
"Jika 10.000 coin emas terlalu sedikit. Aku minta 100.000 coin emas." kata Graham.
Veronica dan pria paruh baya terkejut saat mendengar kata Graham. "Baiklah, saya akan memberikan tuan Graham 100.000 coin emas." Veronica tersenyum.
Veronica kemudian memberikan kantong kain kepada Graham.
"Oohh. Di dunia ini juga menggunakan kantong ruang." Gumam Graham melihat 100.000 coin emas yang berada di dalam kantong.
"Baiklah, kami akan pergi." kata Graham melihat Veronica dan pria paruh baya.
"Ahh. Jangan pergi dulu tuan Graham. Ayo kita makan bersama lebih dulu." Kata Veronica.
"Baiklah, kebetulan aku belum makan siang." Graham mengangguk.
Veronica tersenyum saat melihat Graham setuju untuk makan bersama. Graham, Lucy, Veronica dan pria paruh baya kemudian keluar dari ruangan.
Tidak lama kemudian Graham, Lucy, Veronica dan pria paruh baya berada di ruang. "Veronica apa kamu tidak mengajak ibumu makan bersama kita." Graham melihat Veronica.
"Ibuku meninggal setelah melahirkanku tuan Graham." Veronica tersenyum.
"Oohh. Jika aku jadi ayahmu. Aku akan mencari istri lagi." kata Graham mengambil daging ayam di atas meja.
"Uhuukk." Pria paruh baya terbatuk saat mendengar kata Graham.
"Benar, apa kamu tahu siapa yang mengirim pembunuh untuk membunuh anakmu." Graham melihat pria paruh baya.
"Jika tebakan saya benar. Para pembunuh itu berasal dari kerajaan Austra. Karena ini bukan pertama kali pembunuh mengincar nyawa putri saya." Balas pria paruh baya.
"Apa kamu tidak pernah mencurigai seseorang dari kerajaanmu yang menyewa pembunuh untuk menghabisi Veronica." Tanya Graham.
Pria paruh baya terkejut saat mendengar kata Graham.
"Baiklah, kamu bisa memikirkan masalah itu nanti. Sekarang ayo kita makan dulu." Kata Graham mengigit daging ikan.
"Tuan Graham. Apa anda ksatria 10 star. Karena hanya ksatria 10 yang dapat terbang di udara." Veronica melihat Graham.
"Benar, aku adalah ksatria 10 star." Balas Graham memakan telur.
"Tuan Graham anda sangat jenius. Anda menjadi ksatria 10 star di usia yang sangat muda." Kata pria paruh baya.
"Benar, aku adalah jenius. Dalam sejarah manusia cuma aku yang bisa menjadi ksatria 10 star di usia 22 tahun." Balas Graham memakan daging.
"Ahh. Jadi anda saat ini berusia 22 tahun." Veronica terkejut saat mengetahui usia Graham 22 tahun.
Graham mengangguk dan memakan daging. "Anda hanya 1 tahun lebih tua dariku." Kata Veronica.
"Tuan Graham, apa anda dan Lucy adalah sepasang kekasih." Veronica melihat Graham.
"Benar, kita adalah sepasang kekasih." Balas Lucy memeluk lengan Graham.
"Tuan Graham apa anda tidak ingin mempunyai 2 kekasih." Kata Veronica tersipu malu.
"Tidak, aku sudah cukup buat Graham." balas Lucy.
"Aku tidak bertanya kepadamu." Veronica melihat Lucy.
"Untuk saat ini aku tidak memiliki niat untuk mempunyai 2 perempuan." Balas Graham. Lucy tersenyum saat mendengar jawaban Graham.
Beberapa menit kemudian Graham, Lucy, Veronica dan pria paruh baya telah selesai makan. "Baiklah, kami akan pergi." kata Graham keluar dari istana.
"Tuan Graham, jika anda tidak sibuk. Sering-seringlah datang mengunjungi kami." Pria paruh baya tersenyum kepada Graham.
__ADS_1
"Jika aku tidak sibuk. Aku akan mengunjungi kalian." Kata Graham memeluk Lucy kemudian terbang ke langit.
"Lucy." Graham melihat Lucy.
"Iya." Lucy melihat Graham.
"Mengapa kamu mengatakan kita adalah sepasang kekasih." Graham melihat Lucy.
"Kita berdua telah berulang kali berhubungan badan. Jadi kita berdua adalah sepasang kekasih." Lucy melihat Graham. Graham menghela nafas saat mendengar jawaban Lucy.
Beberapa jam kemudian Graham yang sedang terbang di langit melihat sebuah kota. "Lihat ada seseorang yang terbang di langit." Kata penjaga melihat Graham yang terbang di langit.
"Sejak kapan manusia bisa terbang di langit." Balas penjaga lain.
"Aku pernah dengar bahwa ksatria 10 star bisa terbang di langit." Kata penjaga.
"Wuusshh." Graham melayang turun dari langit dan mendarat di dekat gerbang.
"Ambilah." Kata Graham memberikan 2 koin emas kepada penjaga.
"Terimakasih tuan terhormat." Penjaga tersenyum saat menerima 2 koin emas dari Graham.
"Tuan yang terhormat apa anda ksatria 10 star." Tanya penjaga.
"Benar, aku adalah ksatria 10 star." Kata Graham memasuki kota bersama Lucy. 2 penjaga terkejut saat mendengar jawaban Graham.
"Dia sangat muda tapi menjadi ksatria 10 star." Kata penjaga melihat Graham.
"Mungkin dia kembali muda setelah menjadi ksatria 10 star. Mustahil seorang pemuda bisa menjadi ksatria 10 star." Balas penjaga lain.
"Tuan, saya melihat anda terbang di langit. Apakah anda ksatria 10 star." Graham melihat anak kecil berbicara kepadanya.
"Mengapa kamu mengikutiku." Graham melihat anak kecil masuk ke dalam penginapan.
"Tuan, ini adalah penginapan orang tuaku." Kata anak kecil.
"Apa dia anakmu." Kata Graham melihat wanita berusia 30an dengan rambut hitam.
"Benar tuan. Ini adalah anak saya. Apa anak saya menganggu anda." Tanya wanita berusia 30an.
"Tidak, aku berpikir dia bukan anakmu. Karena wajah kalian tidak mirip sama sekali." Balas Graham. Wanita terkejut saat mendengar kata Graham.
"Berapa biaya menginap 1 hari." Graham melihat wanita.
"Biaya menginap 1 hari adalah 1 koin emas." Balas wanita.
Graham kemudian memberikan 1 koin emas kepada wanita.
"Silakan ikuti saya." kata wanita melihat Graham.
Graham dan Lucy kemudian mengikuti wanita.
"Ini kamar anda. Jika anda butuh sesuatu silakan cari saya." Kata wanita berjalan pergi.
"Ayo masuk." Kata Graham masuk ke dalam kamar.
"Baik." Lucy mengangguk dan masuk ke dalam kamar.
"Ibu, tuan itu adalah ksatria 10 star. Aku tadi melihatnya melayang turun dari udara." Kata anak kecil melihat wanita yang berjalan ke arahnya.
"Jangan berbohong. Bagaimana bisa ksatria 10 star semuda dirinya." Balas wanita.
__ADS_1
"Aku tidak berbohong bu." Balas anak kecil.
Saat ini di sebuah istana seorang pria paruh baya berambut pirang sedang duduk di singgasana. "Ada apa." Kata pria paruh baya melihat pria botak yang membungkuk kepadanya.
"Yang mulia. Saya baru saja melihat ksatria 10 star." Kata pria botak kemudian menceritakan Graham yang melayang turun dari langit dan masuk ke dalam penginapan.
"Oohh. Aku tidak menyangka ksatria 10 star akan berkunjung ke kerajaanku." Pria paruh baya terkejut.
"Panggil Rudeus untuk menemuiku." Kata pria paruh baya.
"Baik yang mulia." Balas penjaga yang berdiri di depan pintu.
Tidak lama kemudian pria berambut pirang masuk ke dalam ruangan. "Mengapa ayah memanggilku." Kata pria berambut pirang.
"Rudues kamu pergilah bersamanya untuk bertemu ksatria 10 star." Kata pria paruh baya.
"Ehh. Ada ksatria 10 star di kota ini." Pria berambut pirang terkejut.
"Benar, saat ini dia sedang berada di penginapan." Balas pria paruh baya.
"Kamu pergilah bersamanya dan undang ksatria 10 star kemari." Kata pria paruh baya.
"Baik yah." Pria berambut pirang mengangguk.
Saat ini Graham dan Lucy sedang berciuman di dalam kamar penginapan. "Tok." "Tok." Graham mendengar suara ketukan pintu. Graham berhenti mencium Lucy dan membuka pintu.
"Apa anda ksatria 10 star." Kata pria berambut pirang melihat Graham.
Graham menunjuk kepala pria berambut pirang. "Buusshh." Jarum angin keluar dari jari Graham dan menembus kepala pria berambut pirang.
"Buukk." Pria berambut pirang mati dengan kepala berlubang.
"Pangeran." Pria botak berteriak saat Graham membunuh pria berambut pirang.
"Aku paling benci saat seseorang menganggu waktu istirahatku." Kata Graham menunjuk kepala pria botak. "Buusshh." Jarum angin keluar dari jari Graham dan menembus kepala pria botak.
"Buuukk." Pria botak mati dengan kepala berlubang.
"Ahhhh." Grahaam melihat wanita pemilik penginapan berteriak.
"Berhentilah berteriak atau aku akan membunuhmu juga." Graham melihat wanita pemilik penginapan.
"Baik." Wanita pemilik penginapan mengangguk ketakutan.
"Graham apa kamu membunuh mereka berdua." Lucy memeluk Graham dari belakang.
"Jika kamu punya mata. Kamu bisa melihat aku membunuh mereka atau tidak." kata Graham.
"Aku hanya bertanya. Jadi jangan marah." Lucy cemberut saat mendengar balasan Graham.
"Lucy ayo kita pergi dari sini." Graham melihat Lucy.
"Ehhh. Kita akan pergi lagi." Lucy terkejut.
"Jangan banyak tanya dan ikuti saja aku." kata Graham mengambil mayat pria berambut pirang dan berjalan keluar penginapan.
"Graham tunggu aku." kata Lucy mengejar Graham.
Tidak lama kemudian Graham dan Lucy tiba di istana. "Siapa kamu." Kata penjaga melihat Graham.
Graham menciptakan api kemudian membakar penjaga. "Ahhhh." Penjaga berteriak saat tubuhnya terbakar.
__ADS_1