
Brakh!
"Kita kembali, cepat persiapkan semua! Cepat!!"
Isi dari ruangan saat itu sangat kacau dan berantakan, kemarahan Ray begitu besar saat mengetahui jika Nisha telah diculik dan Heru dalam keadaan kritis.
Flashback on...
Menelusuri pergerakan dari musuh yang telah berhasil mengecoh kelompoknya, Ray bersama seluruh anggotanya disana tidak tinggal diam. Mereka mengatur strategi baru untuk memancing musuhnya itu menampakkan diri, walaupun terkenal cukup licin dalam setiap pergerakannya.
"Tuan, ini." Bibby mendapatkan sedikit jejak yang dapat membantu mereka.
Menerima sesuatu yang diberikan kepadanya, Ray melihatnya dengan sangat teliti. Setiap sudut dari benda tersebut ia perhatikan, sampai pada akhirnya ia menggenggamnya dengan begitu kuat.
"Heh, sepintar-pintarnya kau mengelabuhiku. Rupanya kau masih terlalu ceroboh, Black. " Senyuman seringai Ray berikan.
"Bagaimana tuan, apa yang akan kita lakukan?" Bibby berharap Ray dengan cepat dapat menangkap musuhnya, namun keheranan ia dapatkan saat melihat seringai Ray.
"Dia tidak berada disini, ini hanya sebagian dari tipuannya saja. Dan bodonya kita bisa terkena, hahaha."
"Hah, mereka tidak ada dinegara ini tuan?!" Bibby dan anggota lainnya sangat terkejut dengan apa yang Ray katakan.
__ADS_1
"Hem, dia menggunakan cara ini untuk mengelabuhi kita. Ternyata akal liriknya tidak pernah berubah, lenyapkan saja orang-orang mereka yang ada. Sita juga produksi dari markas mereka, jual saja dengan kualitas yang dia punya. Jangan sampai kehadiran kita disini menjadi sia-sia saja, paling tidak manusia itu kehilangan asetnya sedikit saja."
Benar-benar tidak bisa mereka tebak akan jalan pikiran dari tuannya, Bibby segera melaksanakan perintah Ray tersebut. Disaat akan kembali menuju tempat ia akan beristirahat dengan mengendarai mobilnya sendiri, jalanan yang tidak begitu ramai dengan kendaraan. Tiba-tiba saja pikiran Ray seakan-akan menjadi kehilangan fokus, laju kendaraannya yang tidak baik membuatnya menekan rem secara mendadak.
Dugh!
"Aish. Kenapa jadi begini, ada apa dengan diriku?"
Menenangkan diri sejenak, Ray bersandar pada kursi kemudinya. Setibanya Ray dirumah miliknya yang berada di negara seberang, berjalan memasuki kamar miliknya dan melepaskan jas serta dasi yang ia kenakan. Lalu ia merasakan jika ponsel miliknya bergetar, melihat nama yang menelfonnya dan segera menyambutnya.
"Hem, ada apa?" Jawab Ray dengan begitu ketusnya.
"Tu tuan Ray, Nish Nisha di di culik tuan." Suara Caca yang sangat bergetar menyampaikan apa yang terjadi.
" Pak Heru terluka dan tidak sadarkan diri. Ada banyak orang berpakaian hitam menolong kami tuan, tolong kami tuan." Tanggisan Caca pun pecah dengan rasa ketakutannya.
Tut tut tut...
flashback off...
Persiapan dalam waktu singkat telah siap, kepulangan Ray menuju negaranya terkesan sangat mendadak. Memakan waktu kurang lebih delapan jam penerbangan di udara, membuat Ray tidak tenang. Ia sangat terlihat panik dna khawatir akan keselamatan kekasihnya, semua anggotnaya yang berada di negara tersebut telah dikerahkan. Felix yang mendapat kabar tersebut juga ikut bergerak dan membatalkan pertemuan yang sudah terjadwalkan, seluruh akses CCTV jalanan dan juga dibeberapa tempat yang mereka duga dilewati oleh penculikan tersebut telah di amankan oleh Bibby.
__ADS_1
Sedangkan Heru saat ini sedang berada di dalam ruang tindakan untuk dilakukan operasi, Caca yang masih setia disana menemani Heru yang terluka. Ada rasa ketakutan pada dirinya akan peristiwa tersebut, ia juga masih bertanya-tanya dimana keberadaan Nisha saat ini.
"Nisha! Dimana pun kamu berada, semoga kamu baik-baik saja."
Terus mendoakan yang terbaik, menunggu didepan ruang tindakan begitu sangat menegangkan. Apalagi ditambah dengan penjagaan dari beberapa orang yang ditugaskan untuk menjaga mereka, baru kali ini Caca merasa seperti di dalam dunia khayalan.
Begini ya rasanya dijagain oleh bodyguard, seperti sedang berada di dalam dunia fiksi novel saja yang berbau mafia-mafia gitu. Ih serem dah, ni otak kok jadi penghayal gini ya.
Meninggalkan keadaan di rumah sakit, Ray kini sedang fokus mencari keberadaan Nisha. Mengerahkan seluruh anggotanya untuk berpencar dan menggunakan semua peralatan yang mereka punya, bahkan Bibby masuk dengan paksa pada perangkat inti dari pihak instansi resmi negaranya agar bisa mengakses kamera pengawas yang ada pada titik tertentu yang tidak bisa ia akses.
"Tuan, coba anda lihat ini." Bibby menunjukkan kepada Ray sesuatu yang ia dapatkan dari kamera pengawas tersebut.
"Coba perbesar pada mobil ke dua dari sisi jalan." Perintah Ray yang menemukan keganjilan pada gambar yang ia lihat.
Gerakan tangan itu dengan sangat cepat mengerjakan perintah dari tuannya, dan benar adanya. Mobil yang ia curigai memang benar adalah target mereka, sistem pelacak yang Bibby gunakan sedang menentukan titik koordinat dari mobil itu.
"Kena kau! Tuan, mereka berada pada salah satu bangunan yang terletak di daerah pinggiran pedesaan." Bibby yang dengan semangat mengatakan pada Ray akan keberadaan Nisha.
"Kirimkan titik itu padaku, kalian tetap berjaga disini." Ray berlarian menuju mobilnya.
"Ta tapi tuan, anda ..."
__ADS_1
Tidak mengikutsertakan anggotanya dalam pengejaran pelaku penculikan kekasihnya, Ray melajukan mobilnya dengan sangat cepat. Namun tidak bagi Felix dan lainnya, ia membawa beberapa anggotanya untuk mengikuti Ray dari jarak yang cukup dekat, mereka tidak ingin terjadi kelalaian lagi dengan tuannya.