
"Barang terakhir yang di lelang malam ini sama seperti sebelumnya. Yaitu pil spirit level 1. Jika manusia bisa mengkonsumsi pil spirit level 1. Dia akan mencapai tingkat Intermediate. Jika kultivator tingkat Intermediate mengkonsumsi 2 pil spirit level 1. Dia akan mencapai tingkat Advanced." Kata perempuan.
"Harga pil spirit level 1 adalah 1.000 coin emas. Harga naik 10 coin emas setiap kali penawaran." Kata perempuan melihatkan sebuah pil di dalam kotak.
"1010 coin emas."
"1020 coin emas."
"1200 Coin emas." teriak John.
"1300 coin emas." Ferguson berteriak.
Graham melihat John dan Ferguson saling menaikan harga.
"2020 coin emas." teriak Ferguson.
"Sighh!! aku hanya memiliki 2.000 coin emas yang tersisa." John mencengkram tinjunya.
Melihat tidak ada yang menawar lagi perempuan berkata. "Jika dalam hitungan ke tiga tidak ada penawaran yang lebih tinggi. Maka pil spirit tingkat 1 akan di dapatkan oleh tuan Ferguson."
"1,2,3 selamat tuan Ferguson anda mendapatkan pil spirit tingkat 1. Pil spirit tingkat 1 akan di antar di ruangan anda setelah acara pelelangan selesai." Kata perempuan.
"Terimakasih untuk para tamu semuanya karena sudah hadir dalam acara pelelangan malam ini. Saya Kayla sebagai pemandu acara mengumumkan acara pelelangan telah selesai. Jangan lupa untuk hadir di acara pelelangan 7 hari lagi." perempuan tersenyum kemudian meninggalkan panggung.
"Alice ayo pergi." kata Graham keluar dari ruangan.
"Baik." Alice mengangguk dan mengikuti Graham.
Saat keluar dari ruangan Graham meihat John berdiri di depannya. "Hehehe, sayang sekali kamu tidak mendapatkan barang satupun." John tertawa.
"Itu bukan masalah besar buatku." Balas Graham berjalan pergi. Alice melihat John kemudian mengikuti Graham.
Beberapa menit kemudian Graham dan Alice telah kembali ke rumah. "Malam ini kita tidak perlu berhubungan badan." Kata Graham masuk ke dalam kamarnya.
"Baik." Alice mengangguk. "Sepertinya dia dalam mood yang buruk." Gumam Alice kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Graham masuk ke dalam kamarnya kemudian menutup pintu. "Karena aku tidak mendapatkan cincin berlian. Aku akan memberikan pil spirit level 1 sebagai kado ulang tahun." Kata Graham menaruh pil spirit ke dalam kotak kayu.
"Hari ini sungguh sial. Aku kehilangan 10 coin emas tapi tidak mendapatkan apapun." Kata Graham berbaring di kasur. Graham memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur.
Keesokan harinya Graham yang sedang makan bersama Alice melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Misi Harian bunuh 1 pengikut sekte Demonic yang mencapai tingkat Expert. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Oohh. Sudah lama aku tidak menerima misi membunuh pengikut sekte Demonic. Sepertinya ada pengikut sekte demonic yang baru tiba di ibukota." Kata Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Alice, hari ini kamu diamlah di rumah. Jangan pergi kemanapun." Graham melihat Alice.
"Ehh, baik." Alice mengangguk.
30 menit kemudian Graham telah selesai makan dan berdiri di depan pintu rumahnya.
"Pengikut sekte demonic identik dengan jubah hitam. Jadi aku hanya perlu mencurigai kultivator yang memakai jubah hitam." kata Graham kemudian berkeliling kota.
__ADS_1
10 Jam telah berlalu. Saat ini Graham berada di tengah kota dan melihat langit mulai gelap. "Sepertinya aku harus berhenti mencari. Jika aku berkultivasi selama 10 jam. Semua statusku sudah meningkat 10 poin." Graham tersenyum kecut.
"Graham, akhirnya kita bertemu lagi." Graham mendengar suara dan berbalik.
"Kamu." Graham melihat pria berpakaian hitam di depannya.
"Apa kamu sudah melupakanku." Pria menyeringai menunjukan gigi runcingnya.
"Bagaimana bisa aku melupakanmu. Kamu adalah pengikut sekte demonic yang menyerangku di kota Briton." Balas Graham.
"Ternyata kamu tidak melupakanku." Pria menyeringai.
"Mengapa kamu datang ke sini." Balas Graham melihat pria.
"Awalnya aku datang ke kota ini untuk membunuhmu. Tapi melihat dirimu yang telah mencapai tingkat Expert. Mustahil aku bisa membunuhmu." Pria melihat Graham.
"Kamu terlalu sombong untuk berpikir bisa membunuhku. Saat aku berada di tingkat Advanced, kamu bahkan tidak bisa membunuhku." Graham mencibir.
"Aktifkan skill transformasi naga." Kata Graham kemudian berubah menjadi manusia naga. Ekspresi pria berubah serius saat Graham menjadi manusia naga.
"Mati." Kata Graham menembakan bola hitam ke arah pria berpakaian hitam. "Booom!!." Bola hitam meledak saat mengenai tubuh pria berpakaian hitam.
"Aahh." "Ada pertarungan." Seorang wanita berteriak.
"Aku terlalu berpikir tinggi pada dirimu. Apa cuma itu yang kamu punya." Kata pria dengan badan berotot dan kulit bewarna merah.
"Sepertinya perbedaan poin kita cukup jauh." Kata Graham melihat pria tidak terluka setelah terkena ledakan bola hitam.
Graham mengambil pedang tingkat 2 dari tabel penyimpanan dan berkata. "Coba tahan pedangku." Graham mengayunkan pedangnya.
"Berengsek. Aku bukan samsak tinjumu." Pria mengutuk.
"Sampah." Graham mencibir.
"Cari mati." Pria kesal dan melesat ke arah Graham.
Melihat pria yang melesat ke arahnya Graham menyeringai. "Slasshh." Graham mengayunkan pedangnya kea rah pria. "Craatt." Tubuh pria kemudian terpotong menjadi dua.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Karena banyak kultivator tingkat Expert yang mengawasi anda, roti keras otomatis di simpan di tabel penyimpanan." Notifikasi muncul di depan Graham.
"Ada apa ini." Graham melihat 5 prajurit yang datang ke arahnya. Graham mengaktifkan skill transformasi naga dan kembali menjadi manusia.
"Dia teman Count Ferdinant. Jadi aku membunuhnya." Kata Graham melihat mayat pria yang terpotong menjadi dua.
"Baron Graham anda ingin pergi kemana." Prajurit melihat Graham yang berjalan pergi.
"Tentu saja pulang." Balas Graham berjalan menuju rumahnya.
5 prajurit tersenyum kecut mendengar kata Graham. "Ayo kita identifikasi mayat pria ini." kata seorang prajurit.
"Baik." Balas 4 prajurit lainnya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Graham telah kembali ke rumahnya. "Graham mengapa kamu baru saja kembali. Apa kamu lupa dengan undangan putri Flora." Kata Alice melihat Graham.
"Aku baru saja selesai membunuh serangga. Aku tidak lupa." Balas Graham.
"Aku akan mandi terlebih dulu. Jadi tunggu aku." Kata Graham melihat Alice yang sudah menggunakan gaun.
"Baik." Alice mengangguk.
20 menit kemudian Graham telah selesai mandi dan keluar dari kamarnya. "Bagaimana penampilanku." Kata Graham memakai jaz hitam.
"Kamu sangat cocok menggunakan jaz hitam." balas Alice.
"Baiklah, ayo kita pergi." kata Graham. "Baik." Alice mengangguk.
Beberapa menit kemudian Graham dan Alice berada di depan istana. "Apa aku terlambat." Tanya Graham kepada penjaga gerbang.
"Anda tidak terlambat Baron Graham." Balas penjaga.
"Baguslah jika aku tidak terlambat." Kata Graham masuk ke dalam istana Bersama Alice.
Saat masuk ke dalam istana Graham melihat puluhan pria dan perempuan. "Baron Graham aku pikir kamu tidak datang ke acara ulang tahunku." Perempuan berambut pirang dan seorang bocah berusia 10 tahun berjalan ke arah Graham.
"Saya telah di undang oleh tuan putri. Tentu saja saya akan hadir di acara ulang tahun putri Flora." Graham memegang tangan Flora kemudian menciumnya. Flora tersenyum saat Graham mencium tangannya.
"Putri Flora terimalah hadiah dariku." Graham memberikan kotak kayu kepada putri Flora.
"Bolehkah aku melihat isi di dalam kotak kayu." Tanya putri Flora.
"Tentu saja boleh." Graham tersenyum.
"Pil spirit level 1." Gumam Flora melihat pil spirit di dalam kotak kayu.
"Terimakasih atas hadiah ulang tahunnya Graham." Flora tersenyum.
"Sama-sama putri. Saya senang anda menyukai hadiah yang saya berikan." Graham tersenyum.
"Baron Graham, apa kamu tidak ingin memberiku hadiah juga." Kata bocah dengan rambut pirang yang tidak lain anak ke 2 Raja Arthur.
"Jika anda ulang tahun. Saya akan memberikan anda hadiah." Graham tersenyum.
"Baiklah, aku ingat janjimu. Aku akan mengundangmu saat aku ulang tahun." Kata bocah melihat Graham.
"Putri Flora terima juga hadiah dariku." Alice memberikan hadiah kepada Flora.
"Terimakasih Alice." Flora tersenyum dan menaruh hadiah Alice ke dalam cincin ruang miliknya.
"Baron Graham apa kalian berdua sudah melakukan hubungan suami istri. Aku dengar Alice tinggal di rumah anda." Flora melihat Graham. Mendengar kata Flora wajah Alice memerah.
"Tidak, kami belum melakukan hubungan suami istri." Graham menggeleng.
"Dia berbohong tuan putri. Saat seorang pria dan perempuan tinggal di dalam satu rumah. Mereka berdua pasti akan melakukan hubungan suami istri." John berjalan ke arah Graham.
"Benar, aku pernah berhubungan suami istri dengan Viola." Graham tersenyum.
__ADS_1
"Berengsek." John mengutuk saat mendengar kata Graham.