
"Siapa kalian?" Heru dengan lantang berteriak saat para penyusup sudah melakukan penyerangan.
Satu persatu lawan mulia mereka tundukkan, namun tetap dalam situasi waspada. Karena pimpinan dari Draco belum mereka temukan, laporan yang diterima dari markas mereka pun demikian. Situasi belum kondusif, masih banyak lawan mereka yang terus berdatangan.
Crash!
Crash!
Senjata yang Ray gunakan telah mengeluarkan suaranya, semua anggota Dark Kill mulai bangkit saat melihat leader mereka sudah mengeluarkan kekuatannya. Sudah kesekian lama dirinya tidak bertarung seperti ini, namun kini jiwa kejamnya telah kembali setelah anggota keluarganya di usik.
Dor!!
Suara tembakan yang begitu nyaring terdengar, hal itu membuat semua pergerakan terhentikan untuk sesaat. Seorang pria yang menampakkan wajahnya dengan begitu angkuh dan juga mengejutkan.
"Gino." Ucap Ray dengan perlahan, begitu pula dengan anggota lainnya kaget saat melihat siapa leader dari klan yang menyerang mereka saat ini.
"Sudah lama tidak bertemu, Ray."
"Ku sudah terlalu banyak berubah, bagaimana bisa seorang Ray Tamoez yang terkenal kejam dan dingin ini bisa lemah hanya karena seorang wanita. Hahaha"
Mendengar ucapan Gino, kedua tangan Ray mengepal dengan sangat kuat. Dirinya tidak akan bereaksi apapun jika orang lain menyinggungnya, tapi tidak untuk keluarganya.
__ADS_1
"Kau tahu, jika aku adalah orang yang tidak suka penolakan. Sudah sejak lama aku menantikan pertemuan ini, jika selama ini aku selalu segan kepadamu. Untuk Kali ini, itu tidak akan terjadi Ray." Seringai terlihat jelas dari wajah itu dalam menatap lawannya.
Masih menyaksikan apa yang dikatakan oleh rivalnya, Ray begitu tenang. Sedangkan Bibby dan lainnya yang berada dimarkas sedang bertarung, mereka mengeluarkan semua kemampuan dan senjata yang dimiliki. Sepertinya lawan mereka kali ini sudah terlebih dahulu mengalihkan pusat penyerangan, terlihat jumlah mereka yang tidak bertambah sedikitpun.
Hal itu segera mereka beritahukan kepada Ray, karena pusat penyerangan itu ada pada mansion utama.
"Tuan, apa perlu kita ..." Felix bermaksud memberitahukan jika keadaan mereka saat itu.
"Biarkan saja dia bermain dengan permainannya sendiri." Tiba-tiba saja Ray merasa seperti memahami situasi saat ini.
Paham akan apa yang dikatakan Ray, Felix mengarahkan yang lainnya untuk menghadapi musuh mereka. Namun ada pemandangan yang cukup langka bahkan baru kali ini ia melihatnya, tuan muda mereka berdiri dari atas balkon kamar utama milik Ray. Begitu juga dengan nona muda mereka, seakan mengisyaratkan sesuatu kepada mereka.
"Uncle, biarkan kami bekerja dari atas." Nathan memberikan isyarat kepada Felix agar tidak mengkhawatirkan mereka.
Sedangkan Gino yang mulai tersulut emosinya benar-benar geram, apa yang telah ia lakukan tidak mendapatkan respon apapun dari orang yang di inginkan. Dengan penuh amarah, ia dan beserta para anggotanya menyerang pasukan Ray yang berada di mansion tersebut.
Pertarungan tak bisa dihindari, Ray yang sudah terbiasa dengan hidup damai bersama keluarga kecilnya. Kini ia harus dihadapkan kembali dengan dunia yang sudah membuat dirinya menjadi manusia paling kejam, mau tidak mau Ray harus menghadapi mereka.
"Jangan salahkan jika kalian hari ini akan berakhir dengan tidak sempurna, Gino." Seringai Ray dengan begitu ganasnya.
"Kau sendiri yang akan aku musnahkan, Ray! Bersiaplah untuk melepas semua yang kau miliki, begitu juga dengan istri cantikmu. Aku dengan senang hati menjadikannya ratuku, hahaha." Gino benar-benar sudah mengusik ketenangan dari seorang Ray.
__ADS_1
Mendapati musuh mereka yang sudah sangat berani memancing amarah dari tuannya, Felix dan juga Heru yang berada disana menghembuskan nafas kasarnya.
"Huh, mau cari masalah tu orang." Celoteh Heru yang ikut mendengarkan.
"Diamlah, sebaiknya anda bersiaga atas kepungan ini. Ingat tuan, kita sedang kekurangan pasukan. Jadi anda jangan lengah sedikitpun, biarkan tuan Ray yang menuntaskan dengan pria itu." Felix menyadarkan Heru yang lupa akan situasi mereka.
Membenarkan apa yang Felix ucapkan, Heru kembali fokus untuk menyerang lawannya. Pertempuran diantara dua klan tersebut terjadi begitu sangat menyeramkan, bahkan diantara keduanya tidak memberikan celah sedikitpun untuk mengambil nafas dan beristirahat sejenak. Berbagai senjata mereka gunakan, dengan pasukan yang mulai berkurang banyak. Klan yang dipimpin oleh Ray mulai merasa cemas.
"Menyerahlah Ray, kau akan aku berikan pengecualian. Hahaha." Gino merasa menang atas keadaan yang ada.
Dengan nafas yang masih tidak normal, Ray memejamkan matanya sejenak untuk menetralkan amarahnya. Jika ia terpancing dengan apa yang dikatakan oleh Gino, maka sama saja ia menyerah.
Secara tiba-tiba terdengar seperti suara ledakan dari arah luar mansion, dan benar apa yang terjadi. Tanpa menunggu respon apapun, Ray mengambil kesempatan itu untuk segera menyerang Gino.
"Ba***at kau Ray! Lepaskan!" Gino yang telah berhasil Ray kunci gerakannya dan kini ia memberontak untuk lepas.
"Tidak akan pernah aku biarkan, pilihanmu hanya dua. Menyerah atau lenyap dari dunia. Katakan!" Ray berteriak tepat disamping telinga Gino yang sudah tidak bisa berkutik.
"Hahaha, kau tidak lihat. Nyawa istri dan anak-anakmu ada ditanganku, lepaskan!"
Disaat Ray dan juga para anggotanya sudah bisa mengambil alih situasi yang ada, Gino menyeringai dengan tatapan sinisnya. Ia mengarahkan semua pandangan ke arah atas dari mansion utama tersebut, terlihat beberapa anggota dari Draco yang sudah mengepung bagian atas.
__ADS_1
"Bre***ek! Jika terjadi sesuatu dengan istri dan anak-anakku, maka nyawamu akan aku lenyapkan! Suruh mereka menjauh!" Ray tersulut emosi atas apa yang dilakukan Gino.