
1 Jam kemudian Graham melihat bayi rubah membuka matanya. "Apa kamu sudah selesai menyerap energi di dalam pil spirit." Graham berbicara kepada bayi rubah. Seakan tahu perkataan Graham bayi rubah menjilati tangan Graham. "Ayo kita makan daging. Daging sangat bagus untuk pertumbuhanmu" Graham menggendong bayi rumah dan keluar dari kamar penginapan.
10 menit kemudian Graham tiba di sebuah restoran. "Aku pesan 2 porsi daging ayam." Kata Graham melihat pelayan restoran. "Baik, silakan tunggu pesanan anda." Balas pelayan restoran. Graham mengangguk dan duduk di kursi kosong.
"Aahh, lucunya." Graham melihat seorang perempuan berkulit putih dan berambut hitam panjang berdiri di sampingnya. "Apa kamu menjual bayi rubah ini." Perempuan melihat bayi rubah.
"Aku tidak menjual Gumiho." Balas Graham mengelus kepala rubah putih. "Jadi nama bayi rubah ini Gumiho." Perempuan melihat rubah putih.
"Aku akan membeli bayi rubah ini seharga 10 koin emas." Kata perempuan berambut hitam panjang. "Aku tidak kekurangan uang." Balas Graham. Graham memiliki banyak koin emas setelah menjarah puluhan bandit yang dia bunuh di pegunungan.
"Apa uang yang aku tawarkan terlalu sedikit. Jika begitu aku akan membeli bayi rubah ini seharga 20 koin emas." Kata perempuan berambut hitam panjang. "Sudah kubilang aku tidak kekurangan uang." Graham menggeleng.
"Siapa namamu." Perempuan berambut hitam panjang melihat Graham. "Graham." Balas Graham. "Graham, aku tidak pernah mendengar nama ini di kerajaan Avalon." Tanya perempuan berambut hitam panjang. "Aku seorang tentara bayaran dari kerajaan Britania." Balas Graham.
Saat Graham menyebutkan Britania tatapan semua orang tertuju padanya. "Menarik, seorang tentara bayaran dari Britania berani berada di ibukota kerajaan Avalon. Terlebih lagi dia menolak tawaran Reva, anak dari seorang Marquis." Graham melihat seorang pemuda berdiri dan melepaskan jubah yang menutupi wajahnya.
"Steven." Semua orang terkejut saat melihat pemuda berambut hitam. "Sepertinya kamu terkenal." Graham melihat pemuda berambut hitam yang sedikit lebih tua darinya.
"Dia sangat terkenal di kerajaan Avalon. Karena kamu berasal dari kerajaan Britania, wajar jika kamu tidak mengenalinya." Kata perempuan berambut hitam panjang yang di panggil Reva.
"Apa kamu seorang pangeran dari kerajaan ini." Tanya Graham. "Bukan, aku hanya murid dari akademi Avalon." Pemuda berambut hitam yang di panggil Steven tersenyum.
"Lebih tepatnya dia anak dari seorang Duke dan murid jenius di akademi Avalon. Di usia 17 tahun dia mencapai tingkat Expert." Kata perempuan berambut hitam panjang yang di panggil Reva. "Kamu terlalu memujiku." Pemuda berambut hitam yang di panggil Steven tersenyum.
__ADS_1
Graham terkejut saat mengetahui pemuda di depannya anak seorang duke dan mencapai tingkat Expert dalam usia 17 tahun. "Dia adalah salah satu anak yang di pilih oleh surga. Jika di masa depan dia tidak terkena musibah. Dia akan mencapai tingkat God." Notifikasi hitam muncul di depan Graham. Graham lebih terkejut melihat notifikasi hitam yang muncul di depannya.
"Aku akan memberimu 30 koin emas. Jika kamu memberikan bayi rubah itu kepada Reva." Kata pemuda bernama Steven. "Aku tidak menjual bayi rubah ini" Graham menggeleng.
"Baiklah, jika kamu tidak ingin menjual bayi rubah itu padaku." Perempuan bernama Reva menghela nafas dan berjalan pergi. Steven melihat Graham kemudian mengejar perempuan bernama Reva.
"Kamu memiliki keberanian karena menolak permintaan anak seorang Marquis." Pelayan restoran berbicara kepada Graham. "Apa perempuan itu akan menargetkanku, karena aku menolak menjual bayi rubah ini padanya." Graham melihat pelayan restoran yang membawa makanan.
"Tidak, tapi para pengejar nona Reva akan menargetkanmu." Balas pelayan restoran. "Siapa saja yang menargetkanku. Akan berakhir buruk." Graham tersenyum.
10 menit kemudian Graham yang masih berada di restoran melihat seorang pemuda berjalan ke arahnya. "Berikan bayi rubah ini padaku." Kata pemuda menaruh 10 koin emas di atas meja. "Bagaimana jika aku menolak." Graham melihat pemuda. "Aku akan menghajarmu." Pemuda menyeringai.
"Apa pertarungan di bolehkan di ibukota ini." Graham melihat pemuda. "Tentu saja di perbolehkan. Hal yang di larang di ibukota ini adalah pembunuhan." Pemuda menyeringai. "Jika begitu, aku bisa dengan bebas menghajarmu." Kata Graham memukul perut pemuda. "Bruuakk." "Uuhh." Pemuda terlempar ke dinding.
Graham yang berdiri di luar restoran melihat pemuda berlari ke arahnya. "Buukk." Graham memukul perut pemuda. "Uuuhh." Pemuda kesakitan dan memegangi perutnya.
"Kamu bukan lawanku." Kata Graham menendang wajah pemuda. "Bruuaakk." Pemuda terlempar dan menghantam dinding restoran.
"Bukankah dia Liu Bai anak dari marquis Liu Hao. Siapa pemuda yang mengalahkannya." Kata seorang pria. "Aku tidak tahu, aku tidak pernah melihat wajahnya di kerajaan ini." Balas pria lain.
"Oohh, aku tidak menyangka kamu seorang bangsawan." Graham melihat pemuda. "Apa kamu takut setelah mengetahui aku seorang bangsawan." Pemuda tersenyum. "Buat apa aku takut pada seseorang yang lebih lemah dariku." Graham mencibir dan berjalan pergi.
Graham yang sedang berjalan melihat Steven pemuda yang dia temui di restoran berdiri di hadapannya. "Apa kamu tidak takut dengan balas dendam Liu Bai. Dia anak dari seorang marquis yang memiliki banyak bawahan tingkat Advanced." Kata Steven.
__ADS_1
"Aku tinggal melarikan diri jika para bawahannya menyerangku." Balas Graham. "Kamu pemuda yang menarik." Steven tersenyum. Graham mengabaikan Steven dan berjalan ke arah penginapan.
Tidak lama kemudian Graham kembali ke kamar penginapannya. "Tok." "Tok." Graham mendengar suara ketukan pintu. Graham membuka pintu dan melihat pemilik penginapan. "Saya dengar anda menghajar anak dari marquis Liu Hao." Kata pemilik penginapan.
"Benar, aku menghajarnya." Graham mengangguk. "Karena anda menghajar anak dari marquis. Silakan pergi dari penginapan ini." Kata pemilik penginapan. "Baiklah." Graham mengambil bayi rubah dan keluar dari penginapan.
"Jika aku mencapai tingkat Advanced. Aku akan menghancurkan penginapanmu." Graham melihat penginapan dan berjalan pergi.
Beberapa menit kemudian Graham masuk ke dalam penginapan lain. "Apa anda yang menghajar anak marquis." Kata pemilik penginapan. "Benar, aku yang menghajar anak marquis." Balas Graham.
"Silakan cari penginapan lain." Balas pemilik penginapan. Mendengar balasan pemilik penginapan Graham keluar dari penginapan.
1 Jam kemudian Graham keluar dari penginapan. "Aku tidak menyangka semua penginapan di kerajaan ini tidak menerimaku." Gumam Graham. "Sepertinya aku harus meninggalkan ibukota kerajaan ini." Graham menghela nafas dan berjalan ke arah gerbang kota.
10 menit kemudian Graham telah keluar dari ibukota Avalon. "Hehe, apa tidak ada penginapan yang menerimamu." Graham melihat Liu Bai pemuda yang di hajarnya berbicara kepadanya. "Kalau kamu berlutut kepadaku dan memberikan bayi rubah itu padaku. Aku akan melupakan masalah hari ini." Liu Bai tersenyum kepada Graham.
"Bagaimana jika aku tidak mau." Balas Graham. "Jika kamu tidak mau. Para bawahanku akan menghajarmu." Kata Liu Bai kemudian 2 pria muncul di belakang Graham. "System apa tingkat kekuatan 2 pria di belakangku." Tanya Graham.
"2 Pria di belakang anda adalah tingkat Advanced." Notifikasi hitam muncul di depan Graham. "Tingkat Advanced ya." Gumam Graham. "Aktifkan skill shadow." Kata Graham kemudian tubuhnya diselimuti aura hitam.
"Apa kamu ingin bertarung." Liu Bai waspada melihat aura hitam yang menyelimuti tubuh Graham. Graham melirik 2 pria di belakangnya kemudian melarikan diri ke arah hutan. "Kejar dia." Teriak Liu Bai melihat Graham yang melarikan diri. "Baik." 2 pria mengangguk kemudian mengejar Graham.
Graham mengambil 2 pisau dari tabel penyimpanan dan berkata. "Aktifkan skill poison." Kedua tangan Graham kemudian diselimuti asap hijau.
__ADS_1
"Matii!!." Graham melemparkan pisau yang diselimuti racun. "Tingg!!." 2 pria menangkis pisau yang dilemparkan Graham. Melihat 2 pria berhasil menangkis pisau yang dia lempar. Graham menambah kecepatannya dan berlari memasuki hutan.