." Fanny mengangguk.


"Jika hanya ada kita berdua. Kamu bisa memanggilku seperti biasanya." Graham melihat Fanny.


"Baik Graham." Fanny mengangguk.


"Baiklah, ayo kita kembali ke istana." Graham melihat Fanny.


"Baik." Fanny mengangguk.


3 hari telah berlalu. Saat ini Graham sedang makan bersama Alice, Fanny dan Viola.


"Misi harian temukan mata-mata kerajaan Avalon. Hadiah menyelesaikan misi 10 poin dan sepotong roti keras."


"Ini misi yang sangat sulit." Kata Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Penduduk di kota Britania berjumlah 10 ribu orang. Mencari 1 mata-mata di antara 10 ribu penduduk adalah hal yang sangat sulit." Kata Graham mengigit daging.


30 menit kemudian Graham telah selesai makan. Graham melihat seorang pelayan perempuan mengambil sisa makanannya. "Aku tidak pernah melihatnya. Apa dia pelayan baru." Gumam Graham.


"Aktifkan skill observasi. Munculkan status perempuan." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Kanika


Usia : 25 tahun

__ADS_1


Tingkat : Expert


Ras : Manusia


Strength : 900


Agility : 900


Vitalitas : 900


Stamina : 880/900


Ki : 890/900


Informasi : Mata-mata kerajaan Avalon


"Keberuntunganku sangat bagus." Graham menyeringai melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul di depan Graham.


"Oohh, aku sudah menyelesaikan misi." Graham terkejut melihat roti keras yang muncul di depannya.


"System apa aku perlu membunuh mata-mata kerajaan Avalon." Tanya Graham.


"Terserah anda ingin membunuhnya atau tidak." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Karena kamu bilang begitu, Aku tidak akan membunuhnya kali ini. Aku akan mengawasinya apakah ada mata-mata lain di kerajaan ini." Gumam Graham.


12 Jam kemudian Graham sedang duduk di kamarnya. "Aku tidak menyangka ada 2 mata-mata di dalam istana. 1 adalah koki dan 1 lagi adalah pelayan." Kata Graham.


Sementara itu di kerajaan Avalon. "Aku tidak menyangka Arthur menyerahkan takhtanya kepada bocah itu." Kata pria paruh baya yang memakai mahkota.


"Wajar jika Arthur menyerahkan takhtanya kepada Graham. Graham di rumorkan telah mencapai tingkat Grand Master." Balas seorang pria.


"Sepertinya kita akan berperang dengan kerajaan Britania. Karena kita telah memberikan imbalan 1.000 coin emas kepada siapapun yang bisa membunuh atau meangkapnya." Kata pria paruh baya. Ekspresi pria menjadi buruk saat mendengar kata pria paruh baya.


Sementara itu di tempat lain. "Ketua saya mendapat kabar tentang Graham." Kata wanita berpakaian hitam.


"Oohh, apa dia sudah kembali ke kerajaan Britania." Balas pria paruh baya berpakaian hitam.


"Benar ketua, Graham telah kembali ke kerajaan Britania. Dia juga menjadi raja di kerajaan Britania." Kata wanita berpakaian hitam.


"Oohh. Ceritakan dengan detail." Kata pria paruh baya berpakain hitam.


"4 hari lalu Arthur menyerahkan takhtanya kepada Graham. Duke Paul tidak setuju dengan keputusan Arthur. Graham tidak suka dengan duke Paul dan menunjukan kekuatannya yang mencapai tingkat Grand Master." Kata wanita berpakaian hitam.


"Sepertinya selama ini dia menyembunyikan kekuatan aslinya." Kata pria paruh baya dengan ekspresi serius.


"Ketua apa kita perlu menghubungi markas pusat." Tanya wanita berpakaian hitam.


"Tidak perlu, biar aku saja yang pergi ke kerajaan Britania." Balas pria berpakaian hitam kemudian menghilang dari ruangan.


Keesokan harinya Graham yang sedang duduk di singgasana melihat notifikasi muncul di depannya.

__ADS_1


"Misi harian bunuh mata-mata kerajaan Avalon. Hadiah menyelesaikan misi 10 poin dan sepotong roti keras."


"Misi hari ini seperti yang kuharapkan." Graham tersenyum kemudian berjalan keluar ruangan.


Graham berjalan ke arah dapur dan melihat koki sedang mengobrol dengan pelayan wanita.


"Yang mulia." Koki dan pelayan wanita membungkuk saat melihat Graham.


"Apa kalian berdua mata-mata kerajaan Avalon." Kata Graham melihat koki pria dan pelayan wanita.


Ekspresi koki dan pelayan berubah saat mendengar kata Graham.


"Sepertinya tebakanku benar. Kalian adalah mata-mata kerajaan Avalon." Graham tersenyum.


Mendengar kata Graham koki dan pelayan wanita melompat ke arah jendela. "Centaarr."


"Hehehe, jangan berpikir untuk melarikan diri dariku." Graham tersenyum dan mengejar koki serta pelayan.


Tidak butuh waktu lama bagi Graham mengejar koki dan pelayan. Graham mengeluarkan dua buah jarum dan berkata. "Aktifkan skill poison." Kedua tangan Graham kemudian diselimuti racun.


"Mati." Kata Graham melemparkan jarum yang diselimuti racun. "Ceepp." "Ceepp." Jarum menusuk tubuh koki dan pelayan.


"Aahh." Koki dan pelayan berteriak. "Aku tidak menyangka raja Britania menggunakan racun." Kata koki melihat kulitnya berubah menjadi ungu dan darah keluar dari hidungnya.


"Aku juga tidak menyangka kerajaan Avalon mengirim mata-mata." Balas Graham.


Mendengar kata Graham, koki batuk darah kemudian terjatuh ke tanah dengan hidung, mata, dan telinga yang mengeluarkan darah.


"Pemuda kejam sepertimu tidak pantas menjadi raja." Kata pelayan wanita terjatuh ke tanah dengan hidung, mata, dan telinga yang mengeluarkan darah.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Roti keras muncul di depan Graham.


"Yang mulia apa anda baik-baik saja." Graham melihat 5 prajurit datang.


"Aku baik-baik saja. Kalian tidak perlu khawatir." Balas Graham melihat 5 prajurit.


"Mereka berdua adalah mata-mata kerajaan Avalon." Kata Graham.


"Apa!!." 5 Prajurit terkejut dengan kata Graham.


"Aktifkan skill 5 elemen." Kata Graham kemudian api muncul di kedua tangannya.


"Wuushh." Graham kemudian membakar mayat mata-mata kerajaan Avalon.


"Rahasiakan kejadian hari ini. Aku tidak tahu apa masih ada mata-mata lain di kerajaan ini." kata Graham.


"Baik yang mulia. Kami akan merahasiakan kejadian hari ini." 5 prajurit mengangguk.


12 jam telah berlalu, saat ini seorang prajurit sedang menyelinap di dapur istana.


"Dimana Kanika dan Dang." Kata prajurit.


"Mereka berdua sudah aku bunuh." Kata Graham muncul di belakang prajuit.

__ADS_1


Prajurit terkejut dan secara reflek menyerang Graham. Graham menghindari serangan prajurit kemudian mencengkram lehernya. "Tebakanku benar. Masih ada mata-mata di kerajaan Britania." Kata Graham kemudian mematahkan leher pria. "Kraakk." Pria mati dengan leher patah.


__ADS_2