
"Sepertinya aku harus bertarung habis-habisan." Gumam Graham kemudian menelan 3 pil.
"Anda telah mengkonsumsi pil power level 7. Kekuatan anda meningkat 70% selama 7 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pil speed level 7. Kecepatan anda meningkat 70% selama 7 menit."
"Anda telah mengkonsumsi pill vitalitas level 7. Daya hidup anda meningkat 70% selama 7 menit." 3 Notifkasi muncul di depan Graham.
"Mati!!." Teriak pria berambut biru kemudian ratusan pedang es melesat ke arah Graham.
Graham membuka mulutnya kemudian menembakan bola cahaya bertubi-tubi ke arah ratusan pedang es. "Booomm." "Boooomm." Ledakan terjadi.
Pria berambut biru terkejut melihat ratusan pedangnya es nya yang hancur.
"Jangan melamun saat kita sedang bertarung." Graham muncul di depan pria berambut biru dan memukul wajahnya.
"Booomm!!." Pria berambut biru melesat sejauh 100 meter.
"Mengapa dia sangat cepat. Pukulannya juga terasa menyakitkan." Pria berambut biru terkejut.
"Sudah kubilang jangan melamum saat kita sedang bertarung." Graham muncul di depan pria berambut biru kemudian menembakan bola cahaya dari jarak dekat. "Booomm!!!." Ledakan terjadi.
"Graham aku akan membunuhmu." Teriak pria berambut biru memukul Graham.
Graham menghindari serangan pria kemudian memukul wajahnya. "Booomm!." Pria berambut biru melesat sejauh 100 meter.
"Mati!!." Graham membuka mulutnya dan menembakan bola cahaya bertubi-tubi. "Booomm!!." "Booomm!!." Bola cahaya meledak saat mengenai tubuh pria berambut biru.
"Aku tidak menyangka Graham menyudutkan kak Victor seorang kultivator tingkat Saint." Eleanor terkejut saat melihat pertarungan Graham dan Victor.
"Sial, bagaimana bisa kultivator tingkat kaisar sekuat ini." Pria berambut biru mengusap darah di mulutnya.
"Dimana kesombonganmu tadi." Graham muncul di depan pria berambut biru kemudian memukul wajahnya. "Booomm!!" pria berambut biru melesat sejauh 100 meter.
"Uugghh!!. Aku harus melarikan diri." Kata pria berambut biru. Pria berambut biru tahu bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan Graham.
"Graham aku akan mengingat kejadian hari ini. Tunggu saja pembalasanku." Teriak pria berambut biru kemudian terbang ke arah selatan.
"Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi." balas Graham mengejar pria berambut biru.
"Bajingan. Ternyata dia tidak ingin membiarkanku pergi." Pria berambut biru mengutuk kemudian menggerakan jarinya.
"Kraaakk." Tubuh Graham tiba-tiba membeku. Melihat tubuh Graham yang membeku pria berambut biru terbang ke arah selatan dengan cepat. "Kraaakk." Graham menghancurkan es.
"Sial, dia semakin bertambah jauh." Graham mengutuk kemudian menebakan bola cahaya bertubi-tubi. "Busshh." "Buusshh." Graham melihat pria berambut biru menghindari bola cahayanya. "Booom!!!." "Boomm!!." Bola cahaya meledak di langit.
"System apa aku harus mengejarnya." Kata Graham melihat pria berambut biru yang semakin menjauh.
"Terserah anda untuk mengejarnya atau tidak." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.
__ADS_1
"Jika aku tidak membunuhnya sekarang. Aku mempunyai firasat dia akan membawa bantuan untuk melawanku." Kata Graham dengan ekspresi serius.
"Uuhh." "Sepertinya efek pil power, speed dan vitalitas sudah habis." Kata Graham merasakan tubuhnya menjadi lemah.
Graham melayang turun dari langit dan berjalan ke arah istana. "Duke Graham." Penjaga istana berkata dengan hormat saat melihat Graham. Penjaga istana terpesona saat melihat pertarungan Graham dan pria berambut biru di langit.
Graham mengabaikan penjaga dan masuk ke dalam istana. "Ahh. Duke Graham." Jessica terkejut saat melihat Graham. Jessica tidak menyangka Graham bisa membuat kultivator tingkat Saint melarikan diri.
Graham mengabaikan Jessica dan masuk ke dalam ruangan. "Eleanor aku butuh penjelasan darimu." Graham melihat wanita berambut putih yang duduk di singgasana.
Mendengar Graham memanggil namanya secara langsung. Eleanor tahu bahwa Graham kecewa padanya.
"Kultivator tingkat Saint yang baru saja kamu lawan adalah Victor. Dia kakak Elsa pemimpin sekte frozen yang kamu bunuh." Eleanor menatap Graham.
"Mengapa kamu mengatakan bahwa aku yang membunuh pemimpin sekte frozen. Apa kamu melihat dengan mata mu sendiri. Bahwa aku yang membunuh pemimpin sekte frozen." Graham menatap Eleanor.
"Aku hanya mengatakan kamu pengguna racun. Lalu kak Victor menuduhmu sebagai pembunuh adiknya." Balas Eleanor.
Graham ingat bahwa dia meracuni ratusan anggota sekte frozen dan membiarkan mayat mereka membusuk.
"Apa pria berambut biru itu mempunyai teman di benua suci." Graham menatap Eleanor.
"Kak Victor mempunyai banyak teman di benua suci. Tapi teman yang paling akrab dengannya adalah Julian naga es." Balas Eleanor.
"Apa naga es itu juga peringkat saint." Tanya Graham.
"Benar. Julian adalah naga tingkat saint." Balas Eleanor.
"Jika pria berambut biru itu kembali. Katakan padanya bahwa aku pergi ke benua utara." Graham menatap Eleanor.
"Baik. Aku akan menagatakan pada kak Victor bahwa kamu pergi ke benua utara." Eleanor mengangguk.
"Bagus." Graham mengangguk kemudian berjalan pergi.
Tidak lama setelah meninggalkan istana. Graham melihat Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny berjalan ke arahnya. "Graham mengapa kultivator tingkat saint tiba-tiba menyerangmu." Tanya Elena.
"Dia adalah saudara Elsa pemimpin sekte frozen yang aku bunuh. Dia juga berasal dari benua suci." Balas Graham.
"Ahhh." Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny terkejut mendengar jawaban Graham.
"Ayo kita pergi dari benua barat." Graham melihat Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny.
"Kita akan pergi kemana." Tanya Elizabeth.
"Benua timur." Balas Graham.
Saat ini di suatu tempat seorang wanita berambut kuning sedang duduk di singgasana. "Paus, saya mendapatkan informasi dari kekaisaran. Duke Graham baru saja bertarung dengan kultivator tingkat saint." Kata wanita berjubah putih.
"Apa Graham mati." Balas wanita berambut kuning yang di panggil Paus.
__ADS_1
"Tidak paus. Duke Graham berhasil mengalahkan kultivator tingkat saint." Balas wanita berjubah putih.
"Apa!!" Wanita berambut kuning terkejut mendengar Graham berhasil mengalahkan kultivator tingkat saint.
"Siapa nama kultivator tingkat Saint yang di kalahkan Graham." Wanita berambut kuning melihat wanita berjubah putih.
"Namanya adalah Victor Paus. Alasan Victor menyerang Duke Graham. Karena adiknya pemimpin sekte frozen di bunuh oleh duke Graham.
"Apa!!." Sekali lagi wanita berambut kuning terkejut mendengar kata wanita berjubah putih.
3 hari telah berlalu saat ini Graham berada di sebuah kota yang terletak di tepi pantai. "Duke Graham." Pria botak terkejut saat melihat Graham.
"Kita bertemu lagi baldy." Graham melihat pria botak.
"Aku ingin menyewa kapalmu ke benua timur." Kata Graham memberikan 100 pil spirit level 1, 2 dan 3 kepada pria botak.
"Kapan kita akan pergi ke benua timur duke." Tanya pria botak.
"Hari ini juga." Balas Graham.
"Baik Duke. Saya akan menyiapkan kapal." Pria botak mengangguk.
Tidak lama kemudian Graham, Elizabeth, Elena, Flora dan Fanny berada di atas kapal bewarna biru sebesar 20 meter.
"Duke Graham apa anda mengalahkan kultivator tingkat Saint." Tanya pria botak.
"Aku tidak mengalahkan kultivator tingkat saint. Kultivator tingkat saint itu melarikan diri." Graham menggeleng.
Saat ini di benua selatan. Pria dengan dua tanduk biru di kepalanya melihat seekor bunglon sebesar 7 meter. "Katakan padaku siapa yang membunuh semua ras naga di benua selatan." Pria dengan dua tanduk di biru menatap bunglon.
"Yang membunuh semua ras naga di benua selatan adalah seorang manusia yang mulia." Bunglon menjawab dengan ketakutan.
"Seperti apa penampilan manusia itu." Pria dengan dua tanduk biru berbicara dengan nada menyeramkan.
"Manusia yang membunuh tuan Draco, Casius, Denzel, Eramus, Ignatus dan Malovire adalah seorang pemuda." Balas bunglon kemudian menggambarkan penampilan Graham.
"Benar yang mulia. Pemuda itu juga bisa berubah menjadi manusia naga." Bunglon teringat saat Graham berubah menjadi manusia naga.
Pria dengan dua tanduk biru terkejut mendengar kata bunglon. "Apa dia hasil persilangan naga dan manusia." Gumam pria dengan dua tanduk biru.
"Sepertinya aku harus pergi ke benua barat." Kata pria dengan dua tanduk biru kemudian terbang ke arah barat.
7 Hari kemudian pria dengan dua tanduk biru melihat pria berambut biru terbang ke arahnya. "Julian." Teriak pria berambut biru.
"Victor." Teriak pria dengan dua tanduk biru.
"Julian aku butuh bantuanmu." Pria berambut biru yang di panggil Victor menatap pria dengan dua tanduk biru.
"Katakan saja. Aku pasti akan membantumu." Balas pria dengan dua tanduk biru yang di panggil Julian.
__ADS_1
Pria berambut biru kemudian menceritakan bahwa dirinya di kalahkan oleh seorang manusia tingkat kaisar.