
Setelah semua pergi, Joker berdiri dan berjalan ke arah pintu. Dia menguncinya dari dalam, agar tak ada orang yang mengganggu pembicaraan mereka.
Sebelum masuk ke ruangan tersebut, semua orang telah digeledah, dan semua senjata telah dilucuti untuk menghindari kemungkinan buruk.
Setelah Joker mengunci pintunya, Devonshire lalu ikut bangun dan berjalan ke arah belakang, dimana terdapat sebuah lukisan besar bergambar lima ekor kuda, dengan seekor kuda putih yang memimpin di depan.
Lukisan itu melambangkan seorang Emperor, yang diikuti oleh empat King yang mendukung di belakangan. Jika diperhatikan, terdapat dua burung elang yang terbang di langit, yang menandakan pendukung lain, yang perannya tak terlihat namun keberadaannya sangat penting seperti Vermont.
Di bawah lukisan, terdapat rak buku dan juga sebuah patung Liberty. Devonshire terlihat memutar patung tersebut, hingga lukisan tersebut terangkat ke atas, dan menghilang di balik plafon.
Tampak sebuah kotak mirip brangkas, namun cukup besar dari ukuran biasanya.
Pria tersebut lalu memutar kunci kombinasi hingga terbuka, dan terlihatlah sebuah layar kecil di balik brangkas tersebut.
Di bawah layar, terdapat sebuah laci kecil, dimana tersimpan sebuah map coklat yang sudah usang, dan diambil oleh Devonshire.
Dia meletakkan map tersebut di atas rak buku, dan menekan tombol power yang ada pada layar.
Secara otomatis, sebuah vidio diputar di sana.
Jordan yang awalnya tak begitu tertarik, saat ini terlihat menegakkan punggungnya dengan mata yang terlihat menatap dengan serius.
__ADS_1
Urat di sekitar matanya bahkan nampak menegang, melihat apa yang muncul pertama kali di layar tersebut.
“Ayah...,” gumamnya.
Di layar tersembunyi itu, muncul vidio dimana ayahnya sedang berada di sebuah ruangan, yang dia ingat adalah kamar Emperor dulu.
Jordan kecil sering meminta untuk tidur di tempat sang ayah, sehingga dia begitu kenal dengan segala macam ornamen yang ada di sana.
Namun yang membuat dia nampak serius adalah kondisi sang ayah. Terlihat Emperor sebelumnya seperti sedang menjalani sebuah perawatan, dengan masker oksigen yang menutupi sebagian wajahnya.
Dia duduk bersandar di head board, sambil melihat lurus ke arah kamera. Di sampingnya pun terdapat selang infus dan alat yang menyembul dari balik bajunya, dan tersambung dengan alat EKG yang juga berada di samping tempat tidur.
Dia sampai berjalan mendekat dan melihat dengan seksama wajah sang ayah.
Dia ingat itu wajah ayahnya. Akan tetapi, Jordan merasa ada yang berbeda dengan kondisi ayahnya itu.
“Ayah mengalami kecelakaan, karena sabotase dari seseorang. Joker yang saat itu selamat dari kecelakaan, mencariku dan meminta untuk segera pulang,” ucap Devonshire.
Jordan menoleh menatap lurus ke arah sang kakak dengan kening berkerut, lalu kemudian kembali menoleh ke arah video sang ayah.
Devonshire yang melihat kebingungan di mata sang adik, akhirnya memberikan map tadi kepada hacker jenius tersebut.
__ADS_1
“Di dalamnya ada rekam medis ayah, dan juga surat terakhirnya yang beliau tulis untuk mu,” ucap Devonshire.
Jordan membola. Dia pun segera meraih map tersebut dan melihat isinya.
Dia kembali dibuat terkejut, melihat tanggal kematian sang ayah yang jauh berbeda dengan tanggal kecelakaan terjadi.
“Ayah tidak meninggal di tempat. Joker mengamankan kondisi ayah dan segera mencari pertolongan medis. Dia mencariku, karena ingin agar aku yang memegang posisi Emperor, sambil menunggu ayah kembali pulih, sekaligus mengamankan keberadaan mu. Namun kepergianmu justru membuat kondisinya semakin memburuk,” ungkapan Devonshire.
“Kenapa kau tak pernah mengatakannya padaku? Kenapa papa bear justru membawaku pergi dari sini dan membantuku bersembunyi darimu?” cecar Jordan kesal dengan apa yang baru saja diungkapkan sang kakak.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih
__ADS_1