
Keesokan harinya. New York, Amerika Serikat. "Halo Semuanya, hari ini adalah hari ke 3 tournament hunter rangking S di mulai. Di Hari ketiga ini. Ada 100 Hunter rangking S yang maju ke pertandingan babak ke 3. Dan pertandingan babak ketiga pertama hari ini adalah hunter Tom Holland yang berasal dari Inggris melawan Hunter Graham yang di juluki sebagai Hunter terkuat di dunia." Kata komentator pria berjaz hitam.
"Dalam pertadingan babak kedua kemarin. Hunter Tom Holland berhasil mengalahkan Hunter Herzog dari Israel. Dan Hunter Graham berhasil mengalahkan Kim Hyung dari Korea Selatan." Kata komentator wanita berjaz hitam.
"Untuk kedua hunter di harapkan segera memasuki arena pertandingan." Kata komentator pria berjaz hitam. Graham kemudian berjalan ke arah arena pertandingan.
"Hunter Tom Holland kalahkan pembunuh itu." "Hunter Graham bunuh hunter Inggris itu dalam sekali serang." Penonton mulai bersorak.
"Jika kamu menyerah sekarang. Aku tidak akan membunuhmu." Kata Graham melihat pria berkulit putih.
"Lebih baik aku mati dari pada menyerah." Balas pria berkulit putih.
"Bodoh." Graham mencibir mendengar jawaban pria berkulit putih.
"Tiga, Dua, Satu. Pertadingan di Mulai." Teriak komentator pria.
"Poison." Kata Graham kemudian asap hijau keluar dari tubuhnya.
"Ini yang kita tunggu-tunggu. Hunter Graham menggunakan salah satu kemampuannya yaitu racun." Teriak komentator pria.
"Apakah Hunter Tom Holland dapat menghindari racun milik hunter Graham." Teriak komentator wanita melihat asap hijau yang menyebar dengan cepat ke arah pria berkulit putih.
"Aaahhh." Tom Holland berteriak saat asap hijau menyentuh kakinya.
"Tubuh Hunter Tom Holland meleleh saat terkena racun milik Hunter Graham." Teriak Komentator pria melihat tubuh pria berkulit putih yang perlahan meleleh setelah terkena racun Graham.
Beberapa detik kemudian tubuh Tom Holland meleleh menjadi cairan. "Sekali lagi Hunter Graham membunuh lawan bertarungnya." Teriak komentator perempuan.
"Hunter Graham berhasil mengalahkan hunter Tom Holland dan maju ke pertandingan berikutnya." Kata komentator pria.
Saat turun dari arena, Graham melihat pria berjaz coklat berjalan ke arahnya dengan memegang mic. "Hunter Graham apa ada yang ingin anda sampaikan kepada lawan bertanding anda besok." Kata pria berjaz coklat.
"Jika kamu menyayangi nyawamu. Lebih baik kamu menyerah saja." Kata Graham.
"Hunter Graham kamu adalah idolaku." "Hunter Graham jadikan aku wanitamu." Semua penonton mulai bersorak kepada Graham.
Beberapa Jam kemudian. Wengen, Swiss. Graham sedang menonton televisi bersama Alice dan Violet. "Hunter Irina, apakah anda akan menyerah saat pertandingan besok. Karena lawan anda adalah Hunter Graham yang dalam 3 pertandingan terakhir selalu membunuh lawan bertarungnya." Tanya seorang reporter.
"Sepertinya aku akan menyerah. Aku masih menyayangi nyawaku dan aku memiliki seorang putri yang masih berusia 10 tahun." Kata wanita berkulit putih yang berusia 30an.
"Sayang, apa kamu besok akan membunuhnya." Tanya Violet.
"Jika dia menyerah, aku tidak akan membunuhnya." Balas Graham memakan popcorn.
Keesokan harinya. New York, Amerika Serikat. "Halo Semuanya, hari ini adalah hari ke 4 tournament hunter rangking S di mulai. Di Hari ke empat ini. Ada 50 Hunter rangking S yang maju ke pertandingan babak ke 4. Dan pertandingan babak ke empat pertama hari ini adalah hunter Irina yang berasal dari Spanyol melawan Hunter Graham yang di juluki sebagai Hunter terkuat di dunia." Kata komentator pria berjaz hitam.
"Dalam pertadingan babak ketiga kemarin. Hunter Irina berhasil mengalahkan Hunter Yang Kai dari China. Dan Hunter Graham berhasil mengalahkan Tom Holland dari Inggris." Kata komentator wanita berjaz hitam.
"Untuk kedua hunter di harapkan segera memasuki arena pertandingan." Kata komentator pria berjaz hitam. Graham kemudian berjalan ke arah arena pertandingan.
"Tiga, Dua, Satu. Pertadingan di Mulai." Teriak komentator pria.
"Aku menyerah." Kata wanita berkulit putih berambut hitam panjang.
"Hunter Irina memutuskan untuk menyerah." Kata komentator perempuan.
"Karena Hunter Irina menyerah, Hunter Graham akan maju ke pertandingan berikutnya." Kata komentator pria.
__ADS_1
Graham dan wanita berambut hitam kemudian turun dari arena. "Hunter Irina mengapa anda memutuskan untuk menyerah." Tanya pria berjaz coklat yang memegang mic.
"Aku bukan lawannya. Jadi buat apa bertarung jika aku akhirnya kalah." Kata wanita berambut hitam yang di panggil Irina.
"Hunter Graham apa ada yang ingin anda sampaikan kepada lawan bertanding anda besok." Kata pria berjaz coklat melihat Graham.
"Jika kamu menyayangi nyawamu. Lebih baik kamu menyerah saja seperti dirinya." Kata Graham menunjuk wanita berambut hitam. Wanita berambut hitam tersenyum kecut saat mendengar kata Graham.
Saat berjalan menuju sebuah ruangan. Graham melihat seorang perempuan berlari ke arah wanita berambut hitam. "Ibu, apa pertandingannya sudah selesai." Kata perempuan berkulit putih, berambut hitam pendek berbicara kepada Irina.
"Pertandingannya sudah selesai. Ayo kita kembali ke hotel." Wanita berambut hitam tersenyum.
"Dia terlihat mirip dengan Viola." Gumam Graham melihat perempuan berkulit putih yang memanggil wanita berambut hitam ibu.
"Aktifkan skill observation. Munculkan status perempuan." Kata Graham kemudian layar status muncul di depannya.
Nama : Viola
Usia : 10 tahun
Ras : Manusia
Strength : 10
Agility : 10
Vitalitas : 10
Stamina : 9/10
Ki : 0/0
"Aku tidak percaya semua perempuan yang aku kenal di planet Azure akan berinkarnasi di bumi." Gumam Graham melihat Viola yang berjalan pergi bersama wanita berambut hitam.
"Irina." Kata Graham memanggil wanita berambut hitam.
"Ada apa." Wanita berambut hitam berhenti berjalan dan melihat Graham.
"Aku ingin pergi makan. Apa kamu dan anakmu ingin pergi makan bersamaku." Kata Graham melihat Irina dan Viola.
"Dia terkenal dengan sifat kejamnya yang membunuh tanpa pandang bulu. Jika aku menolak ajakannya, aku takut dia akan membunuhku." Gumam Irina di pikirannya.
"Baik, ayo kita makan bersama." Irina mengangguk.
"Bagus." Graham tersenyum.
Beberapa menit kemudian Graham, Irina dan Viola berada di restoran. "Aku pesan steak dan sebotol beer." Kata Graham.
"Aku pesan 2 porsi steak dan 2 Jus Cranberry." Kata Irina.
"Baik, silakan tunggu pesanan anda." Kata pelayan restoran kemudian berjalan ke dapur.
"Siapa nama anakmu." Kata Graham melihat Viola.
"Namanya adalah Viola." Balas Irina.
"Apa dia anak kandungmu." Tanya Graham.
__ADS_1
"Dia anak kandungku." Balas Irina.
"Tapi dia tidak terlihat mirip denganmu." Balas Graham.
"Dia mirip dengan ayahnya. Tapi ayahnya sudah lama mati." Balas Irina.
"Irina, aku tertarik dengan putrimu." Kata Graham.
"Huuhh." Irina bingung dengan perkataan Graham.
"Jika kamu memberikan putrimu padaku. Aku akan memberimu 100 Juta Dollar." Kata Graham.
"Buuzzz." Irina mengeluarkan auranya saat mendengar kata Graham. "Aku tidak menjual putriku." Kata Irina menatap Graham dengan tajam.
"Bagaimana dengan 1 Miliar Dollar." Kata Graham.
"Graham, apa kamu ingin mati." Irina menatap Graham dengan tajam.
"Sepertinya tidak ada cara lain. Selain menghapus ingatanmu." Kata Graham melihat Irina.
"Aktifkan skill Control Time." Kata Graham kemudian memperlambat waktu.
"Aktifkan skill Memory Manipulation." Kata Graham kemudian memegang kepala Irina dan Viola.
"Aku akan merubah ingatan kalian berdua." Kata Graham kemudian menghapus semua tentang Viola di ingatan Irina.
Graham juga menghapus semua tentang Irina di ingatan Viola. "Aku akan menambahkan ingatan bahwa kamu adalah perempuanku." Kata Graham menambahkan ingatan Viola.
"Clacckk." Graham menjentikan jarinya kemudian waktu berjalan normal kembali.
"Ini pesanan anda." Pelayan restoran mengantarkan pesanan Graham, Irina dan Viola.
"Ayo kita makan." Kata Graham melihat Viola.
"Baik kak." Viola tersenyum.
"Baik." Irina mengangguk. Graham, Irina dan Viola kemudian mulai makan.
Beberapa menit kemudian Graham, Irina dan Viola telah selesai makan. "Hunter Graham, terimakasih atas makanannya." Kata Irina.
Graham mengangguk kemudian berkata. "Viola ayo pergi."
"Baik kak." Viola tersenyum. Graham menepuk bahu Viola kemudian menghilang.
Wengen Swiss. Violet yang sedang menonton televisi melihat Graham tiba-tiba muncul bersama Viola. "Graham siapa dia." Tanya Violet.
"Namanya adalah Viola. Dia sama seperti Alice. Perempuan yang aku adopsi." Graham bicara di pikiran Violet.
"Viola ayo masuk ke dalam kamar." Kata Graham masuk ke dalam kamar.
"Baik kak." Viola mengangguk kemudian masuk ke dalam kamar.
"Ayo kita mandi bersama." Kata Graham masuk ke dalam kamar mandi.
"Baik." Viola tersipu malu kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
"Lepas pakaianmu." Kata Graham melihat Viola. Viola mengangguk kemudian melepas pakaiannya.
__ADS_1
"Dadamu lebih besar dari pada milik Alice dan Silvy." Kata Graham kemudian meremas dada Viola.
"Ahhh." Viola mendesah saat Graham meremas dadanya.