
Beberapa hari berlalu, dan kondisi Evangeline sudah semakin membaik. Dia masih belum tahu bahwa dirinya baru saja kehilangan calon bayinya akibat peristiwa penculikan itu.
Kasus Morgan pun sudah mulai bergulir di kejaksaan, dengan semua bukti yang diberikan oleh Alexa pada salah satu Jaksa kenalannya.
Pria itu seperti tak bisa tertolong lagi, karena semua pengacara terbaik di kota tersebut sudah tunduk di bawah perintah Lucifer, agar tak ada yang mau menjadi kuasa hukum untuk pebisnis tersebut.
Bahkan, tim kuasa hukum perusahaannya pun tak bisa berkutik, karena semua bukti yang sudah cukup untuk menjebloskan Morgan ke penjara dengan hukuman maksimal lima puluh tahun penjara, atau sama dengan seumur hidup, mengingat umurnya yang sekarang sudah menginjak kepala lima.
Jika pun dia bisa keluar hidup-hidup dari penjara, Morgan hanya akan menjadi manusia renta tak berdaya yang rapuh dimakan usia.
Terlebih dia akan kehilangan segalanya dan menjadi pria tua miskin, tanpa keluarga satu pun yang menemani. Sang putra semata wayang pun memilih pergi jauh, entah hingga kapan. Membuang dirinya sendiri dari negera ini.
Pemberitaan terus mencari informasi tentang kasus Morgan yang ternyata tak hanya menyangkut dua keluarga dari kota kecil Wisteria, melainkan juga banyak pebisnis yang gulung tikar akibat ulahnya.
Tak elak, banyak petinggi yang juga tersangkut kasus tersebut, dan memilih cuci tangan dan melimpahkan semua dakwaan kepada pria kejam itu.
Di tempat lain, di sebuah rumah panggung di pemukiman nelayan, seorang pria terlihat duduk seorang diri melihat layar macbook-nya.
Sejak tadi, dia memantau setiap berita yang disiarkan oleh stasiun televisi baik nasional maupun online.
Persidangan pertama akan segera berlangsung, dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum.
Sidang tersebut sudah pasti akan ramai dihadiri banyak orang yang penasaran dengan kasus tersebut.
Masalah ini bahkan menjadi topik terhangat dan terviral di masyarakat. Semua orang ingin tau perkembangan setiap harinya.
__ADS_1
Pria itu terus menghela nafas berat, karena dadanya merasa sesak setiap kali melihat pemberitaan tersebut.
Ya, pria itu tak lain adalah Malcolm, yang meminta ijin kepada Mac duff untuk sementara tinggal di tempat mereka, sebelum pergi keluar negeri menjadi dokter perang di negara berkonflik.
Dia sudah melewatkan pemberangkatannya akibat kasus penculikan Evangeline yang terjadi di hari tersebut.
Kini, dia tak bisa langsung pergi meski wanita itu sudah baik-baik saja bersama dengan keluarganya, karena sang ayah sebentar lagi akan menjalani persidangan yang sudah pasti akan terasa berat untuknya.
Malcolm ingin menjadi anak berbakti untuk terakhir kali, sebelum dia pergi meninggalkan sang ayah.
...❄❄❄❄❄...
Di tempat lain, Evangeline terlihat sudah semakin membaik dan hampir diperbolehkan pulang.
Di luar rumah sakit, banyak wartawan yang ingin menemuinya, dan menanyakan perihal kasus penculikan yang beberapa waktu lalu menimpanya.
Evangeline sudah dipindahkan lagi ke ruang rawat VIP, dengan fasilitas kelas atas yang disediakan oleh sang ayah agar putrinya merasa nyaman selama masa pemulihan.
“Kapan aku bisa keluar? Disini sangat membosankan,” keluh Evangeline.
Ardiaz yang selalu menemani sang istri, hanya bisa memberi pengertian tentang kondisinya yang masih belum sepenuhnya pulih.
Namun, wanita itu terus saja merengek hingga Ardiaz geleng kepala dengan sikap keras kepala istrinya yang sejak dulu tak pernah hilang.
“Bagaimana kalau kita berjalan-jalan di taman atap? Ku dengar di sana tak kalah bagus dengan yang dibawah,” ajak Ardiaz.
__ADS_1
“Bolehkan?” tanya Evangeline antusias
Ardiaz mengangguk, dan mengusap lembut surai sang istri.
“Tapi kau harus janji untuk selalu mengikuti perkataan ku,” seru Ardiaz.
“Ehm....” Evangeline mengangguk senang.
Ardiaz lalu bangun dari posisinya yang sejak tadi berbaring di samping sang istri dan terus membelai kepala wanita itu.
Dia berjalan ke arah pintu, dan berbicara kepada anak buah Lucifer yang kini berada di bawah kepemimpinan King Jordan yang asli.
Ardiaz meminta mereka memeriksa taman atap terlebih dulu sebelum dia mengajak istrinya ke sana.
Dia ingin memastikan semua aman, dan Evangeline bisa menikmati waktunya tanpa ada gangguan apapun.
.
.
.
.
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
__ADS_1
terimakasih