Wanita Istimewa Sang Mafia

Wanita Istimewa Sang Mafia
84.


__ADS_3

5 tahun kemudian...


Kedua balita yang sangat menggemaskan itu sedang bermain dengan beberapa unclenya, bagaimana tidak membuat orang iri. Hampir semua perhatian dari orang-orang mereka ambil, Sampai-sampai kedua orangtuanya saja sudah tidak kebagian untuk menikmati waktunya.


"Hai keponakan uncle tersayang. Ayo keponakan uncle yang tampan dan juga cantik, uncle sudah bawain kalian mainan. Kita akan bermain sampai puas ya, bila perlu nanti uncle Bib akan membeli pabrik mainannya untuk kalian." Bibby benar-benar terkena dengan pesona kedua balita kembar itu, setiap hari ia akan selalu bertemu ke mansion Ray untuk sekadar bermain bersama si kembar.


Kedua balita itu mengikuti Bibby yang mengajak untuk bermain, namun permainan kali ini bukankah mainan yang biasa namun luar biasa. Untuk saat ini, hanya Bibby yang mengetahuinya.


"Mainan apa yang uncle Bib bawa?" Nathan mempertanyakan apa yang dibawa oleh Bibby kali ini.


"Benar uncle, semoga tidak membosankan." Fiona ikut menambahkan kebenaran akan ucapan dari Bibby.


Bibby menghela nafasnya dengan sikap dua sosok manusia dihadapannya saat ini, benar-benar membuat pusing dengan sikap mereka yang belum cocok dengan usianya. Kedua bayi kembar yang merupakan anak dari Nisha dan Ray, saat ini sudah tumbuh menjadi balita cerdas dan juga sangat menggemaskan. Dalam usia mereka yang baru saja memasuki angka ke lima tahun, namun berbanding terbalik dengan sikapnya.


Dimana balita pada usia itu, lagi asik-asiknya bermain. Namun tidak untuk keduanya, fisik mereka terlihat seperti balita akan tetapi tidak dengan pemikirannya.


"Gimana mau bosan, kali ini uncle membawa yang sangat spesial untuk kalian berdua. Tapi ada syaratnya, oke." Bibby yang mengetahui keistimewaan kedua keponakannya itu, tidak akan membuang kesempatan untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Wajah kedua balita itu terlihat seperti orang yang sangat sinis, akan tetapi wajah Nathan tertutupi oleh sifatnya yang dingin dan juga datar seperti daddynya.


"Uncle selalu saja bersyarat." Protes Fiona dengan melipat kedua tangannya.


"Hahaha, tentu saja sayang. Syarat dari uncle adalah, kalian harus mengajarkan pada uncle cara terbaru untuk menerobos sistem keamanan yang ada. Bagaimana?" Seakan yakin akan mendapatkan rahasianya, Bibby bertukar dengan benda yang ia bawa.


"Itu saja?" Nathan menatap Bibby dengan alis mata yang naik ke atas.


Secepatnya Bibby menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju akan kesepakatan yang ada.


Kemudian Bibby mengeluarkan mainan yang ia bawa untuk ditunjukkan kepada kedua keponakannya itu, dua buah benda pipih keluaran terbaru yang sangat di inginkan oleh orang-orang seperti mereka dalam dunia teknologi.


Kedua mata Fiona terbuka sangat lebar saat mengetahui mainan yang dibawa oleh Bibby, berdecak kagum akan mainan tersebut.


"Bang, Fi setuju." Fiona tertarik dengan benda yang dibawa oleh Bibby, karena memang benda itu adalah yang mereka inginkan saat ini.


Tidak untuk Nathan, ia masih menatap mainan itu dengan tajam. Pemikirannya tentu tidak sama dengan apa yang dipikirkan oleh sang adik, namun ia tidak ingin membuat adiknya kecewa. Terlihat jika Fiona sangat senang dengan benda tersebut, yang pada akhirnya Nathan harus menyamakan keputusannya.

__ADS_1


"Baiklah." Jawban yang benar-benar singkat, jelas dan padat diberikan oleh Nathan.


Seketika Bibby bersorak kegirangan akan jawaban tersebut, kali ini ia akan mendapatkan ilmu baru lagi dari keponakan jeniusnya itu. Mereka pun segera bertukar kesepakatan, dimana Nathan langsung mengajari Bibby cara cepat dalam mengakses suatu situs dan juga sistem keamanan jaringan. Tidak butuh waktu lama, dalam lima menit saja. Nathan sudah berhasil menerobos sistem keamanan dari suatu klan dan juga beberapa perusahaan, wajah Bibby sudah tidak berbentuk lagi setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.


Keadaan mulut berbentuk huruf O, kedua mata melebar. Bibby terlihat seperti orang yang kaget dengan sesuatu, sedangkan kedua kembaran itu terlihat biasa-biasa saja.


"Ka kalian benar-benar membuat uncle sakit kepala, uncle saja belum bisa meretasnya. Lah kalian, bocah. Aih, malu uncle kalau seperti ini. Ajarin lagi dong yang lainnya, please. " Bibby merasa masih harus banyak belajar dan berlatih dari kedua keponakannya itu.


"No, uncle. Kita juga memiliki batas dalam hal ini, cukup untuk menjaga dan melindungi klan daddy dan juga perusahaan saja itu sudah lebih dari cukup. Untuk selebihnya, no." Nathan tidak bisa menuruti apa yang diinginkan oleh Bibby.


Pria dewasa itu terlihat kecewa, berharap akan mendapatkan banyak pengetahuan baru. Bagaimana pun Bibby sadar, dalam dunia teknologi, mereka tidak boleh sembarangan membuka ataupun memberitahukan kunci suatu jaringan kepada orang lain.


"Hufh, ya tidak apa-apa. Uncle sangat takjub dengan kalian berdua, semoga saja keistimewaan kalian berdua tidak membuat tuan Ray marah besar. Terlebih lagi nona Nisha, bisa jantungan kalian buat." Bibby tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Nisha mengetahui semuanya.


Keistimewaan yang dimiliki oleh kedua balita kembar itu sangat diluar dugaan, mereka tidak seperti balita seperti biasanya. Bibby pun tidak sengaja menyaksikan kepiawaian keduanya, disaat sistem jaringan mereka mengalami peretasan oleh hacker. Ray yang selalu mengajak keduanya berkunjung ke markas mereka, dan membiarkan keduanya bermain sesuka hati dengan semua yang ada disana, namun tidak untuk persenjataan ataupun alat yang digunakan untuk bertarung lainnya. Secara diam-diam kedua balita itu berpura-pura sedang bermain permainan yang berada didalam komputer milik beberapa anggota disana, namun dengan keahliannya. Mereka berhasil memulihkan sistem jaringan yang ada dan berbalik menyerang sistem dari sang peretas, hal itu membuat Bibby menyelidikinya yang pada akhirnya menjadi murid dari kedua balita itu.


Jangan harap keduanya akan menunjukkan hal tersebut kepada siapapun, bahkan Ray saja belum mengetahui jika anaknya memiliki bakat yang sangat luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2