A Love To Killer

A Love To Killer
BABAK 2 : Kabar menyebar


__ADS_3

Satu jam kemudian, lampu ruang operasi padam. Tak berselang lama, dokter yang menangani Evangeline pun keluar.


Malcolm langsung menghampiri dan menanyakan kabar wanita itu. Begitu pun Ardiaz yang juga ingin tau kondisi sang istri.


“Dokter Antony, bagaimana kondisinya?” tanya Malcolm.


“Janinnya tidak bisa diselamatkan. Saat sampai di sini, dia sudah tidak ada. Tadi beberapa kali pasien sempat mengalami syok akibat pendarahan yang hebat. Jika kalian telat sedikit saja, mungkin ibu dan bayi tidak akan selamat,” jelas sang dokter.


Mendengar hal itu, Ardiaz lemas seketika, dia terhuyung dan bersandar di dinding agar tubuhnya tak jatuh ke lantai.


“Lalu, bagaimana sekarang? Apa dia sudah baik-baik saja?” tanya Malcolm mewakili Ardiaz yang sudah tak bisa berkata-kata lagi.


“Operasinya lancar. Hanya saja kita tunggu perkembangan lebih lanjut untuk memastikan apakah pasien benar-benar sudah melewati masa kritisnya atau belum. Tapi yang jelas, untuk saat ini kita hanya bisa berdoa agar dia segera sadar,” jelas sang dokter.


“Baik, Dok. Terimakasih atas informasinya,” ucap Malcolm.


Dokter itu pun pergi meninggalkan semua orang. Mereka masih menunggu di sana, karena Evangeline belum terlihat keluar dari ruang operasi.


Tak berapa lama, dua orang perawat mendorong brangkar pasien dengan Evangeline yang berada di atasnya.


Ardiaz dengan cepat mengejar dan ikut mendorong kemana perawat itu akan membawa sang istri, meski kondisi kakinya terluka akibat tertembak sebelumnya.


Malcolm dan yang lainnya memilih tak ikut mengejar, dan membiarkan Ardiaz untuk sementara berdua bersama istrinya.

__ADS_1


“Kami akan kembali ke markas. Delta, kau juga ikutlah bersama kami,” seru Jordan.


“Tidak. Dia harus diobati lebih dulu. Pundaknya tertembak, dan itu sudah sejak tadi,” cegah Malcolm.


“Baiklah. Kami akan menunggunya. Lakukan dengan cepat,” seru Jordan.


Malcolm pun meminta Mac duff untuk mengikuti ke ruangannya. Sejak dulu, hal ini sudah biasa dia lakukan mengingat seberapa dekatnya keempat orang tersebut, hingga Ardiaz mengetahui kebenaran di balik peristiwa pembantaian keluarganya.


...❄❄❄❄❄...


Sementara di tempat lain, Alexa terlihat sedang berbicara dengan seseorang di luar gedung kejaksaan.


Rupanya, dia membawa Morgan untuk diadili sesuai hukum yang berlaku. Karena bagaimana pun, hukuman yang paling mengerikan bagi seorang tokoh masyarakat, adalah kehancuran imagenya.


Setelah menyerahkan Morgan ke kejaksaan dan menjadi tahanan di sana, para wartawan yang mendengar kabar tersebut pun segera berdatangan dan ingin meliput beritanya.


Pasalnya, Morgan bukanlah orang biasa, melainkan pemilik Andara Corporation yang sudah sangat terkenal di bidangnya.


Kabar pun beredar dengan cepat hingga sampai ke telinga Hemachandra. Dia segera terbang menuju Kota Orchid dan mencari tahu keberadaan sang putri yang saat ini masih dijaga oleh Ardiaz.


Hemachandra sendiri baru saja tahu bahwa Ardiaz masih hidup, dari penuturan pengawal yang dia kirim ke Kota Orchid untuk menjaga sang putri beberapa waktu yang lalu saat kabar penculikan Evangeline beredar.


Dia pun terkejut dengan kenyataan bahwa sang menantu sebenarnya masih hidup dan bersama dengan putrinya selama ini.

__ADS_1


“Eva,” panggilnya begitu membuka pintu ruang rawat sang putri.


Di sana, dia melihat jelas Ardiaz yang terus berada di sisi sang istri sambil menggenggam tangan dingin nan pucat itu, menatap langsung ke dalam matanya.


Hemachandra berjalan menghampiri keduanya, dengan terus menatap lekat wajah Evangeline yang masih terpejam.


“Sayang, kenapa bisa seperti ini? Kenapa kau harus mengalami hal mengerikan ini?” ucapnya.


Dia mengulurkan tangan dan mengusap lembut puncak kepala sang putri.


“Maafkan aku, Ayah. Aku tidak bisa melindungi Eva dengan baik,” sahut Ardiaz.


Hemachandra diam. Tangannya bahkan terhenti. Dia melirik sekilas ke arah menantunya itu, lalu kembali mengusap surai kemerahan Evangeline tanpa menanggapi perkataan Ardiaz.


.


.


.


.


Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2