Wanita Istimewa Sang Mafia

Wanita Istimewa Sang Mafia
62.


__ADS_3

Berita tentang kehamilan Nisha terdengar hampir keseluruhan dunia bawah dan juga dunia perbisnissan yang Ray geluti. Hal tersebut memberikan dampak yang cukup serius untuk keselamatan dari penerus Tamoez, dalam usia kehamilan yang sudah memasuki bulan ke empat, mereka pun semakin meningkatkan keamanan terutama untuk Nisha dan kandungannya.


"Mas, aku masih bisa sendiri." Nisha menarik Ray untuk selalu menemani kemana pun Nisha berjalan.


"Menurutlah sayang, ini semua untuk keselamatan kalian bertiga." Ray begitu protective kepada sang istri dan calon penerusnya.


Bukan tanpa sebab Ray melakukan hal tersebut, beberapa hari yang lalu. Mereka mendapatkan sebuah ancaman yang datang melalui kiriman benda-benda yang dapat mengancam keselamatan, maka dari itu. Ray mengutus Meri untuk selalu berada di sisi Nisha, bahkan saat berada di salam kamar mandi sekalipun.


"Mas, mereka sedang apa?" Melihat beberapa orang sedang melakukan pengecekan terhadap paket yang sangat misterius, benda itu barusan saja dikirimkan melalui orang yang berani mengorbankan nyawa hanya demi memastikan benda itu sampai di kediaman Ray.


"Jangan terlalu dipikirkan, lebih baik kamu beristirahat saja. Meri." Perkataan Ray sangat tegas, Nisha merasakan ada sesuatu yang benar-benar serius. Maka dari itu ia tidak ingin membuat suaminya semakin khawatir, menurut lebih baik daripada menimbulkan masalah.


Nisha bersama Meri kembali menuju kamarnya, sedangkan Ray menemui para anggotanya untuk memeriksa paket tersebut. Disaat akan menyentuh paket tersebut, terdapat semburan asap yang cukup tebal keluar.


Duar!!


Terjadi ledakan yang cukup besar, dari kejadian tersebut. Para anggota yang akan melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut mengalami luka-luka cukup serius, dua dokter yang cukup berperan dalam organisasi itu segera dikerahkan.


"Mer, kamu dengar suara itu?" Telinga Nisha mendengar suara ledakan, walaupun dari dalam kamar tersebut suara ledakan tidak terlalu besar namun masih terdengar.


"Iya nona, sebaiknya kita tetap waspada." Tidak menutup kemungkinan jika berada di tempat yang dirasakan aman, akan ada penyusup.


"Kau benar sekali Mer." Nisha pun satu pemikiran apa yang dikatakan oleh Meri padanya.

__ADS_1


Dengan adanya peristiwa ledakan tersebut, hampir saja mengenai Ray saat itu juga sedang menghampiri orang-orangnya untuk melakukan pemeriksaan. Ledakan yang cukup keras itu, bagian tanah yang digunakan sebagai alas dari paket tersebut ikut hancur sebagian.


Beberapa saat kemudian, Haykal dan juga Jackson tiba disana. Mereka pun ikut kaget dengan peristiwa tersebut, musuhnya kali ini sudah benar-benar bernyali besar.


"Kali ini, jangan terlalu lama untuk mempertimbangkan semuanya Ray." Jackson yang baru saja tiba dari kegiatannya dalam memperdalam ilmu kedokteran.


"Benar Ray, sepertinya mereka sudah mempunyai kekuatan yang cukup. Buktinya saat ini, mereka sudah mulai secara terang-terangan mulai menyerang." Haykal ikut menyampaikan pendapatnya.


Kedua dokter itu telah tiba dan segera memberikan pertolongan pada para anggota yang mengalami cedera, luka yang didapatkan cukup serius. Bahkan beberapa diantara mereka akan hidup dalam kecacatan, karena luka itu meninggalkan tanda yang tidak bisa hilang seumur hidup.


Mendapati hal tersebut, Ray masih memperlihatkan wajahnya yang begitu tenang dan dingin. Tidak ingin ceroboh yang nantinya akan menimbulkan masalah, ia mengintruksi orang-orangnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan juga keamanan.


Hari-hari kun dilalui dengan begitu cepat, musuh-musuhnya kini mulai bergerak untuk melumpuhkan dirinya dan juga organisasi yang ia pimpin untuk diambil alih. Ray belum melakukan pergerakan apapun, namun orang-orang keparcayaannua sudha mulai merasa gusar dengan sikap Ray.


"Tidak ada, tuan masih seperti biasa saja. Kita tetap waspada saja, jangan melakukan tindakan tanpa sepengetahuan tuan Ray. Kalian tahu sendiri karakter dua, jadi tunggu saja." Felix menjawab dengan santai atas pertanyaan yang ditujukan pada dirinya.


"Tapi, bagaimana kamu bisa setenang ini? Padahal pergerakan dari mereka sudah terlihat dan berbahaya, apa tidak ada sedikitpun cara untuk meredamnya?" Bibby yang sedikit panik akan langkah yang telah di ambil oleh pihak lawan mereka, bahkan pergerakan mereka cukup dibilang sangat cepat.


Didalam markas tersebut, mereka sedang mempersiapkan berbagai cara untuk menekan perlawanan dari pihak musuh. Belum ada instruksi apapun dari Ray untuk mereka, hal itulah yang membuat mereka belum bisa melakukan perlawanan.


.


.

__ADS_1


Dor!


Dor!


Baru saja mereka selesai berbicara untuk masalah penanganan dalam perlawanan musuh, tak lama kemudian terdengar letusan dari senjata api yang bergema.


"Suara apa itu? Bergerak!" Bibby melihat dari kamera pengawasan dan terbukti ada penyusup yang memasuki wilayah markas mereka.


Semua orang bersiaga dan melakukan pertahanan, musuhnya kali ini benar-benar sudah sangat matang dalam persiapannya.


Di luar dari markas, penyerangan telah terjadi dan orang-orang mereka juga melakukan hal yang sama. Dalam jumlah yang cukup banyak, aksi penyerangan itu terasa sangat cepat. Apalagi berbagai senjata yang mereka gunakan, cukup membuat orang-orang dari pihak Ray sedikit mengalami kesulitan.


Penyerangan tersebut terjadi dengan begitu tiba-tiba, namun karena dari pihak Ray sudah terlebih dahulu mengantisipasi pergerakan lawan. Mereka dengan begitu mudah untuk menakhlukkan pihak lawan, tidak semuanya mereka lenyapkan. Ada beberapa yang sengaja mereka jadinkan sandera, sebagai alat untuk mengali informasi tentang siapa yang menjadi dalang dari semuanya ini.


Namun ada sebagian dari pihak musuh yang dengan sengaja melenyapkan nyawanya sendiri daripada tertangkap, sehingga membuat pihak Felix dan lainnya merasa aneh.


"Bagimana keamanan pada mansion tuan Ray?" Felix berbicara dari ponsel miliknya kepada seseorang.


"Sejauh ini belum ada pergerakan, hanya saja mereka sudah memasuki wilayah mansion. Jika kalian banyak yang menganggur, lebih baik membantu disini." Suara Heru dari sambungan telfon tersebut terdengar sangat dingin, dengan itu menandakan jika keadaan sudah tidak baik-baik saja untuk saat ini.


"Baiklah." Felix segera memberikan titahnya kepada anggota mereka untuk sebagian menuju mansion Ray.


Karena keadaan markas telah sedikit tenang, namun tidak menutup kemungkinan ini hanyalah peralihan dari pihak lawan. Maka dari itu, Felix menempatkan orang-orang khusus yang tetap berada di markas. Ia membawa sebagian lagi anggotanya menuju mansion Ray, pihak lawan yang kini mereka sandera mulai mendapatkan beberapa perlakuan khusus untuk memberikan informasi yang ada.

__ADS_1


Dalam pergerakan musuh kali ini, Heru dan Ray tidak ingin gegabah dalam mengambil tindakan. Karena saat ini, yang di inginkan oleh pihak lawan adalah menyerang dan mengambil sumber kelemahan dari seorang Ray Tamoez, yaitu Nisha. Dalam keadaan hamil kembar, perut Nisha saat ini sudah terlihat sangat besar. Bahkan untuk berjalan pun Nisha sudah mendapatkan kesulitan, pertumbuhan kedua janin tersebut sangat pesat dan diluar kendali. Zahra sebagai dokter kandungan Nisha pun merasa takjub denga pertumbuhan kedua janin tersebut, akan tetapi mereka kali ini berfokus untuk memberikan perlindungan dan keselamatan untuk semuanya terkhusus Nisha dan kandungannya.


__ADS_2