
Malam hari di sebuah pelabuhan, nampak Ardiaz dengan pasukannya tengah menunggu sesuatu. Masing-masing dari mereka memegangi senjata, mulai dari sebuah balok kayu hingga senjata tajam.
Suami Evangeline itu mendongak ke atas dan melihat penembak jitunya yang sudah berada di pos mereka.
Dia tengah melakukan operasi gabungan, untuk menghadang kedatangan kartel asing yang berasal dari luar negeri.
Menurut informasi yang didapatkan, mereka ingin menduduki Kota Orchid dan melumpuhkan Lucifer, lalu mengambil alih semua dari mereka.
Oleh karenanya, Vermont semalam mengumpulkan semua King beserta Duke-nya, untuk merencanakan penyergapan ini.
Jordan menjadi satu-satunya Duke yang tak ikut bertarung, dan sekarang berada di garasi Ardiaz, sehingga di sisi Ardiaz hanya ada dia dan pasukannya.
Damian pun sejak. awal gak pernah diterjunkan dalam pertarungan, dan selalu menjadi andalan Vermont dalam memantau jalannya Pertempuran
Dari kejauhan, sebuah kapal tongkang mulai menepi di pelabuhan tersebut. Pekerja pelabuhan mulai mengoperasikan alat beratnya untuk menurunkan muatan yang terdiri dari banyaknya kontainer.
Awalnya Ardiaz diperintahkan untuk berada di tim bantuan, sekaligus mengatur jalannya operasi. Sementara pasukan Joker dan Martin bertugas di garis depan.
Kemudian pasukan Alexa bergabung dengan Ardiaz sebagai bantuan sekaligus tim sapu bersih.
Mengingat Devonshire yang masih menganggap dia sebagai adiknya, Ardiaz diprioritaskan berada di barisan belakang agar keamanannya terjamin.
Akan tetapi dia yang selalu menentang keinginan Lucifer, terlebih Devonshire dan juga Vermont, tak mau tinggal diam dan hanya jadi pecundang yang melihat teman-temannya bertarung.
Setelah melihat kondisi kapal yang sudah mulai dibongkar satu persatu, Ardiaz memerintahkan anak buahnya untuk bersiaga di tempatnya masing-masing.
“Sniper, lindungi aku,” ucapnya dalam saluran komunikasi yang menghubungkan semua orang.
“Hei, Alpha. Apa yang kau lakukan?” tanya Vermont dari tempatnya, saat mendengar perintah dari King palsu tersebut.
Namun, bukannya menjawab, Ardiaz justru memutus sambungannya dan memisahkan diri dari kelompoknya.
Sementara itu di tempatnya, Joker dan Mac duff yang berada di posisi paling depan, hanya terkekeh kecil mendengar kekeraskepalaan dari Ardiaz.
“Biarkan saja. Kita tetap fokus pada serangan. Aku percaya padanya,” ucap Mac duff pada Joker.
King bertubuh besar itu pun kembali fokus pada arah depannya.
__ADS_1
Di sana, kapal besar yang baru saja mendarat itu memang sedikit aneh. Awak kapal satu pun tak ada yang terlihat.
Begitu mereka sampai, mesin pengangkut kontainer langsung bekerja dan menurunkan beberapa boks besar ke dalam pelabuhan.
Suasana begitu mencekam. Tak ada suara manusia di sana, dan hanya deburan ombak beradu dengan besi pengait kontainer yang berderit menahan beban yang tergantung di bawahnya.
Sebuah suara transmisi terdengar dari alat komunikasi mereka.
“Ini benar-benar menyusahkan. Apa kau harus selalu mendengarkan perkataan anak itu hah?” keluh Martin yang sudah tak sabar berdiam di tempatnya.
“Apa kita perlu melihat lebih dulu ke sana?” tanya salah satu Duke.
“Jangan gegabah. Ini sudah cukup mencurigakan. Jangan sampai kita masuk ke dalam perangkap musuh,” seru Joker.
“Hei, Pak tua. Apa setelah bergaul dengan anak itu, kau jadi penakut hah,” ejek Martin.
Joker tak lagi menanggapi. Akhirnya, karena kesal omongannya diabaikan, Martin pun bergerak sendiri, membawa anak buahnya masuk untuk memeriksa kapal.
Dia mengabaikan instruksi yang sejak awal sudah diberikan oleh Ardiaz, serta kemungkinan bahwa akan ada tipuan yang dilakukan oleh musuh.
Namun, King interogator itu tak peduli dan menggerakkan pasukannya untuk menyerbu lebih dulu ke dalam.
Ada puluhan kontainer dengan ukuran besar, serta beberapa yang kecil.
Dengan hati-hati, Ardiaz berjalan sembari memerhatikan semuanya. Dia bahkan naik ke atas salah satunya, dan mencoba memeriksa sesuatu di atas sana.
Pria itu memasang kembali sambungan komunikasinya, dan berbicara pada sniper yang sejak tadi terus mengawasinya.
“Apa kau masih melihatku?” tanya Ardiaz.
“Masih, King,” sahut sang sniper.
“Arahkan teropong mu pada pengemudi mesin angkut itu. Aku ingin kau memastikan sesuatu,” seru Ardiaz.
“Baik, King,” sahut sang sniper.
Setelah berbicara dengan sniper-nya, Ardiaz kembali memeriksa kontainer di bawahnya. Dia melompat dari satu kontainer ke yang lain.
__ADS_1
Dia ingat perkataan Jordan saat mereka menyamar sebagai pekerja di pelabuhan timur Orchid, saat hendak mencoba masuk ke dalam kelompok Lucifer.
Adik Devonshire itu mengatakan bahwa dalam dunia mafia, ada tanda tersembunyi di setiap benda yang berkaitan dengan mereka, dan biasanya tanda itu terletak di bagian atas, karena tidak akan mudah ditemukan orang awam, dan mudah dikenali oleh anggotanya sendiri meski dari jarak yang cukup jauh.
Saat suami Evangeline sedang fokus mencari tanda itu, sebuah transmisi masuk ke telinganya.
“Alpha, ini aneh. Tidak ada pergerakan sama sekali dari dalam kapal. Apa mungkin kita salah info?” tanya Mac duff yang sudah lama bersiap di posnya.
“Bukankah sudah ku katakan jangan gegabah? Selama aku berada di dalam Lucifer, belum pernah ada informasi yang salah,” sela Joker yang mendengar transmisi tersebut.
“Aku hanya khawatir saja. Bisa saja kali ini ada kesalahan. Ini sudah terlalu lama, dan bahkan anak buah Martin pun sudah menuju ke kapal,” sahut Mac duff.
King dan Duke itu saling debat disela pengepungan mereka, sementara Ardiaz nampak tak berkata apapun.
Dia seolah mengabaikan kedua pria yang sedang berdebat di ujung sana. Hingga tiba-tiba, dia memberikan perintah yang membuat semua bertanya-tanya.
“Bukan informasinya yang salah. Tapi lebih tepatnya, kita salah membaca taktik musuh. Cepat tinggalkan kapal dan segera menuju ke tempat pembongkaran kontainer,” seru Ardiaz.
Kedua orang yang sejak tadi berdebat pun diam, dengan masing-masing kening yang berkerut mendengar perkataan Ardiaz.
Tanpa menunggu kedua pria itu menyahut, Ardiaz segera menghubungi sniper tadi.
“Apa kau sudah memeriksanya?” tanya Ardiaz.
“Tepat dugaan Anda, King. Ada lambang kelompok musuh di pundak kirinya yang hampir tak terlihat karena tertutup rompi pekerja,” lapor sang sniper.
“Apa?” pekik Joker dan Mac duff bersamaan.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
__ADS_1
terimakasih