Villain System

Villain System
67. Melawan 7 Petinggi Sekte Demonic


__ADS_3

Edward gemetar ketakutan saat merasakan aura Graham. Melihat Edward yang tidak bisa berbicara karena ketakutan, Graham menghilangkan auranya. "Bicaralah." Graham melihat Edward.


"Tuan Graham kapan anda menerobos tingkat kaisar." Kata Edward mengusap keringatnya.


"Aku menerobos tingkat kaisar 2 minggu lalu." balas Graham.


"Tuan Graham anda sangat luar biasa. Anda mencapai tingkat kaisar di usia yang begitu muda." Edward tersenyum.


"Berikan ini pada bawahanmu." Graham memberikan pil pemulihan level 1 kepada Edward.


"Baik." Edward mengangguk.


"Aku akan membawa Elena pergi denganku. Apa kamu keberatan." Graham melihat Edward.


"Saya tidak keberatan." Edward menggeleng.


"Bagus." Graham mengangguk.


"Ini ambilah." Graham memberikan 1 pil spirit level 1, 2 , 3 dan 4 kepada Edward.


"Terimakasih tuan Graham." Edward berterimakasih saat menerima pil spirit.


Graham mengangguk dan keluar dari ruangan. Melihat Graham keluar dari ruangan Edward memberikan pil pemulihan kepada bawahannya. "Apa kamu lupa bahwa Graham terkenal gila dan tidak kenal takut." Kata Edward melihat bawahnnya.


"Saya melupakannya yang mulia." Pria berusia 30 an tersenyum kecut.


"Graham apa yang kamu bicarakan dengan ayahku." Tanya Elena saat melihat Graham berjalan ke arahnya.


"Dia mengucapkan selamat karena aku telah mencapai tingkat kaisar." Balas Graham.


"Aaahh. Apa kamu sudah menerobos tingkat kaisar." Alice, Elena, Fanny dan Viola terkejut.


"Benar, aku sudah menerobos tingkat kaisar 2 minggu lalu." Graham mengangguk.


"Monster." Kata Alice, Elena, Fanny dan Viola secara bersamaan.


"Baiklah, ayo kita tinggalkan kota ini." kata Graham memasukan rubah putih ke dalam pakaiannya.


"Baik." Alice, Elizabeth, Elena, Fanny, dan Viola mengangguk. Graham kemudian meninggalkan istana di ikuti Alice dan yang lain.


1 Jam telah berlalu. Graham dan 5 perempuan telah meninggalkan ibukota kerajaan Evora dan berada di tengah hutan. "Graham kita akan pergi kemana." Tanya Elena.


"Kita akan pergi menemui orang tua Alice dan Viola. Setelah itu kita akan pergi menuju kerajaan Britania." Balas Graham.


"Benar, konsumsilah semua pil spirit ini satu persatu." Kata Graham memberikan 1 pil spirit level 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 kepada Alice, Elena, Fanny dan Viola.


"Baik." Ke empat perempuan mengangguk dan menelan pil spirit.


"Mengapa kamu tidak memberiku pil spirit level 6." Elizabeth melihat Graham.


"Apa kamu belum mengkonsumsi pil spirit level 6." Tanya Graham.


"Belum." Elizabeth menggeleng.


"Konsumsilah pil ini." Graham memberikan pil spirit level 6 kepada Elizabeth.

__ADS_1


"Baik." Elizabeth mengangguk dan menelan pil spirit level 6. Merasakan energi di dalam pil spirit. Elizabeth duduk dan mulai berkultivasi.


Melihat 5 perempuan yang menyerap energi di dalam pil spirit Graham berkata. "Munculkan tabel status." Layar status kemudian muncul di depan Graham.


Nama : Graham


Usia : 16 tahun


Tingkat : Kaisar


Ras : Manusia


Strength : 11.200


Agility : 11.200


Vitalitas : 11.200


Stamina : 10.200/11.200


Ki : 10.700/11.200


Poin : 0


Melihat statusnya Graham berkata. "System berapa poin yang aku butuhkan untuk menerobos tingkat Saint." Kata Graham melihat statusnya.


"Anda membutuhkan 40.000 poin untuk menerobos tingkat Saint." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Jika aku berkultivasi selama 5 jam seperti biasanya. Aku butuh waktu 1 tahun setengah untuk menerobos tingkat Saint." Kata Graham.


"Kuuu." Rubah putih keluar dari dalam pakaian Graham.


"Kuuu." Rubah putih mengangguk.


"Baiklah, makan ini dan cepatlah menerobos tingkat Advanced." Graham tersenyum dan memberikan pil spirit level 6 kepada rubah putih. Rubah putih menelan pil kemudian memejamkan matanya dan tertidur di tanah.


Sementara itu di tempat lain. 1 wanita berpakaian hitam dan 7 pria berpakaian hitam sedang berkumpul di sebuah ruangan. "Pemimpin markas cabang di kerajaan Flores telah di serang." Kata seorang pria berpakaian hitam.


"Sepertinya dia sudah kembali." kata wanita berpakaian hitam. Dia tahu hanya Graham yang berani menghancurkan markas sekte demonic.


"Kalian bertujuh pergilah dan temukan keberadaan Graham." Kata wanita berpakaian hitam.


"Baik pemimpin." Balas 7 pria berpakaian hitam secara bersamaan.


6 jam telah berlalu saat ini Graham melihat Alice, Elena, Fanny dan Viola yang menerobos tingkat Grand Master secara bersamaan.


"Aku tidak pernah menyangka akan menerobos tingkat Grand Master di usia yang sangat muda." Kata Alice.


"Benar, dulu aku hanya bermimpi untuk menerobos tingkat master." Kata Viola.


"Baiklah, ayo kita lanjutkan perjalanan." Kata Graham melihat Alice, Elena, Elizabeth, Fanny dan Viola.


"Baik." 5 perempuan mengangguk.


Keesokan harinya Graham berada di sebuah kota. Graham masuk ke dalam sebuah rumah dan melihat wajah-wajah yang di kenalnya. "Ahhh. Yang mulia." Henry, Austin dan Vasco membungkuk saat melihat Graham.

__ADS_1


"Ambilah." Graham memberikan 1 pil spirit level 1, 2, 3, dan 4 kepada Henry, Austin dan Vasco.


"Terimakasih yang mulia." Henry, Austin dan Vasco bahagia saat menerima pil spirit level 1, 2, 3 dan 4.


"Austin, Henry, Vasco kalian bertiga sebarkan berita bahwa aku telah kembali." Graham melihat Austin, Henry dan Vasco.


"Baik yang mulia." Balas Austin, Henry dan Vasco dengan penuh semangat.


"Bagus." Graham mengangguk dan keluar dari rumah.


"Apa kalian berdua tidak ingin menemui orang tua kalian." Graham melihat Alice dan Viola yang berdiri di luar rumah bersama Elena, Elizabeth dan Fanny.


"Tidak, beberapa hari yang lalu saya dan Alice sudah bertemu kedua orang tua kami." Balas Viola.


"Baiklah, ayo kita cari penginapan." Kata Graham.


"Baik." Balas 5 perempuan.


Tidak lama kemudian Graham menemukan penginapan dan memesan 6 kamar. "Sudah lama sejak terakhir kali aku tidur di kasur." Kata Graham berbaring di kasur.


"Tok." "Tok." Graham berdiri dan membuka pintu. "Ada apa." Graham melihat Alice yang berdiri di luar kamarnya.


Alice masuk ke dalam kamar dan mengkunci pintu. "Graham apa kamu tidak merindukanku." Alice menatap Graham.


"Tentu saja aku merindukanmu." Graham tersenyum dan membaringkan Alice ke kasur. Graham mengelus wajah Alice kemudian mencium bibirnya. "Eeemm." Alice memejamkan matanya dan memeluk Graham.


Keesokan harinya Graham berada di luar kota bersama Alice, Elizabeth, Elena, Fanny dan Viola. "Graham apa kita serius akan pergi ke kerajaan Britania." Tanya Elena.


"Aku serius." Balas Graham. "Baiklah, ayo pergi." kata Graham terbang ke langit.


"Baik." Alice dan yang lain mengangguk kemudian terbang mengikuti Graham.


2 Hari telah berlalu saat ini Graham berada di ibukota Britania. "Apa kamu serius ingin kita tinggal di kota yang hancur ini." Elizabeth melihat Graham.


"Aku serius." Balas Graham berkeliling kota.


"Sebelum menjadi raja aku tinggal di rumah ini." kata Graham melihat rumah yang setengah hancur.


"Kalian berlima bantu aku perbaiki rumah ini." kata Graham.


"Ahh. Baik." Elizabeth dan yang lain mengangguk.


Saat hendak memperbaiki rumah Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.


"Misi Harian bunuh 7 petinggi sekte demonic. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."


"Yang dikatakan pemimpin ternyata benar. Kamu telah kembali dari benua timur." Graham melihat 7 pria berpakaian hitam yang melayang di langit.


"Elizabeth lindungi Alice, Elena, Fanny dan Viola. Aku akan menghadapi mereka bertujuh." Kata Graham terbang ke langit.


"Baik." Elizabeth mengangguk.


"Apa kalian punya kata-kata terakhir." Kata Graham melihat 7 pria berpakaian hitam.


"Hahaha. Kamu sungguh sombong. Apa kamu pikir dapat mengalahkan kami bertujuh." 7 pria berpakaian hitam tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Aktifkan skill poison." Kata Graham kemudian tubuhnya di selimuti asap hijau. Ekspresi 7 pria berpakaian hitam tiba-tiba menjadi serius melihat asap hijau yang mengelilingi Graham.


"Menyebar." Kata Graham kemudian asap hijau menyebar dengan cepat.


__ADS_2