
Jordan merasa sudah dib*dohi semua orang, karena hanya dialah yang tak tahu kejadian sebenarnya yang menimpa sang ayah.
“Semua itu perintah bos besar. Beliau ingin melindungi Anda dari musuh yang tak terlihat, yang sudah mengincar nyawanya.”
“Selama bertahun-tahun, Emperor merelakan dirinya untuk dibenci olehmu, karena kau sudah lebih dulu menganggap bahwa bos besar tewas ditangannya,” jawab Joker.
Jordan semakin tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia benar-benar bingung. Jika rekam medis itu benar, maka pantaslah wajah sang ayah terlihat lebih kurus dari yang dia ingat.
“Katakan... Katakan semuanya... CEPAT KATAKAN!” seru Jordan emosi.
Dia mencoba berpegang pada pinggiran meja agar tak jatuh, karena lututnya terasa begitu lemas.
Joker yang melihat hal tersebut, mencoba membantunya namun segera ditepis dan Jordan memilih berbalik dan menuju ke arah kursi tamu.
Pria itu duduk di sana sambil terus memperhatikan berkas dan dokumen peninggalan sang ayah.
Melihat adiknya sudah duduk, Devonshire pun mulai membuka suara.
“Semua berawal setelah Joker berhasil melakukan sebuah misi di Kota Wisteria sepuluh tahun lalu. Aku yakin kau bisa menebak misi apa itu,” ucap Devonshire.
Jordan pun seketika teringat akan kasus pembantaian keluarga Danurendra, atau tepatnya keluarga Ardiaz.
__ADS_1
Dia ingat bahwa alasannya membawa Ardiaz ke Kota Orchid adalah lelang buronan Joker, yang diyakini merupakan pelaku dari pembantaian tersebut.
“Misi itu adalah awal bencana bagi keluarga kita. Morgan adalah orang yang lebih mengerikan dari apa yang kau kira."
"Setelah kita berhasil melakukannya, dia justru mengincar ayah, karena beliau tahu bahwa orang di balik pria bernama Howard adalah CEO Andara corp,”
Devonshire menceritakan bahwa setelah pembantaian tersebut, Morgan mencoba menghilangkan semua bukti yang mengarah kepadanya, dengan meminjam tangan dari kelompok lain yang berasal dari luar daerah.
Sejak dulu, karena Devonshire adalah anak laki-laki pertama, sehingga namanya sering terdengar dibandingkan sang adik. Terlebih adiknya tak terlalu tertarik dengan hal-hal berbau bisnis dan lebih senang dengan kecanggihan teknologi.
Itulah yang membuat Emperor terdahulu begitu menyayangi Jordan, karena merasa putra bungsunya bisa mengembangkan teknologi yang bisa menguntungkan kelompoknya.
Namun, hal itu membuat Devonshire cemburu dan mengira bahwa sang ayah pilih kasih, hingga dia memutuskan pergi dari rumah beberapa hari sebelum kecelakan terjadi.
Sehingga ayah Jordan lah yang pergi, didampingi Joker yang saat itu menjadi bayangan Emperor, sama seperti peran Vermont.
Namun, di tengah jalan terjadi penyerangan. Mobil pengawalan Emperor ternyata dimasuki oleh penyusup, dan membuat Joker yang saat itu berada dalam mobil yang sama dengan Emperor, mencoba meloloskan dari kepungan.
Nahas, mobil itu ternyata sudah disabotase dan membuat kecelakaan terjadi. Mobil Emperor terjun ke jurang, dan seluruh penumpangnya terluka parah.
Sang Emperor mengalami luka dalam yang cukup hebat, sementara Joker, tubuhnya penuh dengan darah yang keluar dari kepala, lengan dan juga kakinya yang terluka akibat benturan.
__ADS_1
Pria bertubuh besar itu melihat Emperor masih hidup, dan segera mencari cara untuk bisa keluar dari dalam mobil.
Dia merasakan bahaya belum lewat, karena penciumannya merasakan bau menyengat yang berasal dari bahan bakar mobil.
Dan ternyata benar, tangki mobil bocor dan itu bisa menimbulkan ledakan jika percikan api sampai mengenainya.
Dengan sisa kesadaran dan kekuatannya, Jordan berhasil memecahkan kaca mobil, dan dengan susah payah mengeluarkan sang Emperor dari dalam sana.
Saat keduanya keluar, mobil sudah separuh terbakar. Benar saja, baru beberapa meter mereka berjalan, ledakan terdengar dan membuat keduanya ambruk.
Sang Emperor tampak kesakitan. Joker mencoba mencari kayu dan membuat tandu yang bisa dia tarik, untuk membawa sang Emperor keluar dari dasar jurang tersebut.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
__ADS_1
terimakasih