A Love To Killer

A Love To Killer
BABAK 2 : Mac Duff


__ADS_3

Setelah jordan mengungkapkan identitasnya, Devonshire memintanya untuk menetapkan dan menjadi King menggantikan posisi Ardiaz, begitu pun dengan Mac duff.


Atas rekomendasi dari Joker, bos sky night itu kini mengambil alih pasukan Martin yang tersisa, dan melakukan perombakan di dalam divisi tersebut.


Awalnya, adik Devonshire itu menolak, karena masih tak mau menerima sang kakak, akibat masa lalu mereka yang masih belum terselesaikan.


Jordan yang masih menganggap kematian ayahnya disebabkan karena ulah Devonshire yang menginginkan posisi Emperor Lucifer, membuatnya begitu membenci sang kakak.


Hingga beberapa hari yang lalu, saat dia kembali dari rumah sakit bersama Damian dan juga Mac duff, ketiga orang itu datang kembali ke istana Emperor menghadap sang bos.


Ini juga pertama kalinya bagi Mac duff untuk datang ke tempat sebesar itu, sejak dia bergabung dengan kelompok gengster tersebut.


Sementara Damian, hacker muda itu sudah beberapa kali datang ke sana bersama Vermont, karena dialah otak digigal Lucifer selama ini.


Kali ini pun yang pertama bagi Jordan setelah bertahun-tahun pergi dan melarikan diri dari sang kakak.


FLASHBACK...


Di sana sudah hadir Alexa dan Joker, serta Vermont yang selalu ada dimana pun Devonshire berada. Dia dikenal sebagai bayangan sang Emperor yang sangat setia.


Mereka berempat seperti baru saja membahas mengenai dua pria yang sudah mereka tangkap, yang salah satunya sedang sekarat di dalam penjara Lucifer.

__ADS_1


Kedatangan ketiga pemuda itu langsung di sambut oleh semua anak buah Lucifer, dan diarahkan untuk menuju ke ruang pertemuan yang berada di lantai satu istana tersebut, tepatnya di antara ruang tengah dan ruang tamu.


“Duduklah,” seru Joker saat ketiga pria itu masuk ke dalam ruangan.


Mac duff dan Damian terlihat langsung duduk, akan tetapi Jordan lagi-lagi menolak untuk melakukan hal tersebut. Dia lebih memilih berdiri dan bersandar di dinding yang berada dekat dengan kursi yang di duduki Mac duff, sambil melipat kedua lengannya.


Joker yang melihat sikap tuan mudanya pun, nampak menghela nafas berat dan menoleh ke arah sang Emperor yang duduk di kursi singgasananya.


“Sampai kapan kalian akan seperti ini? Aku rasa, sudah saatnya dia tahu semuanya, Dev,” ucap Alexa yang juga melihat kecanggungan di antara kedua kakak beradik itu.


Namun, baik Devonshire maupun Jordan tetap pada pendirian masing-masing. Keduanya saling mendiamkan dan tak berucap sedikitpun.


“Biarkan aku bicara lebih dulu,” ucap Joker menengahi ketegangan ini.


“Ambil dan lihatlah. Itu tugas baru kalian setelah hari ini,” ucap Joker.


Damian dan Mac duff pun mengambilnya dan membuka map tersebut. Di sana tertera bahwa Mac duff akan menggantikan Martin sebagai King interogator, dan Damian sebagai Duke-nya.


“Apa kau yakin memintaku untuk menggantikan penghianat itu?” tanya Mac duff dengan tatapan lurus ke arah Devonshire.


Dia kemudian meletakkan kembali map yang tadi diambilnya ke atas meja, dan menumpukan sikunya di atas lutut sambil menautkan kesepuluh jemari.

__ADS_1


“Aku hanya orang yang mengikuti Alpha kemari. Di Magnolia pun aku hanya orang buangan. Tak ada yang tau darimana asal usul ku. Apa kau tak takut aku akan melakukan hal yang sama dengan Martin?” tanya Mac duff mencoba membuat ragu keputusan yang sudah diambil sang Emperor.


Devonshire terlihat menyeringai, dan nampak tertawa mengejek ke arah Mac duff.


“Kau pikir aku tak mencari tahu siapa kau selama ini? Alexa...,” ucap Devonshire.


Jemarinya menunjuk ke arah Alexa dan ke arah pria tersebut secara bergantian, seolah meminta wanita itu menunjukkan sesuatu pada Mac duff.


Alexa kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana belakangnya, dan memberikan kepada Mac duff.


Sebuah amplop putih tergeletak di atas meja, tetap di depan Mac duff. Pria itu nampak mengernyit melihat benda tersebut.


.


.


.


.


Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2