
"Orochi dia menggunakan racun." Kata pria gemuk merasakan seluruh tubuhnya kesemutan.
"Sepertinya Kurosaki mati karena racunmu." Pria paruh baya menatap tajam kepada Graham.
"Tidak, dia mati meledakan diri." Graham menggeleng.
"Masashi hilangkan racun di tubuhmu terlebih dulu. Aku akan melawannya seorang diri." Kata pria paruh baya.
"Baiklah. Jika kamu tidak bisa mengalahkannya. Kamu juga harus melarikan diri." Balas pria gemuk kemudian terbang ke arah barat.
"Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi." kata Graham mengejar pria gemuk.
"Lawanmu adalah aku." pria paruh baya menghalangi Graham.
"Bodoh." Graham tersenyum kemudian menembakan bola hitam yang diselimuti racun.
"Booomm!!." Bola hitam meledak saat mengenai tubuh pria paruh baya.
"Berengsek." Pria paruh baya mengutuk. Dia telah terjatuh ke dalam perangkap Graham.
"Hahaha, aku tidak menyangka kamu sangat bodoh." Graham tertawa terbahak-bahak.
"Dia memiliki racun yang sangat mematikan. Jika racun di dalam tubuhku tidak di hilangkan dalam waktu 1 jam. Aku pasti akan mati." Gumam pria paruh baya merasakan seluruh tubuhnya kesemutan
"Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain." kata pria paruh baya menatap Graham.
Mendengar kata pria paruh baya Graham terbang dengan cepat. Graham tahu bahwa anggota sekte demonic suka meledakan diri.
Melihat Graham yang terbang menjauh pria paruh baya terbang ke arah yang berlawanan dengan Graham. "Berengsek, aku ditipu." Graham mengutuk melihat pria paruh baya yang terbang menjauh darinya.
"Jangan berpikir untuk melarikan diri." Teriak Graham mengejar pria paruh baya.
Melihat Graham mengejarnya pria paruh baya berbalik dan terbang ke arah Graham. Melihat pria paruh baya yang terbang ke arahnya Graham menembakan bola hitam yang di selimuti racun. "Slasshh." Pria paruh baya memotong bola hitam dengan tombak merah miliknya. "Booomm!!." Bola hitam meledak saat terbelah menjadi dua.
"Graham aku akan membawamu mati bersamaku." Teriak pria paruh baya terbang ke arah Graham, dengan tubuh yang semakin membesar.
"Bajingan gila." Graham mengutuk dan menjauh dari pria paruh baya. "Booomm!!." Tubuh pria paruh baya meledak.
Saat ini di kejauhan pria gemuk melihat ledakan besar di langit. "Orochi meledakan dirinya." Kata pria gemuk dengan ekspresi serius.
"Uhuuuk." Pria gemuk batuh darah. "Aku harus menghilangkan racun ini dengan cepat." Pria gemuk duduk dan memejamkan matanya.
Saat asap ledakan menghilang Graham tergeletak di tanah. "Sial, lagi-lagi aku hampir mati." Kata Graham melihat luka bakar di seluruh tubuhnya.
"Gumiho apa kamu baik-baik saja." Kata Graham mengeluarkan Gumiho dari dalam pakaiannya.
Melihat Gumiho tidak sadarkan diri. Graham membuka tabel penyimpanan dan mengambil 2 pil pemulihan level 5. Graham menelan pil pemulihan level 5 dan memasukan pil pemulihan level 5 ke dalam mulut rubah putih.
Setelah menelan pil pemulihan luka bakar di tubuh Graham perlahan menghilang. "Kuuu." Rubah putih membuka matanya setelah menelan pil pemulihan.
"Aku pikir kamu akan mati." Graham tersenyum melihat rubah putih yang telah sadar. "Kuuu." Rubah putih menjilati wajah Graham.
Graham mengganti pakaiannya kemudian berkata. "Ayo kita cari pria gemuk yang melarikan diri. Saat ini pria gemuk pasti sedang mencoba untuk menghilangkan racun di dalam tubuhnya."
__ADS_1
"Kuuu." Rubah putih mengangguk. Graham memasukan rubah putih ke dalam pakaiannya kemudian terbang ke arah pria gemuk melarikan diri.
Tidak lama kemudian Graham melihat pria gemuk yang sedang duduk di tanah. "Hahaha. Akhirnya aku menemukanmu." Graham tertawa.
"Kamu tidak mati." Pria gemuk terkejut melihat Graham baik-baik saja.
"Aku tidak akan mati sebelum membunuhmu." Graham menyeringai.
"Sepertinya Orochi mati dengan sia-sia." Kata pria gemuk melihat Graham.
"Benar, temanmu mati dengan sia-sia." Graham mengangguk.
"Wuushh." Graham melihat pria gemuk melesat ke arahnya. Melihat pria gemuk melesat ke arahnya Graham terbang menjauh dari pria gemuk.
"Mengapa kamu menjauh. Apa kamu takut padaku." Teriak pria gemuk.
"Bodoh. Aku tahu kamu akan meledakan diri." Teriak Graham.
Mendengar kata Graham pria gemuk terus mengejar Graham.
"Aku ingin lihat berapa lama kamu bisa bertahan dari racunku." Graham menyeringai.
"Uhhuukk." Pria gemuk batuh darah saat mengejar Graham.
"Hahaha. Sebentar lagi kamu akan mati." Graham tertawa melihat pria gemuk yang batuk darah.
"Graham aku akan membunuhmu." Teriak pria gemuk melesat ke arah Graham dengan tubuh yang perlahan membesar.
"Dia ingin meledakan diri." Kata Graham terbang menjauh dari pria gemuk.
"Hampir saja aku terkena ledakan untuk kedua kalinya." Graham tersenyum kecut melihat kawah seluas 500 meter yang tercipta akibat ledakan bunuh diri.
"Selamat anda telah menyelesaikan misi harian. Anda mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras." Graham melihat roti keras muncul dari udara kosong.
"Kamu mau." Kata Graham melihat roti keras yang muncul di depannya.
"Kuuu." Rubah putih mengangguk. Graham kemudian memberikan roti keras kepada rubah putih.
"Sepertinya aku harus meninggalkan benua barat. Setelah hari ini aku yakin sekte demonic akan mengirim lebih banyak kultivator tingkat raja untuk membunuhku." Kata Graham melihat kawah seluas 500 meter.
3 Hari kemudian Graham melihat rubah putih di depannya. "Sejak kapan ekornya menjadi dua." Kata Graham melihat rubah putih memiliki 2 ekor.
"Aktifkan skill observasi. Munculkan status rubah putih." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Gumiho
Usia : 1 tahun
Tingkat : Intermediate
Ras : Rubah
Strength : 100
__ADS_1
Agility : 100
Vitalitas : 100
Stamina : 100/100
Ki : 100/100
Informasi : Peliharaan Graham
"Oohh. Rubah putih ini menerobos tingkat Intermediate." kata Graham melihat layar status rubah putih.
"Tidak sia-sia aku memberinya pil spirit. Meski rubah putih hanya bisa menyerap 10% energi di dalam pil spirit." Kata Graham melihat rubah putih.
"Gumiho ayo kita pergi." kata Graham melihat rubah putih.
"Kuu." Rubah putih melompat ke pelukan Graham. Graham memasukan rubah putih ke dalam pakaiannya kemudian terbang ke arah barat.
7 hari telah berlalu saat ini Graham berada di sebuah kota yang terletak di tepi pantai. "Berapa biaya menyewa kapal untuk pergi ke Benua timur." Kata Graham melihat pria botak di depannya.
"Biaya menyewa kapal ke benua timur adalah 1.000.000 coin emas." balas pria botak.
"Bisakah aku membayar dengan pil spirit." Graham melihat pria botak.
"Bisa." Pria botak mengangguk.
Graham kemudian mengeluarkan 100 pil spirit level 1. 100 pil spirit level 2 dan 100 pil spirit level 3. "Apa ini cukup." Kata Graham melihat pria botak.
Pria botak terkejut melihat 300 pil spirit di depannya. "Cukup." Pria botak mengangguk kemudian memasukan pil spirit ke dalam cincin ruangnya.
"Kapan kita bisa pergi ke benua timur." Tanya Graham.
"Sekarang juga kita bisa berangkat ke benua timur jika anda mau." Balas pria botak.
"Jika begitu kita akan berangkat sekarang. Semakin cepat kita berangkat. Semakin cepat aku sampai ke benua timur." Kata Graham.
"Baik." Pria botak mengangguk.
Saat ini di tempat lain 7 pria berpakaian hitam sedang berkumpul. "Kabar terakhir dari Orochi dan Masashi adalah 10 hari lalu. Setelah itu tidak ada kabar lagi dari Orochi dan Masashi." Kata pria berpakaian hitam.
"Orochi dan Masashi mungkin sudah dikalahkan oleh Graham." Kata pria lain.
Mendengar Orochi dan Masashi dikalahkan. Semua orang di dalam ruangan memiliki ekspresi serius. "Sepertinya kita terlalu meremehkan Graham." Kata pria berpakaian hitam.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang." Tanya seorang pria.
"Kita tunggu sampai pemimpin selesai dalam pelatihan tertutupnya." Kata pria lain.
"Aku setuju." "Aku juga setuju." Semua pria di dalam ruangan setuju.
Saat ini Graham berada di atas kapal bewarna biru sebesar 20 meter. "Apa nama kapal ini." kata Graham melihat pria botak.
"Nama kapal ini adalah pinisi." Balas pria botak.
__ADS_1
"Benar, kita belum mengenalkan diri. Namaku adalah Graham." Kata Graham mengulurkan tangannya.
"Namaku adalah baldy." Baldy menjabat tangan Graham.