A Love To Killer

A Love To Killer
BABAK 2 : Kecanggungan


__ADS_3

Di sebuah apartemen mewah. Dua orang anak manusia tengah duduk bersama di atas sebuah tempat tidur besar, bersandar di head board dengan perasaan canggung yang menyelimuti hati dan pikiran masing-masing.


Pasalnya, ini pertama kalinya mereka berada di ranjang yang sama, bahkan setelah berbulan-bulan mereka menjadi suami istri.


Keduanya tak lain adalah Evangeline dan juga Ardiaz. Pria itu memutuskan untuk sementara tinggal di tempat Evangeline, karena menghindari kemarahan Devonshire yang pasti sudah mengetahui bahwa dia kabur dari rumah sakit.


Sementara Mac duff dan Jordan, keduanya kembali ke pesisir timur dan menempati rumah panggung yang dulu pernah mereka tempati.


Tujuan utama Ardiaz sudah tercapai, yaitu menemukan dalang di balik pembantaian keluarganya, dan berniat membalas dendam pada mereka secepat mungkin.


Dia sudah tak mau lagi berurusan dengan Lucifer, dan memilih kabur jika memang situasinya memungkinkan.


Hari ini, dia bahkan menunjukkan diri untuk pertama kali di hadapan kepala pengawal Hemachandra, yang tak lain adalah anak buahnya dulu.


Dia pun dengan mudah mengendalikan situasi, dan meminta para pengawal untuk menjaga tempat tersebut dan tak melaporkan bahwa dia berada di sana kepada sang Tuan.


Melihat kedatangan Ardiaz, Evangeline tak mampu lagi menyembunyikan kebahagiaannya. Dia seketika memeluk suaminya hingga Ardiaz kesulitan berdiri, karena harus membungkuk agar gadis itu nyaman memeluknya.


Evangeline bahkan dengan semangat memasakkan makan malam untuk sang suami dan mereka kemudian makan bersama.


Setelah malam semakin larut, barulah suasana canggung itu muncul. Ardiaz berniat tidur di ruang tamu. Namun, Evangeline tak tega karena pria itu baru saja keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


Akan lebih baik jika dirinya yang bertukar posisi. Tapi lagi-lagi, mereka tak saling setuju hingga akhirnya keduanya sepakat untuk sama-dama tidur di kamar, di atas ranjang yang sama.


“A... Apa kau belum mengantuk?” tanya Evangeline gugup.


Sejak tadi, dia mencoba bermain ponsel, begitu pun dengan Ardiaz. Namun, rasa gugup itu tak kunjung menghilang.


“Kau tidurlah dulu. Aku akan tidur sebentar lagi,” sahut Ardiaz.


Pria ini lebih baik dari pada Evangeline dalam menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Dia bahkan menepuk bantal di sampingnya, agar sang istri berbaring di sana.


Evangeline terdiam. Tak dipungkiri jika saat ini dia Sudah sangat mengantuk. Namun rasanya untuk berbaring sangatlah malu.


“Ehm... Aku juga sebentar lagi,” ucap Evangeline akhirnya.


Tak lama kemudian, tiba-tiba tangan Evangeline terkulai dengan ponsel yang terjatuh di atas pangkuan gadis tersebut.


Ardiaz yang menyadarinya pun menoleh. Senyum tipis muncul di bibir pria itu tat kala melihat sang istri telah tertidur dalam posisi duduk.


Dia pun kemudian meletakkan ponselnya dan milik sang istri di atas nakas samping, kemudian dengan perlahan membetulkan posisi tidur istrinya.


Evangeline terlihat begitu pulas hingga tak sadar bahwa Ardiaz sudah merubah posisinya. Kini, pria itu pun ikut berbaring di samping sang istri.

__ADS_1


Dia memandangi wajah polos itu dengan ekspresi yang sulit diungkapkan. Dia dengan lembut membelai surai kemerahan Evangeline, seraya terus memandangi paras cantik itu.


Rasa bersalah kembali meliputi hatinya, saat mengingat lagi apa yang sudah dialami oleh sang istri.


Dia pun mendekat dan membawa Evangeline kedalam pelukannya. Di alam bawah sadar Evangeline, dia bahkan merespon hal itu dan balik memeluk pinggang Ardiaz.


Gadis tersebut nampak begitu nyaman berada dalam dekapan sang suami. Dengan penuh kasih, Ardiaz mengecup puncak kepala Evangeline, sambil terus mengusap lembut punggung gadis itu.


Dia menghela nafas panjang, seraya memejamkan mata, mencoba menenangkan hatinya yang kembali bergemuruh, dan membuat matanya panas.


Akhirnya, Ardiaz pun ikut terlelap bersama sang istri yang berada di sampingnya.


.


.


.


.


Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2