
Perjalanan dari apartemen ke rumah sakit tidak terlalu jauh. Cukup memakan waktu dua puluh lima menit jika tidak ada traffic jam.
Karena ini akhir pekan, maka jalanan tidak sepadat hari kerja. Banyak orang memilih berdiam di rumah, atau berjalan-jalan melepas penat setelah bekerja selama sepekan penuh.
Evangeline mengemudikan mobilnya dengan cukup lancar. Hanya ada kepadatan di beberapa tempat, namun tak sampai menghambat laju kendaraannya.
Kini, dia sudah berbelok di parkiran basement rumah sakit. Sebelum pergi ke rumah sakit, dia sudah terlebih dulu menghubungi Mac duff, berjaga-jaga bila mana ada kondisi yang tak memungkinkannya menjenguk sang suami seperti sebelumnya.
Setibanya di sana, Evangeline langsung mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya, lalu meraih kotak bekal yang ada di kursi samping dan bergegas keluar dari sana.
Dia menekan tombol pada kunci dan seketika mobilnya merespon dengan sebuah bunyi beep.
Evangeline pun lalu berbalik dan berjalan ke arah lift. Namun, langkahnya tiba-tiba terhenti saat melihat seseorang berdiri tepat di depannya.
“Kau...,” ucap Evangeline.
Gadis itu nampak terkejut. Dia bahkan mundur selangkah setelah melihat keberadaan orang tersebut.
Nampak seringai muncul di bibir orang itu, yang membuat Evangeline semakin merasa takut.
“Hai, cantik. Apa kau mau menemui Delta? Atau... Alpha?” tanyanya.
Pria itu tak lain adalah Martin, sang King interogator, yang kemarin sempat berselisih dengan Mac duff saat Evangeline berada di tempat Ardiaz.
Gadis itu bahkan terpaksa harus pulang, karena kedatangan para petinggi Lucifer di sana.
Sekarang, dia harus kembali berhadapan dengan pria mengerikan ini, yang bahkan sempat mempermainkannya di depan orang-orang.
...❄❄❄❄❄...
Di waktu yang sama, Mac duff yang tengah menunggu kedatangan Evangeline, dikejutkan dengan kehadiran Alexa yang tiba-tiba sudah berjalan ke arahnya.
__ADS_1
Pria itu menatap sekilas, lalu kembali menoleh ke arah depan. Dia terus mengacuhkan wanita cantik itu, meski Alexa selalu berusaha berbuat baik padanya.
Seperti saat ini, King wanita Lucifer itu nampak membawa dua buah paper bag yang dia letakkan di atas kursi, sesampainya dia di depan ruang perawatan Ardiaz.
“Apa kau menunggu kekasihmu itu? Pasti begitu. Apalagi ini akhir pekan. Gaya berkencan kalian benar-benar aneh,” ejek Alexa.
Wanita itu lalu maju ke depan, mendekat ke dinding kaca tebal yang memungkinkan orang melihat kondisi sang King palsu dari luar ruangan.
“Semalam, Devon menanyakan tentang gadis itu. Kau tenang saja, aku tidak mengatakan bahwa dia adalah karyawan magang di perusahaan. Aku hanya berkata dia salah satu langganan klub mu. Itu saja,” ungkap Alexa.
Mac duff hanya diam saja. Dia tak bereaksi sama sekali, meski dalam hati dia bersyukur, karena Alexa rupanya mau bekerja sama untuk menutupi keberadaan Evangeline di perusahaan besar itu, meski saat ini gadis itu susah tak lagi magang di sana.
“Kenapa dia belum ke mari juga? Sedang apa orang itu?” gumam Alexa tiba-tiba.
Mac duff yang mendengar hal itu pun mengernyitkan keningnya.
“Apa kau datang dengan seseorang?” tanya pria itu kemudian.
Mendengar jawaban itu, Mac duff pun seketika berbalik dan berlari dari tempatnya. Dia merasakan sesuatu hal yang buruk akan terjadi pada Evangeline.
Dia segera menekan tombol lift dan langsung menuju ke basement.
Entah kenapa perasaannya terus tak tenang dan pikirannya tertuju pada Evangeline, begitu mengetahui bahwa Martin berada di tempat ini dan Evangeline pun akan datang atau bahkan telah datang.
Begitu bunyi pintu lift terdengar, , Mac duff langsung bersiap dan berlari seketika saat pintu terbuka.
Matanya mengedar ke sekitar mencari keberadaan pria arogan itu. Mac duff terus berlari sambil mencarinya hingga matanya menemukan sebuah mobil yang dia kenal.
Mobil Porsche berwarna ungu milik Evangeline telah terparkir di sana, namun gadis itu bahkan tak terlihat.
Dia lalu meraih ponsel dari sakunya dan mencoba menghubungi gadis tersebut.
__ADS_1
Langkahnya terhenti karena mendengar sesuatu. Dia membeku sambil mencari tahu dari mana asal suara itu.
Perlahan, langkahnya mulai mendekat ke sumber suara. Dia mengarah ke sebuah sudut dimana suara itu semakin keras terdengar.
Suara itu tiba-tiba menghilang saat panggilan Mac duff dialihkan. Dia pun dengan cepat kembali menelepon nomor Evangeline.
Suara misterius itu kembali terdengar dan hal itu semakin membuat Mac duff khawatir. Dia yakin jika suara yang didengarnya adalah berasal dari dering ponsel istri Ardiaz.
Matanya membola saat melihat sebuah benda pipih dengan layar yang menyala, dan namanya tertera di sana.
Di sampingnya, sebuah bungkusan besar berisi bekal makan siang tergeletak, dan bahkan beberapa isinya terburai keluar.
Mac duff meraih ponsel yang tergeletak itu dan melihat ke sekeliling.
“Eva!” panggilnya seketika.
Dia pun lalu mempercepat langkahnya, berkeliling tempat tersebut. Tangannya sibuk menelpon Martin, namun panggilannya selalu dialihkan.
Mac duff semakin frustasi dan memutuskan untuk pergi mencarinya ke tempat lain. Namun, sesuatu membuat langkahnya kembali terhenti.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih
__ADS_1