
"Mas, kemana anak-anak?" Tanya Nisha yang mendapati Ray kembali ke mansion tanpa disertai dua buah hatinya.
"Mereka sedang bermain dengan Bibby, biarkan saja sayang. Kita juga butuh waktu berdua seperti ini." Ray yang baru saja pulang dari perusahaan, merasa sangat merindukan kebersamaan berdua saja dengan istrinya.
Melingkarkan kedua tangannya dari arah belakang tubuh Nisha, Ray menghirup aroma buah yang menyegarkan.
"Kita kan selalu bersama mas." Jawab Nisha yang merespon sentuhan dari Ray.
"Beda sayang, sejak kehadiran anak-anak. Perhatian kamu maupun aku sudah berkurang dan terbagi dengan mereka, tidak seperti ini hanya kita berdua saja." Tangan Ray mulai lepas kendali.
Menyadari apa yang dirasakan suaminya, Nisha merespon baik akan sentuhan itu. Disaat mereka akan melanjutkan ke arah yang lebih sensitif, tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dan kedua buah hatinya sudah berada disana.
"Jangan suka mengambil kesempatan disaat kami tidak ada dad." Suara yang terdengar begitu datar dan dingin, keluar dari mulut si sulung.
"Benar apa kata abang, daddy suka sekali mengambil kesempatan. Membiarkan kita bersama uncle Bib, dan membuat mommy seperti ini. Ayo mom, Fio mau ajak mommy tidur dikamar Fi saja." Menjulurkan lidahnya sebagai tanda untuk Ray, jika anaknya sedang melakukan aksi penyelamatan.
__ADS_1
"Hey, kenapa kalian membawa mommy? Daddy tidur sama siapa?" Ray begitu frustasi mengetahui Nisha dibawa oleh kedua anaknya.
Menyaksikan suami dan kedua anaknya saling memperebutkan dirinya, yang dimana Nisha mengetahui pemenangnya pasti si kembar. Senyuman itu terukir begitu lepas dari wajah wanita itu, menatap suaminya yang begitu memelas. Membuat hatinya tidak tega dan merasa bersalah.
"Sini sayang, anak-anak mommy yang manis. Fiona dan abang kan sudah mempunyai kamar sendiri-sendiri, seperti apa yang kalian inginkan. Sedangkan mommy dan daddy memang berada dalam satu kamar ini, apa kalian tidak merasa kasihan. Lihat wajah daddy." Nisha mengarahkan kedua anaknya untuk menatap Ray.
"Tugas utama mommy adalah berbakti kepada daddy, tanpa melupakan kewajiban untuk kalian berdua. Mommy akan merasa sangat bersalah jika tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban mommy dengan baik, apa kalian bisa membantu mommy untuk menunaikan keduanya?"
Baik Fiona maupun Nathan nampak terlihat sedang berpikir sejenak, menatap wajah kedua orangtuanya secara bergantian. Dalam beberapa waktu, akhirnya mereka menghela nafas beratnya secara bersamaan.
"Kelelahan? Daddy tidak akan membiarkan mommy kalian kelelahan nak, yang ada nanti mommy kalian semakin ketagihan." Ray meraih pinggang Nisha dan memainkan kedua matanya.
Memutar bola matanya dengan malas, Nathan terlebih dahulu meninggalkan kamar tersebut. Ia begitu malas harus melihat daddynya merubah menjadi anak kucing saat berada bersama mommy mereka. Sedangkan Fiona, ia begitu kesal akan sikap Ray yang selalu merebut kebersamaan dirinya bersama Nisha.
"Daddy nyebelin deh, Fio kan mau sama mommy. Selalu saja begini, nanti daddy akan Fio sulap biar hilang dari muka bumi ini." Fiona melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Ray yang tidak merasa bersalah sedikitpun kepada kedua anaknya.
__ADS_1
Plak!
"Sayang, kenapa?" Ray mendapatkan hadiah dari Nisha pada bahunya.
"Kamu ini mas, anak-anak jadi kecewa gitu."
Melepaskan kedua tangannya dari pinggang Nisha, Ray menghela nafasnya dan menjauh dari Nisha. Hal itu membuat Nisha merasa pusing, membujuk Ray adalah sesuatu yang sangat paling ia hindari.
"Mas."
"Anak-anak membutuhkanmu, temani saja mereka." Jawaban ketus Ray berjalan menuju balkon kamar mereka.
Menatap punggung yang begitu lebar itu semakin menjauh, Nisha menarik nafasnya yang berat. Memijit alis matanya yang tidak merasa gatal, memikirkan langkah apa yang harus ia lakukan agar membuat suaminya itu tidak lagi cemberut.
"Begini ni resikonya mempunyai bayi super gede', bahkan dengan anaknya sendiri saja tidak mau mengalah. Mas mas, kamu benar-benar sudah membuatku menjadi wanita yang begitu istimewa. Istimewa untuk menghadapi sikapmu yang sangat spesial daripada pria lain, untung saja cinta." Nisha mengejar Ray dan memberikan berbagai penawaran untuk rasa cemburu serta juga emosinya agar segera mereda.
__ADS_1