
3 Hari kemudian di kerajaan Britania. "Aku tidak menyangka ketua dikalahkan oleh Graham." Kata wanita berpakaian hitam.
"Harumi apa yang akan kita lakukan sekarang." Tanya pria berpakaian hitam.
"Ayo kita pergi ke markas utama. Kita harus memberitahukan kejadian ini kepada pemimpin sekte." Kata wanita berpakaian hitam.
"Baik." Pria berpakaian hitam mengangguk.
1 tahun telah berlalu setelah Graham merebut tubuh pemuda. Saat ini Graham sedang berada di tepi sungai.
"Munculkan tabel status." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Graham
Usia : 16 tahun
Tingkat : Grand Master
Ras : Manusia
Strength : 4.300
Agility : 4.300
Vitalitas : 4.300
Stamina : 4.100/4.300
Ki : 4.200/4.300
Poin : 0
"Kurang 700 poin lagi aku akan mencapai tingkat Raja." Kata Graham kemudian menutup layar status.
"Munculkan tabel skill." Kata Graham kemudian tabel skill muncul di depannya.
"Saat ini aku sudah mempelajari skill Observasi Level 5. Skill Poison Level 5. Skill Kontrak Budak Level 5. Skill 5 Elemen Level 5. Dan Skill Transformation Black Dragon Level 5." Kata Graham melihat skill yang dia punya.
"Kuuu." Graham melihat Fanny dan rubah putih berjalan ke arahnya. "Ayo kita kembali ke kerajaan Britania. Tujuanku untuk membunuh 100 kultivator tingkat Master telah tercapai." Kata Graham.
"Baik." Fanny mengangguk.
"Makan ini." kata Graham melemparkan pil spirit level 3 kepada Fanny.
"Baik." Fanny mengangguk dengan patuh kemudian menelan pil spirit level 3. Merasakan energi di dalam pil spirit. Fanny duduk kemudian mulai berkultivasi.
"Kuuu." Rubah putih menjilati tangan Graham.
"Apa kamu mau juga." Graham melihat rubah putih.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk.
"Kamu semakin pintar." Graham tersenyum kemudian memasukan pil spirit level 3 ke dalam mulut rubah putih.
Setelah menelan pil spirit rubah putih memejamkan matanya. "Kamu semakin besar." Kata Graham mengelus rubah putih yang sebesar kucing dewasa.
1 Jam kemudian Graham melihat cahaya turun dari langit dan menyinari tubuh Fanny. "Singg!!." Tubuh Fanny perlahan melayang di udara.
"Selamat karena telah mencapai tingkat Master." Kata Graham melihat Fanny yang melayang turun dari udara.
__ADS_1
"Terimakasih sudah memberiku pil spirit level 3. Berkat pil yang kamu berikan aku bisa menerobos tingkat master." Fanny membungkuk kepada Graham.
"Makan ini juga." Kata Graham melemparkan pil spirit level 4.
"Baik." Fanny mengangguk dan menelan pil spirit level 4. Merasakan energi di dalam pil Fanny duduk dan mulai berkultivasi.
"Beast tidak sama seperti manusia. Jika manusia butuh waktu 1 jam untuk menyerap energi di dalam pil. Beast membutuhkan waktu 10 jam untuk menyerap energi di dalam pil." Gumam Graham melihat rubah putih yang tertidur.
1 Jam kemudian Fanny membuka matanya. "Graham aku sangat berterimakasih padamu." Fanny membungkuk kepada Graham.
"Kamu sudah bersamaku selama 6 bulan. Aku akan terlihat buruk jika tidak memberimu apapun." Kata Graham.
"Tetap saja aku berterimakasih karena kamu memberiku pil spirit level 3 dan 4." Fanny tersenyum.
"Sekarang apa kamu menyesal karena menjadi budakku." Graham melihat Fanny.
"50% aku menyesal menjadi budakmu. 50% lagi aku bahagia menjadi budakmu." Balas Fanny.
"Oohh, mengapa kamu masih menyesal menjadi budakku." Tanya Graham.
"Itu karena aku tidak bisa melawanmu. Padahal aku ingin sekali memukulmu." Fanny menghela nafas.
"Meski aku melepaskan kontrak budakmu. Kamu bukan lawanku." Graham tersenyum.
"Baiklah, lalu apa yang membuatmu menjadi Bahagia menjadi budakku." Tanya Graham.
"Karena kamu memberiku pil spirit level 3 dan 4. Yang membuatku menerobos tingkat master." Balas Graham.
"Apa hanya itu saja." Tanya Graham.
"Benar, hanya itu saja." Fanny mengangguk.
"Apa kamu tidak Bahagia karena nafsu seksualmu terpenuhi." Graham tersenyum.
"Jika kamu berbohong aku akan menampar pantatmu." Kata Graham.
"Ahh, jangan. Baiklah aku bahagia. Apa sekarang kamu puas." Kata Fanny dengan wajah merah.
"Aku puas, baiklah ayo kita kembali ke kerajaan Britania." Kata Graham menggendong Gumiho.
"Baik." Fanny mengangguk.
3 hari telah berlalu saat ini Graham sedang terbang di langit. "Apa yang terjadi dengan ibukota Britania." Fanny terkejut melihat ibukota.
Graham melayang turun dari langit dan melihat semua bangunan di kota yang hancur. Graham memejamkan matanya dan merasakan area sekitarnya. "Tidak ada tanda-tanda kehidupan di kota ini." kata Graham dengan ekspresi buruk.
"Ayo kita pergi ke kota lain." Kata Graham dengan ekspresi serius.
"Baik." Fanny mengangguk.
Graham dan Fanny kemudian terbang dengan cepat.
6 Jam kemudian Graham melihat kota yang hancur di depannya. "Bahkan kota Criva juga hancur." Fanny terkejut.
Graham melayang turun dari langit dan memejamkan matanya. "Tidak ada tanda-tanda kehidupan di kota ini." kata Graham.
"Apa ini ulah sekte demonic." Fanny bertanya.
"Aku juga tidak tahu. Tapi yang pasti Viola masih hidup." Balas Graham.
__ADS_1
"Ayo kita pergi ke kota Roan." Graham terbang di langit.
"Baik." Fanny terbang ke langit mengikuti Graham.
6 jam kemudian Graham tiba di kota Roan. "Di kota ini juga tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali." Kata Graham dengan ekspresi buruk.
"Apa Alice baik-baik saja." Tanya Fanny.
"Aku tidak tahu. Tapi yang pasti Alice masih hidup." Balas Graham merasakan koneksi budaknya dengan Alice.
"Ayo kita cari diseluruh kerajaan Britania. Jika kita tidak menemukan 1 manusia yang hidup. Kita akan pergi ke kerajaan Avalon." Kata Graham.
"Baik." Fanny mengangguk.
Ke esokan harinya Graham berada di sebuah kota yang hancur. "Tidak ada satu manusiapun yang hidup di kerajaan Britania." Kata Graham dengan ekspresi buruk.
"Apa ratusan ribu penduduk di Britania telah terbunuh. Tapi aku tidak menemukan satu pun tulang manusia." kata Fanny.
"Bagi kultivator tingkat Raja. Membunuh manusia tanpa menyisahkan tulang adalah hal yang mudah." Kata Graham.
Mendengar kata Graham ekspresi Fanny menjadi buruk. "Ayo kita pergi ke kerajaan Avalon." Kata Graham terbang di langit.
"Baik." Fanny mengangguk dan mengikuti Graham terbang ke langit.
Keesokan harinya Graham dan Fanny tiba di salah satu kota kerajaan Avalon. "Ayo kita makan dulu." Kata Graham melihat sebuah restoran.
"Baik." Fanny mengangguk. Graham dan Fanny kemudian berjalan ke arah restoran.
Saat masuk ke dalam restoran Graham melihat tidak ada kursi kosong sama sekali. "Tidak ada kursi yang kosong sama sekali." Kata Fanny.
"Aku tidak menyangka akan bertemu dengannya disini." kata Graham.
"Siapa yang anda maksud." Fanny penasaran kemudian melihat pria gemuk yang tidak asing.
"Marquis Henry, ternyata dia masih hidup." Kata Fanny.
Graham berjalan ke arah pria gemuk kemudian menepuk bahunya.
"Siapa yang berani yang berani mengangguku. Saat aku sedang makan." kata pria gemuk berbalik.
"Aaahh." Saat pria gemuk hendak berteriak. Graham menutup mulut pria gemuk.
"Ayo ikut aku ke luar restoran." Kata Graham.
"Baik." Pria gemuk mengangguk.
Graham, Fanny dan pria gemuk berjalan keluar restoran.
Graham berhenti di gang sepi dan berkata. "Lama tidak berjumpa Henrry."
"Yang mulia, saya senang bisa melihat anda lagi." pria gemuk tersenyum melihat Graham.
"Henry apa yang terjadi dengan kerajaan Britania. Aku melihat semua kota di kerajaan Britania hancur. Dan tidak ada satu manusiapun di kerajaan Britania." Kata Graham.
Mendengar kata Graham ekspresi Henry menjadi buruk. "5 bulan lalu setelah yang mulia membunuh kultivator tingkat Grandmaster di ibukota. Anggota sekte demonic datang ke ibukota. Mereka mengatakan bahwa anda harus bertanggung jawab karena membunuh ketua cabang sekte mereka." Kata pria gemuk.
"Saat mereka tahu bahwa anda telah meninggalkan kerajaan Britania. Anggota sekte demonic menghancurkan ibukota dan menculik 100 perempuan di ibukota." Kata Henry mencengkram tinjunya.
"Berapa banyak anggota sekte demonic yang datang ke ibukota." Tanya Graham.
__ADS_1
"10 dan mereka semua kultivator tingkat Grand Master. Jadi kami tidak berdaya saat mereka menculik 100 perempuan." Henry mencengkram tinjunya.
Henry teringat saat 10 kultivator tingkat Grand Master mengalahkan 100 kultivator tingkat Expert dengan mudah.