Wanita Istimewa Sang Mafia

Wanita Istimewa Sang Mafia
94.


__ADS_3

"Sejak kapan kau mengetahui ini semua?" Mata Heru, Felix masih menyaksikan beberapa bukti yang ditunjukkan pada mereka.


"Untuk berapa lamanya aku tidak tahu, hanya saja ..."


Tak!


"Ah! Kenapa kau memukul kepalaku?" Gerutu Bibby melihat Felix melotot kepadanya.


"Tidak tahu atau kau benar-benar ingin aku menembak kepalamu ini. Jawab yang benar."


"Ish, aku sudah menjawab kalian dengan benar. Mana ada aku bohong, aku mengetahui tuan muda bisa seperti itu saat akses kita ditembus oleh pihak klan negara seberang. Itupun tuan muda hanya membantu sampai aku menemukan alamat dari peretas itu, selebihnya tidak ada. Sejak itulah aku sering bertukar ilmu bersama tuan muda, uh kepalaku." Telapak tangan itu mengusap-usap kepalanya yang baru saja terkena salam perkenalan dari Felix.


Dengan masih tidak percaya atas apa yang mereka baru ketahui, sungguh tidak bisa dipercaya.

__ADS_1


"Tuan tahu?"


Menggelengkan kepalanya, Menandakan hanya dirinya yang baru mengetahui kemampuan dari tuan mudanya. Dalam pikiran semua orang yang berada disana, mereka tidak dapat membayangkan bagaimana respon Ray saat mengetahui orang yang ingin ia cari dan ia beri pelajaran adalah anaknya sendiri. Namun yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, siapa yang sudah berani mengusik Ray?


"Apa jadinya anak itu, jika Ray dan Nisha mengetahui anaknya sendiri yang menjadi dalang kericuhan ini. Aih, Nathan." Heru menghempaskan tubuhnya yang sudah tak bertenaga pada tempat duduk disana.


Untuk melepaskan rasa penasaran yang ada di dalam kepalanya, Felix berusaha menembus jaringan tersebut menggunakan bekal ilmu yang ia punya. Siapa yang tidak mengetahui keahlian yang Felix punya, hanya saja semuanya itu jarang ia gunakan bahkan hampir tidak pernah sama sekali digunakan.


Jemari yang hampir rata semuanya, besar dan kekar. Membuat siapa saja yang melihatnya menjadi sedikit bergidik ngeri, kini jemari itu sedang bermain di atas tombol yang berada didepan layar datar tersebut.


"Huh, hampir saja."


Menelusuri jejak yang sudah hilang, dan kini ia temukan kembali. Beberapa kali Felix menggelengkan kepalanya, ingin takjub ataupun terpukau dengan apa yang ia lihat saat ini. Bagaimana bisa anak se usia itu bisa menguasai ilmu seperti ini, sungguh membuat kepala Felix berdenyut sangat kuat.

__ADS_1


Merasa cukup untuk melihat kemampuan dari tuan mudanya, Felix menutup semua data yang ia dapatkan. Namun disaat seluruh data itu menutup, sebuah pesan muncul secara tiba-tiba pada layar tersebut.


...'Hallo uncle, akhirnya kita bisa bekerjasama.'...


"Hah!" Terkagetkan dengan apa yang didapatkan, Felix sontak saja berteriak sehingga memancing semua mata untuk tertuju padanya.


Semua anggota merapat mendekati Felix, mereka merasa penasaran penyebab dari teriak itu terjadi. Namun Felix segera menyadari jika hal itu tidak boleh diketahui oleh pihak lain, terkecuali dirinya. Meskipun itu adalah Ray, sebelum sang pemilik hak tersebut yang tidak lain adalah Nathan untuk memberikan lampu hijaunya.


"Kalian kenapa berkumpul disini? Tidak ada kerjaan apa, bubar!" Nada suara Felix meninggi untuk membubarkan perkumpulan tersebut.


Mendapati Felix yang sudah melebarkan matanya secara tajam agar perkumpulan itu bubar, mereka pun lari tak tentu arah untuk menghindari amukan dari seorang Felix yang terkenal tidak ada ampunan dalam memberikan hukuman.


Membereskan apa yang sudah menjadi kekacauan dimarkas, mereka segera membubarkan diri. Cukup sudah rasa penasaran semuanya atas yang dilakukan oleh sang penolong dari permasalahan yang ada, walaupun mereka masih sangat penasaran seperti apa tuan mudanya dalam beraksi.

__ADS_1


Satu permasalahan telah selesai mereka pecahkan, ada kebanggaan tersendiri atas prestasi tersebut. Dan satu lagi masalah yang harus mereka hadapi, mencari pelaku yang sudah meretas dan menggunakan nama pemimpin dari klan untuk bisnis ilegal meresahkan itu. Hanya dengan satu cara agar mereka dapat mendapatkan identitas dari pelaku, yaitu membujuk tuan muda dan juga Ray agar bisa bekerja sama.


__ADS_2