
"Nisha!" Ucap Heru, Jihan serta Soraya yang kaget melihat Nisha sudah bersandar.
Mereka mempercepat langkahnya dan segera menghampiri Nisha, memeluk Nisha secara bergantian. Mereka merasa senang, dan tak lupa akan dua orang yang saat ini sedang jadi topiknya.
Kedua bayi itu dengan bersamaan menangis cukup keras, seakan sedang mengetahui jika mereka merasakan kehadiran dari sang mommy. Nisha yang sudah meneteskan air mata saat melihat sosok dua makhluk kecil dihadapannya, Ray yang berada disisi Nisha pun menguatkan sang istri untuk segera menyambut kedua buah hatinya.
"Mereka sudah merindukanmu sayang." Bisik Ray.
Air mata itu terus mengalir, dengan melihat, menyentuh dan memeluk kedua buah hatinya saat ini. Membuat Nisha merasakan kebahagian sebagian ibu seutuhnya, Ray mendampingi Nisha bersama kedua buah hatinya. Setiap pergerakan kedua bayinya itu, membuat Nisha menjadi semakin terharu.
"Mas, lihat. Mereka sangat cantik dan tampan." Ucap Nisha yang merasa takjub akan wajah kedua buah hatinya.
"Itu karena, mommy dan daddynya juga cantik dan tampan sayang."
Keluarga kecil itu terlihat sangat bahagia, bahkan kebahagian itu banyak di inginkan oleh orang lain. Seisi ruangan menjadi terharu dengan apa yang mereka saksikan.
__ADS_1
Beberapa hari berikutnya, setelah kesehatan Nisha dipastikan tidak ada kendala apapun. Kini mereka tengah bersiap untuk meninggalkan rumah sakit, sebelum mereka pulang. Zahra memberikan edukasi mengenai ibu menyusui serta beberapa hal lainnya kepada Nisha, karena setelah Nisha sadar dari koma. Ia berusaha menjadi seorang ibu seutuhnya yang akan memberikan asupan kepada kedua buah hatinya, walaupun sempat terkendali karena pertama kalinya untuk Nisha memberikan asi secara langsung. Namun kini, semuanya sudah bisa dilakukan dengan baik.
Kendaraan yang membawa keluarga kecil itu sedang melaju dengan kecepatan sedang menuju mansion mereka, sedangkan para penghuni yang berada di mansion tersebut sedang mempersiapkan acara penyembuhan kedatangan Nisha dan kedua buah hatinya.
"Sepertinya, balon-balon ini lebih cocok ditaruh disana. Bibby, ayo bantu aku." Felix sedang menyusun berbagai hiasan dekorasi yang menambah meriahnya acara tersebut.
"Gini saja minta bantuan, kirain mau mindahin apa. Ternyata eh ternyata, balon." Jawab sinis Bibby dengan apa yang Felix katakan.
"Walaupun hanya balon, kau tidak akan dapat merasakan kerjasama dalam persiaoan acara ini. Tutup mulutmu dan cepat pindahkan ini semuanya ke ruang utama." Ketus jawaban Felix membungkam Bibby sehingga ia terdiam.
Mereka berdua sibuk menata pernak-pernik dekorasi dengan warna-warna cantik dan juga elegan untuk menyambut penerus dari perusahaan Win'R dan juga Dark Kill, sedangkan yang lainnya mempersiapkan ruangan dan juga hidangan untuk mereka santap bersama.
"Iya iya, selalu saja mengeluarkan jargon 'bang Sat'. Lama-lama aku akan dikira orang pria yang tidak baik kalau begini, bisa tidak kau mengucapkan namaku secara lengkap?" Protes Satria kepada Devi yang selalu memanggil namanya seperti itu.
"Hahaha, maaf bang. Sudah terbiasa soalnya, jangan marah ya. Kalau abang terus-terusan marah, dan hidangannya tidak siap. Apa kata kedua keponakan kita nantinya, bener nggak?" Devi mengalihkan pembicaraannya agar Satria lupa.
__ADS_1
"Astaga, kau benar. Ya sudah, untuk lain kali jangan di ulangin lagi."
Satria segera mengerjakan apa yang telah disampaikan oleh Devi kepadanya, ia juga tidak ingin acara tersebut akan berantakan karena pekerjaannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Dan benar adanya, suara mesin mobil yang beriringan telah tiba. Menandakan jika orang yang mereka nantikan sudah sampai, semuanya bersiap dipikirin masing-masing. Heru, Jihan serta Soraya menyambut kedatangannya pada pintu utama.
"Nenek." Nisha memeluk Soraya dengan sangat erat.
"Selamat datang nak." Sambut Soraya dengan senyuman yang begitu gembira.
Melihat kedatangan mereka, Heru dan Jihan lebih sangat antusias kepada kedua keponakan. Lalu mereka berjalan memasuki mansion, yang dimana didalamnya sudah dipenuhi dengan kejutan.
"Kejutan!"
Suara teriakan yang keras terdengar saat Nisha yang berdampingan dengan Ray memasuki mansion, tanggisan Nisha pun pecah melihat apa yang sudah dipersiapkan untuknya.
__ADS_1
"Mas."
"Kamu berhak mendapatkannya sayang, mereka semua menyayangimu."