
Malam tadi, Evangeline yang sudah kelelahan setelah seharian bekerja, tak bisa lagi menangani kondisi tubuhnya yang lemah. Dia pun akhirnya pingsan ditengah pengintaian.
Tak lama setelah Evangeline tumbang, Ardiaz, Joker, Mac duff, Damian dan juga Jordan terlihat keluar dari lift.
Sepertinya pertemuan mereka telah selesai, akan tetapi King dan Duke yang lain belum keluar.
Mereka berjalan ke arah mobil, akan tetapi tak langsung masuk ke dalam. Kelima orang itu berhenti di dekat mobil masing-masing, dan terlihat tengah berdiskusi.
"Aku akan pergi ke lokasi. Secepatnya kita harus atur strategi, atau semuanya akan kacau," ucap Ardiaz pada Joker.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan siapkan pasukannya. Ayo Delta," sahut Joker.
"Dan kau, tugasmu adalah mencari tahu sejauh mana jaringan mereka. Kita harus tau itu untuk mengantisipasi kekurangan jumlah pasukan," seru Ardiaz pada sang hacker jenius nomor dua itu.
"Baik, King," sahut Damian.
"Baiklah. Kita akan berpencar dari sini. Berhati-hatilah," ucap Ardiaz.
Semuanya pun berbalik dan bersiap masuk ke dalam mobil.
Tiba-tiba, ekor mata Mac duff menangkap sesuatu yang aneh di kejauhan, di sudut ruang bawah tanah, telat diantara tempat sampah.
Sepasang kaki bersepatu terlihat muncul dari sana, dan membuat Duke itu berjalan mendekat dan mencoba memeriksanya.
"Delta, ada apa?" tanya joker yang melihat anak buahnya.
Ardiaz yang melihat itupun ikut mematung, dan urung masuk ke dalam mobil. Dia memperhatikan Mac duff yang berjalan berhati-hati ke arah kaki yang menyembul itu.
Semakin mendekat, semakin jelas bahwa itu adalah kaki seorang wanita. Namun, saat sudah dekat, Mac duff berhenti. Dia membeku, lalu menoleh ke arah Ardiaz, lalu kembali melihat si pemilik kaki, yang tak lain adalah Evangeline.
__ADS_1
Melihat reaksi Mac duff, Ardiaz pun bergegas mendekat. Namun, baru beberapa langkah saja, Mac duff sudah berbalik dan berjalan ke arah mobil.
"Ayo kita tukar tugas. Biar aku yang memeriksa tempatnya, kau siapkan pasukan mu," ucap Mac duff.
Saat keduanya berpapasan, Mac duff membisikkan sesuatu pada Ardiaz.
"Blue ocean," bisiknya.
Ardiaz pun seketika menegang, sementara Mac duff memerintahkan semuanya agar segera bergerak.
Bos sky night itu berusaha membubarkan orang-orang, agar Ardiaz bisa cepat menolong Evangeline.
Damian dan juga Jordan bahkan diminta pulang lebih dulu, begitu pun Joker.
"Aku masih ada urusan dengan Delta, sebaiknya kau kembali saja dulu, Joker," ucap Ardiaz dengan tatapan yang terus tertuju pada sang istri.
Tangannya mengepal kuat, karena tak tega melihat istrinya dalam kondisi menyedihkan seperti itu. Namun, dia juga tak bisa gegabah menolongnya, mengingat gadis itu akan dalam bahaya jika sampai orang-orang Lucifer mengetahui hubungan mereka.
"Dia masih bernafas, tapi nadinya begitu lemah. Apa perlu kita bawa ke rumah sakit?" tanya Mac duff.
Ardiaz nampak diam. Ingin dia segera membawa pergi Evangeline dari sini, akan tetapi dia kembali teringat akan teriakan Evangeline padanya tempo hari, dan mengatakan tak mau lagi disentuh oleh dirinya yang kotor.
"Tolong angkat dia. Aku akan pergi mencari mobil. Kita bawa dia ke apartemennya saja dan panggilkan dokter," ucap Ardiaz.
Hal itu sontak membuat Mac duff mengerutkan keningnya, karena merasa ada yang aneh dengan sikap rekannya itu.
Dia tak mau berlama-lama berpikir, dan segera menggendong tubuh lemah Evangeline dari tempat berbau tak sedap tersebut.
Tak berapa lama, Ardiaz sudah kembali dengan sebuah mobil sedan hitam, yang ia ambil dari salah satu pengawalnya yang masih menunggunya di sana.
__ADS_1
Mac duff pun dengan cepat memasukkan Evangeline ke dalam, dan membaringkannya di kursi belakang.
"Aku akan bawa mobilnya, kau antar lah dia pulang," seru Mac duff sembari menunjukkan sebuah kunci ke arah Ardiaz.
"Sebaiknya kau saja yang mengantarnya," sahut Ardiaz yang hendak membuka pintu.
Mac duff yang melihat hal itu pun segera menahan pintu agar Ardiaz tak keluar.
"Kau suaminya, jadi kau yang harus ambil alih. Aku akan panggilkan Joy untuk membantumu merawatnya. Ah... Juga dokter," sahut Mac duff.
Pria itu pun lalu berbalik dan bergegas mencari mobil Evangeline. Sementara Ardiaz, pria itu pun mau tak mau mengantarkan Sang istri pulang.
Namun dari kejauhan, nampak seseorang yang sejak tadi menyaksikan aksi kedua pria itu. Meski tak mendengar jelas semua percakapan, akan tetapi dari gerak gerik dan juga betapa sikapnya mereka berdua, sangat jelas bahwa gadis itu adalah seseorang yang penting.
Sebuah seringai aneh pun muncul saat keduanya sudah pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Wah... sepertinya aku harus mencari tahu siapa gadis itu," ucapnya.
Orang tersebut pun lalu berjalan pergi dari sana, dengan diiringi kekehan kecil. Namun, tawa itu tak bertahan lama, dan berganti dengan tatapan tajam dan ekspresi serius.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
__ADS_1
terimakasih