
“Benar dugaanku. Ini adalah perangkap. Joker, segera kirim pasukanmu ke mari dan cari kontainer dengan tanda yang ku tinggalkan. Hubungi Martin dan suruh dia segera kembali. Kapal itu perangkap. Cepat,” seru Ardiaz.
“Baiklah. King, kau pergi duluan ketempat Alpha. Biar aku yang mengejar Martin,” seru Mac duff kepada Joker.
“Apa perlu ku tembak pengemudi itu sekarang, King?” lapor sang sniper pada Ardiaz.
“Jangan. Kau tetap jaga punggungku. Mintalah penembak lainnya untuk mengawasi orang itu,” perintah Ardiaz.
“Baik, King,” sahut sang sniper.
Transmisi terputus dan semua bergerak sesuai Dengan instruksi dari Ardiaz.
Saat ini, King palsu itu sedang berdiri di atas sebuah kontainer besar berwarna hitam.
Tatapannya mengarah lurus ke kakinya, di mana ada sebuah goresan, yang membentuk sebuah pola unik.
Mata jelinya bisa melihat hal itu, berkat sinar bulan yang secara kebetulan membuat gurat-gurat tersebut terlihat jelas.
Dia pun berjongkok dan memperhatikan dengan seksama pola tersebut, hingga sebuah seringai pun muncul dari bibirnya.
Dia kembali menghubungkan transmisi dan menghubungi Alexa yang saat ini berada di barisan belakang bersama dengan pasukannya.
“Perintahkan anak buahmu untuk mengepung semua area Pelabuhan. Ada banyak tikus di sini, dan sangat merepotkan jika mereka sampai lolos,” seru Ardiaz pada King wanita itu.
“Oh... Benarkah? Menarik. Jadi, apa aku boleh jadi kucing nakal mu, Sayang?” sahut Alexa.
__ADS_1
“Terserah. Tapi aku lebih suka anak anjing yang mungil, dari pada kucing licik,” timpal Ardiaz.
Alexa terkekeh di seberang sambungan, setelah mendengar perkataan dari Ardiaz.
“Memang benar-benar sesuai yang diharapkan dari seorang King Jordan. Baiklah, aku akan laksanakan perintahmu,” sahut Alexa.
“Perintahkan juga pasukan ku untuk segera ke area pembongkaran kontainer dan bergabung dengan pasukan Joker. Dan satu hal lagi, sepertinya malam ini akan banyak yang terluka. Pastikan Vermont menyiapkan tim medis untuk semua orang,” seru Ardiaz.
Alexa tersenyum tipis mendengar semua perintah dari Ardiaz.
“Baiklah, aku laksanakan perintahmu,” sahut Alexa.
Tanpa berkata-kata lagi, wanita itu memutuskan transmisi misi dan menjalankan misi dari Ardiaz.
Sang ahli taktik kini kembali berdiri. Dari tempatnya berada, dia bisa melihat pasukan joker mulai bergerak mendekat, dan bersembunyi dalam kegelapan.
Dia pun melompat, meninggalkan kontainer yang dipijaknya tadi, dan menyerahkan urusan di sana kepada Joker.
Dari tempatnya berada, joker bisa melihat pergerakan Ardiaz yang dengan lidah melompat-lompat di atas kontainer, hingga tiba-tiba menghilang di kegelapan.
Dengan kecepatan penuh, Ardiaz berlari ke arah kapal. Dari kejauhan, dia bisa melihat sepasukan Lucifer sedang mencoba masuk ke dalam sana.
Sementara di depan kapal, terlihat Mac duff yang tengah berdebat dengan Martin, sang King interogator.
Dia pun segera menyusul keduanya ke sana, namun belum juga sampai, sebuah ledakan terdengar dari arah buritan kapal, disusul ledakan lain yang merembet hingga ke semua bagian kapal.
__ADS_1
Mac duff dan Martin yang sudah berada di atas kapal pun seketika terkejut.
“Cepat lompat!” pekik Ardiaz dari bawah.
Kedua pria itu pun dengan segera melompat ke air dan menjauh untuk menghindari ledakan.
Tepat setelah ledakan terjadi, sisa pasukan Martin yang belum sempat masuk, tiba-tiba tumbang satu persatu oleh sebuah serangan senyap.
“King, tiba-tiba ada banyak penembak di sekitar sana. Aku sudah berusaha mengurus sebagian. Berhati-hatilah,” ucap si sniper dari sebuah transmisi yang tiba-tiba terhubung.
“Si*l! Dasar Martin bod*h,” umpat Ardiaz.
Belum selesai sampai di situ, sepasukan lawan muncul tiba-tiba dan mengepul tempat di sekitar ledakan kapal.
Rupanya, ledakan itu menjadi tanda bagi musuh untuk muncul dan menyerang.
Ardiaz pun terpaksa berada di tengah kekacauan dan bersiap menghadapi musuh, dengan hanya sisa pasukan martin yang masih selamat.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak berupa like 👍, komen 📝, atau beri dukungan lainnya
terimakasih