
"Sepertinya ini hanyalah jebakan Ray, lihatlah." Heru mempersilahkan Ray untuk melihat keadaan sekitar.
Dengan tatapan tajamnya, Ray sudah bisa menduganya. Namun ia tidak ingin membuat musuhnya kali ini menjadi kecewa, ia akan mengikuti arah permainan yang ada.
"Ikuti saja, tidak asik kalau terlalu cepat menang." Perkataan Ray berhasil membuat Heru membuka matanya dengan sangat lebar.
Beberapa detik, tubuh Heru terdiam. Isi pikirannya begitu kacau saat mendengar perkataan tersebut, bagaimana bisa Ray dengan mudahnya mengucapkan hal itu.
Pukh!
"Auw!" Ringgis Heru yang mendapatkan tepukan pada bahunya.
"Tembakan mereka akan segera menghampiri dirimu, melamun saja." Ray berjalan melewati Heru yang masih mengusap bahunya.
Berbagai umpatan yang Heru ucapkan untuk Ray, rasanya ia lebih baik berdiam diri dirumah sambil menonton televisi daripada seperti ini. Mereka kembali melanjutkan tujuannya saat berada disana.
Namun disaat mereka berjalan memasuki bangunan tersebut, ada beberapa bayangan hitam melintasi langkah mereka. Hal itu membuat Ray dan Heru bergerak waspada, dalam hitungan detik. Terjadilah aksi serang menyerang.
Bugh!
__ADS_1
Bugh!
Crash!
Lawan kali ini tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh keduanya, setelah mereka berhasil melawan semuanya. Langkah kaki itu kembali berjalan melewati ruang demi ruangan yang ada disana, mengamati dengan cermat situasi saat itu.
Dengan lirikan matanya, Ray memberitahu Heru untuk segera bergerak menuju tempat yang sudah ia ketahui. Sebelum langkah mereka melaju lagi, suara sumbang terdengar begitu jelas dan keras.
"Hahaha, seberapa pentingnya wanita renta ini bagi mereka. Aku rasa, akuntidak menyangka jika dia bisa kita manfaatkan untuk membujuk sumber kelemahan seorang Ray." Kenzo menatap Soraya yang terduduk lemahnya pada kursinya.
"Aku sudah melakukan apa yang kalian perintahkan, dan sekarang. Aku ingin menuntut hasilnya!" Vansh dengan begitu keras berteriak dihadapan Niki.
Baru saja ia tertawa, namun hal itu dikatakan oleh perkataan Vansh yang secara langsung meminta hasil dari perjanjian diantara mereka sebelumnya.
"Ya benar, dan aku mau kau membawa wanita yang aku cintai itu kepadaku sekarang juga."
Bugh!
Niki dengan kuat memberikan pukulan tepat pada rahang Vansh, sungguh situasi itu sangat menguntungkan bagi Ray dan Heru untuk membawa Soraya dari sana. Disaat kedua orang yang saling bekerjsama untuk menjatuhkan Ray, dengan cerobohnya mereka juga memberikan ruang pada orang lain dalam mengambil kesempatan membebaskan sandera yang mereka tawan.
__ADS_1
Hosh
Hosh
Hosh
"Tidak ada yang menyetujui kesepakatan ini, kau saja yang bo***h dan dengan mudahnya mau bekerjasama tanpa hitam di atas putih, hahaha." Niki menghapus cairan merah yang keluar dari sudut bibirnya.
"Bre****ek! Kau menipuku!" Kedua tangan Vansh mengepal dengan sangat kuat, bahkan wajahnya sudah berubah menjadi sangat merah.
"Kenapa? Kau mau membalas rasa sakit hatimu itu, bahkan wanita itu tidak pernah menganggap kau itu berarti bagi dirinya. Lihatlah, perutnya sudah membesar. Itu tandanya mereka saling mencintai, kau saja yang terobsesi dengannya. Hahaha, kasihan sekali kau." Niki semakin memperolok Vansh yang sudha kalah telah dari dirinya.
Dalam keadaan tubuh yang sudah tidak baik, Vansh masih memberikan serangan kepada Niki secara membabi buta. Namun bukan Niki jika harus mengalah dan menyerah dari seorang Vansh, dengan seringainya ia membalas serangan demi serangan yang diberikan. Kini, Vansh sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya sedikit pun.
"Bagaimana, kau masih ingin menagih hasil kesepakatan yang tidak pernah terjadi? Heh, dasar ceroboh." Kaki Niki menendang tubuh Vansh dengan begitu mudahnya.
Huuk huuk...
Menyeret tubuhnya untuk bersandar, Vansh menyerah berhadapan dengan Niki. Ia begitu licik dan berhasil mengelabuhi dirinya untuk menuruti perintahnya dan itu berhasil membuat dirinya menjadi seperti saat ini.
__ADS_1
"Nisha." Vansh menyebut nama itu dengan begitu lirih, berharap jika ia bisa memiliki wanita yang sedari dulu menjadi kebanggaannya.
Niki berjalan menjauh dari Vansh, namun sorot matanya menangkap sesuatu pemandangan yang tidak seperti ia lihat sebelumnya.