
"Sayang, apa kamu tidak penasaran bagaimana gate bisa muncul. Dan monster keluar dari gate." Tanya Violet melihat Graham.
"Aku menebak Gate adalah ulah dari seorang god." Balas Graham.
"Jika ada God yang muncul di bumi. Aku akan bertanya kepadanya." Balas Graham duduk di kursi dan memakan anggur.
Keesokan harinya Graham yang sedang makan bersama Violet, Celsi dan Geraldine mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok."
"Geraldine lihat siapa yang mengetuk pintu." Kata Celsi.
"Baik bu." Geraldine mengangguk kemudian membuka pintu.
"Apa saudara Graham ada di rumah." Kata Gibran.
"Kak Graham ada yang mencarimu." Kata Geraldine.
Graham kemudian berjalan ke arah Geraldine. "Ada apa." Kata Graham melihat Gibran.
"Saudara Graham. Perkenalkan nama saya Subianto ketua asosiasi hunter Indonesia." Kata Subianto mengulurkan tangannya.
"Graham." Graham menjabat tangan Subianto.
"Saudara Graham, saya ingin berbicara dengan anda." Kata Subianto.
"Masuklah ke dalam." Kata Graham masuk dalam rumah. Subianto dan Gibran kemudian masuk ke dalam rumah.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Kata Graham melihat Subianto.
"Saudara Graham. Maukah anda bergabung ke Asosiasi Hunter Indonesia. Jika anda bersedia bergabung ke Asosiasi Hunter Indonesia. Saya akan mengabulkan segala permintaan anda." Kata Subianto.
"Jika aku ingin menjadi pemimpin negara ini. Apa kamu akan mengambulkannya." Balas Graham.
Ekspresi Subianto dan Gibran menjadi buruk saat mendengar kata Graham. "Sepertinya kamu tidak bisa mengabulkan permintaanku." Balas Graham.
"1 Miliar perhari. 30 Miliar perbulan. 360 Miliar per tahun. Itu adalah gaji anda jika bergabung Asosiasi Hunter." Kata Subianto.
"Terlalu sedikit. 10 Miliar perhari. 300 Miliar perbulan. 3,6 Triliun per tahun. Aku akan bergabung ke Asosiasi Hunter Indonesia." Balas Graham.
"Baiklah, saya setuju." Kata Subianto tanpa ragu.
"Aku lupa mengatakan diriku tidak suka di perintah." Kata Graham.
"Tidak masalah. Tidak akan ada seorangpun yang memerintah anda. Anda hanya perlu menyelesaikan dungeon rangking S yang muncul di negara Indonesia." Kata Subianto.
"Saat ini aku tidak mempunyai token teleportasi untuk kembali ke planet Azure. Jadi aku akan tinggal di bumi untuk sementara waktu." Gumam Graham.
"Baiklah, aku akan bergabung ke asosiasi hunter." Balas Graham. Subianto tersenyum mendengar jawaban Graham.
"Tuan Graham, jika anda tidak keberatan. Besok siang bisakah anda menghadiri konferensi pers di gedung asosiasi hunter." Tanya Subianto.
"Baiklah, aku akan datang menghadiri konferensi pers." Balas Graham. Subianto tersenyum mendengar jawaban Graham. Graham dan Subianto kemudian mulai mengobrol.
"Tuan Graham. Saya pamit pergi dulu." Kata Subianto.
"Baiklah." Balas Graham. Subianto mengangguk kemudian pergi di ikuti Gibran.
"Ketua mengapa kita tidak memeriksa kekuatannya." Tanya Gibran.
"Kita tidak perlu memeriksa kekuatannya. Di dunia ini tidak ada hunter yang bisa terbang di udara selain dirinya. Dan dia membunuh raksasa yang lebih kuat dari hunter rangking S dengan mudah." Kata Subianto.
__ADS_1
"Kak Graham. Apa kamu bergabung Asosiasi Hunter." Tanya Geraldine.
"Aktifkan skill Memory Manipulation." "Aku akan menghapus ingatan kalian berdua tentang diriku dan Violet." Kata Graham kemudian menghapus ingatan Celsi dan Geraldine.
"Violet ayo kita pergi dari sini." Kata Graham melihat Violet.
"Baik sayang." Violet mengangguk.
Keesokan harinya Graham dan Violet berada di Gedung asosiasi hunter. "Tuan Graham silakan ikuti saya." Kata Gibran.
"Violet, kamu tunggulah disini." Kata Graham melihat Violet.
"Baik." Violet mengangguk.
Graham masuk ke dalam ruangan dan melihat puluhan reporter yang berada di dalam ruangan. "Ahhh. Bukankah dia pria yang membunuh raksasa di Malaysia." Semua reporter terkejut melihat Graham yang masuk ke dalam ruangan.
"Graham, duduklah di sampingku." Kata Subianto. Graham kemudian duduk di samping Subianto.
"Pria yang duduk di sampingku bernama Graham. Dia yang membunuh semua raksasa di negara Malaysia. Dan hari ini Graham resmi bergabung ke Asosiasi Hunter Indonesia." Kata Subianto. Semua reporter terkejut mendengar kata Subianto.
"Graham, jika boleh tahu dari mana anda berasal." Tanya Reporter.
"Benar Graham. Apa anda lebih kuat dari hunter rangking S." Semua reporter mulai bertanya kepada Graham.
"Aku berasal dari masa depan yang kembali ke masa lalu." Kata Graham berbohong.
"Apa!!!" Semua reporter bahkan Subianto terkejut mendengar jawaban Graham.
"Graham, apa kamu serius dengan yang kamu katakan barusan." Tanya seorang reporter.
"Tidak, aku berbohong." Graham tersenyum. Semua reporter tersenyum kecut mendengar jawaban Graham.
"Jika boleh tahu kemampuan apa saja yang dimiliki saudara Graham." Tanya seorang reporter.
"Fly, Teleportation dan Poison." Jawab Graham.
Saat ini di tempat lain. Michelle sedang melihat siaran televisi. "Pemimpin, saya tidak bisa menemukan identitas Graham." Kata wanita berusia 20 tahun.
"Seperti yang aku duga. Dia bukan orang Indonesia." Kata Michelle melihat Graham yang sedang konferensi pers.
Saat ini Graham telah selesai konferensi pers. "Graham, ini kartu identitas anda." Subianto memberikan kartu kepada Graham.
"Dan ini kartu rekening anda. Di kartu rekening itu ada 300 miliar." Kata Subianto memberika kartu rekening kepada Graham.
"Violet, ayo kita pergi dari sini." Kata Graham berjalan ke arah Violet.
"Baik." Violet mengangguk. Graham memegang pundak Violet kemudian menghilang.
"Aku lupa bertanya nomor teleponnya." Kata Subianto.
Kuala Lumpur, Malaysia. "Aku tidak menyangka pahlawan yang membunuh semua raksasa adalah orang Indonesia." Kata Anwar ketua asosiasi Hunter Malaysia.
"Zahid, ayo kita pergi ke negara Indonesia." Kata Anwar melihat pria berpakaian hitam.
"Baik ketua." Pria berpakaian hitam yang di panggil Zahid mengangguk.
2 Hari kemudian. Bali, Indonesia. Graham dan Violet sedang berjemur di tepi pantai. "Halo tuan pahlawan." Pria baya berkumis tersenyum kepada Graham.
"Bukankah kamu ketua asosiasi hunter Malaysia." Kata Graham melihat pria paruh baya berkumis.
__ADS_1
"Benar pahlawan. Saya Anwar ketua asosiasi hunter Malaysia." Pria paruh baya berkumis tersenyum.
"Ada perlu apa kamu menemuiku." Tanya Graham.
"Saya ingin berterimakasih kepada pahlawan karena membunuh raksasa di negara Malaysia." Kata Anwar.
"Kamu tidak perlu berterimakasih. Jika aku tidak membunuh raksasa yang keluar dari Gate. Semua manusia di negara Malaysia akan terbunuh. Dan aku tidak ingin melihat umat manusia di bumi ini musnah." Jawab Graham.
"Dia memang pantas di sebut pahlawan." Anwar tersenyum mendengar jawaban Graham.
"Pahlawan yang terhomat. Saya mempunyai sedikit hadiah untuk anda." Kata Anwar memberikan kartu kredit kepada Graham.
"Di kartu kredit itu ada uang senilai 1 Triliun rupiah." Kata Anwar.
"Aku tidak akan menolak hadiah darimu." Kata Graham. Anwar tersenyum melihat Graham menerima hadiah uang darinya.
"Pahlawan nanti malam apakah anda sibuk." Tanya Anwar.
"Aku tidak sibuk." Balas Graham.
"Jika anda tidak sibuk. Nanti malam maukah anda makan malam bersama saya." Tanya Anwar.
"Aku tidak tertarik makan bersama seorang pria." Balas Graham. Anwar terkejut mendengar jawaban Graham.
"Apakah kamu Graham." Harimurti berjalan ke arah Graham.
"Harimurti." Kata Anwar melihat Harimurti.
"Benar, aku Graham." Balas Graham melihat Harimurti.
"Tuan Anwar, saya ingin berbicara empat mata dengan Graham. Bisakah anda pergi." Kata Harimurti melihat Anwar.
"Tuan Graham, saya pamit pergi." Anwar melihat Graham kemudian berjalan pergi.
"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku." Kata Graham melihat Harimurti.
"Graham bergabunglah dengan guildku." Kata Harimurti melihat Graham.
"Berapa banyak yang ingin kamu berikan kepadaku. Jika aku bergabung dengan guildmu." Kata Graham melihat Harimurti.
"Aku akan memberimu 100 Miliar perbulan. Jika kamu bergabung dengan guildku." Balas Harimurti.
"Terlalu sedikit. Asosiasi hunter memberiku 300 Miliar perbulan." Balas Graham. Harimurti terkejut dengan jawaban Graham.
"Jika kamu memberiku 600 Miliar perbulan. 2x Lipat dari jumlah yang Asosiasi Hunter berikan padaku. Aku akan bergabung dengan guildmu." Kata Graham.
Harimurti terdiam beberapa detik kemudian berkata. "Baiklah, aku akan memberimu 600 Miliar perbulan."
"Oohh. Aku lupa memberitahumu. Aku tidak suka di perintah." Kata Graham melihat Harimurti.
"Graham apa kamu bermain-main denganku." Harimurti menatap Graham.
"Misi Harian bunuh 1 manusia. Hadiah menyelesaikan misi mendapatkan 10 poin dan sepotong roti keras."
"Kebetulan sekali. Misi hari ini adalah membunuh manusia." Kata Graham melihat notifikasi yang muncul di depannya.
"Harimurti apa kamu punya kata-kata terakhir." Kata Graham melihat Harimurti. Harimurti terkejut dengan perkataan Graham.
"Sepertinya kamu tidak memiliki kata-kata terakhir." Kata Graham kemudian menjentik kepala Harimurti.
__ADS_1
"Boomm!!!" Kepala Harimurti meledak.