
Perjalanan hidup memang tidak semudah yang diperkirakan, baik Nisha maupun Ray sedang mencari waktu untuk bisa berbicara dari hati ke hati bersama Nathan. Bagaimana pun juga, mereka sebagai kedua orangtua tidak ingin membuat anak-anaknya merasa tersisihkan.
"Bang, tidak keluar?" Tanya Nisha yang menghampiri Nathan saat sedang bersantai di halaman belakang mansion.
"Tidak mom, ingin dirumah saja." Menatap layar ponsel yang berada di tangannya, Nathan segera menyudahinya.
Duduk bersama putra sulungnya, adalah momen dimana Nisha akan berbicara yang cukup serius jika sudah berdua saja. Begitu juga dengan Nathan, mengetahui jika mommy nya sudah seperti ini. Maka akan ada sesuatu yang akan dibahas, tanpa melibatkan Ray yang selalu saja membuat ketegangan.
"Bang, bisa mommy bicara serius?" Lalu Nathan menganggukkan kepalanya sebagai tanda setuju.
"Ceritakan mengenai perasaanmu nak, jangan membuat mommy mengetahuinya dari orang lain selain dari abang sendiri. Abang paham kan?"
Mengetahui maksud dari arah pembicaraan yang Nisha ucapkan, Nathan menghela nafasnya dengan cukup berat. Ia paham sekali sikap mommy nya jika sudah berbicara seperti ini, karena hanya Nisha yang bisa berkomunikasi dengan lancar kepada anak-anaknya.
__ADS_1
"Sebelumnya abang minta maaf mom, bukan maksud abang untuk menutupi ini semuanya."
Nampak sekali ketegangan yang terjadi disana, hanya saja Nathan seakan tidak bisa berbicara panjang jika sudah membahas mengenai hati.
"Dia wanita yang sangat sederhana dan juga berasal dari kalangan orang biasa mom."
Ucapan itu terhenti, Nathan merasa jika apa yang akan ia jelaskan tidak diterima oleh keadaan disana. Pandangan itu terus menatap ke depan, terlihat sekali garis wajah yang menampakkan jika ada perasaan yang tertahan oleh sesuatu.
"Tidak ada masalah yang tidak terselesaikan nak, percayalah." Nisha menggenggam tangan Nathan yang terasa dingin.
"Tapi mom.."
"Abang percaya sama mommy kan?"
__ADS_1
Kedua pandangan mereka bertemu, senyuman Nisha mampu meluluhkan hati seorang Nathan. Anggukan kepala itu sebagai jawaban untuk Nisha, menyakinkan agar Nathan bisa mengeluarkan semua apa yang ia rasakan.
Perlahan Nathan mulai menceritakan apa yang ia rasakan, awal mula mereka bertemu hingga pada akhirnya ia menyakinkan dirinya. Bahwa ia menyukai wanita itu, walaupun mereka berasal dari kalangan yang berbeda. Nathan berusaha untuk mencari tahu mengenai informasi dari wanita tersebut, namun disaat semuanya ia dapatkan. Ia harus menelan pil pahit yang membuat hidupnya seakan hancur, dimana ia mengetahui wanita itu menyukai orang lain yang tak lain adalah adiknya sendiri.
Dengan garis keturunan yang berasal dari seorang Ray Tamoez, namun Nathan selalu ditanamkan sikap untuk tidak arogan dengan kedudukan yang ia miliki. Hal itu selalu Nisha tanaman pada ke tiga anaknya, walaupun dari ketiganya mempunyai caranya tersendiri untuk menyikapinya.
Tidak bisa untuk mencampuri terlalu jauh ke dalam permasalahan anak-anaknya, Nisha dan Ray hanya bisa menasihati dan mengawasi mereka dengan caranya tersendiri.
"Jika abang merasa yakin untuk semuanya, bicarakan baik-baik dengan adikmu mengenai masalah ini. Jangan menyerah begitu saja dengan hal seperti ini, masa depan kalian. Kalian sendiri yang menentukannya nak, mommy dan daddy hanya bisa merestuinya jika itu memang terbaik untuk kalian. Mommy percaya, abang dan Nathan sudah mempunyai jawaban tersendiri untuk masalah ini."
"Jika wanita itu hanya baru sebatas kagum apapun suka, itu bukan berarti cinta Bang. Dan itu yang harus abang yakinkan, bicarakan sebaik mungkin dengan Revan."
Memeluk putra sulungnya yang sedang dilema mengenai perasaan, agar perasaan itu tidak terlalu jauh jatuh ke dalam dasar jurang yang curam. Menyerahkan seluruhnya jalan kehidupan di masa depan yang akan anak-anaknya pilih, namun tugas untuk mengawasi dan melindungi masih sepenuhnya Ray lakukan.
__ADS_1
Mempunyai tiga anak yang berbeda sikapnya, Ray dan Nisha tidak ingin mengekang kehidupan dari mereka semuanya. Memberikan kebebasan dalam menentukan perjalanan kehidupannya masing-masing masa depan, agar mereka dapat hidup dengan kebahagiaan yang di inginkan.
...💐💐💐 TAMAT 💐💐💐...