Villain System

Villain System
134. Keluar Dari Asosiasi Hunter


__ADS_3

Washington, Amerika Serikat. "Ketua." Antony masuk ke dalam ruangan.


"Ada apa Antony." Tanya Mike.


"Dungeon rangking S muncul di New York, Los Angeles, Las Vegas dan San Francisco." Kata Antony. Mendengar kata Antony Mike kemudian menelpon Graham.


"Di saat seperti ini Graham tidak menjawab panggilanku." Kata Mike.


"Antony, pergilah ke tempat tinggal Graham, dan beritahu kepadanya bahwa dungeon rangking S muncul di New York, Los Angeles, Las Vegas dan San Francisco." Kata Mike.


"Baik ketua." Antony mengangguk.


Beberapa jam telah berlalu. Saat ini Graham, Violet dan Alice sedang makan di restoran. "Permisi." Seorang pemuda berjalan ke arah Graham.


"Ada apa." Balas Graham melihat pemuda.


"Aku adalah penggemar anda hunter Graham. Bolehkah aku minta tanda tanganmu." Kata pemuda melihat Graham.


"Boleh." Balas Graham kemudian tanda tangan di baju pemuda.


"Terimakasih hunter Graham." Pemuda tersenyum bahagia kemudian berjalan pergi.


"Aku tidak menyangka orang sepertinya memiliki penggemar." Michelle yang melihat Graham dari jauh terkejut melihat seorang pemuda meminta tanda tangan Graham.


Washington, Amerika Serikat. Antony sedang berada di tempat tinggal Graham. "Ketua, hunter Graham tidak ada di tempat tinggalnya." Antony menghubungi Mike.


"Kamu bisa kembali." Kata Mike.


"Baik ketua." Antony mengangguk kemudian menutup panggilan.


"Di saat seperti ini. Graham justru tidak ada." Mike menghela nafas.


Keesokan harinya Graham telah kembali ke Washington. "Kringg." Graham melihat smartphonenya berbunyi.


"Ada apa." Graham menjawab panggilan dari Mike.


"Graham, ada di mana kamu sekarang." Tanya Mike.


"Aku ada di Washington." Balas Graham.


"4 Dungeon rangking S muncul di New York, Los Angeles, Las Vegas dan San Francisco." Balas Mike.


"Aku sudah tahu." Balas Graham.


"Jika begitu, cepat selesaikan dungeon rangking S." Kata Mike.


"Mike, mulai hari ini aku berhenti menjadi anggota asosiasi hunter Amerika." Graham memotong pembicaraan Mike, kemudian menutup telepon.


"Apa!!" Mike terkejut mendengar kata Graham. Mike kemudian menelpon Graham lagi. "Sial, dia tidak menjawab panggilanku." Kata Mike melihat Graham tidak menjawab panggilannya.


"Violet, Alice." Kata Graham.


"Iya Sayang." "Iya kak." Violet dan Alice berjalan ke arah Graham.

__ADS_1


"Kita akan pergi ke Swiss. Kemasi barang-barang kalian." Kata Graham melihat Alice dan Violet.


"Baik Sayang." "Baik." Violet dan Alice mengangguk.


Beberapa menit kemudian. "Kak, Alice sudah selesai berkemas." Kata Alice berjalan ke arah Graham.


Graham memegang bahu Alice dan Violet kemudian berkata. "Teleportasi." "Wuusshh." Graham, Alice dan Violet kemudian menghilang.


Wengen, Swiss. Graham, Alice dan Violet muncul di tepi sungai. "Wahh, indahnya." Kata Alice melihat pegunungan dan domba-domba yang sedang memakan rumput.


"Violet, kamu temani Alice. Aku ingin membeli tempat tinggal di desa ini." Kata Graham melihat Violet.


"Baik sayang." Violet mengangguk.


New York, Amerika Serikat. "Silvy karena dungeon rangking S muncul di kota ini. Ayo kita pergi dari kota ini." Kata wanita berambut pirang melihat Silvy.


"Emma, kita akan pergi kemana." Tanya Silvy.


"Kita akan pergi ke Washington." Balas wanita berambut pirang yang di panggil Emma.


Wengen. Swiss. Graham berjalan ke arah Alice yang sedang bermain air di sungai.


"Ikuti aku. Aku sudah membeli sebuah rumah." Kata Graham melihat Alice dan Violet.


"Baik sayang." "Baik kak." Alice dan Violet mengangguk.


"Mulai sekarang kita akan tinggal disini." Kata Graham masuk ke dalam sebuah rumah.


"Meski rumah ini cukup kecil. Tapi rumah ini sangat bagus." Kata Violet melihat bagian dalam rumah.


"Aku tidak tahu. Dia tidak mengatakan kepadaku. Alasannya keluar dari Asosiasi Hunter." Balas Mike.


"Apakah Graham kembali lagi ke Indonesia." Tanya pria paruh baya berkulit hitam.


"Indonesia memperlakukan Graham dengan buruk. Tidak mungkin Graham kembali ke Indonesia." Balas Mike.


"Baiklah, berhenti membahas Graham. Sekarang yang perlu kita bahas, dungeon rangking S mana yang perlu kita selesaikan terlebih dulu." Kata pria tua berambut putih.


"Dungeon yang muncul di New York. Yang perlu kita selesaikan terlebih dulu." Kata Mike.


"Aku setuju dengan Mike." Balas wanita paruh baya berambut pirang.


"Aku juga setuju dengan Mike." Balas pria paruh baya berkulit hitam.


"Baiklah, jika begitu aku akan memberi perintah kepada semua hunter rangking S dan A di Negara ini untuk menyelesaikan dungeon rangking S yang muncul di New York terlebih dulu." Kata pria tua berambut putih.


"Baik Presiden." Jawab Mike, wanita berambut pirang, pria berkulit hitam dan semua orang yang berada di dalam ruangan.


Saat ini Graham yang sedang bersantai dengan meminum secangkir kopi melihat notifikasi yang muncul di depannya. "Misi Harian mencemari lingkungan. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."


"Misi Bulanan ambil kesucian perempuan di bawah umur. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 30 poin dan berbagai macam roti."


Graham melihat Alice yang sedang menonton televisi dan bergumam. "Aku mempunyai pil Virgin yang dapat membuat Alice Virgin kembali. Jadi tidak masalah jika aku mengambil kesucian Alice."

__ADS_1


"Alice, apa kamu sudah mandi." Tanya Graham.


"Aku belum mandi kak. Air di desa ini sangat dingin saat pagi." Balas Alice.


"Ayo ke kamar mandi. Kakak akan memandikanmu." Kata Graham. Wajah Alice tersipu malu saat mendengar kata Graham.


"Alice bisa mandi sendiri kak." Kata Alice dengan malu.


"Setiap malam kamu tidur denganku. Mengapa kamu malu saat mandi bersamaku." Kata Graham.


"Baik kak, ayo kita mandi bersama." Kata Alice dengan malu.


Graham dan Alice kemudian masuk ke dalam kamar mandi. "Aku akan membantumu melepas pakaian." Kata Graham melepas pakaian Alice.


Alice tersipu malu saat Graham melepas pakaiannya.


"Alice dadamu sungguh imut." Kata Graham melihat dada kecil Alice. Alice tersipu malu saat mendengar kata Graham.


Graham kemudian menyiram tubuh Alice. "Dingin kak." Kata Alice.


Graham mengambil sabun kemudian membasuh dada mungil Alice. "Emmm." Alice mengerang saat Graham membasuh dadanya.


Melihat Alice yang mengerang, Graham kemudian menjilat dada mungil Alice. "Ahhhh. Kakak." Alice terkejut saat Graham menjilat dadanya. "Emmm." Alice mengerang saat Graham menjilati dadanya.


Graham membaringkan Alice ke bak mandi kemudian menjilati pussy pink Alice yang tidak memiliki bulu. "Ahhhh." Alice mendesah saat Graham menjilati pussynya.


Setelah puas menjilati pussy Alice. Graham kemudian memasukan penisnya ke dalam pussy Alice. "Ahhh. Sakit kak." Alice menangis saat Graham memasukan penisnya ke dalam pussynya.


"Selamat anda telah menyelesaikan misi bulanan. Anda mendapatkan 30 poin dan berbagai macam roti."


"Karena anda sedang bersenang-senang dengan perempuan. Roti otomatis di simpan di tabel penyimpanan." Notifikasi hitam muncul di depan Graham.


"Makan ini dan kamu tidak akan sakit lagi." Kata Graham memasukan pil pemulihan ke dalam mulut Alice.


"Glek." Saat menelan pil Alice merasakan pussynya tidak sakit lagi.


"Apakah masih sakit." Kata Graham melihat Alice.


"Tidak kak." Alice menggeleng. Mendengar jawaban Alice. Graham kemudian mencium bibir Alice dan menusuk pussynya. "Emmm." "Emmm." Alice memejamkan matanya dan memeluk Graham.


Beberapa menit telah berlalu. Saat ini Graham dan Alice masih berhubungan badan di dalam kamar mandi. "Ayo kita pindah di kamar." Graham menggendong Alice dan berjalan ke kamarnya.


Graham masuk ke dalam kamarnya kemudian membaringkan Alice ke ranjang. "Kak, apa Alice akan hamil." Tanya Alice. Alice tahu dirinya dan Graham sedang melakukan hubungan badan yang sering di lakukan orang tuanya saat masih hidup.


"Jika Alice hamil, aku akan menikahi Alice." Kata Graham mengusap wajah Alice. Alice tersenyum bahagia saat mendengar jawaban Graham.


Graham menjilati dada munglin Alice kemudian menusuk pussynya. "Ahhhh." Alice mendesah.


1 Jam telah berlalu. Saat ini Graham sedang berhubungan badan dengan Alice. "Aku keluar." Kata Graham mengeluarkan cairannya ke dalam pussy Alice. "Ahhh." Badan Alice gemetar.


"Kak Graham, Alice sudah tidak kuat." Kata Alice dengan suara lemah.


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku memiliki banyak pil pemulihan." Kata Graham kemudian memasukan pil pemulihan ke dalam mulut Alice.

__ADS_1


"Glekk." Setelah menelan pil pemulihan. Alice merasakan rasa lelah di tubuhnya menghilang.


__ADS_2