Villain System

Villain System
131. Reinkarnasi


__ADS_3

Tidak lama kemudian Graham melihat mobil suv berhenti di depanya. "Tuan Graham, saya senang bertemu dengan anda." Pria paruh baya berambut putih turun dari mobil dan berjalan ke arah Graham.


"Perkenalkan, saya Mike ketua asosiasi hunter Amerika Serikat." Pria paruh baya berambut putih tersenyum dan mengulurkan tangannya. Graham mengangguk dan menjabat tangan Mike.


"Saudara Graham, silakan masuk ke dalam mobil." Kata Mike.


"Violet, ayo masuk ke dalam mobil." Kata Graham masuk ke dalam mobil.


"Baik." Violet mengangguk kemudian masuk ke dalam mobil.


"Antony, pergi ke perumahan Medina." Kata Mike.


"Baik ketua." Antony mengangguk kemudian mengendarai mobil.


Tidak lama kemudian Graham melihat mobil berhenti di depan sebuah rumah mewah. "Saudara Graham, ayo kita turun." Kata Mike turun dari mobil. Graham dan Violet kemudian turun dari mobil.


"Saudara Graham, rumah ini adalah hadiah dari asosiasi hunter Amerika Serikat kepada anda." Mike tersenyum dan membuka pintu rumah.


Graham masuk ke dalam rumah dan berkata. "Rumah ini bagus." Kata Graham melihat bagian dalam rumah. Mike tersenyum mendengar Graham menyukai rumah yang di berikan kepadanya.


"Saudara Graham, besok bisakah anda melakukan konferensi pers." Tanya Mike.


"Baiklah, besok aku akan melakukan konferensi pers." Balas Graham. Mike tersenyum mendengar Graham setuju melakukan konferensi pers.


Keesokan harinya Graham sedang melakukan konferensi pers bersama Mike. "Graham, mengapa anda bergabung dengan asosiasi hunter Amerika Serikat." Tanya seorang reporter.


"Indonesia memperlakukanku dengan buruk. Jadi aku bergabung dengan asosiasi hunter Amerika Serikat." Jawab Graham.


Jakarta, Indonesia. Subianto saat ini sedang melihat siaran televisi. "Bruaakk." Subianto menghancurkan meja melihat Graham yang bergabung dengan asosiasi hunter Amerika Serikat.


"Ini semua salah polisi berengsek. Jika mereka tidak menyerang Graham. Graham tidak akan pindah ke Amerika Serikat." Subianto mengutuk.


"Ketua, karena Graham pindah ke Amerikat Serikat. Bagaimana dengan dungeon rangking S yang muncul kemarin." Tanya Gibran.


"Gibran, ayo kita pergi ke Amerika Serikat untuk menemui Graham. Hanya Graham harapan kita satu-satunya untuk menyelesaikan dungeon rangking S." Kata Subianto.


"Baik ketua." Gibran mengangguk.


Saat ini Graham telah selesai konferensi pers. "Graham, ini kartu identitas kamu dan kartu rekening anda." Kata Mike memberikan kartu kepada Graham.


"Di kartu rekening itu ada 70 Juta dolar atau setara 1 Triliun 50 Miliar rupiah." Kata Mike.


"Graham, apa kamu mempunyai smartphone." Tanya Mike. Mike tidak pernah melihat Graham bermain smartphone.


"Tidak." Balas Graham.


"Saya sarankan kamu membeli smartphone." Sebelum menyelesaikan kalimatnya Mike melihat Graham telah menghilang.


Graham muncul di sebuah ruangan dan melihat Violet sedang menonton televisi. "Violet, apa kamu ingin membeli smartphone." Tanya Graham.


"Apakah Smartphone itu alat yang sering di gunakan Celsi dan Geraldine." Tanya Violet.


"Benar." Graham mengangguk.


"Baik, ayo kita membeli Smartphone." Violet tersenyum.


Keesokan harinya Graham dan Violet sedang menonton televisi. "Slyvie." Kata Graham melihat perempuan berambut biru yang sedang beryanyi.


"Sayang, apa kamu mengenalnya." Tanya Violet.


"Tidak, dia hanya terlihat seperti salah satu perempuanku yang telah meninggal." Kata Graham teringat Slyvie yang bunuh diri.


"Violet, kamu diamlah di rumah. Aku ingin pergi menemui Mike." Kata Graham melihat Violet.

__ADS_1


"Baik." Violet mengangguk.


"Teleportasi." Kata Graham kemudian dirinya menghilang.


Mike yang sedang bersantai sambil menonton televisi melihat Graham tiba-tiba muncul di depannya. "Mike, aku ingin bertemu seseorang." Kata Graham melihat Mike.


"Siapa yang ingin kamu temui." Tanya Mike penasaran.


Graham kemudian merubah channel televisi. "Aku ingin bertemu dengannya." Kata Graham melihat perempuan berambut biru yang sedang beryanyi.


"Namanya Silvy dia adalah seorang Idol." Balas Mike.


"Dia juga bernama Silvy." Graham terkejut.


"Apa kamu tertarik dengannya." Tanya Mike.


"Kamu tidak perlu tahu." Balas Graham.


"Baiklah, aku akan berbicara kepada Managernya. Untuk menyuruh Silvy bertemu denganmu." Balas Mike.


"Bagus." Graham mengangguk.


New York, Amerika Serikat. Seorang perempuan berkulit putih yang memiliki rambut biru panjang sedang memakan permen. "Silvy, ayo kita pergi ke Washington." Kata wanita berambut pirang.


"Mengapa kita ingin pergi ke Washington." Tanya perempuan berambut biru yang di panggil Silvy.


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu." Kata wanita berambut pirang.


"Apakah yang ingin bertemu denganku orang penting." Tanya Silvy.


"Tidak, lebih tepatnya dia orang yang sangat kuat. Dia adalah Graham hunter yang baru saja bergabung ke asosiasi hunter Amerika Serikat." Kata wanita berambut pirang.


"Ahhh." Silvy terkejut mendengar kata wanita berambut pirang.


"Aku juga tidak tahu." Wanita berambut pirang menggeleng.


"Tapi jika kamu tidak menemuinya. Sudah aku pastikan dia akan berniat buruk kepadamu." Kata wanita berambut pirang.


"Jika begitu, tunggu apa lagi. Ayo kita pergi ke Washington untuk menemuinya." Balas Silvy.


Washington, Amerika Serikat. Perempuan berambut biru dan wanita berambut pirang turun dari mobil. "Emma, aku sangat gugup." Kata Silvy melihat Gedung asosasi.


"Kamu tidak perlu gugup. Di dalam Gedung juga ada ketua Asosiasi Hunter. Aku yakin Graham tidak akan menyakiti kita." Kata wanita berambut pirang.


Silvy dan wanita berambut pirang kemudian masuk ke dalam Gedung asosiasi.


Graham yang sedang mengobrol bersama Mike, terkejut melihat perempuan berambut biru yang masuk ke dalam ruangan. "Dia 100% terlihat persis dengan Slyvie." Gumam Graham.


"Aktifkan skill observation. Munculkan status perempuan." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.


Nama : Silvy


Usia : 12 tahun


Ras : Manusia


Strength : 10


Agility : 10


Vitalitas : 10


Stamina : 10/10

__ADS_1


Ki : 0/0


Informasi : Reinkarnator


Graham terkejut saat melihat status Silvy. "Jangan bilang dia adalah Reinkarnasi Slyvie yang bunuh diri." Gumam Graham.


Graham berdiri kemudian tersenyum kepada Silvy. "Namaku Graham."


"Silvy." Silvy tersenyum dan menjabat tangan Graham.


"Tanganmu sungguh lembut." Kata Graham melihat Silvy. Silvy tersipu malu saat mendengar kata Graham.


"Silvy, apa kamu sudah makan." Tanya Graham.


"Saya belum makan siang." Balas Silvy.


"Karena kamu belum makan. Mengapa kita tidak makan bersama." Kata Graham.


"Baik, saya tidak akan menolak ajakan hunter Graham." Silvy tersenyum. Graham kemudian keluar dari ruangan di ikuti Silvy.


Mike dan wanita berambut pirang terkejut melihat Graham yang tiba-tiba akrab dengan Silvy. "Jangan bilang Graham menghipnotisnya." Gumam Mike.


"Ketua Asosiasi, saya pamit pergi." Kata wanita berambut pirang mengikuti Silvy.


"Kamu ingin makan apa." Tanya Graham.


"Terserah anda." Balas Silvy.


Graham memegang bahu Silvy dan berkata. "Teleportasi." Graham dan Silvy kemudian menghilang.


"Ahhh. Kemana mereka berdua pergi." kata wanita berambut pirang melihat Graham dan Silvy menghilang.


"Wuuzz." Graham dan Silvy muncul di sebuah restoran yang terletak di dekat pantai. "Ahhh." Pelayan restoran terkejut melihat Graham dan Silvy yang tiba-tiba muncul di depannya.


"Aku pesan 4 lobster dan 4 kepiting." Kata Graham melihat pelayan restoran.


"Kamu ingin minum apa." Tanya Graham melihat Silvy.


"Lemon tea." Kata Silvy.


"2 Lemon Tea." Kata Graham melihat pelayan restoran. "Baik, silakan tunggu pesanan anda." Pelayan mengangguk kemudian masuk ke dalam dapur.


Tidak lama kemudian Graham melihat pesanannya datang. "Ayo kita makan." Kata Graham melihat Silvy. "Baik." Silvy mengangguk. Graham dan Silvy kemudian mulai makan.


"Pelan-pelan kalau makan." Kata Graham mengusap saus di bibir Silvy dengan jarinya. Silvy tersipu malu saat Graham mengusap saus di bibirnya.


"Saat ini kita berada dimana." Tanya Silvy melihat pantai. Silvy tahu kemampuan Graham adalah teleportasi.


"Saat ini kita berada di Bali, Indonesia." Balas Graham.


"Ahhh." Silvy terkejut dengan jawaban Graham.


Washington, Amerika Serikat. Subianto dan Gibran turun dari pesawat. "Saya Antony anggota asosiasi hunter Amerika yang bertugas untuk menjemput anda di bandara." Kata Antony melihat Subianto.


"Antar aku menemui ketua asosiasimu." Kata Subianto melihat Antony.


"Baik, silakan ikuti saya." Balas Antony. Subianto dan Gibran kemudian mengikuti Antony.


Bali, Indonesia. Graham dan Silvy telah selesai makan. "Ayo kita kembali." kata Graham melihat Silvy.


"Baik." Silvy mengangguk.


"Teleportasi." Kata Graham kemudian dirinya dan Silvy menghilang.

__ADS_1


Washington, Amerika Serikat. Subianto, Gibran dan Antony masuk ke dalam Gedung asosiasi. "Wuusshh." "Graham." Subianto dan Gibran terkejut melihat Graham muncul di depan mereka bersama seorang perempuan berambut biru.


__ADS_2