
FLASH BACK ON
Hari dimana Evangeline memutuskan untuk tidak lagi pergi rumah sakit dan menemui Ardiaz, hari itu juga Ardiaz bangun dari komanya.
Setelah kepergian Evangeline, tiba-tiba pria itu memberikan respon dan membuat monitor EKG menunjukkan reaksi kerja otak, dan peningkatan detak jantung, yang menyebabkan alarm keselamatan pasien pun berbunyi.
Code blue bergema di seluruh lantai di rumah sakit, membuat tim medis secepat kilat berlarian ke arah ruang steril Ardiaz.
Mac duff yang melihat hal itu pun segera menghubungi Joker dan memberitahukan kejadian ini.
Di dalam sana, nampak tim medis tengah melakukan serangkaian pemeriksaan, guna melihat respon dari pasien yang telah koma hampir sebulan ini.
Saat Mac duff masih berbicara di telepon dengan Joker, seorang dokter menoleh ke arahnya dari balik dinding kaca, dan mengangguk pelan.
Hal itu membuat Mac duff terdiam. Pandangannya beralih ke arah sang teman yang terbaring di atas tempat tidur.
Hembusan nafas panjang disertai bahunya yang turun, menjelaskan perasaannya saat ini. Sudut matanya bahkan turun, dengan lengkung bibir yang samar naik ke atas.
Ardiaz bangun dari koma. Pria itu seolah tahu bahwa gadisnya akan pergi, sehingga memutuskan untuk kembali ke alam sadarnya.
Pemeriksaan menyeluruh pun dilakukan untuk mengetahui kondisi Ardiaz saat ini, dan memastikan bahwa King palsu itu benar-benar telah melewati masa kritisnya.
Joker, Devonshire serta Vermont yang diikuti oleh damian datang sesegera mungkin setelah mendengar kabar baik ini.
Sang emperor memerintahkan agar Ardiaz segera dipindahkan keruang pemulihan terbaik. Dia ingin agar pria yang dikira adiknya itu segera pulih seperti sebelumnya.
Devonshire, Vermont dan juga Damian mengikuti Ardiaz yang saat itu dibawa ke ruang pemulihan. Sementara Joker masih berdiri bersama dengan Mac duff.
“Jangan katakan hal ini pada gadis itu, sebelum Alpha benar-benar pulih. Saat ini, Devon pasti semakin memperketat penjagaan langsung dibawah komando Vermont.” Joker menoleh ke arah Mac duff, yang terkejut dengan perkataan sang King barusan.
__ADS_1
“Aku tahu siapa gadis itu sebenarnya, dan apa hubungannya dengan Alpha. Jika kau peduli pada mereka, rahasiakan ini lebih dulu darinya,” seru Joker.
Pria bertubuh besar itu lalu pergi dari sana meninggalkan Mac duff yang terdiam. Tadinya, bos sky night itu ingin memberi kabar kepada Evangeline bahwa suaminya sudah sadar.
Dia yakin gadis itu pasti akan membatalkan keputusannya untuk pergi. Namun, apa yang dikatakan Joker pun masuk akal.
Akan sangat berbahaya bagi Ardiaz dan juga Evangeline jika semuanya terungkap saat ini, ketika Ardiaz masih belum bisa membela dirinya sendiri.
Akhirnya, dengan berat hati Mac duff pun menuruti perkataan sang King.
Setiap hari, meski sudah bukan tugasnya lagi, Mac duff menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah sakit bersama dengan Jordan, yang selama Ardiaz koma tinggal di kastil Joker, dan berada di bawah perlindungan King bertubuh besar itu.
Dia ingin melihat kesehatan Ardiaz yang semakin hari semakin membaik. Luka ditubuhnya bahkan hampir semuanya sembuh, dan hanya luka sayatan yang cukup dalam serta luka tembakan di perutnya yang masih perlu perawatan intensif lagi.
Dokter menyarankan dirinya untuk tidak terlalu banyak bergerak. Ardiaz pun diminta untuk menggunakan kursi roda sementara waktu agar luka di perutnya tidak terbuka lagi.
Pikirannya tertuju pada Evangeline, yang pasti saat ini sedang menunggunya. Terlebih dia tahu bahwa dirinya sudah koma hampir sebulan.
Dalam pikirannya, Evangeline pasti sudah menunggunya sekian lama, tanpa dia tahu bahwa gadis itulah yang merawatnya selama ini.
Dia ingin bertemu Mac duff yang saat itu sudah tak bisa lagi mendekat dengan bebas padanya, karena pengawalan sudah beralih dibawah kendali Vermont seperti yang sempat dikatakan oleh Joker sebelumnya.
Karena merasa terkekang, Ardiaz bahkan mencabut sendiri jarum infus yang menancap di pembuluh darahnya, dan berusaha turun dari tempat tidur.
Dalam kondisi yang masih lemah dan belum stabil, dia mencoba berjalan ke arah pintu sambil menahan rasa sakit di bagian perutnya, hingga akhirnya dia tak bisa bertahan lagi dan ambruk ke lantai.
Lukanya kembali terbuka dan darah pun lagi-lagi merembes dari balutan.
Akhirnya, dia pun mau tak mau menurut dan menahan kekesalannya pada Devonshire dan Vermont yang seolah mengurungnya di tempat itu, dengan syarat Mac duff dan Jordan diperbolehkan menemuinya setiap saat.
__ADS_1
Namun, semua ketenangan pun berkahir, saat sebuah telpon masuk ke ponsel Mac duff. Panggilan itu ternyata berasal dari Joy.
Gadis itu sejak awal sudah dimintai tolong oleh Mac duff untuk menjaga Evangeline, karena dia khawatir dengan kondisi gadis itu, terlebih saat Evangeline memutuskan untuk tak lagi datang menemui Ardiaz.
Panggilan itu benar-benar mengejutkan semua orang, terlebih Ardiaz. Dia yang sudah lama tak bisa menghubungi Evangeline, tiba-tiba mendapat kabar bahwa sang istri hendak pergi jauh, dan tak mau memberitahukan kemana tujuannya.
Dari Joy pula, Ardiaz dan yang lainnya tahu alasan Evangeline pergi, yaitu karena sang ayah ingin menjodohkannya dengan pria lain.
King palsu itu pun memaksa untuk pergi menyusul Evangeline ke bandara, dan mencegah istrinya pergi.
Mac duff memintanya untuk tetap tenang dan menyerahkan semuanya kepada dia. Namun, Ardiaz tak mau dan terus mencoba bangun dari tempat tidurnya.
Melihat pria itu sudah berontak, ditambah dia tak mungkin menggunakan kekerasan pada King palsu ini, akhirnya Mac duff putar otak.
Dia menoleh ke arah Jordan yang sejak tadi terus diam di tempatnya. Dia lalu melihat jam di pergelangan tangannya.
“Aku akan membantumu,” ucap Mac duff.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih
__ADS_1